SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Platform Penyebaran Informasi Ketenagakerjaan, Hukum, Peraturan serta Layanan Pengaduan PMI Taiwan

Aplikasi Mobile SAVE PMI Taiwan

Jangan Ketinggalan Info Ketenagakerjaan, Silahkan Instal Aplikasi Save Mobile Taiwan di Google Playstore

KDEI Taipei Gencar Sosialisasi Perpanjangan PK di Taiwan dan BPJS

Kini di Taiwan sudah bisa mendaftar online PK dan BPJS TK

(Update) Cara Perpanjang PK dan Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan

Pengumuman terbaru terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

FB SAVE PMI Taiwan

Ayo Bergabung dalam Grup SAVE PMI TAIWAN - Media Berbagi Seputar Ketenagakerjaan di Taiwan

Akun Line SAVE PMI TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@savepmitaiwan

Cari Info Cepat !

21 October 2019

Kegiatan Pemberdayaan di Kabupaten Jember Membawa Optimisme Bagi PMI Purna dan Keluarga


Jember, BNP2TKI - - Kabupaten Jember mendapatkan giliran disambangi oleh BNP2TKI dalam kegiatan Pemberdayaan untuk para PMI Purna dan Keluarganya. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari yaitu dari tanggal 20 – 25 Oktober 2019bertempat di aula Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Kegiatan ini hadiri oleh para pemangku kebijakan yaitu Deputi Perlindungan Dr. Anjar Prihantoro Budi Winarso, S.E., M.A., Direktur Pemberdayaan Agustinus Gatot Hermawan, S.H., M.H., Kepala LP3TKI Surabaya Ma’rub, S.E., M.Si., Koordinator P4TKI Banyuwangi Muhammad Iqbal, S.H., Kasi Penempatan Kerja Disnaker Kabupaten Jember Sugeng Heri Mulyono, PJ. Kepala Desa Karanganyar Suwandi S. Sos., M.Si. serta mitra lokal dan binaan BNP2TKI para Co.  KKBM Jember turut hadir dalam kegiatan ini.
Kegiatan diikuti sebanyak 25 orang peserta yang merupakan PMI Purna dan Keluarganya, dengan negara tujuan yang bervariasi serta sebagian dari peserta telah memiliki usaha.Kegiatan dibuka oleh Deputi Perlindungan sembari menyampaikan pesan kepada peserta bahwa PMI Purna memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan kapasitas dirinya.
 “Melalui kegiatan ini saya berharap hasil yang telah didapatkan di luar negeri akan memberikan dampak yang besar bagi kesejahteraan PMI dan keluarganya. Para PMI Purna dapat meningkatkan kesejahteraannya dengan cara berwirausaha sehingga selain dapat mensejahterakan dirinya sendiri, mereka juga mampu mensejahterakan anggota keluarga serta masyarakat dilingkungannya. Ucap Anjar.
Sementara itu Kepala LP3TKI Surabaya dalam sambutannya bahwa kegiatan ini tidak pernah terjadwal sebelumnya, namun karena adanya revisi anggaran yang telah dilakukan oleh LP3TKI Surabaya maka kegiatan Pemberdayaan di Jember ini dapat terlaksana bersama 2 lokasi lainnya yaitu Sumenep dan Ponorogo.
Selain diberikan pengetahuan mengenai literasi keuangan dan kewirausahaan, PMI Purna juga akan diberikan pelatihan membuat batik dengan menggandeng pelaku usaha batik di Jember. Pemateri dan trainer yang terlibat tidak hanya berasal dari Internal BNP2TKI namun juga mengundang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jember untuk menjadi pemateri. ** (Humas/LP3TKI Surabaya/MI)
Sumber : BNP2TKI

Layanan Kesehatan untuk Pekerja Migran Asing


Kantor rekonstruksi tenaga kerja di prihatin dengan kesehatan pekerja migran! Pada saat musim gugur dan musim dingin ketika suhu mulai dingin, perbedaan suhu antara pagi dan sore sangat besar, yang cukup mudah untuk membuat sakit. Pada tanggal 20 Oktober, Angkatan Kerja Xinpei mengadakan " Klinik Cinta Pekerja Asing dan Kegiatan Perawatan Kesehatan" yang diadakan tahun ini, yang merupakan pemeriksaan kesehatan bagi pekerja migran.
Kantor Rekonstruksi dan Pemanfaatan Tenaga Kerja Xinpei menyatakan bahwa acara tersebut akan diadakan dari Stasiun Xizhimen ke Beisanmen di Stasiun Taipei. Waktu akan dari pukul 1:30 hingga 4:30 sore, dan Asosiasi Medis Tzu Chi dan Rumah Sakit Union City Taipei telah diundang. Staf medis memberikan pemeriksaan kesehatan di tempat. Bagian pemeriksaan kesehatan meliputi tinggi, berat badan, tekanan darah dan tes gula darah, tes mata dan mulut, dan perawatan gigi. Dan yang dapat dikonsultasikan termasuk oftalmologi, dermatologi, kedokteran gigi, kedokteran dalam, ginekologi, ortopedi, kedokteran fisik dan mental, dan pengobatan Tiongkok. Selain itu, ada potongan rambut gratis dan layanan terkait lainnya.
Ye Hao, direktur Departemen Rekonstruksi dan Pemanfaatan Tenaga Kerja Kota Taipei, mengatakan bahwa ada lebih dari 40.000 pekerja migran asing di Taipei, yang membantu banyak keluarga mengerjakan pekerjaan rumah mereka. Melalui kegiatan ini, mereka dapat membuat Inspeksi tubuh yang sederhana, pemeriksaan gigi, dan di tempat juga dapat dengan mudah membuka obat-obatan untuk membantu masalah kulit. Jika lebih banyak bantuan medis diperlukan setelah pemeriksaan kesehatan, ada juga layanan antarmuka untuk mendapatkan sumber daya medis yang tepat.
Kantor Rekonstruksi dan Pemanfaatan Tenaga Kerja Kota Taipei sangat memperhatikan pekerja migran, dan juga menghimbau pengusaha dan teman-teman untuk memahami bahwa mereka jauh dari rumah, bekerja keras di bawah hambatan budaya dan bahasa, dan peduli dengan kesehatan fisik pekerja migran.
Informasi kegiatan yang relevan dapat dihubungi oleh Bagian Konsultasi Pelayanan Rekrutmen Tenaga Kerja Asing Taipei (02) 2338-1600 hingga 4206. Untuk informasi lebih lanjut, silakan cari di halaman Facebook untuk halaman penggemar "Hand in Hand at Taipei".

17 October 2019

Fungsi Hotline 1955 Departemen Tenaga Kerja Untuk Membantu Pekerja Asing Berkomunikasi Tanpa Jarak



Departemen Tenaga Kerja demi membantu kebutuhan komunikasi berbahasa pekerja asing dan agar lebih cepat beradaptasi dengan kehidupan di Taiwan, membuat hotline konsultasi dan keluhan tenaga kerja 1955, selain 24 jam menerima konsultasi tenaga kerja, kasus keluhan, juga tersedia layanan penerjemah online Bahasa Mandarin ke 4 bahasa (Bahasa Indonesia, Vietnam, Thailand dan Filipina) untuk majikan dan pekerja asing, bisa segera membantu majikan dan pekerja asing menyelesaikan masalah komunikasi bahasa yang tidak nyaman.
Hotline 1955 berperan sebagai jembatan komunikasi, hotline 1955 sebelumnya menerima telepon dari pekerj asing Filipina, Hsiao Ya, dia menyatakan dia menjadi perawat rumah tangga, karena tidak begitu mengenal tempat di sekitar, sangat jarang keluar rumah, majikan meminta dia keluar rumah membeli makanan untuk pasien, walaupun majikan ada menggambar sebuah peta untuk dia, namun dia tidak mengenal baik dengan lingkungan, dan menghabiskan waktu 1 jam untuk mencari jalan dan mengenal jalan, Majikan salah paham berpikir dia meninggalkan pasien, lalu pergi keluar untuk bermain, membuat dia tidak tahu harus bagaimana menjelaskan kepada majikan. Teringat sewaktu baru memasuki Taiwan, lokakarya undang-undang di bandara ada menyebutkan sewaktu menemukan masalah komunikasi bahasa, boleh melalui hotline 1955 membantu menerjemahkan secara online kepada majikan, menyelesaikan permasalahan dalam pekerjaan, maka dia menelepon hotline 1955.
Staf hotline setelah menerima telepon, segera membantu Hsiao Ya berkomunikasi dengan majikan, menyelesaikan kesalahpahaman tersebut, majikan bilang akan membawa Hsiao Ya pergi mengenali jalan, supaya tidak tersesat, juga mengingat hotline 1955, untuk selanjutnya bila ada masalah komunikasi bahasa, bisa melalui layanan penerjemahan tiga pihak membantu berkomunikasi. Sepanjang tahun tidak istirahat, menemani pekerja asing. Badan Pengembangan menjelaskan, hotline 1955 gratis, 24 jam sepanjang tahun tidak istirahat, pekerja asing bisa melalui hotline menanyakan informasi mengenai hak dan kepentingan tenaga kerja, konsultasi kehidupan dan layanan penerjemahan, berdasarkan statistik 5 tahun ini, rata-rata setiap tahun ada sekitar 200.000 telepon yang masuk, menyediakan lebih dari sekitar 4.500 layanan penerjemahan online, setiap hari ada staf hotline 4 bahasa (Bahasa Indonesia, Vietnam, Thailand dan Filipina) membantu pekerja asing menyelesaikan kesulitan tentang hal bekerja di Taiwan, membuat pekerja asing yang bekerja di Taiwan bisa ada sandaran penopang layanan penerjemahan, selain itu majikan dan agensi juga bisa memperbanyak memanfaatkan layanan tersebut. Hotline 1955 membantu pekerja asing berkomunikasi tanpa jarak, fungsi penerjemahan online hotline 1955, Sesegera mungkin membantu menerjemahkan kata-kata yang ingin diutarakan pekerja asing kepada majikan, selain itu juga bisa membantu majikan menyampaikan sesuatu kepada pekerja asing supaya dipahami, mengurangi lebih banyak kesalahpahaman atau perdebatan kedua pihak yang terjadi karena komunikasi bahasa yang tidak baik, selain pekerjaan, misalnya sewaktu pekerja asing berobat, mengurus urusan publik atau dalam kehidupan memerlukan layanan penerjemahan, juga bisa memanfaatkan telepon untuk menelepon ke hotline 1955, oleh staf hotline menyediakan layanan instan penerjemahan online, membuat pekerja asing hidup di Taiwan dapat berkomunikasi tanpa jarak


Sumber : https://fw.wda.gov.tw

14 October 2019

TAEF: Penguatan Kerjasama Penempatan PMI dengan Taiwan

Sekretaris Utama, Tatang Budie Utama Razak saat berpartisipasi sebagai pembicara The 3rd Yushan Forum 2019 di Taiwan

Taiwan, BNP2TKI (11/10) - - Sejumlah permasalahan yang dialami oleh PMI di Taiwan seperti overcharging, jual beli job, dominannya agency terhadap PMI, rendahnya gaji dan tidak layaknya akomodasi ABK, anak PMI terlantar dan pengiriman PMI non procedural menjadi agenda utama dalam pertemuan Sestama BNP2TKI, Tatang Budie Utama Razak dengan para pemangku kepentingan di Taiwan.
Dalam pertemuan tersebut, Sestama BNP2TKI berkesempatan berdialog dengan 100 orang perwakilan dari komunitas PMI. Sestama BNP2TKI menyampaikan perubahan fundamental tata kelola PMI sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2017. Disamping itu juga, dikemukakan berbagai langkah dan upaya pemerintah dalam rangka pelayanan penempatan dan pelindungan PMI secara maksimal termasuk skema Special Placement Program to Taiwan (SP2T). Dalam kesempatan tersebut, PMI yang tiba di Taiwan melalui skema SP2T juga memberikan testimoni dimana yang bersangkutan menyatakan bahwa kedatangan ia ke Taiwan tidak mengeluarkan biaya (zero cost). Sementara itu, pada umumnya PMI yang datang ke Taiwan selama ini dikenakan biaya yang sangat tinggi melebihi Rp 50 Juta.
Beberapa isu penting mengemuka termasuk permasalahan yang muncul di lapangan seperti pungutan service fee bulanan yang memberatkan PMI, pemaksaan pungutan biaya perpanjangan perjanjian kerja dan berbagai intimidasi yang dilakukan agency, meningkatkan jumlah WNI yang dikirim untuk bekerja di Taiwan dengan menggunakan visa kunjungan, tidak terpenuhinya hak-hak PMI sector informal sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian kerja, kurangnya kemampuan bahasa dan skill bekerja menyebabkan permasalahan antara PMI dengan pengguna jasa, terungkapnya kasus PMI a.n Nurhayati yang turut hadir dalam dialog tersebut sebagi korban eksploitasi oleh pengguna jasa, dan terdapat sejumlah kasus PMI yang sakit dan mengalami kecelakaan kerja yang tidak ter-cover Jaminan Sosial. Para PMI meminta agar BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan pelayanan sebagaimana tersebut diatas dan mengharapkan adanya perwakilan BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan.
Sestama BNP2TKI didampingi oleh Wakil Kepala KDEI Taipei dan pejabat terkait juga melakukan kunjungan ke Sekretariat Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU). Sestama BNP2TKI menyampaikan berbagai upaya pemerintah dalam melakukan pelayanan dan pelindungan kepada PMI secara maksimal dan ia mengharapkan dukungan dan peran serta seluruh komponen masyarakat termaskuk PCINU Taiwan dapat saling bersinergi dengan KDEI Taipei untuk memastikan pelayanan dan perlindungan PMI dapat berjalan dengan baik. Dalam kesempatan tersebut Sestama BNP2TKI menyerahkan bantuan uang sebesar NTD 40.000 sebagai dukungan terhadap Sekretariat PCINU Taiwan yang telah membuka Pos Layanan Informasi dan Pengaduan PMI di Taiwan.
Dalam pertemuan dengan Presiden Control Yuan (Ombudsman) dan Workforce Development Agency (WDA), Ministry of Labor pada prinsipnya sependapat untuk mengambil langkah-langkah kongkrit dalam rangka mengatasi permasalahan yang dialami oleh PMI tersebut. Ombudsman akan melakukan investigasi dan mencari solusi terhadap isu – isu diatas dan WDA juga sepakat untuk mendorong skema penempatan SP2T melalui Direct Hiring Service Center (DHSC) untuk mengatasi overcharging. Dan dalam mengatasi permasalahan PMI tersebut, Sestama BNP2TKI mengusulkan untuk dibentuknya Joint Task Force.
Pada tanggal 7 Oktober 2019 bertempat di KDEI Taipei telah diselenggarakan diseminasi informasi sekaligus promosi mengenai SP2T bersama Direktur WDA, Ministry of Labor yang dihadiri oleh 65 perusahaan. Sestama BNP2TKI dalam paparannya menegaskan bahwa SP2T dengan zero cost akan sangat menguntungkan baik bagi PMI maupun perusahaan. Perusahaan yang hadir dalam pertemuan tersebut sebagian diantaranya telah menyatakan keinginannya untuk mengikuti skema penempatan SP2T. **** (HUMAS / BNP2TKI).
Sumber : BNP2TKI

LANGKAH BARU PENEMPATAN PMI KE TAIWAN

Sekretaris Utama, Tatang Budie Utama Razak saat mengikuti pertemuan dengan Ombudsman Taiwan

Taiwan, BNP2TKI (11/10) - - Sejumlah permasalahan yang dialami oleh PMI di Taiwan seperti overcharging, jual beli job, dominannya agency terhadap PMI, rendahnya gaji dan tidak layaknya akomodasi ABK, anak PMI terlantar dan pengiriman PMI non procedural menjadi agenda utama dalam pertemuan Sestama BNP2TKI, Tatang Budie Utama Razak dengan para pemangku kepentingan di Taiwan.
Dalam pertemuan tersebut, Sestama BNP2TKI berkesempatan berdialog dengan 100 orang perwakilan dari komunitas PMI. Sestama BNP2TKI menyampaikan perubahan fundamental tata kelola PMI sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2017. Disamping itu juga, dikemukakan berbagai langkah dan upaya pemerintah dalam rangka pelayanan penempatan dan pelindungan PMI secara maksimal termasuk skema Special Placement Program to Taiwan (SP2T). Dalam kesempatan tersebut, PMI yang tiba di Taiwan melalui skema SP2T juga memberikan testimoni dimana yang bersangkutan menyatakan bahwa kedatangan ia ke Taiwan tidak mengeluarkan biaya (zero cost). Sementara itu, pada umumnya PMI yang datang ke Taiwan selama ini dikenakan biaya yang sangat tinggi melebihi Rp 50 Juta.
Beberapa isu penting mengemuka termasuk permasalahan yang muncul di lapangan seperti pungutan service fee bulanan yang memberatkan PMI, pemaksaan pungutan biaya perpanjangan perjanjian kerja dan berbagai intimidasi yang dilakukan agency, meningkatkan jumlah WNI yang dikirim untuk bekerja di Taiwan dengan menggunakan visa kunjungan, tidak terpenuhinya hak-hak PMI sector informal sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian kerja, kurangnya kemampuan bahasa dan skill bekerja menyebabkan permasalahan antara PMI dengan pengguna jasa, terungkapnya kasus PMI a.n Nurhayati yang turut hadir dalam dialog tersebut sebagi korban eksploitasi oleh pengguna jasa, dan terdapat sejumlah kasus PMI yang sakit dan mengalami kecelakaan kerja yang tidak ter-cover Jaminan Sosial. Para PMI meminta agar BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan pelayanan sebagaimana tersebut diatas dan mengharapkan adanya perwakilan BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan.
Sestama BNP2TKI didampingi oleh Wakil Kepala KDEI Taipei dan pejabat terkait juga melakukan kunjungan ke Sekretariat Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU). Sestama BNP2TKI menyampaikan berbagai upaya pemerintah dalam melakukan pelayanan dan pelindungan kepada PMI secara maksimal dan ia mengharapkan dukungan dan peran serta seluruh komponen masyarakat termaskuk PCINU Taiwan dapat saling bersinergi dengan KDEI Taipei untuk memastikan pelayanan dan perlindungan PMI dapat berjalan dengan baik. Dalam kesempatan tersebut Sestama BNP2TKI menyerahkan bantuan uang sebesar NTD 40.000 sebagai dukungan terhadap Sekretariat PCINU Taiwan yang telah membuka Pos Layanan Informasi dan Pengaduan PMI di Taiwan.
Dalam pertemuan dengan Presiden Control Yuan (Ombudsman) dan Workforce Development Agency (WDA), Ministry of Labor pada prinsipnya sependapat untuk mengambil langkah-langkah kongkrit dalam rangka mengatasi permasalahan yang dialami oleh PMI tersebut. Ombudsman akan melakukan investigasi dan mencari solusi terhadap isu – isu diatas dan WDA juga sepakat untuk mendorong skema penempatan SP2T melalui Direct Hiring Service Center (DHSC) untuk mengatasi overcharging. Dan dalam mengatasi permasalahan PMI tersebut, Sestama BNP2TKI mengusulkan untuk dibentuknya Joint Task Force.
Pada tanggal 7 Oktober 2019 bertempat di KDEI Taipei telah diselenggarakan diseminasi informasi sekaligus promosi mengenai SP2T bersama Direktur WDA, Ministry of Labor yang dihadiri oleh 65 perusahaan. Sestama BNP2TKI dalam paparannya menegaskan bahwa SP2T dengan zero cost akan sangat menguntungkan baik bagi PMI maupun perusahaan. Perusahaan yang hadir dalam pertemuan tersebut sebagian diantaranya telah menyatakan keinginannya untuk mengikuti skema penempatan SP2T. **** (HUMAS / BNP2TKI).
Sumber : BNP2TKI

10 October 2019

BNP2TKI Fasilitasi Pemulangan Jenazah PMI ABK Korban Jembatan Runtuh di Taiwan

Tiga jenazah PMI ABK Korban Jembatan Runtuh  tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (10/10/2019).
Tangerang, BNP2TKI (10/10) BNP2TKI memfasilitasi pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) Anak Buah Kapal (ABK) korban jembatan runtuh  di Taiwan ke daerah asalnya. Ketiga jenazah tersebut  tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (10/10).
Ketiga PMI ABK tersebut antara lain Wartono (29) asal Cirebon Jawa Barat,  Ersona (32) asal Indramayu Jawa Barat, dan Mohamad Domiri (28) asal Pemalang Jawa Tengah. Mereka merupakan 3 dari 7 PMI ABK yang terkena musibah runtuhnya Jembatan Lintas Pelabuhan Nanfang Ao di Yilan, Taiwan pada Selasa, 1 Oktober 2019 sekitar pukul 09.10 waktu Taiwan.
Deputi   Perlindungan BNP2TKI, Anjar Prihantoro mengucapkan, turut berbelasungkawa  atas meninggalnya 3 PMI ABK yang meninggal karena musibah jembatan runtuh di Taiwan. Kepada keluarga korban, Anjar berpesan agar tabah dan selalu kuat dalam menghadapi musibah ini.  
"Kami dari keluarga besar BNP2TKI mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya PMI ABK yang meninggal karena terkena musibah di Taiwan. Semoga seluruh proses pemulangan hingga pemakaman berjalan dengan baik," ujar Anjar di Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Ia  menyatakan, BNP2TKI  memberikan fasilitas pemulangan gratis kepada seluruh korban musibah dari Bandara Soekarno Hatta hingga ke kampung halaman. Selain itu, BNP2TKI juga memberikan bantuan tanggap darurat kepada ahli waris masing-masing sebesar Rp 3,5 juta. 
Direktur Pelayanan Pengaduan BNP2TKI, R Wisantoro menyatakan, terkait hak-hak dan kewajiban ke 3 PMI tersebut akan diberikan secepatnya. "Untuk hak gaji, lembur, dan asuransi kematian di luar negeri akan diurus oleh KDEI Taipei," kata Wisantoro saat menerima 3 jenazah PMI ABK di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (10/10/2019).
Ia menambahkan, proses pelayanan pemulangan PMI ABK telah dilakukan dengan responsif dan cepat. "Proses pengurusan jenazah dari saat kejadian hingga tiba di Tanah Air sangat cepat. Tidak ada yang bisa merencanakan dan mengubah keadaan. Keluarga pun sudah menerima peristiwa ini," ucapnya
Sebagai informasi, Jembatan Lintas Pelabuhan Nanfang Ao di Yilan, Taiwan runtuh pada Selasa, 1 Oktober 2019 sekitar pukul 09.10 waktu Taiwan. Pada saat kejadian, terdapat 1 kapal tanker yang tengah melintas dan 3 kapal nelayan yang sedang bersandar di bawah jembatan yang turut tertimpa reruntuhan. Peristiwa ini menjatuhkan beberapa korban dan 7 di antaranya merupakan PMI ABK.
Informasi dari KDEI Taipei, selain 3 jenazah yang sudah dipulangkan, ada pula 4 orang PMI ABK yang terdampak runtuhnya jembatan. Sebanyak 2 orang PMI ABK, yakni Miswan dan Supandi mengalami luka ringan dan telah selesai menjalani perawatan, serta 2 orang PMI ABK lainnya, yakni Jaedi Bin Karmin dan Winanto mengalami cedera berat dan masih menjalani perawatan. 
Gunawan  perwakilan  keluarga korban  PMI ABK Wartono  asal Cirebon mengaku sudah iklhas  dengan musibah yang menimpa saudaranya ini. Ia mengucapkan terimakasih kepada BNP2TKI yang telah membantu dan memfasilitasi pemulangan jenazah Wartono  hingga ke Cirebon.
Hadir menerima 3 jenazah PMI ABK, antara lain Plt. Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Aris Wahyudi, Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Eva Trisiana, Direktur Pelayanan Pengaduan BNP2TKI R. Wisantoro, Tim dari Subdit Pemulangan Direktorat Pemberdayaan, Kepala Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi Jimin Naryono, Kepala Subdirektorat Kawasan Asia Pasifik dan Amerika Direktorat Mediasi dan Advokasi Melvin John Raffles, dan Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Serang Bajongga Aprianto.***(Humas/MH/Jes/Fri)
Sumber: BNP2TKI

09 October 2019

Bekerja Aman di Taiwan Melalui Prosedur Direct-Hiring

Sekretaris Utama BNP2TKI Tatang Budie Utama Razak saat menjelaskan prosedur direct-hiring bagi PMI yang akan bekerja di Taiwan

Taiwan, BNP2TKI (10/10) - - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dalam hal ini Pemerintah Indonesia meluncurkan “Rencana Pemilihan Pekerja Indonesia – Taiwan” atau Direct-Hiring. Guna mengatasi kasus pungli agensi terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) semakin hari semakin meningkat dan meringankan perekonomian PMI serta mengatasi masalah PMI kaburan. Hal tersebut mendapat tanggapan dari Shinkong Textile dengan merekrut 11 PMI yang sebagian telah tiba di Taiwan untuk bekerja. 
Manajer Utama Shinkong Textile Qiu Jin fa mengatakan PMI yang kami rekrut berjumlah 11 orang dan pada umumnya bekerja di sektor dasar. 
“Sejak 2015, pihak Taiwan bekerja sama dengan Thailand, Vietnam, Filipina terkait sarana “Pemilihan Pekerja” sehingga pihak majikan Taiwan tidak perlu lagi melalui fasilitasi agensi untuk memakai PMA. Aplikasi para PMI pada bulan April yang diposisikan dalam sektor manufaktur telah bekerja pada bulan Juli”. 
Oleh sebab itu, karena berkurangnya fasilitasi agensi lewat prosedur direct-hiring, banyak biaya menjadi tanggungan majikan, kenyamanan komunikasi dan pengelolaan pun berkurang, sehingga banyak majikan yang tidak mau menggunakan proses direct-hiring pada masa lalu, ungkap Qiu Jin-fa.
Pihak Taiwan menyatakan, hal ini dapat diproses lewat pusat rekrut tenaga kerja langsung atau aplikasi on-line yang prosedurnya sangat mudah. Mereka berencana membuka kelas terkait aplikasi tersebut agar majikan memahami prosedur direct-hiring.
Sekretaris Utama Tatang Budi Utama Razak menjelaskan ada sekitar 270.000 PMI di Taiwan saat ini. Tanpa agensi, biaya direct-hiring menjadi lebih terjangkau. Lewat proyek ini, para PMI hanya perlu menanggung biaya paspor. Biaya lainnya termasuk aplikasi visa, medis wajib, asuransi, tiket pesawat serta semua biaya PMI sebelum keberangkatan atau biaya yang timbul sebelum tiba di Taiwan akan ditanggung oleh majikan.
Majikan dapat menghemat sejumlah biaya agensi bila mereka memilih prosedur direct-hiring dan menggunakan uang ini untuk membayar tiket pesawat PMA. Hal ini merupakan situasi win-win baik bagi pihak majikan maupun PMA, tegas Tatang. **** (HUMAS/BNP2TKI). 
Sumber : BNP2TKI

11 PMI tiba bekerja di Taiwan melalui prosedur direct-hiring

Sumber :  Video warta berita PTS 

Dilansir dari PTS news bahwa ada sekitar 200.000 PMI di Taiwan saat ini. Namun kasus pungli agensi terhadap PMI semakin hari semakin meningkat. Guna meringankan perekonomian PMI dan mengatasi masalah PMI kaburan, pemerintah Indonesia meluncurkan “Rencana Pemilihan Pekerja Indonesia-Taiwan.” Hal tersebut mendapat tanggapan dari Shinkong Textile dengan merekrut 11 PMI yang sebagian telah tiba di Taiwan untuk bekerja.
Manajer Utama Shinkong Textile // Qiu Jin-fa mengutarakan, “PMI yang kami rekrut telah berjumlah 11 orang. Pada umumnya bekerja di sektor dasar.”

Semua biaya PMI sebelum keberangkatan ditanggung majikan
Sejak 2015, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) telah mulai bekerja sama dengan Thailand, Vietnam, Filipina terkait sarana “Pemilihan Pekerja” sehingga pihak majikan Taiwan tidak perlu melalui fasilitasi agensi untuk memakai PMA. Aplikasi para PMI pada bulan April yang diposisikan dalam sektor manufaktur telah mulai bekerja pada bulan Juli. Lewat proyek ini, para PMI hanya perlu menanggung biaya paspor. Biaya lainnya termasuk aplikasi visa, medis wajib, asuransi, tiket pesawat serta biaya yang timbul sebelum tiba di Taiwan akan ditanggung oleh majikan. 

Tanpa agensi, biaya direct-hiring menjadi lebih terjangkau
Karena berkurangnya fasilitasi agensi lewat prosedur direct-hiring, banyak biaya menjadi tanggungan majikan, kenyamanan komunikasi dan pengelolaan pun berkurang, sehingga banyak majikan yang enggan menggunakan proses direct-hiring pada masa lalu. Oleh sebab itu, MOL menyatakan, hal ini dapat diproses lewat pusat rekrut tenaga kerja langsung atau aplikasi on-line yang prosedurnya sangat mudah. Mereka berencana membuka kelas terkait aplikasi tersebut agar majikan memahami prosedur direct-hiring. Majikan dapat menghemat sejumlah biaya agensi bila mereka memilih prosedur direct-hiring dan menggunakan uang ini untuk membayar tiket pesawat PMA. Hal ini merupakan situasi win-win baik bagi pihak majikan maupun PMA. 

Para pelamar pekerjaan dapat mendaftar lewat situs on-line: http://jobsinfo.bnp2tki.go.id/ 

Majikan dapat mencari pekerja lewat situs berikut: http://promosi.bnp2tki.go.id/epromosi/modul/tampil/umum/katalog

08 October 2019

Ihsan : PMI Purna Korea Sukses Bisnis Dorokdok

Ihsan Hidayatullah (30) - Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna  asal Garut, Jawa Barat

Garut, BNP2TKI (9/10) - - Ihsan Hidayatullah (30)  Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna  asal Garut, Jawa Barat ini sukses  membuka usaha dorokdok (kerupuk kulit) setelah pulang dari Korea Selatan tahun 2018.
Saat di Korea,  pria kelahiran  21 Februari 1989 ini  bekerja di pabrik Press Onderdil Mesin di Tangjin, Chungcheongnam-do lalu pindah ke Pabrik Pengolahan Kulit di Ansan,Gyeonggi-do.
Selain bekerja, Ihsan juga  aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan KBRI dan  Paguyuban tentang pelatihan kewirausahaan dan membuat business plan
“Saya pernah meraih juara pertama dalam sebuah kompetisi business plan yang diadakan oleh Kementerian yang membawahi UKM di Korea bagi orang asing,” ungkap Ihsan saat di wawancarai humas BNP2TKI di Garut beberapa waktu lalu.
Sepulang dari Korea tahun 2018, Ihsan berencana  untuk membuat usaha. Upah yang didapat pada tahun pertama di Korea digunakan untuk melunasi hutang permodalan untuk bekerja ke korea dan membantu finansial keluarga. Selanjutnya, setelah hutang terlunasi, Ihsan memikirkan apa yang akan dia lakukan saat pulang ke Indonesia. 
Awalnya  Ihsan,  berencana untuk membuka usaha jaket kulit. Namun, karena  modalnya sangat besar dan butuh desain – desain yang kreatif, sehingga Ihsan mengubah haluan untuk membuka usaha ke bidang kuliner yang potensi repeat order lebih tinggi.
Ihsan menceritakan bahwa setelah bekerja selama 3 tahun 3 bulan di Korea, Ia memutuskan untuk pulang ke Indonesia, melangsungkan pernikahan dan membuka usaha baru dengan terjun ke dalam dunia UKM. 
Setibanya di Indonesia, Ihsan mendapat undangan untuk mengikuti panel diskusi internasional di Jakarta yang diadakan oleh ASEIC (Asem Smes Eco-Innovation Center). Ihsan pun kembali meraih juara pertama dalam kategori business plan.
“Dari business plan ini, saya akhirnya membuka usaha dan terwujud, walaupun saat ini masih pada tahap research product dan produksi masih dalam skala kecil untuk mengetahui respon pasar. Setelah 1 tahun, saya ingin membuat inovasi kepada produk dorokdok (kerupuk kulit) agar beda dengan daerah lain yaitu dengan membuat variasi rasa seperti rasa soto,rendang, balado, bulgogi dan keju," jelas ayah dari 1 anak ini.
Setelah diriset kembali, lanjut Insan,  kebanyakan konsumen tetap lebih suka dengan rasa yang original. Namun, ia  tetap ingin ada pembeda antara  satu produk dengan produk lainnya. 
Sampai saat ini, Ihsan sudah memasarkan produknya ke beberapa toko seperti di Karang Pawitan dan Tarogong. Ihsan juga menjual produknya secara door to door ke konsumen langsung. Ia juga terus  melakukan riset untuk mendapatkan feedback langsung dari konsumennya berupa masukan seperti rasa dan kemasan produk. Karena itu fokus Ihsan saat ini adalah lebih ke pengembangan produk seperti rasa dan bumbu.
Dalam memproduksi dorokdok, Ihsan masih menggunakan alat-alat manual, sehingga kuantitas produksi menjadi sangat terbatas. Hal ini dikarenakan Ihsan belum memiliki modal untuk membeli mesin seperti mesin potong, mesin packing dan lain lain. 
Dari usaha ini,  Ihsan mendapatkan omset sekitar 7-8 juta rupiah  perbulan. “Pengennya sih bisa tembus ke toko-toko dan supermarket ternama,” harap Ihsan.
Selain produksi dorokdok, satu tahun terakhir Ihsan juga sedang menjalankan usaha ternak lele bersama beberapa rekannya. Ini berawal dari adanya pelatihan dari Dinas Koperasi dan UKM mengenai Kewirausahaan Manajemen Keuangan dan Pelatihan Produksi Lele di daerah Tasik.
Ihsan dan rekannya dapat memanen sekitar 2000 ekor ikan lele perpanen dengan 2 kali panen dalam setahun. Namun, untuk saat ini Ihsan lebih memilih untuk fokus ke usaha dorokdok.
Ihsan berharap BNP2TKI dapat memberikan pendampingan bagi para PMI purna atau mengadakan pelatihan-pelatihan kewirausahaan, koneksi permodalan dan 
koneksi pemasaran. *** (Humas/MH)
Sumber : BNP2TKI

07 October 2019

Pelatihan Peningkatan Kapasitas PMI dan Keluarga Kerjasama BNP2TKI dengan Pegadaian di Kabupaten Banyuwangi


Banyuwangi, BNP2TKI (04/10) - - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya dan Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Banyuwangi bekerjasama dengan PT Pegadaian yang diwakili oleh PT Pegadaian Cabang Jember menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Literasi Keuangan Bagi PMI Purna dan Keluarga. Pelatihan tersebut berlangsung pada hari Kamis, 03/10/2019 di Aula Gedung Pertemuan Desa Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi yang diikuti oleh 50 (lima puluh) peserta Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna dan atau Keluarganya.
Kegiatan ini berbentuk pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan bagi para PMI Purna dan Keluarga sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan atas hasil yang didapat ketika bekerja di luar negeri dan juga pengenalan berbagai produk investasi utamanya tabungan emas dari PT Pegadaian. Pelatihan ini diisi oleh 4 (empat) narasumber yaitu Muhammad Iqbal dari P4TKI Banyuwangi, Yohanes Wulang dari Pegadaian Area Jember, Ummul Hidayah dari LP3TKI Surabaya, Istikadinna dari BNP2TKI dan terakhir dari pelaku usaha dari Yoko Batik Banyuwangi.
Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak Sutrisno Kepala Desa Benculuk yang sangat menyambut baik pelatihan ini demi kesejahteraan pahlawan devisa sehingga mensejahterakan warga utamanya PMI dengan harapan kedepannya  tidak perlu kembali bekerja ke luar negeri lagi.
Pemateri pertama adalah Muhammad Iqbal yang merupakan Koordinator P4TKI Banyuwangi, beliau memaparkan mengenai literasi keuangan yang meliputi cara mengelola keuangan, merencanakan keuangan, menabung dan juga cara berinvestasi.
Kemudian dilanjutkan dengan pemateri dari Vice President PT Pegadain Area Jember, Bapak Yohanes Wulang yang mengenalkan berbagai produk dari Pegadaian terutama Tabungan Emas.
Dalam paparannya, emas merupakan produk investasi yang tahan banting terhadap inflasi. Selama dirinya bekerja di Pegadaian hanya 2 kali mengalami penurunan harga yaitu tahun 1998 dan 2003, Selebihnya adalah kenaikan yang melebihi inlflasi sehingga dapat berperan sebagai pelindung kekayaan.
Beliau  menambahkan bahwa untuk menabung emas sudah berbeda dengan jaman dulu yang harus berbentuk fisik yang memiliki banyak kelemahan, seperti mudah hilang dan juga merepotkan ketika harus mengumpulkan uang senilai 1 gram. Dengan tabungan emas pegadaian maka cukup dengan uang senilai 0,001 gram emas atau sekarang hanya Rp 7.000,00 dan tak perlu takut kehilangan karena nasabah tidak memegang fisik emas dan hanya memegang buku tabungannya saja.
Setelah itu, pada materi Kewirausahaan disampaikan oleh Trainer dari LP3TKI Surabaya Ummul Hidayah dan Istikadinna dari BNP2TKI, memberikan motivasi berwirausaha agar PMI Purna dapat mencoba untuk memulai usaha.
Pada sesi terakhir, pengusaha batik dari Yoko Batik mengenalkan kepada para peserta mengenai usaha batik tulis dan cara pembuatannya kepada peserta dimulai dari pengenalan bahan-bahan, dilanjutkan dengan cara membentuk pola, mewarnai, menjemur dan tak lupa strategi bisnis serta kendala-kendala yang dihadapi dalam menjalankan bisnis batik. Pada kesempatan itu Yoko Batik juga menawarkan kepada peserta pelatihan apabila tertarik untuk mendalami lebih lanjut maka Yoko Batik membuka diri untuk menjadi tempat praktek bagi peserta pelatihan.
Salah satu perwakilan peserta kegiatan ini, Rulis Diana, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan berharap kegiatan ini bisa sebagai langkah awal bagi teman-teman PMI Purna dan Keluarga agar dapat mengembangkan usahanya.
Banyuwangi adalah daerah dengan potensi PMI yang cukup tinggi sehingga kegiatan sejenis akan sangat bermanfaat bila dapat dilaksanakan sesering mungkin di Banyuwangi, ungkap Iqbal. ** (Humas / LP3TKI Surabaya)
Sumber : BNP2TKI

Dian Hadiansah : Kripik Tempe Kojo Sudah di Ekspor ke Luar Negeri

Dian Hadiansah PMI Purna Sukses

Garut, BNP2TKI (8/10) Dian Hadiansah  merupakan Pekerja Migran Indonesia  (PMI) Purna asal Garut, Jawa Barat. Tahun 2001–2004, Dian bekerja di Jepang pada sektor manufaktur. Sepulang dari Jepang, Dian mulai merintis usaha kripik tempe bernama Kojo. Kini kripik tempenya sudah diekspor ke Jepang, Inggris, Qatar dan  Korea.
“Ketika dulu kangen sama tempe di Jepang sangat susah mencarinya. Dari situlah saya berpikir ini ada peluang bisnis. Ketika  ada cuti pulang ke Garut kemudian saya belajar membuat kripik tempe.  Saat  kembali ke Jepang saya mulai buat tempe,” ujar Dian saat ditemui di rumahnya di Garut, beberpa waktu lalu.
Pria kelahiran Garut, 30 Agustus 1978 ini mulai bekerja di Jepang tahun 2001–2004. Ia  bekerja di sektor manufaktur. Setelah selesai kontrak,  tahun 2005 Dian  kembali dikrirm ke Jepang. Dari situlah  Ia memulai usaha tempe di Jepang. “Peluang juga terbuka, di sela waktu yang luang itulah saya membuat tempe dengan bahan baku seperti kacang hokaido dari Jepang. Mulanya saya jual door to door karena terbatas regulasi,” ujar ayah dari 3 anak ini.
Selain itu, Dian juga menjual kripik tempenya  ke teman-teman PMI  dan beberapa orang Jepang yang sudah dikenalnya. Untuk membatu kelancaran usahanya, Dian  bersama  temen PMI bekerjasama mebeli mobil. Sedangkan untuk  bahan baku, Dian menggunakan bumbu-bumbu dan  kacang hokaido dari Jepang. “Tempe di luar negeri juga banyak di cari  karena makanan yang paling sehat,” jelas suami dari Ike Sulastri ini.
Di Indonesia Dian memulai efektif usaha kripik tempenya tahun 2017. Ia memberi nama produk kripik tempenya dengan Kojo. Menurutnya Kojo adalah nama pabrik tempat Dian bekerja di Jepang. Sedangkan dalam bahasa sunda, Kojo mengandung filosofi yang spesial. “Untuk meningkatkan  kemampuan usahanya, saya sering mendapatkan  peltihan dari Disperindag dan BLK PPMI. Saya juga ingin kembangkan tempe untuk makanan anak-anak,” ujarnya.
Ekspor ke Luar Negeri
Menurut Dian, produksi perhari kripik tempenya sebanyak  200 pes perhari. Sedangkan untuk omset perbulannya  mencapai 15-20 juta. Saat ini Dian telah mengekspor kripik tempenya ke  Jepang, Inggris, Qatar dan  Korea.  Ia Juga tengah mempersiapkan ekspor kripik tempenya ke Newzeland dan Australia.  “Total ekspor yang sudah berjalan  saat ini sudah mencapai 500-600 pes perbulannya.  Jika  ada permintaan tinggi bisa mencapai 1000 pes perbulannya,” jelasnya.
Dalam memproduksi usaha tempenya, Dian dibantu dengan 4 orang pegawai. Ia mengaku kedepannya  ingin bersaing dengan perusahaan-persusahan tempe yang sudah besar.  Ia berkeinginan untuk membangun kerjaan bisnis tempe, naget ayam, naget lele, bersama teman-teman  PMI Purna di Garut.
Ia mengaku optimis ke depan PMI Purna juga bisa eksis dan  jangan memandanga PMI rendah.  Bisa dibuktikan bahwa PMI juga bisa sukses menjadi pengusaha. “Permasalahan sekarang adalah saya belum memiliki mesin renceng  karena harganya lumayan mahal. Hambatan yang lain adalah permodalan,”  jelasnya.**(MH)
Sumber : BNP2TKI

Sekretaris Utama Berdialog dengan 100 PMI di Taiwan

Sekretaris Utama BNP2TKI, Tatang Budie Utama Razak saat berdialog dengan PMI di Taipei, Taiwan, pada Minggu (06/10/2019)

Taipei, BNP2TKI (06/10) – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bekerja sama dengan Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei mengadakan acara Dialog Sekretaris Utama dengan Komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI), PMI Special Program Placement To Taiwan (SP2T) dan PMI Professional bertempat di Indonesian Exhibition Center, KDEI Taipei, pada Minggu (06/10/2019).
Sekretaris Utama BNP2TKI, Tatang Budie Utama Razak, menyampaikan bahwa sejak disahkannya Undang-undang No.18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia maka terjadi perubahan fundamental dalam pengelolaan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
“Dengan adanya UU 18 tahun 2017 tentang Pelindungan PMI, menjadi momentum bagi Negara untuk melakukan perubahan bagi PMI. Dari yang sebelumnya dianggap sebagai liabilities menjadi asset yang berharga bagi negara“, ujar Tatang dihadapan sekitar 100 orang PMI yang berasal dari berbagai tempat di Taiwan.
Lebih lanjut Tatang menambahkan, sebagai aset bangsa, negara harus menjaga dan memberikan pelindungan terbaik kepada PMI. Maka perlu adanya sinergitas bukan hanya antara Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah, namun perlu juga adanya sinergitas antara Pemerintah dengan Komunitas PMI. Dengan adanya sinergitas ini diharapkan akan dapat memberikan pelayanan PMI yang lebih baik lagi.
 “Saat ini BNP2TKI sedang berbenah agar bisa menjadi lebih baik, tetapi tidak menutup mata bahwa masih ada oknum-oknum yang memberikan pelayanan tidak baik kepada PMI. Untuk itu mohon rekan-rekan PMI turut serta dalam mengawal perubahan ini dengan cara langsung melaporkan oknum-oknum tersebut agar bisa segera ditindak“, ungkap Tatang.
Dalam kesempatan ini, para PMI diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, masukan maupun pengaduan permasalahan yang banyak dialami oleh PMI, seperti isu mengenai agency di Taiwan dan kurangnya informasi mengenai cara klaim asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Terlihat antusiasme para PMI dalam menyampaikan aspirasi maupun masukan, dengan harapan Pemerintah dapat dengan segera menemukan solusi yang dapat membantu para PMI di Taiwan. Acara dialog ini turut dihadiri oleh Kepala KDEI Taipei Didi Sumedi, Wakil Kepala KDEI Taipei Teddy Surachmat, Kepala Bagian Administrasi KDEI Taipei Sulistyono, Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei Purwanti Uta Djara, dan para pengurus komunitas PMI di Taiwan.
Pada akhir acara dialog, Sekretaris Utama BNP2TKI berpesan kepada PMI Taiwan agar selalu berani memperjuangkan hak-haknya dan tidak takut terhadap intimidasi dari pihak lain. Selain itu, juga meminta agar semua pihak di Taiwan, mulai dari KDEI Taipei, satgas, ormas, maupun BNP2TKI harus selalu bersinergi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada PMI di Taiwan.
Acara dialog ini merupakan rangkaian kegiatan kunjungan kerja Sekretaris Utama BNP2TKI ke Taiwan. Selain acara dialog, Sekretaris Utama juga berkesempatan untuk menyaksikan pengukuhan Satuan Tugas (Satgas) PMI dan peresmian Sekretariat Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) di Taipei sebagai Pos Layanan Informasi dan Pengaduan PMI.*** (Humas/AYG)
Sumber : BNP2TKI

03 October 2019

Ubah iuran Biaya Agen? Kementerian Tenaga Kerja mengklarifikasi: tidak ada hal seperti itu


Courtessy : https://news.immigration.gov.tw/

Sebagaimana diberitakan di news immigration bahwa menanggapi laporan media baru-baru ini, Departemen Tenaga Kerja akan mengubah dari “biaya iuran agen pekerjaan untuk transfer biaya pembelian pekerja(gaji normal tanpa bayar uang agen), Kementerian Tenaga Kerja menjelaskan bahwa tidak ada kebenaran akan pernyataan ini. Tidak ada konsensus, dan tidak ada liputan media tentang apa yang disebut.

Kementerian Tenaga Kerja hanya menyatakan selain peraturan satu hari keluar ke luar negeri, pekerja migran yang penuh bekerja selama tiga tahun dapat menukar tempat kerja baru menjadi gaji penuh(tanpa harus membayar uang ke agen).
Namun, Kementerian Tenaga Kerja telah berulang kali menerima kewajaran dari biaya operasional yang relevan dari pengadilan dan media, dan Kementerian Tenaga Kerja juga telah melakukan tinjauan komprehensif apakah biaya layanan saat ini termasuk konversi biaya majikan.

Kementerian Tenaga Kerja dengan sungguh-sungguh mengklarifikasi bahwa pertemuan pada tanggal 2 Oktober terutama hanya untuk mendengarkan pendapat dari semua lapisan masyarakat.

BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer