SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Sumber Informasi Terpercaya untuk PMI di Taiwan.

Aplikasi Mobile SAVE PMI Taiwan

Jangan Ketinggalan Info Ketenagakerjaan, Silahkan Instal Aplikasi Save Mobile Taiwan di Google Playstore

KDEI Taipei Gencar Sosialisasi Perpanjangan PK di Taiwan dan BPJS

Kini di Taiwan sudah bisa mendaftar online PK dan BPJS TK

(Update) Cara Perpanjang PK dan Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan

Pengumuman terbaru terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

FB SAVE PMI Taiwan

Ayo Bergabung dalam Grup SAVE PMI TAIWAN - Media Berbagi Seputar Ketenagakerjaan di Taiwan

Akun Line SAVE PMI TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@savepmitaiwan

29 March 2018

[INFOGRAFIS] Tahukah Anda Jumlah ABK Nelayan Indonesia di Taiwan

ABK Nelayan Indonesia tergolong besar, sekitar 70 % dari total ABK dari negara lainnya yang bekerja dan tersebar pada seluruh wilayah di penjuru Taiwan.

Simak Infografis berikut ini :


Perbaikan kesejahteraan ABK Nelayan menjadi perhatian utama Indonesia. Pada tahun 2015 ada kebijakan khusus terkait dengan tambahan pendapatan bagi ABK, baca disini 

Bila di lapangan tidak sesuai dengan kesepakatan, maka dapat dikonsultasikan ke KDEI Taipei.
Baca ketentuannya disini 

Semoga bermanfaat !

[PENGUMUMAN] Hari Libur 30 Maret dan 4-6 April 2018

JENIS KECELAKAAN KERJA YANG BISA DIKLAIM MELALUI ASTEK(LAO PAO 勞保)

Source : tumblr.com

Dikutip dari Hani Tw 1070330
Pasien(pekerja) yang mengalami kecelakaan kerja saat bekerja apabila Anda selain mengikuti Askes, pada juga mengikuti Asuransi Tenaga Kerja (astek,LAOPAO), bila Anda berobat karena kecelakaan kerja ke klinik atau rumah sakit yang bekerja sama dengan Badan Asuransi Kesehatan(ada logo NHI), Anda
tidak hanya terbebas dari biaya tanggungan sebagian, sebagian dari biaya makanan rawat inap selama 30 hari juga akan ditanggung oleh Asuransi Tenaga Kerja.
Definisi kecelakaan kerja yang bisa di cover askes,astek:
  1. Kecelakaan yang dialami oleh karena melakukan pekerjaan saat jam kerja.
  2. Penyebab kecelakaan sesuai dengan kecelakaan yang disebabkan oleh pekerjaan, tempat kerja, ataupun penderitaan dari pekerjaan dalam tabel jenis kecelakaan kerja yang diumumkan oleh Asuransi Tenaga Kerja.
  3. Kecelakaan yang terjadi pada saat berangkat atau pulang dari tempat kerja, telah dipastikan bahwa jam masuk dan selesai kerja normal, melewati jalur perjalanan yang biasa dilalui, serta tidak terjadi pelanggaran peraturan lalu lintas.
Keterangan:
  1. Saat terjadi kecelakaan kerja, harus memenuhi ketentuan “standar pemeriksaan penerima asuransi oleh karena pekerjaan dan mengalami kecelakaan”.
  2. Tempat yang harus dilewati: dari tempat tinggal sehari-hari, perjalanan dari tempat tinggal menuju tempat kerja yang harus ditempuh.
Semoga info diatas bisa membantu beberapa pertanyaan yang sering muncul tentang klaim astek.

★★BERHATI-HATILAH SAAT BEKERJA,KONSENTRASI SANGAT DIBUTUHKAN TERUTAMA YANG BAGIAN MENJALANKAN MESIN.

28 March 2018

[SURVEY PMI] PEMAHAMAN SEPUTAR HIV/AIDS, AYO DITUNGGU PARTISIPASINYA !


Dalam rangka meningkatkan pentingnya kesadaran PMI Taiwan terhadap pencegahan HIV/AIDS terutama dalam hal edukasi (pengetahuan),

Berikut ini ada Survey untuk melihat seberapa jauh Informasi Seputar HIV/AIDS yang Anda ketahui.

Instruksinya sederhana, yakni : Dimohon bantuannya untuk mengisi pertanyaan (kuesioner) yang ada di link yang sudah tersedia.

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSf3r2xX5-aGfO1QHxbxlaASq-_NIDbsyQnF3QtvGVrPsVxyXg/viewform?c=0&w=1


Bila mengalami kendala dalam pengisian kuesioner bisa langsung ditanyakan via Telp/WA ke Saudara Ari, Mahasiswa Taipei Medical University, HP. 0966440571

Atas partisipasinya diucapkan banyak terima kasih. Semoga PMI Taiwan mempunyai pemahaman untuk pencegahan salah satu penyakit yang berbahaya yakni HIV/AIDS. "Mencegah lebih baik daripada mengobati".

Persyaratan yang harus dipenuhi dalam Penempatan ABK Nelayan ke Taiwan

Guna meningkatkan perlindungan PMI Khususnya sektor ABK Nelayan, Indonesia telah mengatur penempatan ABK Nelayan di Taiwan pada tahun 2015 silam. 

Berikut beberapa hal yang dipersyaratkan kepada agensi, PPTKIS dan majikan untuk menempatkan ABK Nelayan yakni sebagai berikut :

1. Gaji pokok yang diperoleh TKI ABK Nelayan untuk jam kerja normal 192 jam/ bulan yang diterima sebesar NTD.20.008. Dengan perincian jam kerja normal: 8 jam/ hari x 6 hari/ minggu = 192 jam/ bulan. 

  • Bagi TKI ABK Nelayan yang berpengalaman kerja di Taiwan ada tambahan 25% gaji sebesar NTD.5.000 untuk setiap bulan.
  • Bagi TKI Nelayan yang tidak berpengalaman kerja di Taiwan ada tambahan 15% gaji kurang lebih NTD.3.000 untuk setiap bulan. Setelah kerja di atas 12 bulan gaji tambahan disesuaikan menjadi NTD.5.000.

2. Bonus/ lembur wajib dibayarkan majikan kepada TKI ABK Nelayan yang bekerja lebih dari 192 jam dalam satu bulan, dengan ketentuan pembayaran bonus/ lembur ditambah 25% dari ketentuan sesuai aturan perundang-undangan perburuhan yang berlaku di Taiwan.

3. Majikan harus memberikan Asuransi/Tenaga Kerja kepada TKI Nelayan dengan nominal sebesar NTD.450.000,

4. Bagi majikan kapal harus menyediakan sarana akomodasi/ mess yang dilengkapi fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) untuk TKI ABK Nelayan dan sarana akomodasi tersebut harus mendapat persetujuan dari KDEI Taipei.


 TAMBAHAN PENDAPATAN (NTD 5000 atau NTD 3000) tersebut di point 1 telah disepakati oleh majikan (pemilik kapal) dan agensi, sebagai salah satu syarat dalam pengajuan humao untuk perekrutan ABK Nelayan.

Contoh :
Sebagai tambahan informasi bahwa Penempatan TKI Nelayan di Wilayah teritorial Taiwan pernah ditutup pada 16 Maret 2015 karena banyaknya permasalahan pada saat itu yang kemudian dibuka kembali pada tanggal 29 September 2015, yg salah satu ketentuannya adalah perbaikan kesejahteraan bagi ABK Nelayan yg salah satunya adalah disepakatinya agar ada tambahan gaji tersebut.


Sebagai informasi bahwa sebelumnya sudah dibuat kesepakatan agar ada tambahan penghasilan karena resiko bekerja di laut lebih tinggi daripada bekerja di darat, oleh karena itu harus ada pembedaan dengan sektor yang didarat, disepakati adanya gaji tambahan minimal 3.000 (bagi TKI baru) serta 5.000 (bagi TKI yang telah berpengalaman), serta ada tambahan bonus hasil tangkapan yang berbeda-beda untuk masing-masing ABK. Kalau beruntung kapalnya dapat banyak hasil tangkap maka bonusnya banyak, sedangkan bagi yang kurang beruntung tidak menjadi masalah karena paling tidak gaji tambahannya sudah dapat.  

CATATAN:


  1. Berlaku untuk penempatan ABK Nelayan yang telah diverifikasi oleh KDEI di Taipei, dimulai awal tahun 2016.
  2. Bila tambahan penghasilan tersebut belum dibayarkan silahkan dipertanyakan kepada agensi masing-masing.

SIMAK JUGA INFOGRAFIS TAMBAHAN PENDAPATAN


27 March 2018

Layanan Terpadu Satu Atap untuk kemudahan pelayanan PMI hadir di Brebes

Sumber : Dokumentasi

Brebes, BNP2TKI, Rabu (27/3/2018)__Perbaikan pelayanan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ditandai dengan lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 18 tahun 2017. Di dalamnya ada poin penting mengenai pembagian peran yang jelas antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah. Amanat UU ini sejalan dengan mandat KPK tentang perbaikan pelayanan PMI. Oleh sebab itu, program pemerintah terkait Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) dibuka dan diresmikan di wilayah Kabupaten Brebes, di kantor LTSA Brebes, Selasa (27/3/2018).

Pemukulan gong dan pemotongan pita oleh  Bupati Brebes, Idza Priyanti  sebagai tanda diresmikannya LTSA Kabupaten Brebes. Peresmian ini turut disaksikan Direktur KVPD BNP2TKI, Kepala BP3TKI Jawa Tengah, Tim Perwakilan Kementrian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes di Kantor LTSA Brebes.

Haposan Saragih selaku Direktur KVPD BNP2TKI mengatakan bahwa LTSA diharapkan dapat meminimalisir kasus human Trafficking Kabupaten Brebes dan sekitarnya, dengan LTSA ini tidak ada lagi PMI yang berangkat ke luar Negeri secara non prosedural.

“Semoga dengan adanya LTSA ini turut membantu meminimalisir kasus pengiriman PMI secara illegal dan human trafficking”, ujar Haposan.

Sesuai data BP3TKI Semarang, Brebes merupakan daerah terbesar ketiga dalam hal jumlah PMI tingkat seluruh propinsi Jawa Tengah, sekaligus peringkat 12 (dua belas) terbesar di Indonesia. Sehingga, memang sangat penting untuk segera diadakannya LTSA.  Hal ini pun langsung ditanggapi Bupati Brebes, sehingga yang sebelumnya Brebes tidak memiliki kantor LTSA dapat dipercepat proses pembangunannya dan akhirnya bisa segera diresmikan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenagakerja (Kadisperinaker) Brebes, Zainudin dalam sambutannya menyebutkan LTSA di Kabupaten Brebes akan memberikan dampak Positif bagi CPMI daerah kabupaten Brebes dan sekitarnya.

“Diharapkan Pelayanan kepada CPMI semakin tersetruktur, mudah, murah dan aman, dengan demikian semakin mempercepat para Calon PMI dalam mengurus persyaratan dan Administrasi”, imbuh Zainudin.

Sejalan dengan semangat para stakeholder, Kepala BP3TKI Jawa Tengah, Suparjo,  terus mendorong pelayanan penempatan dan perlindungan PMI  melalui kordinasi dan sinergi yang baik antara petugas operasinal  di lapangan khususnya petugas dari BP3TKI Jawa Tengah. Sinergi ini diharapkan terus terpelihara sebagai wujud negara hadir bagi para Pekerja Migran Indonesia.

26 March 2018

Bimbingan Teknis Online System Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia


Solo, BNP2TKI, (22/3/2018) --- Pusat Litbang dan Informasi merupakan unit kerja dengan peran supporting terhadap kedeputian teknis dalam penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah dengan menyediakan dan mengembangkan Online System untuk pelayanan penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Hingga saat ini ada beberapa sistem dari kementerian/lembaga dan stakeholder terkait yang terhubung dengan online system (red: SISKOTKLN) yang ada di BNP2TKI, diantaranya adalah sistem dari Adminduk, Ditjen Imigrasi, BPJS Ketenagakerjaan, Perbankan, Kementerian Kesehatan, dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Cepatnya arus perkembangan kebijakan tata kelola Pekerja Migran Indonesia juga membawa perubahan yang besar dalam online system di BNP2TKI.

Untuk itu, dalam rangka meningkatkan kualitas dan pemahaman yang mendalam terhadap perkembangan online system ini, Pusat Litbang dan Informasi memberikan bimbingan teknis Online System kepada para kepala seksi dan koordinator Satker daerah BNP2TKI. Bimbingan teknis dilaksanakan pada tanggal 21-23 Maret 2018 yang bertempat di kota Solo, Jawa Tengah dan dihadiri oleh 25 orang perwakilan dari Satker daerah. Acara ini turut diisi oleh Direktur Penyiapan Pembekalan dan Pemberangkatan, Ir. Arini Rahyuwati, M.M. dan Tenaga Profesional bidang Sistem Informasi, Muhammad Hidayat, S.Kom.

Beberapa titik penekanan yang diberikan dalam bimbingan teknis ini ada pada pemanfaatan teknologi Business Intelligence untuk melakukan analisis pola data penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Para kepala seksi dan koordinator satker daerah juga mendapatkan sharing knowledge tentang fasilitas-fasilitas SISKOTKLN yang digunakan untuk memberikan pelayanan di BP3TKI/LP3TKI/P4TKI dan Disnaker Kabupaten/Kota.

Di akhir acara, sebagai bentuk apresiasi kepada peserta bimbingan teknis, panitia memberikan kenang-kenangan untuk peserta terbaik.

Sumber : Website BNP2TKI

Penutupan Indonesian Week 2018


Taipei – 25 Maret 2018, Pameran Indonesian Week 2018 yang diselenggarakan di Taiwan World Trade Center resmi ditutup. Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Robert James Bintaryo mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pameran Indonesian Week 2018.
Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kemendag, Sulistyawati mengungkapkan bahwa para pelaku usaha Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 30,7 juta. Jasa tenaga kerja mendominasi potensi transaksi tersebut.
Pada penutupan kali ini, diadakan peragaan busana batik oleh desainer Indonesia serta lomba peragaan busana batik. Selain itu, diadakan pula lomba menghias tumpeng bagi para pengunjung pameran.
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.

Awas Janji Manis Calo !


Waspada ya Sahabat Migran dengan tawaran bekerja di luar negeri dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Bila ragu bisa langsung ke Call Center BNP2TKI atau media sosial terverifikasi kami (ada centang biru) di facebook, twitter dan instagram.

Kami tidak pernah menawarkan pekerjaan melalui LINE.

Sumber : https://www.facebook.com/bnp2tki/

25 March 2018

Seminar dan Bisnis Forum di Indonesian Week 2018


Taipei - 23 Maret 2018, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Kementerian Perdagangan menggelar Forum Bisnis Indonesia-Taiwan di Taiwan World Trade Center, Taipei,  Forum Bisnis ini merupakan rangkaian kegiatan misi dagang Kementerian Perdagangan ke Taiwan yang dipimpin Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda.
Forum bisnis Indonesia-Taiwan bertujuan untuk memfasilitasi para pebisnis dari Indonesia dengan mitra mereka dari Taiwan untuk mendiskusikan kerja sama perdagangan yang potensial di masa depan. Sekitar 200 pelaku usaha dari Indonesia dan Taiwan hadir dalam forum bisnis ini.
Kepala KDEI, Robert James BIntaryo berharap, melalui forum bisnis ini para pelaku usaha Taiwan dapat melihat peluang yang ada di Indonesia.
Pada forum ini diadakan seminar mengenai ekonomi, pariwisata, dan tenaga kerja Indonesia. Indonesia terus memperbarui dan membuka ekonominya. Hasilnya, terdapat beberapa peningkatan dalam hal kemudahan berbisnis, dan nilai investasi yang mendukung kemudahan berusaha di Tanah Air.
Hadir sebagai pembicara pada seminar ini perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Negotiator, Executive Yuan, YC Tsai, Dirjen PEN, Arlinda, Direktur BKPM, Husen Maulana, Ketua Pokja Bidang Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, M. Bachrum Artadi, Staf Ahli Menaker bidang Kebijakan Publik, Reyna Usman, Kasubdit Izin Tinggal, Hendro Tri Prasetyo, Cathay Financial Holding,  Sean Chang, Palm Oil, Paulus Tjakrawan, Jababeka, Alan Ye, CFLD, Edwin Goh. Turut hadir pula Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana dan Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Sulistyawati.
Usai seminar, diadakan business matching yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan pelaku usaha Taiwan. Dirjen PEN dan Kepala KDEI berkesempatan menyaksikan penjajakan transaksi dagang antara para pelaku usaha.
Sumber : KDEI Taipei

Gencarkan Misi Dagang, Kemendag Boyong 79 Pelaku Usaha Indonesia ke Taiwan, termasuk sektor ketenagakerjaan


Taipei, 22 Maret 2018 – Usai sukses melakukan misi dagang ke Selandia Baru, Kementerian Perdagangan melanjutkan misi dagang ke Taiwan yang dipimpin Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda dengan memboyong 79 pelaku usaha Indonesia. Misi dagang ini berlangsung pada 22--25 Maret 2018 dalam rangkaian pameran Indonesian Week 2018.
 Para pelaku usaha yang berpartisipasi berasal dari berbagai sektor yang menjanjikan yaitu fesyen dan aksesori, alas kaki, makanan dan minuman, kertas, industri properti, tekstil, kopi, teh, produk kelapa sawit, biodiesel, agen perjalanan, dan pekerja terampil.
 "Kemendag terus menggencarkan misi dagang di berbagai kawasan untuk menggenjot ekspor dan mencapai target pertumbuhan ekspor sebesar 11%," ungkap Arlinda.
 Kemendag bersinergi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menyelenggarakan Indonesian Week 2018 di Taiwan World Trade Center, sebuah pusat perdagangan terbesar di Taiwan.
 Indonesian Week 2018, lanjut Arlinda, terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan, yaitu pameran produk, forum bisnis, business matching, forum konsultasipentas budaya, serta kompetisi kuliner, dan kompetisi peragaan busana batik. 
 "Kegiatan ini bertujuan memberikan berbagai informasi dan memfasilitasi para pelaku usaha dari kedua pihak untuk bertemu dan mendapatkan mitra bisnis. Kegiatan ini juga merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan perdagangan, kerja sama, dan menciptakan iklim usaha yang saling menguntungkan bagi kedua pihak,”jelas Arlinda. 
 Kepala KDEI Robert James Bintaryo berharap, melalui acara ini masyarakat Taiwan dapat mengetahui lebih banyak tentang Indonesia, tertarik untuk mengunjungi Indonesia, dan dapat melakukan bisnis dengan pelaku usaha Indonesia.
 Pada forum bisnis, para pelaku usaha akan diberikan informasi mengenai hal-hal yang menyangkut kebijakan, peluang bisnis dan investasi, serta peluang kerja sama bagi kedua pihak. "Pada kesempatan ini, Kemendag akan mempromosikan berbagai komoditas ekspor premium, seperti kopi, minyak sawit mentah, serta jasa," imbuh Arlinda.
 Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 dan eksportir kopi terbesar ke-7 di dunia. Di antara kopi berkualitas tinggi dari Indonesia, yang umumnya dikenal di dunia sebagai "Kopi Premium" adalah kopi Jawa, Mandailing, Gayo, dan Toraja. Ekspor kopi Indonesia ke dunia pada tahun 2017 tumbuh sebesar 17,71% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara, ekspor kopi Indonesia ke Taiwan pada 2017 sebesar USD 18,49 juta. Potensi ini diyakini dapat terus ditingkatkan.
 Komoditas ekspor lain yang berkontribusi secara signifikan terhadap pendapatan devisa adalah minyak kelapa sawit. Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia dengan ekspor senilai USD 20,7 miliar pada tahun 2017 dan pangsa sebesar 47,93% dari total pasar kelapa sawit dunia.
 Arlinda menggarisbawahi bahwa sektor minyak kelapa sawit memainkan peranan penting dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia, sumber pendapatan bagi 5,3 juta lapangan kerja langsung, dan meningkatkan penghidupan 21 juta keluarga petani kecil.
 Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Taiwan pada 2017 mencapai USD 2,09 juta atau meningkat sebesar 27,39% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar USD 1,64 juta. Sementara itu, impor minyak kelapa sawit Taiwan pada 2017 dari pasar dunia mencapai USD 176,17 juta dengan kontribusi pangsa pasar minyak kelapa sawit di Taiwan hanya 4,66%. 
 Indonesia berkomitmen memperbaiki cara produksi agar lebih berkelanjutan secara ekonomi, lingkungan, dan sosial. Menurut skema Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesia merupakan produsen terbesar Certified Sustainable Palm Oil“Indonesia siap memenuhi permintaan minyak sawit lestari 100% yang berkualitas tinggi. Saat ini Indonesia memasok 6,58 juta ton atau lebih dari setengah CSPO di pasar global,” tegas Arlinda.
 Sementara pada kegiatan business matching, 79 pengusaha Indonesia akan dipertemukan dengan 144 pelaku usaha Taiwan. “Diharapkan para pelaku bisnis dari kedua pihak dapat menggunakan kesempatan ini untuk menjalin hubungan dan berdiskusi lebih detail mengenai produk dan jasa yang diminati,” ujar Arlinda.
Sedangkan di sektor jasa, Pemerintah telah menetapkan beberapa target pasar untuk ekspor pekerja terampil. Taiwan merupakan salah satu negara tujuan untuk mengirimkan pekerja migran formal/profesional Indonesia.
 “Untuk mewujudkan target ini, kami membawa serta para perwakilan dari Badan Penempatan dan Perlindungan Buruh Migran Indonesia (BNP2TKI), Asosiasi Penempatan Migran Indonesia (ASPATAKI), dan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI). Mereka siap bekerja sama dengan rekan-rekan dari Taiwan untuk menempatkan pekerja terampil yang bekerja di sektor seperti perhotelan, kesehatan, manufaktur, konstruksi, minyak dan gas,” kata Arlinda.
 Di sektor pariwisata, upaya promosi wisata Indonesia di Taiwan dilaksanakan melalui program misi penjualan, partisipasi pada pameran wisata internasional, peran aktif mahasiwa Indonesia melalui berbagai pertunjukan budaya, serta didukung dengan adanya layanan bebas visa ke Indonesia. Pada periode Januari--November 2017, tercatat sebanyak 168.183 orang turis Taiwan ke Indonesia, terjadi kenaikan sebesar 2,95% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Begitu juga dengan jumlah turis Indonesia yang berkunjung ke Taiwan pada periode Januari--November 2017 mengalami kenaikan sebesar 2,31%, yaitu sebanyak 171.796 orang. Data tersebut menempatkan Indonesia di posisi urutan ke-6 di antara negara-negara tujuan wisatawan Taiwan di wilayah ASEAN.
 Total perdagangan antara Indonesia dengan Taiwan meningkat sebesar 14,21% dari tahun 2016 ke tahun 2017. Indonesia mengalami surplus terhadap Taiwan di tahun 2017 sebesar USD 960 juta dari total perdagangan USD 7,5 miliar. Produk ekspor nonmigas terbesar Indonesia ke Taiwan antara lain batu bara, timah, tripleks, tembaga, karet, produk kertas, serta sotong dan cumi-cumi.    
Sumber: Website KDEI Taipei

Rangkuman Video dapat disaksikan di : FB_IW

Opening Ceremony Indonesian Week 2018


Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei bersama Kementerian Perdagangan menyelenggarakan Indonesian Week 2018 di Taiwan World Trade Center, Taipei, Kamis (22/3). Acara Indonesian Week 2018 dibuka oleh Direktur Jenderal Perdagangan Ekspor Nasional, Arlinda.
Indonesian Week 2018 diresmikan dengan memperdengarkan suara gemuruh angklung bersama sama oleh Kepala KDEI, Dirjen PEN Kementerian Perdagangan, Sekjen Kemenperin, Chaiman of Taiwan External Trade Development Council, Representative of TETO, Deputy Director General BOFT-MOEA, Wakil Ketua Taitra, Direktur P2C Kemendag, dan Wakil Kepala KDEI.
Dirjen PEN, Arlinda menjelaskan, Indonesian Week 2018 merupakan kerja sama Kemendag dengan Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan dan terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan, yaitu pameran produk, forum bisnis, business matching, forum konsultasi, pentas budaya, serta kompetisi kuliner dan kompetisi peragaan busana batik. 
Kepala KDEI, Robert James Bintaryo berharap, melalui acara ini masyarakat Taiwan dapat mengetahui lebih banyak tentang Indonesia, tertarik untuk mengunjungi Indonesia, dan dapat melakukan bisnis dengan pelaku Indonesia.
Selanjutnya usai pembukaan Kepala KDEI, Dirjen PEN beserta beberapa tamu undangan  berkesempatan berkeliling mengunjungi area pameran produk-produk Indonesia.
Usai kunjungan Kepala KDEI Taipei bersama Dirjen PEN dan Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Sulistyawati mengadakan konferensi pers mengenai acara ini. Dirjen PEN menjelaskan bahwa Indonesian Week 2018 diselenggarakan untuk memberikan informasi dan memfasilitasi pelaku bisnis dari kedua pihak untuk bertemu dengan mitra bisnis mereka dan membangun kerja sama ekonomi yang menguntungkan.

Dapatkah majikan atau agen memaksa PMI untuk menabung ?

Source : SRG Finance


Pertanyaan :
Dapatkah majikan atau agen memaksa PMI untuk menabung ?

Jawaban :
1.       Tidak. Pasal 43 dari Regulations Governing Employment Permits and Administration of Foreign Nationals (Peraturan yang Mengatur Izin Kerja dan Administrasi Orang Asing) menyatakan bahwa majikan harus membayar upah kepada pekerja asing Kelas B sebagaimana tercantum dalam kontrak kerja. Dengan pengecualian barang dan jumlah yang harus ditanggung oleh pekerja asing, majikan harus membayar upah secara penuh dan tunai.

2.       Mengacu pada salah satu pasal dalam kontrak, (contoh PK PLRT) pasal 3 disebutkan bahwa majikan wajib memberikan gaji setiap bulan yang diberikan langsung kepada PMI pada tanggal yang telah ditentukan setiap bulannya. Gaji harus diberikan seluruhnya langsung kepada PMI setiap bulannya dan rinciannya (dalam Bahasa Mandarin dan Indonesia), tidak boleh diberikan atau dititipkan kepada pihak ketiga.

Contoh Kemungkinan Pertanyaan yang relevant terkait dengan tulisan ini :
  • -          Bolehkah gaji saya terima langsung tanpa dibantu transfer oleh majikan/agensi ke Indonesia?
  • -          Bisa ngga gaji saya terima langsung?
  • -          Bisa ngga gaji saya pegang sendiri?


Rujukan Artikel :

24 March 2018

Peran CO-KKBM dan Pembekalan Sebelum Pemberangkatan yang Harus Diperhatikan PMI

Kepala Subdirektorat Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) dan Fasilitasi Pembiayaan, Sri Andayani, saat membahas terkait pembekalan sebelum pemberangkatan para PMI, di hotel Onih, Bogor, Kamis (22/3/2018).
Bogor, BNP2TKI, Kamis (22/3/2018)___Hari kedua dari rangkaian acara selama 3 (tiga) hari pelaksanaan pembekalan Community Organizer (CO) penggerak Komunitas Keluarga Buruh Migran yang dilakukan Direktorat Pemberdayaan, BNP2TKI, berjalan lancar. Pembahasan terkait bagaimana mencegah pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara non prosedural dan pemberdayaan terhadap PMI Purna, di Hotel Onih, Bogor,  Kamis (22/3/2018).

Narasumber yang memberikan materi yaitu Sri Andayani (Kepala Subdirektorat Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) dan Fasilitasi Pembiayaan) membahas terkait pembekalan sebelum pemberangkatan para PMI.

"Perlu adanya kesiapan yang memadai dari para PMI, baik dari segi kemampuan bekerja sesuai bidang yang diminati  maupun kemampuan dalam berbahasa", jelas Andayani. Lanjutnya, pembekalan ini bertujuan agar para PMI tidak mengalami masalah di negara tujuan penempatan.

Dalam kesempatan yang sama, Edy Sudjarwo (Kepala Subdirektorat Monev Sosialisasi, Direktorat Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan) menjelaskan tentang skema penempatan dan kelembagaan dalam perspektif Undang-Undang terkait Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 18 Tahun 2017. Djimin Naryono (Kasubdit Pelayanan Pengaduan, Direktorat pelayanan Pengaduan) mempresentasikan tentang sistem informasi terintegrasi dan pelayanan pengaduan Calon PMI dan PMI. Sukoyo (Kasubdit Mediasi dan Advokasi, Direktorat Mediasi dan Advokasi) membahas tentang mediasi dan advokasi.

Kemudian,  Kolonel Brigadir Polisi Satu, Irna Novianti (Deputi Perlindungan) membahas pencegahan dan penanganan PMI ilegal dan TPPO.  Irna menjelaskan bahwa banyaknya pemberangkatan PMI secara ilegal karena tingkat sejahtera rendah, pendidikan rendah sehingga sulit mendapatkan pekerjaan yang layak, dan mudah tertipu Calo.

"Jalur trafficking adalah proses yang dilakukan secara ilegal, melalui perantara yang tidak jelas dan daftar melalui agen tidak resmi", ujar Irna.

Ia melanjutkan, bahwa upaya pencegahan yang dilakukan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) adalah melakukan laporan melalui Ditpamwas, mengecek PPTKIS yang melakukan pemberangkatan dan jika terbukti maka dikenai pidana, tunda pelayanan, melakukan pendataan dan usul cabut SIUP. Irna berpesan, supaya jadilah PMI yang benar, harus melalui prosedur yang jelas agar tidak jadi korban Human Trafficking.

Selanjutnya, Yull Evira Yulinda (Kepala Subdirektorat Kerjasama Antar Lembaga, Direktorat Pemberdayaan) menyajikan materi tentang akses terhadap lembaga keuangan dan non lembaga keuangan yaitu tentang bagaimana melakukan pemberdayaan PMI dan keluarga selama pra-penempatan, masa penempatan, dan purna penempatan. Hal ini termasuk pemberdayaan sosial  rehabilitasi re-integrasi dan pemberdayaan ekonomi kewirausahaan edukasi keuangan.

Yulinda menjelaskan bahwa, program pemberdayaan PMI adalah mengenai ketahanan pangan seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Kemudian pemberdayaan bidang pariwisata yaitu kuliner,  traveling, guide dan spa therapyish.
"Pemberdayaan ekonomi kreatif merujuk pada usaha kerajinan tangan dan usaha kreatif dari limbah. Pemberdayaan bidang jasa yaitu bengkel, sopir dan salon", jelas Yulinda.

Yang terakhir, Firman Yulianto (Kepala Subdirektorat Kepulangan TKI, Direktorat Pemberdayaan) membahas pelayanan kepulangan TKI, Jenasah, dan rehabilitasi.

Sumber : BNP2TKI

19 March 2018

KDEI Taipei Hadiri Tabligh Akbar di Taichung Park


Taichung, 18 Maret, Kepala KDEI Taipei, Robert James Bintaryo, menghadiri dan memberikan sambutan pada acara tabligh akbar di Taichung Park. 

Tabligh akbar kali ini memperingati  Hari lahir ke-3 Laskar Cirebon. Dalam acara tabligh akbar ini turut hadir Ustadz Sholeh Machmoed yang lebih dikenal sebagai Ustad Solmed untuk memberikan tausiyahnya. 

Dalam sambutannya Kepala KDEI Taipei menyampaikan agar para Pekerja Migran Indonesia untuk selalu menjaga diri dari hal-hal buruk seperti Perkelahian/Tawuran, penggunaan Narkoba serta dapat menjaga kebersihan dimanapun kita berada, mengingat beberapa waktu sebelumnya telah mendapat peringatan dari Pemerintah kota Taipei terkait pelanggaran yang terjadi akibat tidak menjaga kebersihan di tempat acara. 

Kepala KDEI juga menyampaikan agar kita dapat menjaga kepercayaan yang telah diberikan Pemerintah setempat untuk menghindari adanya pemberian sanksi.

Sumber : KDEI Taipei

KDEI Taipei hadir dalam Seminar Kebangsaan Bersama Mahfud MD



Taipei, KDEI (17/03/18). Seminar yang bertajuk “Membangun Jiwa Kepemimpinan dan Nasionalisme Generasi Milenial” sukses digelar di Taipei Medical University. Acara ini menghadirkan narasumber ternama yakni Prof. Dr. Moh. Mahfud MD.,SH.,MH serta Robert J Bintaryo (Kepala KDEI Taipei), Ust. Arif Yudi (Ketua Tanfidziyah  PCINU Taiwan), L Tri Wijaya N Kusuma (Ketua PPI Taiwan).

Kepala KDEI Taipei dalam sambutannya menyampaikan bahwa hendaknya generasi milenial diharapkan dapat menjadi pemimpin yang mempunyai  semangat nasionalisme dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Generasi milenial dituntut agar lebih open mind, open heart serta out of the box.

Prof. Dr. Moh. Mahfud MD.,SH.,MH yang biasa dikenal dengan Mahfud MD dalam seminarnya mengajak masyarakat Indonesia yang ada di Taiwan agar tetap memiliki semangat kebangsaan, menjaga NKRI dari segala keberagamannya.

Beliau juga mengajak hadirin untuk mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa khususnya dalam perebutan kemerdekaan. Indonesia adalah negara yang merebut sendiri kemerdekannya dari penjajah, bukan diberikan. Intinya bahwa NKRI dibangun dari berbagai elemen dan penuh perjuangan, dengan Pancasila adalah sebagai ideologi bangsa.

Dalam seminar kebangsaan ini, tak kurang dari 250 hadirin yang terdiri dari mahasiswa, Pekerja Migran Indonesia, dan perwakilan WNI lainnya turut menghadiri seminar yang ditunggu-tunggu ini sejak pagi hari.

Hadirin sangat antusias dalam mengikuti seminar, terbukti dalam sesi diskusi  banyak yang  mengajukan pertanyaan seputar dunia politik dalam negeri, kebangsaan, isu rasisme, hukum, serta pertanyaan lainnya. Beliau menjelaskan dengan penuh semangat. 


BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer

Chat LINE (24 Jam)

加入好友