SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Sumber Informasi Terpercaya untuk PMI di Taiwan.

Aplikasi Mobile SAVE PMI Taiwan

Jangan Ketinggalan Info Ketenagakerjaan, Silahkan Instal Aplikasi Save Mobile Taiwan di Google Playstore

KDEI Taipei Gencar Sosialisasi Perpanjangan PK di Taiwan dan BPJS

Kini di Taiwan sudah bisa mendaftar online PK dan BPJS TK

(Update) Cara Perpanjang PK dan Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan

Pengumuman terbaru terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

FB SAVE PMI Taiwan

Ayo Bergabung dalam Grup SAVE PMI TAIWAN - Media Berbagi Seputar Ketenagakerjaan di Taiwan

Akun Line SAVE PMI TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@savepmitaiwan

16 November 2018

Pemerintah Pulangkan Shinta Danuar ke Kampung Halaman


Hsinchu, Taiwan, BNP2TKI (16/11/18) – Pemerintah melalui perwakilan di KDEI Taipei menyiapkan pemulangan PMI sakit, Shinta Danuar ke Indonesia. Dalam tiga hari ini (14 s.d 16 November 2018), KDEI Taipei tengah menyiapkan rencana pemulangan Shinta Danuar. Pemerintah melalui Tim KDEI Taipei telah berkoordinasi intensif dengan pihak rumah sakit guna memastikan kondisi terbaru Shinta Danuar.

Menjelang Magrib (15/06/18), tim yang terdiri dari Wakil Kepala KDEI Taipei, Siswadi, Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Sri Indah Wijayanti, Perwakilan BNP2TKI di Taipei, Analis Bidang Ketenagakerjaan, Farid Maruf, dan Senior Asisten Bidang Ketenagakerjaan, Kadir, kembali melihat kondisi Shinta Danuar untuk memastikan kondisi terbaru apakah sudah memungkinkan untuk dipulangkan ke tanah air.

“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan rumah sakit untuk memastikan kondisi Shinta apakah sudah bisa dipulangkan, semua harus berdasarkan catatan dari dokter, mengingat perjalanan panjang dari Taipei ke Indonesia yang memerlukan waktu sekitar 5 jam perjalanan udara untuk tiba di Indonesia” ungkap Siswadi, Wakil Kepala KDEI Taipei.

Ditambahkan Siswadi bahwa dirinya ingin meluruskan informasi di luar bahwa pemerintah tidak sanggup untuk memulangkan Shinta Danuar, ini tidak benar, kita terus berupaya karena kepulangan Shinta ini sangat riskan dan tidak mungkin dipulangkan tanpa persetujuan dokter rumah sakit dan kita terus membantu Shinta mendapatkan hak-haknya di sini”, ujar Siswadi.

Kepala BNP2TKI yang ditanya via telepon, menyatakan bahwa pantauan terakhir, kondisi Shinta Danuar cukup stabil, dalam kondisi sadar, dapat berkomunikasi meskipun suaranya terdengar berbisik, namun dapat merespons dengan baik pertanyaan. Shinta berpesan agar selama pemulangan ke Indonesia dapat didampingi ibu kandungnya.

“Kepulangan Shinta Danuar ini memerlukan layanan ambulance udara atau EMS (Emergency Medical Services), nanti pihak EMS akan koordinasi dengan rumah sakit disini untuk memastikan kepulangan Shinta Danuar, jika sudah terkondisikan bisa segera dipulangkan”, ujar Nusron Wahid, berdasarkan informasi staf BNP2TKI di KDEI Taipei.

Sementara itu, Sri Indah Wijayanti, Kabidnaker KDEI Taipei, menyatakan bahwa selama ini pemerintah melalui KDEI Taipei, sudah mengupayakan asuransi  tenaga kerja sehingga yang bersangkutan mendapatkan santunan saat dirawat di rumah sakit. 

Berdasarkan penjelasan tim medis Heping Hospital Hsinchu, saat ini kondisi Shinta Danuar masih tetap sama tetapi dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan suhu badan dan telah dilakukan penanganan. Dalam beberapa hari ke depan agak membaik tidak mengalami demam, yang bersangkutan segera dipulangkan dengan bantuan EMS (Emergency Medical Services) atau ambulance udara. 

Menurut keterangan tim medis EMS (Emergency Medical Services), setelah PMI kembali stabil, tim medis membutuhkan waktu beberapa hari (perkiraan 3-5 hari) untuk menyiapkan segala dokumen terkait pemulangan yang bersangkutan termasuk koordinasi dengan pihak maskapai penerbangan. Selama perjalanan kembali ke Indonesia, Shinta Danuar akan didampingi oleh tim dokter dan perawat dari EMS, serta KDEI Taipei. 

KDEI Taipei juga terus berkoordinasi terkait rencana pemulangan Shinta Danuar dengan instansi terkait di Indonesia (Kemlu, Kemnaker, BNP2TKI) serta dengan Ibu Suriah, ibu kandungnya, yang akan tiba kembali di Taiwan pada hari Jum’at (16/11/18).

“Jumat ini ibunya mbak Shinta akan tiba di Taiwan menuju Heping Hospital. KDEI Taipei terus memberikan motivasi semangat kepada mbak Shinta Danuar, Shinta segera dipulangkan ke tanah air. Di Indonesia baik Kemlu, Kemnaker dan BNP2TKI sudah mempersiapkan segala kebutuhan untuk pemulangan ke kampung halamannya di Banyumas.” ungkap Nusron Wahid.

Sumber : BNP2TKI

Deputi Perlindungan : Dorong PMI Purna untuk Jadi Pengusaha


Deputi Perlindungan memberikan sambutan dalam workshop Pengembangan Kapasitas Usaha TKI Purna di LPP Garden Jogja
Yogyakarta, BNP2TKI (16/11) Deputi Perlindungan BNP2TKI Anjar Prihantoro meendorong  Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna untuk menjadi pengusaha dan  meningkatkan kesejahteraan dengan merintis usaha kecil  dari tempat asal atau daerahnya.

“Sepulang bekerja dari luar negeri para PMI bisa memulai atau merintis usaha, jangan konsumtif. Gunakanlah hasil dari bekerja untuk berwirausaha,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam workshop Pengembangan Kapasitas Usaha TKI Purna di LPP Garden Jogja, Kamis (15/11).

Ia mengatakan jika usaha sudah mulai berjalan, lakukanlah dengan sunguh-sungguh dan berkesinambungan. Lakukan juga inovasi untuk meningkatkan hasil produksi.

Workshop  digelar untuk meningkatkan kualitas produk agar muncul gairah dari PMI Purna untuk lebih maju lagi. Mereka yang terlibat adalah yang belum memiliki usaha agar menjadi wirausahawan. Sebagian besar lainnya yang memiliki usaha diminta untuk terus mengembangkan usahanya.

PMI Purna asal Daerah Istiwewa Yogyakarta (DIY) didorong untuk menjadi wirausahawan. Selain untuk membangun ekonomi di daerahnya sendiri, pengalaman selama menjadi PMI diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jogyakarta Suparjo mengatakan, sebelum PMI diberangkatkan mereka diberi imbauan agar memiliki niat untuk menjadi wirausahawan ketika pulang ke tanah air. Hal ini bisa memberikan inspirasi dan memotivasi para PMI yang masih bekerja di luar negeri untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Tapi itu tergantung dari masing-masing PMI. Yang jelas sudah kami arahkan ke sana. Harapannya, ketika pulang mereka tidak lagi kembali menjadi PMI tapi menjadi wirausahawan," katanya

BP3TKI Yogyakarta, lanjut Suparjo, menargetkan sebanyak-banyaknya PMI Purna untuk menjadi wirausahawan. "Ada usaha PMI Purna yang sudah ekspor. Ada juga yang sudah membangun mata rantai distribusi produknya, seperti di sini peternakan," ucap Suparjo.

Workshop peningkatan kualitas usaha PMI Purna dilakukan kepada 100 PMI purna yang memiliki usaha di DIY. Narasumber kegiatan tersebut dari Kementerian Koperasi dan UKM (Asdep Pengembangan Kewirausahaan), PT Telkom (Prog wico 2.0), PT Peksi (Peternakan Puyuh), dan digital marketing.

Sesuai BP3TKI Jogjayakrta,  jumlah PMI yang diberangkatkan sejak Januari hingga November 2018 sebanyak 7.839 orang. Dari jumlah tersebut hanya 774 orang yang berstatus penduduk DIY.

Total jumlah penduduk DIY yang pernah menjadi PMI selama tiga tahun terakhir sekitar 5.000 orang. "Saat ini masih ada sekitar 5.000 PMI yang kami kirimkan ke luar negeri. Ada sekitar 53 negara yang menjadi tujuan PMI," katanya.

Kepala Bidang Kerja Sama Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Anang Rahmat mengatakan, saat ini sedang disusun Rancangan Undang-undang Kewirausahaan Nasional untuk membangun ekosistem wirausaha di Indonesia. RUU tersebut diharapkan selesai dibuat pada 2019 mendatang.

Meskipun produk UKM sudah bagus, dia mengakui masih ada kelemahan yang masih dialami pelaku UKM. Yang paling banyak terjadi adalah masalah pencatatan keuangan. "Catatan laporan keuangan UKM masih lemah. Tahun ini kami menyediakan aplikasi standar akuntansi untuk UKM. Ini diharapkan menjadi solusi menutupi kelemahan itu," kata Anang.

Sumber : BNP2TKI

14 November 2018

Kepala BNP2TKI: Katakan TIDAK untuk Radikalisme dan Narkoba


Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, bahwa masalah PMI di Taiwan ada dua (2) kategori yakni masalah industrial yaitu gaji tidak dibayar, overcharging dan masalah non industrial meliputi kurir narkoba, radikalisme agama serta pergaulan bebas.
Chungli, BNP2TKI (13/11/2018) – Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyelenggarakan acara kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada hari Sabtu s.d Minggu (10 – 11 November 2018) dengan menghadirkan perwakilan seluruh organisasi dan komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. FGD kali ini mengambil tema Peningkatan Kapasitas Komunitas PMI di Taiwan bertempat di ruang meeting Masjid Longgang, Chungli, Taiwan.

Dalam sambutannya, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, bahwa masalah PMI di Taiwan ada dua (2) kategori yakni masalah industrial yaitu gaji tidak dibayar, overcharging dan masalah non industrial meliputi kurir narkoba, radikalisme agama serta pergaulan bebas. Permasalahan industrial dapat ditangani melalui saluran pengaduan KDEI Taipei, sedangkan masalah non industrial saat ini kita belum ada saluran khusus untuk mengatasinya.

Lebih lanjut, Kepala BNP2TKI menjelaskan secara singkat tentang pencegahan dan penanggulanan bahaya radikalisme. Serta diharapkan melalui FGD ini para peserta yang umumnya tokoh/pengurus organisasi dan komunitas PMI dapat menjadi mitra dalam menangkal atau mencegah isu-isu yang dapat merugikan PMI Taiwan.

“Ini supaya teman-teman, para ketua/pengurus organisasi mengetahui jika ada tamu dari kelompok tertentu yang menawarkan berbagai pemahaman supaya kita ada frame (paham) yang sesuai, mana yang cocok dan tidak cocok, kita ambil positifnya, negatifnya kita tinggal tapi jangan dimusuhi, tegas Nusron.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan PMI di Taiwan khususnya isu radikalisme dan narkoba di Taiwan serta secara umum dalam rangka meningkatkan pelindungan bagi PMI sehingga tetap terjaganya kerukunan, toleransi antar umat beragama sehingga terwujudnya persatuan dan kesatuan di kalangan PMI di Taiwan maka KDEI Taipei dan BNP2TKI memandang perlu untuk mengumpulkan seluruh organisasi PMI di Taiwan dalam wadah FGD tersebut. Ujar Nusron.

Kepala KDEI Taipei Didi Sumedi mengapresiasi dan meyampaikan bahwa acara kegiatan FGD yang menghadirkan seluruh perwakilan organisasi/komunitas ini hendaknya dapat dilakukan secara berkesinambungan sehingga dapat meminimalisir permasalahan PMI di Taiwan.

Turut hadir: Komisaris Jenderal Polisi Drs. Heru Winarko, S.H, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen. Pol. Ir. Hamli, M.E Direktur Pencegahan Radikalisme Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), M. Cholil Nafis (Sekretaris Komisi Dakwah MUI), Ahmad Nadlif (Wakil Sekretaris Lembaga BAHTSUL MASAIL PBNBU), Wisantoro Direktur Pelayanan Pengaduan BNP2TKI.

Sumber : BNP2TKI

10 November 2018

Tidak Benar, Pemerintah Tidak Peduli Terhadap Shinta Danuar



Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, Direktur Pelayanan Pengaduan BNP2TKI, Wisantoro, dan dari KDEI Taipei secara khusus mengunjungi Shinta Danuar di Heping Hospital Hsinchu (10/11/18).
Taipei, BNP2TKI (10/11/2018) – Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid menegaskan akan pulangkan PMI Shinta Danuar ke Tanah air, sementara KDEI Taipei,  secara rutin mengunjungi yang bersangkutan sebagai bentuk kepedulian, memantau kesehatan yang bersangkutan dan memastikan kebutuhannya terpenuhi sejak awal perawatan tahun 2015.
 
Masalah Shinta Danuar ramai karena ada pihak tertentu yang membawa  keluarga Shinta untuk menemui salah satu tim Capres yang kemudian seakan-akan pemerintah tidak mampu memulangkan. Tim Capres tersebut akan memulangkan karena pemerintah dianggap tidak mampu.
 
“Tidak betul  Pemerintah tidak mampu untuk memulangkan Shinta. Apalagi mengulur-ulur. Pemerintah sanggup untuk memulangkan, namun menunggu notifikasi dari rumah sakit. Selama ini tidak dapat ijin dari dokter yang merawat di rumah sakit, "tegasnya.
 
Pemerintah dalam hal ini di Taiwan direpresentasikan KDEI Taipei secara rutin mengunjungi yang bersangkutan juga secara berkala melaporkan kondisi dan perkembangan terbaru Shinta Danuar ke Instansi terkait di Indonesia.
 
Berdasarkan catatan KDEI Taipei, bahwa awal sakitnya Shinta Danuar yakni pada  tanggal 31 Desember 2014, menjelang sore hari yang bersangkutan tiba-tiba merasakan susah bernafas. Pihak majikan langsung melarikan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter disampaikan bahwa Shinta Danuar mengalami sakit yang diakibatkan oleh virus di sistem saraf tulang belakang. Sejak saat itu serangkaian tindakan medis telah dilakukan untuk mengupayakan kesembuhan Shinta.
 
Sebagai informasi bahwa yang bersangkutan masuk secara resmi ke Taiwan pada tanggal 13 Maret 2014 bekerja sebagai Penjaga Orang Sakit (Caregiver).
 
Pemerintah akan memulangkan Shinta Danuar ke Tanah Air segera mungkin agar dapat bertemu dengan keluarganya di Banyumas. Koordinasi sudah dilakukan dengan keluarga melalui ibu Shinta (Suriyah) dan BP3TKI Semarang, ujar Nusron Wahid dari Taipei, (10/11/2018).
 
Kepala BNP2TKI berangkat  ke Taipei untuk melakukan kunjungan kerja melihat kondisi PMI pada umumnya dan Shinta Danuar pada khususnya. Jumlah PMI di Taiwan mencapai 264.031 orang, yang bekerja sebagai Caregiver, ABK Nelayan, PLRT, Pekerja Panti Jompo/RS, Konstruksi dan Manufaktur. 
 
KDEI Taipei secara rutin mengunjungi yang bersangkutan juga secara berkala melaporkan kondisi dan perkembangan terbaru Shinta Danuar ke Instansi terkait di Indonesia.
 
Pemerintah telah berupaya maksimal dalam monitoring perawatan Shinta Danuar, demikian juga majikan, agensi serta pihak P3MI.
 
“KDEI Taipei rutin melakukan kunjungan untuk memantau kondisi Shinta, terakhir dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2018 untuk memastikan rencana kepulangannya”, ujar Bapak Siswadi selaku Wakil Kepala KDEI Taipei.
 
Berdasarkan pantauan, kondisi terakhir Shinta Danuar cukup stabil, yang bersangkutan saat itu dalam kondisi sadar, dapat berkomunikasi meskipun suaranya terdengar berbisik, namun secara umum dapat merespons dengan baik setiap pertanyaan. Berdasarkan penjelasan tim medis Heping Hospital Hsinchu.
 
Nusron Wahid menyampaikan, saat ini kondisi terakhir Shinta Danuar cukup stabil, dalam keadaan sadar, dapat berkomunikasi dan merespon dengan baik setiap pertanyaan meskipun terdengar berbisik. Namun sampai saat ini masih sangat tergantung dengan alat medis sehingga masih ada kekuatiran bila menempuh perjalanan jauh akan menimbulkan resiko tinggi.
 
“Jika kondisi sudah memungkinkan berdasarkan hasil pantauan medis dari rumah sakit, maka kami akan segera memulangkan ke Tanah air” ujar Nusron Wahid.
 
Jauh hari pemerintah sudah menaruh perhatian banyak kepada Shinta Danuar. Semua rencana pemulangan sudah dikoordinasikan jauh-jauh hari sebelumnya. Dokumen perjalanan kepulangan sudah disiapkan oleh KDEI Taipei.  
 
Sebelumnya selama dalam perawatan, kontrak beliau tidak diputuskan oleh majikan. Selama ini majikan dan agensi merasa tanggungjawab secara moral karena masih terikat kontrak.
 
Pada akhir maret 2018 lalu, pihak keluarga yang diwakili ibu dan anak Shinta Danuar menjenguk langsung ke rumah sakit.
 
Setelah 3 tahun kontrak selesai, pemerintah dalam hal ini KDEI Taipei membayar biaya premi asuransi bulanan serta memberikan bantuan rutin. ***(Humas/DH).

LINK VIDEO klik : https://www.youtube.com/embed/WnR0tr4x9IM

Sumber : BNP2TKI

08 November 2018

KDEI Taipei Lakukan Monitoring Penempatan PMI Dua Pabrik Kaohsiung


Taipei, BNP2TKI, Kamis (08/11) -- Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan melakukan monitoring penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kaohsiung  pada  Rabu 07-11-2018 yang dilakukan bersama dengan bagian konseling Tenaga Kerja Asing Biro Labor Affair Kaohsiung, dengan mengunjungi 2 pabrik di Kaohsiung. 
 
Analis Bidang Tenaga Kerja KDEI Taiwan, Farid Ma’ruf, menyampaikan monitoring yang dilaksanakan di pabrik First copper technologies co., ltd (pabrik tembaga) ada sekitar 50 PMI dari 300 orang pekerja  dan 70 PMI dari 350 orang  yang bekerja di pabrik Jade-yachts shipbuilding co., ltd (pabrik perakitan kapal).
 
Farid mengungkapkan, dari hasil monitoring yang dilakukan KDEI Taiwan, Pihak perusahaan menyatakan puas dengan kinerja PMI kita, dan juga Agency di kedua perusaaan tersebut sudah menjalankan kewajibannya dengan baik berdasarkan pengakuan para PMI.
 
PMI sudah mendapatkan hak dan fasilitas lainnya termasuk alat-alat K3 (Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di tempat mereka bekerja. Disampaikan juga mengenai aturan-aturan terkait tenaga kerja asing di taiwan, meliputi cuti, lembur, pembayaran pajak, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, serta perkelahian antar PMI. Ungkap Farid.
 
Farid juga mengatakan masih ada permasalahan yang dihadapi para PMI yaitu PMI tidak memiliki ijin untuk mengoperasikan forklift dan crane, padahal tuntutan pekerjaan perlu mengoperasikan 2 (dua) alat tersebut.
 
“PMI harus mengikuti ujian dari pemerintah Taiwan untuk mendapatkan ijin tersebut, tetapi masih terkendala bahasa. Padahal secara skill, PMI kita sudah memenuhi syarat. Pabrik juga sudah bersedia menanggung biaya ujian dan menjanjikan kenaikan gaji, jika PMI bisa mendapatkan ijin ini”, kata Farid.
 
Masalah utama yg dihadapi Terkait permasalahan  ini Balai Pelatihan (BLA) Kaohsiung menyarankan untuk dilakukan pembahasan bersama dengan Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL). 

Sumber : BNP2TKI

07 November 2018

PENGUMUMAN Batas Waktu Pembayaran Legalisasi Dokumen KDEI Taipei



Bagi kawan-kawan PMI yang mau urus Perpanjangan PK, mohon dibaca info ini




Sumber : KDEI Taipei

02 November 2018

Yuk! Gabung di Portal Baru BNP2TKI "Kabar PMI", wadah berbagai cerita dan kreativitas



Kini, hadir fitur baru di Website BNP2TKI, "Kabar PMI" dipersembahkan khusus bagi Anda PMI di Taiwan khususnya, sebagai wadah online untuk berbagi pengalaman, aspirasi, kreasi, dan inspirasi dengan PMI lainnya.

Terdapat 2 konten utama dalam portal ini yakni :

  1. Kabar dari Rantau
  2. Profil PMI Sukses
Cara bergabung sangat mudah, dengan tiga langkah sbb :
1. Buka Link tki-karya.bnp2tki.go.id atau bisa juga klik banner pada bagian kanan website www.bnp2tki.go.id (lihat anak panah di gambar ini) 




Cara lain lewat app Save PMI Taiwan :




2. Klik menu MASUK, lalu lakukan signup untuk pengguna baru atau login untuk pengguna yang sudah terdaftar.
Klik Masuk

Klik Signup untuk Daftar, jika sudah pernah daftar klik login
Jika baru pertama kali, klik Signup akan muncul ini, silahkan lengkapi, dan akhiri dengan register.
Jika berhasil akan muncul tulisan ini

Jika sudah berhasil daftar lanjut, mengisi username dan pasword, klik Login
Untuk aktivasi akun silahkan konfirmasi ke Admin sementara : WA Admin 


Pilih Menu Akses untuk Menulis

Untuk mulai menulis klik Form

Contoh pengisian tulisan, akhiri dengan simpan

3. Bagikan ceritamu dalam bentuk gambar, foto, video atau tulisan bersama PMI lainnya


Ditunggu kreativitasnya Guys !



30 October 2018

Kini Lampung Miliki Laboratorium Konsultasi Usaha PMI


Deputi Perlindungan BNP2TKI saat menyampaikan sambutan pada giat peresmian laboratorium konsultasi usaha bagi PMI Purna di BP3TKI Lampung (30/10)
Lampung, BP3TKI Lampung – Sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna, maka perlu dilakukan terobosan atau inovasi dalam hal aspek pemberdayaan yang berkesinambungan. Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) lampung mempunyai peran dan terkait kebijakan dan program peningkatan usaha PMII purna di wilayah Lampung, Upaya mewujudkan PMI Purna yang sejahtera makin menjadi kenyataan, BP3TKI Lampung kini miliki laboratorium konsultasi usaha PMI dan keluarganya yang pada Selasa (30/10) diresmikan.

Pembentukan Laboratorium PMI ini dimaksudkan sebagai wadah untuk bertukar pikiran/meminta pertimbangan/memutuskan sesuatu/meminta nasehat dan konsultasi terkait aspek rintisan usaha bagi PMI dan keluarganya, ujar Kepala BP3TKI Lampung Ahmad Salabi.

Sejak tahun 2015, BP3TKI Lampung telah menyelenggarakan 30 (tiga puluh) kali paket pemberdayaan terintegrasi bagi PMI Purna yang dilaksanakan di berbagai daerah basis PMI di Provinsi Lampung. Dari hasil pemberdayaan tersebut, telah terbentuk embrio kelompok usaha PMI Purna yang terus berkembang usahanya.
 
Kendala yang dihadapi kelompok usaha PMI Purna  binaan BP3TKI Lampung dalam merintis usaha cukup variatif, dimulai dari sulitnya akses pemasaran, pemodalan, perijinan, peningkatan kapasitas produk, konsultasi usaha dan lain-lain. Di sisi lain, Pemerintah, BUMN, serta Perusahaan Swasta sebenarnya memiliki program kerja dalam hal fasilitasi pengembangan usaha bagi usaha kecil dan menengah (UKM), baik dalam hal pemberian hibah sarana prasana bagi UKM, pemberian bantuan modal, fasilitasi perijinan gratis, serta pelatihan pengembangan kapasitas usaha.
 
Berangkat dari hal tersebut, BP3TKI Lampung menginisiasi pembentukan Laboratorium Konsultasi Usaha PMI Purna untuk memfasilitasi para PMI Purna wirausaha kepada para pihak yang dapat memberikan layanan pengembangan usaha. “Harapannya, PMI Purna dapat sukses menjadi wirausaha, sehingga tidak ada keinginan untuk bekerja kembali ke luar negeri” tutup Salabi.
 
Deputi Perlindungan BNP2TKI Anjar Prihantoro Budi Warsono, menyatakan laboratorium dibentuk dengan tujuan meningkatkan akses usaha (modal, keterampilan, pasar/pemasaran, IT entrepreneur dan manajemen). Memperluas data dan informasi potensi usaha PMI serta mendorong kolaborasi dan sinergitas kebijakan serta program pemberdayaan PMI dan keluarganya antar sektor terkait baik di daerah maupun tingkat nasional.

Sementara itu, David Ariswandy selaku Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemkab Lampung Timur mewakili Bupati Lampung Timur mengungkapkan dalam proses peresmian Laboratorium Konsultasi Usaha Bagi PMI Purna dan keluarga, pihaknya melalui Dinas Kesehatan Kab. Lampung Timur telah menandatangani perjanjian kerja bersama dan SOP terkait dengan Pengurusan izin P-IRT bagi peserta program pemberdayaan.”Peredaran produk pangan di Kabupaten Lampung Timur dapat terjamin dari sisi keamanan, mutu dan manfaat serta kualitas produk PMI Purna juga dapat terjaga sehingga dapat mengembangkan usahanya” tutur david.

Pembukaan laboratorium dihadiri para pejabat instansi terkait,  seperti Disnaker, Dinas Koperasi dan UM-KM, Disperindag wilayah kerja Prov. Lampung. Selain itu, Perwakilan Balai Besar POM, LP POM MUI, Perbankan, PPPMI, PMI Purna, Mitra usaha hingga CO KKBM turut hadir dengan harapan dapat mengenalkan layanan baru ini kepada publik.

Sumber : BNP2TKI

BP3TKI JAKARTA LAUNCHING WARUNG PMI PURNA UNTUK MENAMPILKAN PRODUK PMI PURNA


Foto Bersama Usai Launching Warung PMI Purna
Jakarta, BP3TKI Jakarta, Selasa (30/10) – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jakarta membuat sebuah inovasi untuk mengatasai kendala pemasaran melalui Warung PMI Purna yang diresmikan pada Selasa (30/10) di Ruang Rapat BP3TKI Jakarta, Jalan Penganten Ali No.71 Ciracas Jakarta Timur. Peresmian ini dihadiri oleh Direktur Pemberdayaan, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan, Kasubdit Fasilitasi dan Rehabilitasi TKI Purna, Kepala BP3TKI Jakarta, Pemimpin Kelompok Bisnis Remitance BNI, Kepala Kantor BPJS Cabang Ceger, Kepala BRI KK Ciracas, Ketua Paguyuban PPTKIS, dan 20 PMI Purna berwirausaha.

Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan, A. Gatot Hermawan menjelaskan bahwa dirinya tidak heran jika BP3TKI Jakarta mampu membuat inovasi semacam ini. “Saya pribadi tidak kaget dan heran karena BP3TKI Jakarta sudah beberapa kali membuat inovasi khususnya bagi PMI Purna. Sebelumnya juga ada inovasi Bengkel PMI, jadi bias dibilang saya cukup bangga pernah menjadi bagian di BP3TKI Jakarta”, paparnya.

Serupa dengan Gatot, Direktur Pemberdayaan Rohyati Sarosa berharap inovasi ini bukan hanya sebuah proyek perubahan namun bisa bermanfaat bagi PMI Purna. “Saya harap inovasi ini bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi banyak orang khusunya PMI Purna”, ujarnya.

Kepala BP3TKI Jakarta, Mucharom Ashadi mengungkapkan makna dari Warung PMI Purna ini. “Warung PMI Purna ini merupakan sebuah inovasi yang dapat membantu PMI Purna untuk menampilkan produknya sehingga bisa dikenal masyarakat luas, dapat pula menjadi wadah konsultasi untuk meningkatkan kualitas produknya, dan yang terpenting Warung PMI Purna ini menjadi salah satu bukti bahwa negara hadir untuk membantu permasalahan PMI Purna khususnya di bidang pemasaran”, jelasnya.

Warung PMI Purna merupakan sebuah inovasi yang bermula dari proyek perubahan dari Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Jakarta terdahulu dan kini menjabat Kepala Seksi Pelaksanaan Sosialisasi BNP2TKI, Jupriyadi. Beragam produk PMI Purna mulai dari makanan hingga kerajinan ditampilkan dalam Warung PMI Purna BP3TKI Jakarta.

Jupriyadi menjelaskan bahwa dirinya menggagas proyek tersebut berdasarkan cerita dari PMI Purna. “Banyak PMI Purna yang berkeluhkesah mengenai pemasaran, maka setelah berkonsultasi akhirnya terciptalah gagasan membentuk Warung PMI Purna”, pungkas pria yang akrab disapa Adi ini.

Siti Nurul Dinia, PMI Purna produsen sambal cakalang mengungkapkan dirinya mengapresiasi peresmian Warung PMI Purna. “Saya cukup senang bisa bergabung dan produknya ditampilkan di sini” ungkap PMI asal Pondok Gede Jakarta Timur ini.

Sumber : BNP2TKI

29 October 2018

Resiko Bagi PMI Jika Tidak Terdaftar Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Source : google image

Sobat PMI Taiwan,

Banyak yang menanyakan apa resiko jika tidak daftar program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan PMI atau bahasa singkatnya Asuransi BPJS Ketenagakerjaan.

Kira-kira begini penjelasannya.

Bagi PMI yang baru datang ke Taiwan sudah otomatis didaftarkan Asuransi BPJS Ketenagakerjaan (bagi yang berangkat di atas Agustus 2017, sedangkan di bawah tanggal itu masih menggunakan Asuransi Konsorium Jasindo, Astindo dan Mitra TKI).

Nah bagi yang perpanjang kontrak di Taiwan nih, begitu finish kontrak maka salah satu yang ikut finish adalah Asuransi. Coba masing-masing cek kartu Asuransinya. Nah jika sudah expired (habis), harus mengurus kembali Asuransi PMI, yang kini sudah bertransformasi menjadi Asuransi BPJS Ketenagakerjaan.

Nah, bagaimana jika mengabaikan, misalhnya "Ah saya ngga usah saya daftar, toh juga bisa balik lagi ke Taiwan !", nah tunggu dulu. Tentunya setiap keputusan ada resikonya

Pertimbangkan bahwa tidak selamanya kadang bekerja di Taiwan mulus, ada kadang resiko-resiko yang tidak pernah kita tahu.

Langsung saja, bahwa resiko jika tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah tidak adanya jaminan perlindungan terhadap PMI. Jaminan saat ini adalah jaminan dari resiko kecelakaan kerja, serta jaminan kematian.

Bagaimana mau dicover asuransi bila terjadi resiko bila tidak mendaftar ! Tolong dipikirkan.

Untuk itu sesuai amanat Permenaker 07 Tahun 2017 tentang Program Jaminan Sosial TKI maka diwajibkan bagi setiap PMI untuk mendaftarkan diri sebagai peserta Asuransi BPJS Ketenagakerjaan.

Info lebih lanjut dapat dibaca di blog ini atau melalui ID Line :@savepmitaiwan.

Semoga bermanfaat.


Persiapan Menjadi Purna, PMI Taiwan Antusias Mengikuti Pelatihan Ji Pai


Taipei, BNP2TKI (29/10/2018) -- Guna persiapkan PMI Purna bekerja di Taiwan, KDEI Taipei rutin menyelenggarakan program khusus yang dikenal dengan Exit Program melalui pelatihan skills sesuai dengan kebutuhan PMI. Pada exit program gelombang kedua tahun 2018 ini peserta terdiri dari 75 orang yang terbagi dalam tiga kelas. Sebelumnya, Gelombang pertama exit program adalah pelatihan pembuatan Halal Beef Noodle Taiwan, sebagaimana diberitakan di salah satu TV Swasta Taiwan dan Save PMI Taiwan.

Sebanyak 24 PMI, hadir dalam pelatihan kelas pertama Pembuatan Ji Pai (Steak Ayam Goreng) Ala Taiwan dan Korea, di salah satu Lembaga Kursus Memasak Taiwan, Cook’s 168 Kitchen, dengan alamat dekat MRT Shandao Temple, sekitar 300 meter dari Taipei Main Station Minggu (28/10/18).

“Pelatihan ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai upaya dalam meningkatkan kapasitas PMI di Taiwan, sebagai bekal pulang ke Indonesia kelak untuk bisa berwirausaha, maupun keahliannya nanti bisa diunjukkan kepada majikan atau paling tidak bisa mempunyai skill memasak untuk konsumsi sendiri,” tutur Farid Ma’ruf selaku Analis Bidang Tenaga Kerja dalam membuka sesi pelatihan kedua tahun 2018 ini.

Para PMI peserta tampak antusias dalam mendengarkan penjelasan teori dari tutor serta langsung dipraktekan. Pelatihan berlangsung sekitar empat jam. Tidak ada kesulitan yang berarti bagi para peserta. Terlebih lagi, para PMI yang hadir umumnya didominasi perempuan dan sudah terbiasa dengan aktivitas memasak. Para tutor hanya perlu menginformasikan tips dan rahasia meracik bumbu, penyiapan bahan serta proses penggorengan dan penyajian. Secara umum para peserta antusias dengan adanya pelatihan ini.

Herni, seorang PMI asal Cilacap, merasa bersyukur dengan menghadiri pelatihan ini. “Terimakasih atas ilmu pengetahuan diberikan, semoga kedepannya masih banyak lagi  kegiatan yg menunjang para PMI indonesia untuk menjadi bekal penyemangat usaha setelah tidak lagi di luar negeri”, pesannya dalam Grup Whatsapp Kelas Pelatihan.

Untuk menunjang kualitas kegiatan, pelatihan hasil kerja sama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei dan Global Workers Organization (GWO) ini diadakan di ruang praktikum profesional. Bagi PMI yang berlatih membuat Ji Pai, seluruh bahan-bahan telah disediakan secara gratis dan hasil olahan dapat dibawa pulang.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian khusus bagi PMI, sehingga dapat berwirausaha ketika kembali ke Indonesia dapat disambungkan dengan program pemberdayaan terintegrasi BNP2TKI sesuai minat dan potensi,” tambah Kadir, Asisten Senior Bidang Ketenagakerjaan, di sela-sela kegiatan.

Direncanakan, puluhan PMI ini akan mengikuti pelatihan secara intens selama 3 (tiga) kali pertemuan. Pertemuan wajibnya adalah pelatihan Ji Pai sedangkan pelatihan tambahan lainnya adalah Pelatihan Dasar Tata Cara Ekspor dan  Cara Memulai Bisnis Waralaba serta Diskusi Seputar Kewirausahaan. Pemateri dalam kegiatan exit program ini adalah para narasumber dan praktisi dari Taiwan dan Indonesia

Sumber : KDEI Taipei

Dokumentasi Lainnya :



















28 October 2018

Seorang PMI di Taiwan kembali meraih Juara dalam Kejuaraan Internasional Tai Chi

Sumber : FB Idi Rasidi


Taipei, (27/10/18) – Kejuaraan internasional Tai Chi yang diikuti PMI sukses digelar di Taiwan sabtu kemarin (26/10/18). Ajang bertajuk 2018 The Seven World Cup Tai Chi Chuan Championship ini dihadiri oleh atlet dari 21 negara. Adalah Idi Rasidi, satu-satunya PMI asal Indramayu turut ambil bagian dalam even bergengsi ini. Sebelumnya pernah juga menjadi juara dalam even Tai Chi Chuan yang dihelat di Pintung beberapa bulan yang lalu (22/04/18).

Dalam keikutsertaan yang ketiga kalinya ini, Idi kembali berhasil mendapatkan gelar juara mengungguli peserta lainnya. Dalam kompetisi yang dihelat di Taipei Arena tersebut, Idi berhasil merebut gelar Juara 1 dan 3 untuk jurus 13 perorangan dan umum serta juara 2 untuk pertandingan Se-Taiwan Selatan dengan jurus yang sama perorangan dan umum.

Idi merasakan bahagia bercampur serasa mimpi, karena tidak menyangka bisa mempersembahkan 1 emas dan 1 perunggu untuk Indonesia.

 “PMI taiwan bisa berprestasi mengukir kembali sejarah bahwa kita PMI juga bisa berprestasi dan tidak dipandang sebelah mata, PMI bisa berprestasi, Garuda Kini Nyata di Dadaku”, tulisnya di Wall Facebooknya.

Turut menyampaikan terima kasih kepada Guru Hsia Yu Liu serta  senior senior yang sudah berjasa selama ini serta atas bimbingan asal Indonesia, Eulis Komariah Komariah -mantan Juara Dunia Tai Chi yang sudah menuntun dari awal hingga berakhirnya pertandingan tersebut. 

Kepada rekan-rekan PMI gabunglah bersama dalam olah raga Tai Chi Chuan agar bisa memasyakatkan Tai Chi demi kesehatan dalam keseharian serta lebih bagus jika di kembangkan di negara kita sendiri”, ujarnya Idi Rasyidi yang juga berstatus sebagai anggota Satgas (Satuan Tugas PMI)  dalam pesan singkatnya ketika dikonfirmasi.

Dokumentasi lainnya : 




Juga dimuat di :BNP2TKI


BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer

Chat LINE (24 Jam)

加入好友