SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Platform Penyebaran Informasi Ketenagakerjaan, Hukum, Peraturan serta Layanan Pengaduan PMI Taiwan

Aplikasi Mobile SAVE PMI Taiwan

Jangan Ketinggalan Info Ketenagakerjaan, Silahkan Instal Aplikasi Save Mobile Taiwan di Google Playstore

Mau Perpanjang PK Simak Alur dan Info Berikut ini

Sebagai PMI yang perpanjang kontrak baru di Taiwan, jangan lupa perpanjang PK sekaligus urus Asuransi BPJS Ketenagakerjaan untuk Pelindungan Anda !

(Update) Cara Perpanjang PK dan Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan

Pengumuman terbaru terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

Akun Line SAVE PMI TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@savepmitaiwan

Hati-hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Pejabat maupun Institusi BNP2TKI, Agar Selalu Waspada!

Cari Info Cepat !

16 December 2019

BNP2TKI Dorong PMI Purna Kreatif Berwirausaha

Deputi Perlindungan BNP2TKI saat membuka pagelaran produk PMI Purna se Jabar di BP3TKI Bandung

Bandung, BNP2TKI (16/12) –  Deputi Perlindungan BNP2TKI mendorong Pekerja Migran Indonesia (PMI)  purna untuk kreatif berwirausaha  dan dapat meningkatkan kesejahteraan dalam merintis usaha didaerahnya. 
“BNP2TKI  tidak hanya menangani PMI Purna yang sukses saja, tapi kita juga membantu mereka yang belum berhasil, serta keluarganya juga kita bina agar bisa sejahtera. Sehingga PMI purna dapat menjadi pengusaha,” jelas Deputi Perlindungan BNP2TKI saat membuka pagelaran produk PMI Purna se Jabar di BP3TKI Bandung, Senin  16/12/2019.
Anjar menyebutkan PMI memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pegerakan perekonomian. Dilihat dari data tahun 2011, BNP2TKI telah memberikan pelatihan kepada 25 ribu PMI purna dan keluarganya. Dari  angka tersebut yang betul-betul menjadi pengusaha ada sekitar 10 ribu PMI purna. “Tapi jangan dilihat dari angkanya saja tapi efeknya dapat menyerap tenaga kerja 50-100 ribu tenaga kerja. Jangan anggap enteng, ini pengaruhnya besar sekali terhadap kesejahteraan masyarakat”, imbuhnya.
Anjar memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan melaunching migran center. Ia berharap kepada stakeholder untuk bekerjasama dalam memberikan perlindungan kepada PMI dan keluarganya melalui Peraturan-peraturan daerah.
Anjar meminta, karena ada PMI purna yang berusaha, kepada  perbankan bila ada program-program kewirausahaan, agar mengikutsertakan PMI dan keluarganya, karena produk-produk hasil PMI Purna sudah ada yang di ekspor menembus pasar dunia. "Kerjasama dan bersinergi dengan baik mampu menghasilkan serta meningkatkan kesejahteraan PMI dan Keluarganya", ungkap Anjar
Gelar Produk PMI Purna
Sejak tahun 2011, melalui kegiatan Edukasi Keuangan dan Kewirausahaan yang terselenggara di 19 Kabupatan di Provinsi Jawa barat. Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bandung telah mempunyai  4.950 anggota binaan PMI Purna yang terbagi dalam 180 kelompok atau paguyuban. 
Kepala BP3TKI Bandung  Delta menyebutkan,  BP3TKI Bandung bersama dengan Bank BNI menyelenggarakan kegiatan gelar produk PMI Purna dengan menghadirkan sebanyak 11 Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) di wilayah Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri 85 peserta yang diselenggarakan di Kantor BP3TKI Bandung, Senin  16/12/2019.
Delta menyampaikan, terimakasih kepada seluruh KKBM di Provinsi Jawa Barat, mereka merupakan penggerak perekonomian dan membangun daeranya.  “Kegiatan ini digelar sebagai bentuk dukungan BP3TKI bagi PMI Purna di Jawa Barat. PMI Purna kita dorong agar lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya, karena ini dapat menjadi jembatan bagi para PMI untuk membangun jejaring bisnis dengan  dinas atau stakeholder lain. Terus berjuang, bantu teman - teman PMI yang lainnya dan juga bantu masyarakat", Ungkap Delta.
Ia mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan produk-produk yang dihasilkan dari wirausaha PMI Purna kepada setiap stakeholder dan tamu undangan. Dengan demikian, diharapan akan terjadi sinergitas program untuk antara komunitas PMI Purna dengan stakeholder yang hadir.                               
Turut hadir dalam kegiatan tersebut,  Direktur Pemberdayaan BNP2TKI, A. Gatot Hermawan, BP3TKI Jakarta, BP3TKI Serang, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Divisi Internasional Bank indonesia, Bank BNI, PT. Pos Indonesia, APJATI, OJK, Ketua Umum OK OCE, Iim Rusyamsi,  Pihak Perbankan, juga beberapa perusahaan e-commerce dan retail.***(Humas)
Sumber : BNP2TKI

15 December 2019

Pulang dari Korea, Ma’sum Bangun Bengkel Motor dan Usaha Las

PMI Sukses Ma'sum asal Lombok Tengah NTB

Mataram, BNP2TKI (16/12) Sepulang bekerja dari Korea Selatan,   Ma’sum  (37)  mulai mencoba merintis usaha bengkel dan jual   sparepart  motor di rumah Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kini bengkel tersebut telah berjalan dengan mekanik nya Ma’sum  sendiri  serta di temani dau orang pegawainya.
“Membuka bengkel motor ini karena   hobi saya mengotak-atik mesin. Makanya sepulang bekerja dari Korea Selatan pada 2015, selang setahun saya langsung membuka  bengkel motor ini,” jelas  Ma’sum  kepada Humas BNP2TKI  saat ditemui dikediamannya   Lombok Timur, NTB beberapa waktu lalu.
Bengkel motor milik Ma’sum  tepat berada disamping rumahnya. Bengkel  tersebut berukuran lumayan cukup besar sekitar 7 x 10 meter. Di bengkel itu, Ma’sum  juga menjual alat-alat  motor seperti sparepart   dan asesoris. Tidak hanya itu,  setiap hari Ma’sum  juga melayani jasa service motor dengan segala jenis merek motor apapun.
Alhamdulillah  setiap hari ada saja orang   yang service  motornya. Ada  juga konsumen yang beli sparepart, asesoris  dan onderdil motor.  Dalam menservice motor saya kadang  kerjakan sendiri tapi kalau sedang banyak order saya di bantu oleh pagawai,” jelasnya.
Tahun 2016 Ma’sum  merintis usaha bengkel motornya,  sudah sekitar lima tahun bengkel motor Ma’sum  telah berdiri. Ia  mengaku menghabiskan modal sebersar  Rp 70 juta untuk membuka usaha bengkel motor  tersebut.
“Saya pakai modal uang dari hasil bekerja di Korea. Selama bekerja saya tabung uangnya memang sengaja untuk modal usaha.  Selain ditabung, saya juga bisa bangun rumah dan  membeli sawah. Setiap gajihan saya kirim  uang ke orangtua di kampung,” kenang Ma’sum.
Pria kelahiran Lombok  4 April 1982 ini mengaku,  selama bekerja di Korea Selatan berhasil mendapatkan uang sebesar Rp 15-16 juta perbulannya. Di Korea Selatan,  Ma’sum  bekerja di plastik dan pembubutan di daerah Incon.  
Selain usaha bengkel, Ma’sum  juga membuka usaha pengelasan di rumahnya,  usaha las tersebut  Ia bangun pada tahun 2017. Dalam menjalankan usaha lasnya, Ma’sum  dibantu oleh satu orang temannya yaitu sesama Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna Korea Selatan.
“Keahlian mengelas saya dapat dari mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) dari BP3TKI Mataram. Usaha las memang menjanjikan. Kalau di bengkel tidak sibuk saya sambil kerjakan pesanan pagar, tralis, kanopi dan lainnya,” ujar Ma’sum.
Bapak satu anak ini mengaku dari dua usaha yang dijalanimya, dalam sebulan omset yang didapatkan berkisar jutaan rupiah.  Ma’sum mengatakan  omset  akan dikembangkan untuk modal kedua usahanya tersebut.***(MH)
Sumber : BNP2TKI

12 December 2019

Asmuni PMI Purna Korea, Sukses dengan Rumah Makan Khas Lombok


Mataram, BNP2TKI (9/12) Roda kehidupan memang selalu berputar. Sepenggal kalimat itu mungkin cocok disematkan untuk Asmuni, pria  asal Lombok, Nusa Tenggara Barat.  Sebelum sukses ternyata Asmuni sempat merasakan pahitnya menjalani kehidupan. 
“Lulus pesantren tahun 2000 saya bekerja sebagai kuli bangunan di Bali selama dua tahun. Saya harus membantu ekonomi keluarga. Sehingga apapun pekerjaannya saya lakukan,” ujar Asmuni membuka obrolan kepada BNP2TKI beberapa waktu lalu di Lombok.
Disela-sela pekerajanya, Asmuni juga menjadi seorang marbot masjid d Bali.  Asmuni juga mencoba mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) di Denpasar.   Ia  mengaku ingin bekerja  di Jepang.  “Tahun 2002 setelah bom Bali, kondisi menjadi tidak menentu. Kemudian saya pulang ke Lombok. Saya mencoba berjualan keripik singkong. Saya juga mencoba ikut mendaftar bekerja ke Jepang tapi tidak lulus,” tutur Asmuni yang juga mencoba dengan bekerja di bengkel Motor. 
Tahun 2004, Asmuni mencoba melamar bekerja ke Korea Selatan melalui BP2TKI Mataram dan ia pun lulus. “ Saya lulus sebagai non ex Korea. Tapi saya bingung tidak punya uang untuk modal berangkat kesana. Akhirnya orangtua saya mencari pinjaman untuk saya agar bisa berangkat ke Korea,” papar Asmuni. 
Awal 2005, Asmuni bekerja ke Korea Selatan  pada  sebuah perusahaan plastik/ alat rumah tangga. Ia pun sempat berpindah kerja ke perusahaan yaitu  operator mesin. “Saat itu gaji saya sebesar Rp 11 juta, uang itu cukup besar. Gaji saya kumpulin untuk bayar hutang orangtua karena saya waktu berangkat kerja ke Korea saya pinjem uang orangtua,” kenangnya. 
Selama tiga tahun bekerja di Korea,  hampir setiap hari Asmuni selalu mengambil jam kerja lembur karena saking semangatnya dalam bekerja. Namun, rasa semangat itu ternyata  kandas karena Asmuni mengalami sakit. “Kaki kanan saya sakit lumpuh, mungkin karena selama  bekerja saya terus berdiri. Akhirnya saya pun masuk rumah sakit dan harus istirahat total selama satu bulan lebih. Setelah kaki saya normal, saya pun kembali bekerja seperti biasa,” ujar pria dari 11 bersaudara ini.
Coba Merentis Usaha
Setelah kontrak kerja selesai  tahun 2008, Asmuni kemudian pulang ke Lombok. Berbekal dari uang bekerja dari Korea, Asmuni mencoba mulai merintis usaha. Pertama ia mencoba ingin membuka usah rumah makan.  Ia mengaku menggunakan modal dari uang selama bekerja di Korea.  “Usaha rumah makan saya kandas kerana orang yang saya percaya dan telah saya berikan modal ternyata tidak amanah. Akhirnya usaha tersebut tidak jalan,” terang pria berkulit putih ini. 
Asmuni pun kemudian membuka usaha kedua yaitu membuka counter handphone.  Namun, usaha tersebut tidak jalan sesuai dengan rencana yang diinginkan dan diharapkan. Tidak sampai disitu, Asmuni juga kembali mencoba usaha ketiga yaitu membuka cucian motor. “Di cucian motor ini saya juga sambil berjualan makanan seperti bakso dan minuman. Tapi  cucian motornya kurang begitu ramai,” jelas
Asmuni seraya juga menutup usaha cucian motornya dan memilih melanjutkan pendidikan pesantrennya ke Daarut Tauhid Bandung, Jawa Barat. Sepulang dari Bandung, tahun 2010, Asmuni kembali mencoba kembali membuka usaha dengan berjualan bakso dan membuka cucian motor. Ia mengatakan terdapat  peluang yang berbeda dari usaha baksonya yang menunjukan kebangkitan. “Akhirnya usaha bakso saya bangkit kembali, pelanggannya sudah lumayan. Dalam sehari saya dapat omset sekitar 300 ribu rupiah,” terang Asmuni.
Ditengah geliat kebangkitan usah bakso, sebuah musibah menimpa Asmuni. Toko bakso yang ia bangun dan rintis mengalami kebakaran hebat. Sehingga seluruh aset yang ia bangun habis terbakar dilalap si jago merah. Asmuni pun bersedih. 
Kembali Bangkit
Ditengah kesedihan itu, Asmuni   ternyata tidak tinggal diam, Ia pun kembali bangkit. Singkat cerita Asmuni mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek)  dari BP3TKI Mataram di Lombok. Berbekal dengan   pengalaman dan pengatahuan itu, ditahun 2014,  Asmuni kembali merintis usaha rumah makan kembali. 
Asam garam sudah dilalui Asmuni, dengan modal dan kemampuan yang ada ia mencoba membuka usaha rumah makan bernama Sukma Rasa yaitu  makanan khas Lombok. Pengalaman jatuh bangun dari usaha-usaha pertama nampaknya ia jadikan pengalaman dan pelajaran berharga.
“Alhamdulillah setelah sekian kali jatuh bangun dalam membangun usaha, saya telah menemukan harapan. Rumah makan Sukma Rasa ini sekarang telah berdiri dan berkembang. Sekarang pegawainya hampir 80 orang,” tuturnya.
Karena rumah makan Sukma Rasa pertamanya sukses, kemudian Asmuni kembali mencoba membuka cabang ditempat berikutnya yang tentunya masih berada di Lombok. Rumah makan kedua yang Asmuni dirikan juga menuai sukses. Ditengah kesuskesannya itu, Asmuni tidak lantas berhenti begitu saja.  Pria kelahrian 31 Desember 1981 ini terus membangun ekspansi usaha rumah makannya. Asmuni kemudian kembali membuka cabang usaha rumah makan Sukma  Rasa Khas Lombok yang ketiga dan itupun juga kembali menuai sukses.
“Sekarang ketiga rumah makan saya sudah berjalan, saya juga pekerjakan para pegawai dari mantan PMI Purna. Ada pegawai saya mantan PMI Hongkong, Taiwan, dan Malaysia. Saya sengaja ajak mereka berkerja bersama agar bisa berbagi pengalaman hidup,” tuturnya.*(MH)
Sumber : BNP2TKI

10 December 2019

Aplikasi Permohonan Re-Entry Permit Pekerja Asing dibuka Secara Online


Badan Imigrasi Departemen Dalam Negeri sejak 29 Agustus 2019 menerapkan “Sistem Awan Pengurusan Online Re-Entry Permit Pekerja Asing”sebagai langkah-langkah kenyamanan bagi masyarakat, dengan internet menggantikan jalan raya, mengurangi tenaga dan waktu pemohon bolak-balik ke stasiun pelayanan Badan Imigrasi untuk mengantar dokumen permohonan, satu hari 24 jam dan pada hari libur juga bisa secara online mengajukan permohonan re-entry permit.

Menurut peraturan yang berlaku saat ini, pekerja asing selama periode tinggal ada kebutuhan keluar negeri lalu kembali ke Taiwan, sebelum keluar negeri harus mengajukan permohonan re-entry permit, dulu pemohon harus mengurus di loket, sekarang Badan Imigrasi Departemen Dalam Negeri melalui optimalisasi fungsi “Sistem Pengurusan Online Pekerja Asing”, membuat pemohon bisa mengurusnya melalui sistem online, dan setelah peninjauan (dua hari kerja) lewat, bisa mencetak keluar melalui sistem file download. Badan Imigrasi Departemen Dalam Negeri mendorong pemohon banyak memanfaatkan fungsi“Pengurusan Online Re-Entry Permit”, dan lebih awal mengajukan permohonan, demi kelancaran menyelesaikan prosedur sebelum keluar negeri yang terkait.

Badan Imigrasi Departemen Dalam Negeri secara aktif sedang mempromosikan berbagai langkah pelayanan kenyamanan masyarakat, di masa depan akan secara bertahap mendirikan lebih banyak platform pelayanan, meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas layanan, membuat masyarakat merasakan lebih banyak layanan kenyamanan masyarakat. Mengenai “Sistem Pengurusan Online Pekerja Asing”, situsnya adalah https://coa.immigration.gov.tw/coa-frontend/foreign-labor, bila ada pertanyaan berkaitan sewaktu permohonan, silakan menghubungi stasiun pelayanan Badan Imigrasi tempat tinggal pekerja asing, informasi kontak silakan mengacu pada situs Badan Imigrasi Departemen Dalam Negeri (https://www.immigration.gov.tw/5385/5388/7181/7184/7193/).

Disadur dari : https://fw.wda.gov.tw

Berita lainnya : Taiwannews

PMI Purna Jakarta Sabet Juara I Local Hero

PMI Purna binaan BP3TKI Jakarta sabet Juara I Local Hero dari BUMN ternama PT. Pertamina (Persero)

Jakarta, BP3TKI Jakarta, Selasa (10/12) – PMI Purna binaan BP3TKI Jakarta sabet Juara I Local Hero dari BUMN ternama PT. Pertamina (Persero) dan berhak membawa pulang hadiah sebesar 25 juta rupiah. Local Hero merupakan suatu ajang kompetisi dan penghargaan bagi pelaku mitra usaha yang berkontribusi bagi kepentingan sosial dan lingkungan.
Nurchaeti, pemenang local hero, dapat memenangkan kompetisi ini dengan tidak mudah. Perlu kerja keras dan perencanaan yang matang selama ini untuk mengembangkan usaha yang dirintisnya agar bermanfaat bagi kalangan banyak dan juga lingkungan.
“Saya aktif menjalin kerjasama dengan instansi lain, tidak bisa dipungkiri saya tumbuh dan berkembang menjadi binaan BP3TKI Jakarta dibawah BNP2TKI yang juga menjadi jalan saya untuk dapat menjalin kerjasama-kerjasama dengan instansi atau lembaga lain yang dapat memperluas sepak terjang usaha saya”, jelas Titi sapaan akrab Nurchaeti.
Titi menambahkan pula bahwa penghargaan ini merupakan suatu bentuk apresiasi baginya untuk terus bersemangat dan menyemangati rekan seperjuangannya. “Penghargaan ini saya harap dapat memotivasi dan menyemangati semua rekan PMI Purna di semua wilayah khususnya teman-teman dari Jakarta untuk terus maju, kita PMI Purna juga bisa berhasil di negeri sendiri”, ujarnya didampingi oleh sang ayah ketika menerima penghargaan.
Kepala BP3TKI Jakarta, Mocharom Ashadi menjelaskan bahwa pihak BP3TKI Jakarta selaku pemerintah mengucapkan terimakasih dan kebanggaannya atas penghargaan yang diterima Titi. “Kami tentunya bangga dan mengapresiasi, pemerintah hanya dapat memfasilitasi namun kegigihan, niat, serta kerja keras ya hanya PMI Purna itu sendiri yang dapat menentukan arah keberhasilan hidupnya. Selamat kepada Ibu Titi semoga bisa menularkan virus semangat yang sama kepada PMI Purna yang lain”, paparnya. (Humas/pw)
Sumber : BNP2TKI

08 December 2019

PELUANG KERJA SP2T TAIWAN INTERVIEW 30 DESEMBER 2019


PELUANG KERJA TAIWAN
MELALUI PENEMPATAN DIRECT HIRING SPECIAL PLACEMENT PROGRAM TO TAIWAN ( SP2T ) 

Penempatan Pekerja Migran Indonesia melalui Skema Special Placement Program to Taiwan ( SP2T ) adalah merupakan terobosan baru dalam penempatan Pekerja Migran ke Indonesia (PMI) melalui Direct Hiring Service Centre (DHSC) Taiwan. DHSC merupakan Badan Pelayanan milik Pemerintah Taiwan di bawah koordinasi Ministry of Labour . 
Program ini bertujuan untuk mengurangi / menghilangkan praktek jual beli Job / fee agency yang membebani Pekerja Migran Indonesia (PMI). Keuntungan dari program SP2T adalah mewujudkan proses penempatan yang transparan dan melindungi Pekerja Migran Indonesia, memudahkan/menyederhanakan dan mempercepat proses penyiapan dan penempatan PMI yang ingin bekerja ke Taiwan.
Peluang kerja yang tersedia saat ini :
Lowongan kerja di Perusahaan:
HO YU Textile CO., Ltd
Functional Clothing Manufacturing
Jabatan Pekerjaan: Operator
Jumlah lowongan:  4 orang (Pria)
Uraian Pekerjaan    
Weaving and Dyeing related production operation 
Lokasi kerja: Taiwan
Kontrak Kerja : 3 Tahun
Pendaftaran :
Tanggal 09 s.d 23 Desember 2019 
Jadwal Interview:
Tanggal 30 Desember 2019
Persyaratan umum :
1.E-KTP ( di scan ukuran maks 1 Mb)
2.Ijasah pendidikan minimal SMA / SMK ( di scan ukuran maks 1 Mb)
3.Surat keterangan sehat ( di scan ukuran maks 1 Mb)
4.Akte Kelahiran ( di scan ukuran maks 1 Mb)
5.Kartu Keluarga ( di scan ukuran maks 1 Mb)
6.Pas Photo 3 X 4 background bewarna ( wajib diupload )
Persyaratan dokumen no 1 s.d 6 harus diupload setelah mengisi biodata di aplikasi Jobsinfo SP2T. Bila ada satu dokumen tersebut diatas, tidak diupload, maka pencaker tidak dapat diverifikasi. 
Persyaratan khusus :
1.Tidak buta warna
2.Wajib memiliki email yang aktif (untuk notifikasi panggilan interview)
3.Memiliki pengalaman kerja di pabrik lebih disukai
4.Mampu berbahasa mandarin lebih disukai
5.Lulusan SMK Teknik Industri lebih disukai
6.Memiliki ARC / ASKES khusus bagi Eks Taiwan
7.Bagi Eks Taiwan wajib mengupload scan stempel visa Taiwan
8.Usia minimal 20, maksimal 28 tahun
9.Pria
10.Tinggi dan berat badan Minimal 165 / Maksimal 80 Kg 
Fasilitas dan Gaji yang diperoleh :
1.Gaji NT 23,800/bulan
2.Lembur Kemungkinan tiap hari selama 4 jam
3.Makan 3 X dalam sehari (disediakan oleh perusahaan)
Biaya yang ditanggung Perusahaan (Reimburst) 
1.Tiket Keberangkatan
2.Visa Kerja
3.Biaya medical checkup
4.BPJS Ketenagakerjaan dalam negeri
Biaya yang ditanggung oleh Pekerja Migran Indonesia
1.Biaya ASKES di Taiwan
2.Biaya ASTEK di Taiwan
3.Biaya Makan dan Tempat Tinggal di Taiwan
4.Uang Tunjangan Serikat Pekerja
Ketentuan lain :
Lokasi Interview di BP3TKI Lampung (sesuai dengan permintaan dari pihak perusahaan)
Proses penempatan setelah tahapan interview (bagi yang lulus) akan dilakukan di BP3TKI sesuai domisili yang tertera di E-KTP. Contoh : CPMI  interview di BP3TKI Lampung, namun domisilinya di Jakarta, maka bila CPMI lulus interview, proses penempatan akan dilakukan di BP3TKI Jakarta sesuai alamat domisili CPMI. 
Pendaftaran dilakukan secara online melalui http://jobsinfo.bnp2tki.go.id/
Pendaftaran akan ditutup tanggal 23 Desember 2019 pukul 24.00
Kandidat yang dipanggil untuk interview akan diberitahu melalui notifikasi by email dan akan dihubungi oleh petugas BP3TKI.
Untuk diketahui bahwa pengurusan Visa  hanya dapat dilakukan di Teto Jakarta dan Teto Surabaya. ( Wilayah kerja Teto Jakarta meliputi seluruh Indonesia kecuali Jawa Timur, Sulawesi, Bali, NTB, Maluku, Papua dan seluruh kepulauan di wilayah Indonesia Timur. Wilayah kerja Teto Surabaya meliputi Jawa Timur, Sulawesi, Bali, NTB, Maluku, Papua dan seluruh kepulauan di wilayah Indonesia Timur).
BNP2TKI hanya memfasilitasi proses penempatan, pihak yang menentukan apakah CPMI dipanggil untuk interview dan diterima bekerja adalah DHSC dan pengguna di Taiwan.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Helpdesk Jobsinfo (021) 02129244847 (pada jam dan hari kerja)

Jakarta 09 Desember 2019                                             
Direktur
Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas
Tenaga Kerja Luar Negeri I
 ttd   
 
Seriulina BR Tarigan


Cara melamar baca di : sini atau temukan panduan singkat melalui HP anda dengan instal app SAVE PMI Taiwan

Pengumuman dapat sewaktu-waktu berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Perhatian !
Waspada terhadap PENIPUAN yang mengatasnamakan BNP2TKI, Jobsinfo, maupun mengatasnamakan pejabat BNP2TKI. 
Hubungi kontak person Helpdesk Jobsinfo (021) 02129244847 (pada jam dan hari kerja) untuk info lebih lanjut

05 December 2019

Mobile Service KDEI Taipei Chapter Hsinchu



Halo Pekerja Migran Indonesia !

KDEI Taipei hadir dalam Mobile Service di Hsinchu pada tanggal 8 Desember 2019 mulai pukul 10.00 s.d. 15.00

Ayo hadir beramai-ramai..

FDA (Food and Drug Administration) Taiwan Promosikan Poster Anti Narkoba untuk Pekerja Migran Asing


Sumber : news.immigration.gov.tw


Dilansir dari https://news.immigration.gov.tw, FDA mempromosikan kegiatan pendidikan anti-narkoba dalam beberapa tahun terakhir ini , yang telah berkembang dari kampus, keluarga, dan masyarakat ke tempat kerja dan bidang lainnya, dan menandatangani, mendidik, dan memperdalam sistem perusahaan untuk mengaktifkan anti-narkoba di tempat kerja.

Food dan Drug Administration mendirikan delapan pusat sumber daya pendidikan anti-narkoba di tahun ini, dan dikombinasikan dengan 100 kelompok untuk bersama-sama mempromosikan pendidikan anti-narkoba. Pada saat yang sama, poster dan selebaran anti-narkoba dalam empat bahasa (Inggris, Vietnam, Thailand, Indonesia) telah diterjemahkan tahun ini, yang sesuai untuk promosi tempat layanan penghuni baru, dan permainan papan, film dan tabel Pada kartu publisitas, dll., Memasuki 258 perusahaan dan 115 kelompok sosial telah melakukan publisitas anti-narkoba, dan menyediakan layanan konsultasi lokal untuk 2521 orang.

Pada konferensi presentasi, perusahaan-perusahaan juga diundang untuk berbagi pengalaman dan praktik mereka di tempat kejadian.Di antara mereka, Far East Machinery Industry Co., Ltd., di bawah bimbingan Pusat Sumber Daya Pendidikan Anti-Narkoba, secara aktif bekerja sama dengan publisitas anti-narkoba dan berpartisipasi dalam kegiatan anti-narkoba, dikombinasikan dengan kegiatan anti-narkoba sesuai dengan budaya perusahaannya. Kursus advokasi anti-narkoba, termasuk pelatihan advokasi anti-obat dalam pelatihan pendidikan migran asing tahun ini, interpretasi simultan dalam bahasa Inggris dan Vietnam di situs advokasi, dan meminta migran asing untuk mengisi pengalaman setelah sekolah untuk memahami migran asing Kesadaran pekerja akan anti-narkoba.

FDA meminta perusahaan untuk bergabung dengan jajaran anti-narkoba dan bersama-sama menciptakan lingkungan kerja anti-narkoba. Warga dan perusahaan dipersilakan untuk menanyakan secara online untuk informasi lebih lanjut tentang penyalahgunaan dan kerusakan obat. Silakan kunjungi "zone Sumber Daya Anti-Narkoba" dari Administrasi Makanan dan Obat untuk pertanyaan, atau hubungi hotline bebas pulsa dari Pusat Pengendalian Narkoba di setiap pemerintah kabupaten dan kota di 0800-770-885 Tolong, tolong bantu saya) konsultasi.



29 November 2019

Keberpihakan Pemerintah Terhadap Pemerataan Akses Pembiayaan untuk Usaha Kecil Melalui KUR


Jakarta, BNP2TKI (26/11) - Menteri Koordinator Perekonomian telah menyelenggarakan rapat koordinasi bersama dengan Gubernur Bank Indonesia, Kepala Dewan Komisioner OJK, Sekretaris Kabinet, Perwakilan Kementerian Keuangan, Menko UKM, Wakil Menteri BUMN, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Ketengakerjaan, Kepala BPKP dan Plt. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk membahas kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2020, pada Kamis (07/11/2019) lalu.
Berdasarkan data, total penyaluran KUR pada tahun 2019 sampai dengan September 2019 telahmencapai 82% dari target 2019. Penyaluran KUR masih didominasi untuk skema KUR Mikro (65,54 %) diikuti oleh skema KUR kecil (35,06%) dan KUR TKI (0,39%). Kinerja ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan akses pembiayaan untuk usaha kecil.
Dalam rangka mendorong pengembangan UMKM, pemerintah mengubah kebijakan KUR  berupa penurunan suku bunga dari 7% menjadi 6% (dengan subsidi bunga tetap KUR Mikro sebesar 10,5%, KUR kecil 5,5% dan KUR TKI 14%), peningkatan target penyaluran tahun 2020-2024 , peningkatan maksimum plafon KUR Mikro dari Rp 25 jt menjadi Rp 50 jt.
Saat ini KUR menjadi satu-satunya pembiayaan dengan bunga yang sangat rendah di Indonesia. Seluruh Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) menyambut baik dan mendukung kebijakan KUR yang merupakan keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan akses pembiayaan untuk usaha kecil.
Deputi Penempatan BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono menyampaikan, terkait dengan KUR penempatan PMI perlu dibuat mekanisme pembayaran angsuran dari luar negeri melalui pendebetan gaji dari rekening PMI atau mekanisme lainnya guna mempermudah PMI untuk membayar angsuran.
"Untuk PMI purna dan keluarganya perlu dibuatkan solusi untuk pembiayaan wirausaha sehingga para PMI Purna dapat melakukan wirausaha selepas bekerja dari luar negeri atau keluarga PMI juga dapat melakukan rintisan usaha selagi PMI masih bekerja di luar negeri,” jelas Teguh. ***(Humas/F&U)
Sumber : BNP2TKI

27 November 2019

Pendirian Koperasi sebagai Jembatan untuk Mendirikan Bisnis Waralaba Bagi PMI Taiwan dan Keluarganya

KDEI Taipei kembali melaksanakan kegiatan Exit Program tahap ke-2 dikhususkan bagi Pekerja Migran Indonesia ( PMI)

Taiwan, BNP2TKI, (27/19) -- Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei kembali melaksanakan kegiatan Exit Program tahap ke-2 dikhususkan bagi Pekerja Migran Indonesia ( PMI) yang tergabung dalam komunitas baik keagamaan maupun kedaerahan. Kegiatan dihadiri oleh 130 peserta dilaksanakan di Gedung Pertemuan Masjid Longgang pada tanggal 23-24 November 2019, dengan Tema dari kegiatan exit program adalah “Pelatihan Pendirian dan Manajemen Koperasi serta Bisnis Waralaba bagi Komunitas PMI di Taiwan”.
Kegiatan ini diharapkan akan memberikan pemahaman bagi komunitas-komunitas PMI untuk mau meningkatkan kapasitasnya tidak hanya sebagai wadah untuk berkumpul dan bersilahturahmi namun dapat menjadi badan usaha aktif sehingga memberikan dampak finansial bagi anggotanya.
Pendirian koperasi oleh komunitas PMI diharapkan dapat membantu keluarga PMI yang membutuhkan modal usaha yang dikembangkan sendiri maupun melalui bisnis waralaba. “usaha apabila dilaksanakan secara bersama akan lebih mudah untuk dikerjakan daripada seorang diri sehingga kebutuhan modal usaha tidak akan menjadi faktor utama gagalnya niat untuk membangun usaha” demikian disampaikan Farid Ma’ruf sebagai ketua pelaksana kegiatan exit program.
Wakil Kepala KDEI Taipei, Teddy Surachmat menyampaikan dalam sambutannya bahwa KDEI Taipei dalam fungsinya melakukan pelindungan ekonomi PMI selama bekerja serta terus berupaya untuk memastikan bahwa hasil jeripayah dapat dikelola dengan bijak melalui usaha kreatif di Indonesia yang dilakukan oleh keluarga PMI, sehingga ketika selesai kontrak kerja sudah tidak berpikir lagi untuk melanjutkan kontrak atau kebingungan untuk mencari alternatif pekerjaan pasca kembali di Indonesia.
“Kelolalah jerih payah yang sudah didapatkan menjadi usaha kreatif bukan untuk konsumtif” ujar Teddy.
Lebih lanjut Direktur Umum dan Hukum Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah DR. Jaenal Aripin, M.Ag, PIA, melalui video conference menyampaikan bahwa Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) dapat memberikan bantuan modal usaha kepada perseorangan atau badan usaha secara konvensional maupun syariah.
“Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah juga dapat memfasilitasi pelatihan kewirausahaan maupun pelatihan lain sesuai kebutuhan untuk membantu peningkatan kapasitas koperasi atau pelaku bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) maupun masyarakat yang ingin memulai usaha. Silahkan hubungi kami” ungkapnya.
Sementara itu materi selanjutnya dalam kegiatan exit program disampaikan oleh Kasubdit Distribusi Langsung dan Waralaba, Ronny Salomo dan Analis perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Johan Cahyadi yang memberikan informasi terkait dasar hukum pembentukan bisnis waralaba di Indonesia. “Kementerian Perdagangan membawa pelaku bisnis waralaba yang telah teregistrasi di Kemendag RI yaitu Warung Koffie dan Laundry e-mam semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi komunitas PMI untuk berusaha”.
Peserta kegiatan sangat antusias terhadap paparan dari pebisnis waralaba yang menjadi narasumber dan mereka menyatakan minatnya untuk membuka bisnis waralaba atau menjadi partner dari business opportunity yang ditawarkan oleh pebisnis waralaba.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Purwati Uta Djara, dalam sambutan penutupan kegiatan exit program menyampaikan kepada para peserta bahwa ilmu yang sudah diterima hari ini bisa dicoba untuk diimplementasikan sehingga harapan untuk memiliki usaha setelah Purna PMI bisa terwujud, dan mempersilahkan untuk mengusulkan  pelatihan yang diminati oleh para PMI untuk dilaksanakan di tahun yang akan datang.***(Humas/May)

22 November 2019

Update 6 Peluang Kerja Taiwan Skema SP2T (22 November 2019)


PELUANG KERJA TAIWAN
MELALUI PENEMPATAN DIRECT HIRING 
SKEMA SPECIAL PLACEMENT PROGRAM TO TAIWAN ( SP2T ) 

Penempatan Pekerja Migran Indonesia melalui Skema Special Placement Program to Taiwan ( SP2T ) adalah merupakan terobosan baru dalam penempatan Pekerja Migran ke Indonesia (PMI) melalui Direct Hiring Service Centre (DHSC) Taiwan. DHSC merupakan Badan Pelayanan milik Pemerintah Taiwan di bawah koordinasi Ministry of Labour . 
Program ini bertujuan untuk mengurangi / menghilangkan praktek jual beli Job / fee agency yang membebani Pekerja Migran Indonesia (PMI). Keuntungan dari program SP2T adalah mewujudkan proses penempatan yang transparan dan melindungi Pekerja Migran Indonesia, memudahkan/menyederhanakan dan mempercepat proses penyiapan dan penempatan PMI yang ingin bekerja ke Taiwan.
Peluang kerja yang tersedia saat ini :
Informasi Peluang Kerja
Nama Perusahaan  
Shingkong Textile Co.Ltd
Bidang Perusahaan   
Textile Manufakture pembuatan pakian untuk wanita yang terbuat dari bahan Polyster, Nilon, Spandex,
Jabatan Pekerjaan
Operator
Jumlah Kebutuhan
Saat ini dibutuhkan 6 (enam) orang kandidat 
Uraian Pekerjaan  
Perform mechanical operation, understand product rules and adjust mechanical related parameters and operating methods
Lokasi kerja      
Taiwan, Taoyuan Dayuan Mill
Kontrak Kerja  
3 Tahun
Pendaftaran      
Tanggal 22 November s.d 3 Desember 2019 
Jadwal Interview    
Tanggal 12 Desember 2019

Pengumuman dapat sewaktu-waktu berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Info Lanjut buka : http://jobsinfo.bnp2tki.go.id/

Berita lain : BNP2TKI

Cara melamar baca di : sini atau temukan panduan singkat melalui HP anda dengan instal app SAVE PMI Taiwan

PMI Purna Sabet Kontrak Ekspor 10 M di Qatar

Produk PMI purna mulai menampakkan wajahnya di pasar retail Qatar melalui Bussiness Exhibition yang diikuti oleh Nurchaeti dan Arsi, PMI Purna binaan

Jakarta, BNP2TKI, Jumat (22/11)___Produk PMI purna mulai menampakkan wajahnya di pasar retail Qatar melalui Bussiness Exhibition yang diikuti oleh Nurchaeti dan Arsi, PMI Purna binaan BP3TKI Jakarta pada 17-19 November 2019 di Doha, Qatar dengan menghasilkan kontrak kerja sebesar 10 Milyar Rupiah untuk ekspor produk keripik buah-buahan, jahe merah, bubuk kelapa, kerupuk udang, kerupuk ikan dan bawang goreng.
Melalui kegiatan tersebut, PMI Purna asal Ciganjur Jakarta Selatan yang akrab disapa Titi ini juga membawa beberapa produk milik PMI Purna asal daerah lain untuk turut serta dipasarkan kepada pembeli besar dari Qatar dan wilayah sekitarnya.
Titi menjelaskan dirinya cukup bangga bisa membawa produk PMI purna untuk melenggang di pasar internasional. "Saya cukup bangga bisa memperlihatkan bahkan memasarkan produk PMI Purna. Saya ingin membuktikan bahwa jika kita bersungguh-sungguh, produk-produk PMI Purna banyak diminati beragam kalangan dan tidak kalah dengan produk-produk lainnya", jelasnya.
Kepala BP3TKI Jakarta, Mucharom Ashadi mengapresiasi baik kegiatan ini. Menurutnya ajang seperti ini dapat menjadi jembatan bagi produk PMI Purna untuk masuk pasar internasional. "Kami tentunya menyambut baik keikutsertaan Ibu Titi dan Ibu Arsi yang merupakan binaan BP3TKI Jakarta dalam Bussiness Exhibition di Qatar. Saya berharap ini menjadi salah satu jembatan bagi produk-produk PMi Purna untuk dikenal di khalayak mancanegara. Sudah saatnya PMI Purna sejahtera melalui karya dan produk yang dihasilkannya", paparnya. (BP3TKI Jakarta/PW).
Sumber : BNP2TKI

21 November 2019

Cara Melamar Lowongan Kerja Taiwan Melalui Skema SP2T



Sobat PMI Taiwan !

Skema SP2T sebagai terobosan baru dalam penempatan PMI ke Taiwan dengan biaya yang murah tanpa potongan cicilan bank dan bebas dari jual beli job, beberapa komponen biaya bahkan digantikan oleh End User setelah tiba di Taiwan.

Seleksinya sangat ketat guna memastikan PMI yang benar-benar siap kerja, mempunyai skill, keterampilan bahasa Mandarin/Inggris, kepribadian baik, dll sesuai dengan informasi pada permintaan.

Bagaimana cara daftarnya ? Simak Tutorial berikut yang diambil dari website Jobsinfo BNP2TKI :








Sumber :  Jobsinfo BNP2TKI


Tutorial ini dapat berubah-rubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


Waspada !

Waspada dari penipuan yang mengatasnamakan instansi maupun pejabat tertentu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Perekrutan Kandidat CPMI Program SP2T ke Taiwan Berlangsung di Delapan Propinsi di Indonesia

Direktur PH1-KTKLN, BNP2TKI, Seriulina Tarigan saat ditemui di ruang kerjanya untuk wawancara terkait program SP2T

Jakarta, BNP2TKI, Kamis (21/11/2019)__ Pelaksanaan seleksi interview oleh PT. Shinkong Textile Co.Ltd (User Taiwan)  lewat Video Call terhadap kandidat Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui Direct Hiring dengan Program Penempatan SP2T (Special Program Placement to Taiwan)  telah terlaksana sejak tanggal 14 November 2019 di 8 (Delapan) Provinsi di Indonesia, yaitu Bandung, Lampung, Manado, Surabaya, Yogyakarta, Serang, Padang dan Semarang. Dari 8 Kota yang dilaksanakan, dimulai di BP3TKI Manado secara estafet dan berahir di BP3TKI lamping, yang kesemuanya berjalan lancar baik dari sisi penggunaan teknologi maupun kesiapan kandidat serta penyiapan sarana dan prasarana oleh PIC di masing-masing BP3TKI/LP3TKI. Dari 11 kandidat mengikuti interview, yang dinyatakan lulus sebanyak 3 orang masing-masing berasal dari Menado, Surabaya dan Bandung. Juga tanggal 15 November 2019 telah terlaksana seleksi interview oleh PT. Ho Yu Textile melalui Vicon di BP3TKI Jakarta dan Semarang dengan total kandidat 8 orang, dan hasilnya dinyatakan oleh PT. Ho Yu Tekstile lulus 2 orang (diterima) berasal dari daerah Jakarta.
Pencari kerja yang berminat mendaftar di Jobsinfo.bnp2tki.go.id, selain mengisi data individu maupun orangtua juga diwajibkan meng-upload fotocopy ijasah, Kartu Tanda Penduduk (KTP), akte kelahiran dan Surat Keterangan Sehat ( melakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Kesehatan ataupun Rumah Sakit) yang memuat keterangan sehat diantaranya; tidak buta warna, tinggi/berat badan, tekanan darah. Bagi pelamar yang sudah pernah bekerja di Taiwan diminta tambahan dokumen, untuk meng-upload stamp Visa, paspor dan ARC. Selanjutnya data pelamar akan di verifikasi oleh operator Jobsinfo (Direktorat PH 1), data yang verified dikirim ke DHSC melalui sistim. Pihak DHSC akan meneliti CV  pelamar dan kemudian memilih/menentukan kandidat untuk di interview, yang tidak terpilih berarti tidak dilanjutkan untuk proses.
Program penempatan SP2T diawali dengan Pilot Project pada bulan April 2019 dan telah menempatkan 11 orang PMI di PT. Shinkong Textile Co. Ltd di Taiwan. Terkait kuota (Job Order) program SP2T adalah bersifat sewaktu-waktu disampaikan oleh DHSC ke BNP2TKI melalui KDEI Taipei dan di publish di website Jobsinfo.bnp2tki.go.id  sesuai dengan bisnis proses. Sedangkan kuota pendaftar juga tidak dibatasi jumlahnya, namun dibatasi waktu pendaftarannya saja.
Direktur PHTKLN I, Deputi Bidang Kerjasama Luar Negeri dan Promosi, Seriulina Tarigan mengatakan bahwa diawal  pilot project SP2T, waktu proses mulai dari publish Job sampai dengan keberangkatan CPMI membutuhkan waktu hingga 2 bulan lebih, hal ini dikarenakan pengurusan paspor membutuhkan waktu sampai dengan 20 hari, pengurusan visa juga masih ada kendala karena TETO Jakarta belum mendapatkan informasi dari Ministry of Foreign Affairs (MOFA) Taiwan. Namun berikutnya proses pengurusan dokumen CPMI semakin cepat hingga membutuhkan waktu sekitar 25 hari sampai dengan 30 hari. Singkat atau lamanya waktu yang dibutuhkan untuk program SP2T sangat tergantung dari hasil koordinasi BNP2TKI dengan stakeholders terkait.
Adapun komponen biaya dalam program SP2T adalah  Zero Cost karena tidak ada fee agency, bahkan User menanggung biaya tiket keberangkatan PMI , biaya Visa, biaya Medical Chekup dan Asuransi BPJS (sistim reimburse)  sehingga CPMI hanya mengeluarkan biaya pembuatan Paspor. Reimburse untuk biaya medical dan BPJS artinya CPMI membayar dulu saat menjalani proses, dengan menyimpan kwitansi pembayaran, saat sudah masuk kerja di Taiwan, perusahaan akan mengganti pembayaran tersebut. Adapun masa kontrak kerja PMI program SP2T adalah selama 3 tahun kata Seriulina.
Seriulina berharap, skema SP2T ini terus dapat dikembangkan dan ditangani dengan lebih professional,  baik di Pusat,  daerah maupun KDEI Taipei sehingga semakin banyak PMI yang ditempatkan semakin banyak pula sector dan jabatan yang dapat diisi oleh PMI. **(Humas/Lily)
Sumber : BNP2TKI

14 November 2019

Sukseskan SP2T, BP3TKI Bandung Fasilitasi Interview dengan Taiwan


Bandung, BNP2TKI (14/11) - - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melalui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bandung melaksanakan wawancara langsung dengan Pengguna Taiwan, dengan skema penempatan mandiri ke Taiwan yaitu Special Program placement to Taiwan (SP2T).
Program SP2T sendiri memiliki keunggulan dibanding dengan program Private to private dimana harapan dari program SP2T adalah mewujudkan zero cost penempatan ke Taiwan, menghilangkan praktek jual beli job dan fee agency ke Taiwan, memudahkan ddan mempercepat proses penempatan, mengurangi biaya penempatan bagi CPMI, serta mewujudkan proses penempatan yang transparan dan melindungi PMI.
Program penempatan SP2T mulai dilaksanakan pada tahun 2019 ini dan telah proses penempatan sebanyak 2 kali, dan pada gelombang ke dua ini proses interview tidak lagi dilaksanakan di Jakarta melainkan dilaksanakan di BP3TKI sesuai domisili pelamar. Peminat program SP2T kali ini sejumlah 90 orang, namun setelah dilakukan seleksi administrasi, jumlah peserta yang dipanggil berkurang menjadi 15 orang.  Dari 15 peserta yang lolos seleksi administrasi akan dipanggil untuk melakukan tes interview dengan Direct Hiring Selection Center(DHSC) Taiwan dan KDEI Taiwan melalui skype di BP3TKI pada tanggal 14 November 2019. Adapun BP3TKI yang memfasilitasi pelaksanaan interview program SP2T kali ini adalah BP3TKI Manado, BP3TKI Padang, BP3TKI Serang, BP3TKI Yogyakarta, BP3TKI Semarang, LP3TKI Surabaya, BP3TKI Lampung, dan BP3TKI Bandung.
BP3TKI Bandung sendiri mendapat kuota yang paling banyak, yaitu sejumlah 6 orang peserta asal Jawa Barat. Ketika nama-nama peserta yang lolos seleksi administrasi diumumkan oleh DHSC, BP3TKI Bandung langsung menghubungi seluruh peserta dan menginformasikan apa saja persyaratan yang dibutuhkan. Namun sayangnya, dari 6 peserta yang lolos seleksi administrasi, yang bisa datang untuk mengikuti tahapan interview hanya dua orang peserta yang berasal dari Majalengka dan Karawang. Kedua peserta ini mengetahui program SP2T ini melalui media sosial (Facebook) dan info dari teman kerja. Berdasarkan informasi tersebut, mereka ikut program SP2T dengan cara mengirim berkas melalui email ke BP3TKI Jakarta dan mendaftarkan diri di situs www.jobsinfo.bnp2tki.go.id.
Selama proses interview, CPMI ditanya berbagai hal terkait dengan pengalaman kerja, keahlian kerja, kemampuan menggunakan bahasa mandarin, serta tes buta warna. Proses interview di BP3TKI Bandung dilaksanakan sekitar pukul 09.30 WIB dan hasilnya langsung keluar sekitar pukul 11.30 WIB. Untuk hasil proses interview, dinyatakan pelamar asal majalengka atas nama Ikbal Nurrohman berhasil lolos seleksi interview dan diterima bekerja di PT Shinkong Textile co. Ltd mulai bulan maret 2020 nanti.
Ikbal Nurrohman mengaku bersyukur dan mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada BP3TKI Bandung dan BNP2TKI karena bisa bekerja kembali di Taiwan. Sebelumnya, pria kelahiran tahun 1992 ini pernah bekerja di salah satu perusahaan plastik di Negara Taiwan pada tahun 2015 hingga 2018. Sebenarnya dia masih berminat untuk bekerja ke luar negeri, namun tingginya biaya penempatan ke Negara Taiwan membuatnya berpikir ulang hingga akhirnya dia mendengar informasi penempatan ke Taiwan melalui program SP2T ini.
Untuk kedepannya peserta yang lolos tahapan interview SP2T harus memenuhi pemberkasan dokumen seperti passport, medical check-up, SKCK, proses penandatanganan kontrak Kerja dan pengurusan Visa.
Kepala Seksi Penyiapan Penempatan BP3TKI Bandung Fredy A. Situmorang menyatakan BP3TKI bandung menyambut positif program SP2T ini sebagai salah satu solusi dan implementasi zero cost sesuai dengan amanat Undang-Undang no. 18 tahun 2017. Harapan kami melalui skema SP2T ini dapat membawa breakthrough atau tembusan dalam rangka meningkatkan jumlah penempatan Pekerja Migran Indonesia asal Provinsi Jawa Barat” ** (Humas / BP3TKI Bandung / Charly).
Sumber : BNP2TKI

Catatan : 
Informasi lebih lanjut untuk dari BP3TKI dapat menghubungi nomor Yudi Prasetyo: 0812-10313659
Untuk pertanyaan dari PMI terkait info ini dapat menghubungi ke nomor helpdesk Jobsinfo: (021) 29244847

BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer