SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Sumber Informasi Terpercaya untuk PMI di Taiwan.

Aplikasi Mobile SAVE PMI Taiwan

Jangan Ketinggalan Info Ketenagakerjaan, Silahkan Instal Aplikasi Save Mobile Taiwan di Google Playstore

KDEI Taipei Gencar Sosialisasi Perpanjangan PK di Taiwan dan BPJS

Kini di Taiwan sudah bisa mendaftar online PK dan BPJS TK

(Update) Cara Perpanjang PK dan Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan

Pengumuman terbaru terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

FB SAVE PMI Taiwan

Ayo Bergabung dalam Grup SAVE PMI TAIWAN - Media Berbagi Seputar Ketenagakerjaan di Taiwan

Akun Line SAVE PMI TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@savepmitaiwan

29 June 2018

[BROSUR] APLIKASI MOBILE SAVE PMI TAIWAN




Download versi PDF di sini


Info lanjut bisa juga dibaca di sini


Semoga bermanfaat 





[BROSUR] KETENTUAN PINDAH MAJIKAN

Berikut ini Brosur Ketentuan Pindah Majikan !

Pindah majikan, ada ketentuannya guna melindungi kepentingan masing-masing pihak baik Majikan maupun Pekerja Migran Indonesia, simak :



Artikel Lainnya dapat juga dibaca di : sini

Download Versi PDF di sini

Semoga bermanfaat !

27 June 2018

Joint Task Force Meeting IETO dan TETO


Solo, BNP2TKI (26/6/18) – Menyoroti permasalahan pelindungan pekerja Migran Indonesia di Taiwan, Indonesian Economic and Trade Office (IETO) dan Taipei Economic and Trade Office (TETO) selenggarakan 1st Joint Task Force Meeting yang membahas rancangan MoU on The Recruitment, Placement and Protection of Indonesian Migrant Workers, di Solo (26/6/18) yang kemudian akan ditandatangani kedua belah pihak dalam waktu dekat.
 
Melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perdagangan dan BNP2TKI, sementara dari Taiwan, melibatkan Huang Chiu-Kuei, Director General Workforce Develpoment Agency, Ministry of Labor, Hsiao Hui Wen, Deputy Director, Chen Chan Pang, Deputy Director, Yu Hsiao Chiu, Section Chief, Ao Chi Fang, Specialist, dan Josephine Hsiuyao Lee, Consular Division TETO. JTF Meeting ini membahasan rancangan MoU antara IETO dan TETO, dimulai dengan penyamaan persepsi untuk Direct Hiring dan Re-Entry Hiring, serta membahas pasal per pasal dalam rancangan MoU tersebut.
 
Dari hasil pertemuan, kedua belah pihak, baik IETO dan TETO telah menyelesaikan draft final MoU dan setuju untuk melakukan pertukaran informasi tentang pasar tenaga kerja dan menghormati hukum serta regulasi dari kedua belah pihak, dan dengan harapan hasil dari Joint Task Force Meeting tersebut bemanfaat bagi kedua belah pihak. *** (Humas/DH). 

Cara Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan melalui BNI Mobile Banking

Bagi Sobat PMI yang sudah mempunyai App BNI Mobile Banking, tidak perlu lagi repot untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan !

Simak Slide-Slide Gambar Berikut ini yang diperoleh dari materi sosialisasi dari Perwakilan Bank BNI di Taiwan !







Contoh Transaksi :




Info lebih lanjut dapat menghubungi Fanpage Bank BNI di Taiwan, klik disini

Semoga bermanfaat !

Baca juga artikel lainnya :
http://www.savepmi-taiwan.org/2018/05/kumpulan-tutorial-pembayaran-asuransi.html

25 June 2018

Bila Sudah Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan, apa langkah selanjutnya ?

Sumber : FB

Menjawab pertanyaan PMI sebagai berikut :

"Saya mau tanya ,,saya sudah selesai pembayaran BPJS Ketenagakerjaan, yang saya tanyakn apakah nanti kita cuti harus ambil kartu BPJS nya dan apakah kita buat EKTKLN

Jawab :

Tahapan selanjutnya setelah Bayar BPJS Ketenagakerjaan adalah :
  1. Datang ke KDEI Taipei pada hari kerja pukul 14.00 - 16.00 dengan membawa seluruh berkas yang dientry di sistem. Berkas apa saja kah itu, cek disini
  2. Lakukan Pembayaran Legalisasi Dokumen di Bank Changhwa (minta SLIP ke petugas),dengan jumlah sebesar NT$ 850 (sebaiknya dibayarkan oleh Majikan/Pengguna). Petunjuk ke Bank Lihat disini
    Contoh Pengisian
  3. Serahkan dokumen untuk diverifikasi oleh Petugas. Tergantung dari banyaknya dokumen masuk, dibutuhkan waktu 1- 7 hari kerja untuk pengambilan dokumen. Bila Urgent, harus pulang dalam waktu dekat, sampaikan ke petugas KDEI Taipei, lampirkan tiket kepulangan dalam waktu dekat tersebut.
  4. Setelah dokumen telah verifikasi artinya Anda telah terdaftar sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan serta telah terdaftar dan mempunya E-KTKLN. Bisa dicek secara online di website BNP2TKI untuk pengecekan E-KTKLN. Atau bisa juga dicek melalup APP SAVE PMI Taiwan, disini 
  5. Setelah datanya ada, Anda pulang cuti ke Indonesia, Pastikan sudah urus Re-Entry Permit.
  6. Bila memerlukan kartu fisik, Kartu BPJS Ketenagakerjaan dapat diambil pada kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat, bisa juga melalui kantor BP3TKI cek lokasinya di : disini

Semoga bermanfaat !

Baca juga : Tutorial Cara Bayar Asuransi BPJS Ketenagakerjaan

22 June 2018

Minimalisir Permasalahan, KDEI Taipei Gelar Diskusi Bersama ABK Nelayan di Yilan



Yilan (22/06/18) – KDEI Taipei terus melakukan sosialisasi peraturan dan ketentuan ketenagakerjaan pada PMI di Taiwan. Salah satunya dengan menyasar ABK Nelayan yang berada di berbagai pelabuhan, diantaranya adalah Pelabuhan Su Ao Yilan.
KDEI Taipei memenuhi undangan dari Yilan Migrant Fishermen’s Union (YMFU), dibawah pimpinan Wardino yang berprofesi sebagai ABK Nelayan di Yilan.  Pihaknya menyampaikan terima kasih atas kedatangan tim KDEI Taipei, dan berharap tetap intens dalam melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada para ABK di Yilan.
Diskusi dan silatuhrahmi bersama ABK Nelayan Yilan berlangsung kurang lebih empat jam. Para ABK sudah berkumpul di lokasi sekitar pukul 11.00, tidak jauh dari pelabuhan Su Ao tempat berlabuhnya kapal-kapal nelayan Taiwan. Umumnya mereka sedang tidak berlayar, atau berangkat kerja pada sore dan malam harinya.
Mereka tampak antusias mendengarkan materi ketenagakerjaan dari KDEI Taipei. Pada kesempatan tersebut disampaikan ketentuan dan peraturan ketenagakerjaan seputar ABK Nelayan, yang disampaikan oleh Bapak Farid Ma’ruf dan Kadir.
Diawal penyampaian ditegaskan bahwa dalam bekerja hendaknya PMI diharapkan dapat mencegah timbulnya permasalahan dengan cara memperbaiki kualitas diri, menunjukkan kemampuan dan skill kerja yang mumpuni. Bila ada permasalahan, diharapkan PMI tidak cepat putus asa, diharapkan dapat meminta bantuan pada saluran pengaduan yang tepat, antara lain pada Satgas PMI, layanan pengaduan 1955, pihak konseling, organisasi yang Pro PMI. Bagi yang beragama Islam disampaikan pesan-pesan keagamaan. Selain berusaha juga disampaikan agar berdoa meminta kepada Allah SWT agar selalu diberikan keselamatan, kemudahan dalam segara urusannya selama dalam bekerja sebagai nelayan.
Seusai penyampaian materi langsung ke sesi diskusi. Beberapa pertanyaan yang mengemuka antara lain adalah pendapatan tambahan yang tidak dibayarkan serta tidak adanya insentif atau bonus hasil tangkap. Menanggapi keluhan umum para ABK Nelayan, KDEI Taipei menjelaskan bahwa memang dalam mempekerjakan ABK Nelayan dari Indonesia, majikan harus memberikan tambahan menghasilan minimal NT$ 3.000 bagi ABK baru serta NT$ 5.000 bagi ABK yang telah berpengalaman. Terkait dengan maraknya majikan yang belum memberikan tambahan penghasilan, KDEI Taipei akan mengklarifikasi pengaduan ini ke pihak agensi.
Sebagai informasi bahwa penghasilan tambahan tersebut telah disepakati oleh majikan (pemilik kapal) dan agensi, sebagai salah satu syarat dalam perjanjian penempatan (humao) untuk perekrutan ABK Nelayan. Jadi dengan demikian tidak ada alasan lagi bagi majikan untuk mengelak atau tidak mengetahui persyaratan tersebut.
Kilas balik sejarah penempatan ABK Nelayan bahwa dulu pernah ditutup pada 16 Maret 2015 karena banyaknya permasalahan pada saat itu yang kemudian dibuka kembali pada tanggal 29 September 2015. Namun tidak mudah untuk membuka kembali dan akhirnya disepakati terdapat beberapa persyaratan antara lain harus ada perbaikan kesejahteraan bagi ABK Nelayan. Salah satu kesepakatan bersama adalah agar ada tambahan penghasilan tersebut.
Pertimbangan pemberian kompensasi dengan penghasilan tambahan tersebut adalah karena ABK Nelayan resiko bekerja di laut lebih tinggi daripada bekerja di darat serta selain itu waktu kerjanya juga sulit dikontrol. Oleh karena itu harus ada pembedaan dengan sektor yang didarat, serta ada tambahan bonus hasil tangkapan yang berbeda-beda untuk masing-masing ABK. Kalau beruntung kapalnya dapat banyak hasil tangkap maka bonusnya banyak, sedangkan bagi yang kurang beruntung tidak menjadi masalah karena paling tidak gaji tambahannya sudah dapat.  
Ketentuan ini berlaku untuk penempatan ABK Nelayan yang telah diverifikasi oleh KDEI di Taipei, dimulai awal tahun 2016. Diharapkan kepada ABK Nelayan agar dapat memahami hak tersebut serta bila ada kendala belum dibayarkan dipersilahkan untuk mempertanyakan ke agensi masing-masing maupun melaporkan ke KDEI Taipei.
Munculnya permasalahan ABK Nelayan antara lain disebabkan oleh berbagai faktor antara lain dari pihak majikan/agensi maupun dari ABK Nelayan sendiri. Beberapa permasalahan lainnya ABK Nelayan di Yilan antara lain, diturunkan dari kapal secara sepihak, gaji tidak dibayar, serta kecelakaan kerja. Pertanyaan lagi juga adalah seputar asuransi tenaga kerja (astek), perpanjangan kontrak, serta asuransi BPJS Ketenagakerjaan serta kendala selama bekerja. Semua pertanyaan tersebut dijelaskan dengan tuntas, bahkan pada saat itu salah satu ABK Nelayan menyampaikan aduan, langsung diklarifikasi ke pihak agensi dan sudah ada titik terang solusi.
Guna meminimalisir berbagai permasalahan yang ada para PMI diharapkan dapat memahami peraturan dasar-dasar ketenagakerjaan. Olehnya itu, turut disosialisasikan juga aplikasi mobile SAVE PMI Taiwan (Sarana Advokasi dan Edukasi PMI Taiwan), sebagai aplikasi sederhana bagi para PMI yang memuat informasi yang diperlukan oleh para PMI di Taiwan termasuk ABK. Di dalamnya juga memuat tentang ketentuan gaji tambahan ABK Nelayan, pengaduan bila ada permasalahan, informasi terbaru seputar ketenagakerjaan, keimigrasian, konsuler serta informasi lainnya.
Di akhir diskusi, KDEI menegaskan perlunya sinergitas antara organisasi, baik organisasi profesi seperti FKPIT maupun NGO seperti YFMU, dalam hal perlindungan dan pemberdayaan para ABK Nelayan khususnya di pelabuhan Yilan, maupun di pelabuhan lain di Taiwan.
Sekjen YMFU, Allison Lee juga menyampaikan hal yang sama dengan KDEI Taipei, bahwa ABK Nelayan harus mengerti akan hak dan peraturan yang berlaku di Taiwan.
ABK Nelayan tampak antusias mendengarkan penjelasan dari KDEI Taipei, yang berakhir sampai dengan pukul 16.00. Umumnya ABK Nelayan berharap ke depan agar ke depan tetap perlu upaya pemerintah dalam hal ini KDEI Taipei dalam perbaikan kesejahteraannya.
Menurut data MoL Taiwan (Update Mei 2018) saat ini sekitar 8.689 PMI bekerja sebagai ABK Nelayan di seluruh Taiwan. Tentunya angka yang sangat besar, dan sangat berkontribusi dalam menggerakan sektor perikanan di Taiwan.
Pada kesempatan itu, KDEI Taipei sempat mengunjungi sekretariat FKPIT yang didampingi oleh Warnadi dan Solihin. Pihaknya menyampaikan bahwa kehadiran FKIPT di Yilan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ABK Nelayan di Yilan. Melalui organisasi tersebut sebagai pemersatu dalam menjalin kebersamaan, kekompokan serta kerukunan diantara sesama ABK Nelayan di Yilan.
Dokumentasi :




Mobile Service Bersama Lintas Stakeholder Digelar di Pintung


Pintung, (21/06/18) — KDEI Taipei berpartisipasi dalam pelayanan publik di Donggang, Pintung yang pada tanggal 21 Juni 2018. Kegiatan yang diselenggarakan oleh  Imigrasi Taiwan tersebut dilakukan bersama dengan Stakeholder Terkait di Taiwan antara lain dari Ministry of Foreign Affairs; Pingtung Branch, Administrative Enforcement Agency, Ministry of Justice; Workforce Development Agency, Ministry of Labor; Kantor Catatan Sipil; Dong Gang Branch Pingtung Police Bureau-Donggang; Linfeng- Wood Art Handicraft; Department of Social Affairs-Donggang District; Social Welfare Care for New Immigrant - NGO; Legal Aid Foundation - Pingtung District; Directorate General of Highways, Motc - Pingtung Branch; Pingtung Election Commission, Manila Economic Culture Office, National Health Insurance, serta Kantor Pengurusan SIM.
Turut hadir komunitas WNI/PMI Pintung dan sekitarnya dengan menampilkan ragam seni budaya Indonesia.
Acara yang diselenggarakan di salah satu gedung pemerintahan Pingtung dekat pelabuhan Donggang ini dihadiri ratusan pengunjung dari warga lokal maupun WNI/PMI. Sekitar pukul 13.00 pengunjung sudah mulai berdatangan.
Diawali dengan kunjungan ke Pelabuhan Donggang, Tim KDEI Taipei yang terdiri dari Bidang Imigrasi, Ketenagakerjaan dan Kekonsuleran bersama tim gabungan stakeholder Taiwan diantaranya Kepala Kantor Wilayah Imigrasi area Selatan, Direktur Cabang Kaohsiung dari Manila Economic Cultural Office serta Perwakilan MOFA daerah selatan menyambangi ABK Nelayan yang berasal dari Indonesia dan Filipina. Turut disampaikan secara umum pelayanan KDEI Taipei seputar ketenagakerjaan, dan keimigrasian. Sempat juga dialog tentang pekerjaan serta pengalaman ABK selama bekerja.
KDEI Taipei menghimbau agar ABK Indonesia bekerja dengan baik serta mengetahui nomor kontak KDEI Taipei bila sewaktu-waktu mereka butuhkan.
Dalam sesi pembukaan pelayanan, KDEI Taipei berkesempatan memberikan sambutan. Dalam sambutannya disampaikan salam dari Bapak Kepala KDEI Taipei dan juga diharapkan melalui kegiatan bersama ini dapat terjalin keakraban dan kerja sama yang baik antar stakeholder dalam memfasilitasi pendatang di Taiwan khususnya Warga Negara Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut juga KDEI Taipei melakukan pelayanan publik (mobile service) baik untuk urusan keimigrasian bagi WNA yang akan ke Indonesia maupun WNI di Taiwan seputar layanan perpanjangan paspor, pelepasan kewarganegaraan, kekonsuleran serta ketenagakerjaan.
Tampak beberapa WNI/PMI yang antusias dalam memanfaatkan momen mobile service di Pintung tersebut yakni pengurusan paspor, ketenagakerjaan serta pelepasan kewarganegaraan.
Seusai acara Tim KDEI Taipei lanjut mengunjungi posko FOSPIT (Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia di Taiwan) yang berada tidak jauh dari tempat acara. Tim langsung diterima oleh Ketua Fospit, Bapak Mudzakir. Dalam kesempatan tersebut ketua FOSPIT menyampaikan permasalahan dan kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi tersebut. Kehadiran posko selama ini sangat bermanfaat bagi ABK Nelayan baik dalam penyebaran informasi maupun penyelesaian masalah PMI.
 Agenda kunjungan ke Pintung tersebut berlangsung sampai dengan pukul 17.00 waktu setempat.
 Turut hadir dalam acara tersebut Kadir, Asisten Bidang Tenaga Kerja beserta staf KDEI Taipei.


20 June 2018

Agensi Tidak Diperbolehkan Untuk Mengenakan Biaya Penempatan Dalam Perpanjangan Kontrak

Source : google image

Sebagaimana dilansir dari Taiwan News (12/06/18) bahwa setelah protes oleh para pekerja migran (caregiver) di Taipei pada hari Minggu, Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) mengeluarkan pernyataan dua hari berturut-turut untuk melindungi hak pekerja migran /caregiver.


Kementerian Tenaga Kerja Taiwan mengingatkan kepada agensi pekerja migran asing / caregiver untuk tidak menaikkan biaya penempatan atau setara terhadap pekerja migran / caregiver ketika mereka menemukan pemberi kerja baru atau dalam memperbarui kontrak dengan majikan yang sama setelah berakhirnya kontrak sebelumnya .

Setelah protes oleh pekerja migran (caregiver) di Taipei pada hari Minggu, Kementerian Tenaga Kerja Taiwan mengeluarkan siaran pers yang mendesak pengusaha untuk memberikan setidaknya satu hari libur seminggu bagi caregiver. Kementerian juga mengeluarkan pernyataan lain pada hari berikutnya mengatakan biaya penempatan tidak boleh dibebankan dua kali jika pekerja migran / caregiver ganti majikan atau memperbarui kontrak yang sudah habis dengan perusahaan yang sama.

Bagi pelanggar akan menghadapi denda maksimal akan menjadi 20 kali lipat dari jumlah yang dibebankan kepada pekerja migran / caregiver yang ditagih berlebihan tersebut. Penangguhan sementara (tunda layan) bisnis tenaga kerja selama tiga bulan atau lebih tinggi juga dapat dimasukkan dalam hukuman terhadap pelanggaran ini.

Kementerian juga mendesak agar bagi mereka yang ditagih berlebihan atau dikenakan biaya penempatan dua kali, untuk menelepon hotline pengaduan 1955, yang tersedia dalam beberapa bahasa seperti bahasa Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Inggris.

Pada 2016, Legislatif Yuan mengesahkan Amandemen Undang-Undang Ketenagakerjaan, yang menghapus persyaratan bahwa pekerja asing harus meninggalkan negara itu untuk satu hari setelah tiga tahun bekerja, dan harus kemudian masuk kembali ke negara itu untuk melanjutkan pekerjaan di Taiwan.

Amandemen tersebut juga melarang staf agensi memungut biaya penempatan bagi pekerja yang akan lanjut. Namun, Kementerian menemukan bahwa beberapa staf agensi dalam banyak kasus telah menerapkan biaya penempatan baru, yang sering disebut dengan nama lain. Praktik ini ilegal berdasarkan peraturan baru, karena menambah beban keuangan bagi pekerja migran.
Pengguna / majikan baru dapat menunjuk agensi tenaga kerja untuk mencari pekerja asing yang sesuai, tetapi biaya yang dibebankan kepada pekerja asing, seperti biaya pendaftaran dan biaya referral (promosi) semuanya harus ditanggung oleh majikan, menurut pernyataan itu.

Kementerian Tenaga Kerja Taiwan menekankan bahwa staf agensi dapat mengenakan biaya kepada pekerja asing / caregiver hanya jika ada layanan yang sebenarnya, dan hanya setelah kontrak kerja yang baru telah selesai dan ditandatangani.

Rujukan : TaiwanNews

Catatan :

KDEI Taipei telah mengeluarkan himbauan terkait dengan biaya perpanjangan kontrak dapat dibaca di sini

NIA Kinmen Menyelenggarakan Perayaan Idul Fitri dan Hari Bacang Bersama

Sumber : NIA
Pada tanggal 16 Juni 2018 lalu, Badan Imigrasi (NIA) Kinmen menggelar acara perayaan Idul Fitri dan Festival Perahu Naga secara bersamaan, mengundang para pekerja migran dan penduduk baru untuk berpartisipasi. Acara ini tidak hanya memperkenalkan salah satu festival meriah ala Asia Tenggara dan makanan eksotis, namun juga mengajak para hadirin untuk mencoba membungkus bacang dan membuat kantong wangi bentuk bacang. Tujuannya agar para pekerja migran merasakan perayaan Idul Fitri yang lebih meriah, sekaligus berintegrasi dengan budaya Festival Perahu Naga di Taiwan, mengobati kerinduan tanah air.
Masyarakat Muslim merayakan Idul Fitri setelah 30 hari berpuasa. Kastinih, pekerja migran asal Indonesia, berbagi cerita tentang tujuan kaum Muslim berpuasa, ia juga harus menahan amarah, menahan lapar dari pagi hingga matahari terbenam, dan mencapai perbaikan spiritual dengan mengontrol keinginannya untuk makan. Idul Fitri adalah hari besar sebagai perayaan kesuksesan menyelesaikan puasa. Hari raya ini mirip seperti Tahun Baru Imlek.
Tahun ini Hari Raya Idul Fitri jatuh bersamaan dengan salah satu dari 3 festival besar di Taiwan. NIA Kinmen mempersiapkan kegiatan khusus membuat bacang, banyak di antara penduduk baru yang baru pertama kali mencobanya. Semua berlomba-lomba untuk membuatnya, meskipun bentuknya kurang cantik, namun mereka telah berusaha dengan baik dan membuat perayaan Idul Fitri meriah.
Kepala NIA Kinmen, Chen Xiang-lin (陳祥麟) mengatakan bahwa saat ini ada lebih dari 900 pekerja migran di Kinmen dan sekitar 2.500 penduduk baru. Mereka telah banyak berkontribusi di berbagai area, seperti infrastruktur nasional, pengembangang ekonomi, dan perlindungan keluarga. NIA Kinmen menyelenggarakan acara ini sebagai salah satu bentuk rasa terima kasih atas kerja keras mereka, dan berharap agar para migran dan para penduduk baru dapat bekerja dengan tenang ataupun tinggal di lingkungan yang ramah.

19 June 2018

Cara Mudah Menonton World Cup 2018 di Taiwan

Source : www.thefalse9.com


Bagaimana cara menonton pertandingan sepak bola FIFA World Cup 2018 di Taiwan ?

Berikut panduan yang disadur dari laman Taiwannews diberitakan bahwa terlepas dari fakta bahwa Piala Dunia FIFA 2018 yang diadakan di Rusia ditonton oleh 3,4 miliar orang di seluruh planet bumi, umumnya beberapa TV tidak dapat menyiarkan sebagian besar pertandingan di jaringan reguler atau televisi kabel, tetapi jangan khawatir, berikut ada panduan untuk nonton sepakbola World Cup 2018 bagi yang berdomisi di Taiwan.

Ada beberapa cara untuk menonton World Cup 2018 yakni :
1.    Online : Semua 64 pertandingan Piala Dunia dapat ditonton secara gratis di situs website ELTA. Sebagai informasi bahwa pemegang hak siar World Cup 2018 untuk lokasi Taiwan adalah ELTA.
Untuk menyaksikan pertandingan secara gratis, buka situs web ELTA dan klik pada tab "Tonton Piala Dunia Gratis" (免費 ) di bagian atas halaman.
2.    Jalur Nonton Via TV : Setelah tahap sistem gugur dimulai 30 Juni,  Chinese Television System (CTS) akan menampilkan 16 pertandingan yang tersisa di stasiun TV dan juga termasuk situs webnya.
3.    Cara lain : Berlangganan (berbayar) Streaming (Movie on Demand dan Hami). Cara ini direkomendasikan bagi yang ingin berbayar serta kualitas siaran yang mendukung resolusi 4K (pertama di Taiwan), tentunya membutuhkan koneksi internet di atas 100 MB, serta harus mengupgrade perangkat TV menjadi TV yang support 4K juga.
4.    Nonton Bareng di beberapa tempat terdekat.

Khusus saya sendiri cara memilih cara nomor 1 dan 2.


Perayaan Idul Fitri di Taoyuan



Taipei 16 Juni 2018 - Kepala KDEI Taipei, Robert James Bintaryo memberikan sambutan dalam pembukaan acara LEBARAN, yang juga dihadiri oleh Walikota Touyuan di Stasiun lama Taoyuan. Dalam sambutannya Kepala KDEI menyampaikan apresiasinya kepada Walikota dan Pemkot Taoyuan atas perhatiannya kepada WNi khususnya PMI yang berada di Taoyuan.

KDEI Taipei Hadir dalam Perayaan Idul Fitri Bersama PMI di Taichung


Taichung, KDEI (17/06/18) --  Kemeriahan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H berlangsung di beberapa kota di Taiwan. Salah satunya diTaichung, sebagai salah kota terbesar ketiga yang banyak dihuni oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI). KDEI Taipei hadir di tiga tempat di Taichung pada hari yang bersamaan, Minggu, 17 Juni 2018. Diawali dengan perayaan Idul Fitri 1439 H yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Taichung, dilanjutkan dengan dua acara yang digagas oleh PMI yakni KOMIT (Komunitas On Air Muslim Indonesia di Taiwan), serta acara komunitas SAVE BMI.

Wakil Kepala KDEI Taipei, Bapak Siswadi mengawali sambutannya di acara Pemerintah Kota Taichung dengan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H kepada seluruh masyarakat muslim baik warga Taiwan maupun WNI/PMI yang hadir. 

Pihaknya juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kota Taichung dalam penyelenggaraan berbagai even yang diselenggarakan atau dihadiri oleh PMI baik acara panggung seni, perform budaya, maupun acara keagamaan misalnya tabligh akbar atau penyelenggaraan sholat Idul Fitri sebagaimana tahun ini.

“Kami merasakan bahwa Taiwan khususnya pemerintah Taichung saat ini begitu memperhatikan kegiatan keagamaan seperti Idul Fitri yang baru kemarin kita laksanakan, dan menganggap bahwa kegiatan ini adalah kegiatan penting bagi umat Islam, dan kami juga merasakan bahwa Taiwan khususnya pemerintah Taichung sangat menghormati multikuralisme atau perbedaan keragamaan budaya dan nilai-nilai kehidupan di dunia, termasuk ragam budaya dan nilai-nilai serta agama yang dianut oleh Warga Negara Indonesia yang ada di Taiwan, untuk itu kami ucapkan terima kasih”, ujarnya dalam sambutannya di hadapan PMI yang hadir dalam even itu.

Beliau juga menitip pesan kepada Pemerintah Taichung agar dapat mensosialisasikan hak pemenuhan ibadah bagi PMI kepada majikan/user sehingga ke depan diharapkan tidak ada lagi dispute antara PMI dengan majikan di Taiwan karena permasalahan kesalahpahaman dalam hak untuk menjalankan ibadah. Hal ini perlu menjadi perhatian mengingat Taichung sebagai kota terbesar ketiga dengan jumlah PMI terbesar di Taiwan.

Walikota Taichung, Chia-Lung Lin menyampaikan bahwa 30 % Pekerja Migran Asing di Taichung adalah Pekerja Migran Indonesia.

“Dengan adanya acara yang diadakan di aula balaikota Taichung menunjukkan bahwa balaikota taichung milik semua, milik kita semua”, ujarnya dalam sambutannya.

Menariknya lagi, Walikota Taichung juga turut mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri dalam bahasa Indonesia yang disambut antusias oleh para PMI yang hadir. Komunitas muslim warga Taiwan juga berperan aktif dalam perayaan ini, dan mengkampanyekan Islam di Taicung, dengan tagline "Ask Me About Islam".

Di akhir sambutannya beliau juga mengajak PMI untuk dapat hadir dalam Festival Bunga yang akan dilaksanakan di Taichung nanti.

Acara yang tak kalah serunya adalah perayaan yang digagas oleh PMI yang tergabung dalam organisasi PMI, KOMIT (Komunitas On Air Muslim Indonesia di Taiwan), dengan menghadirkan bintang tamu, Fildan Rahayu (Alumni Dangdut Academy Indosiar), serta acara acara komunitas PMI yakni SAVE BMI.

Dalam kedua acara PMI tersebut KDEI Taipei menyampaikan informasi seputar pelayanan KDEI Taipei di bidang perlindungan WNI, ketenagakerjaan, keimigrasian, kekonsuleran serta himbauan agar menyukseskan Pemilihan Umum 2019.

Dihimbau kepada seluruh PMI hendaknya selalu selalu bekerja dengan baik, serta mematuhi peraturan setempat, waspada terhadap modus penipuan, jangan terpengaruh ajakan untuk kaburan, menjauhi pergaulan bebas/narkoba, hindari miras, apalagi berkendara dalam keadaan mabuk (berat sanksinya, kurungan dan deportasi). Bila ada masalah hendaknya dapat disampaikan ke saluran pengaduan Taiwan (1955), konseling Disnaker setempat maupun KDEI Taipei.  Bila ada masalah hendaknya jangan dipendam tapi dapat dilaporkan atau dikonsultasikan melalui saluran pengaduan yang tepat.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini nantinya dapat membawa manfaat bagi kita semua serta meningkatkan silatuhrami dengan pihak pemerintah Taichung maupun persaudaraan serta persatuan dan kesatuan diantara kita sesama anak bangsa di Bumi Formosa ini”, ujar Wakil Kepala KDEI Taipei dalam mengakhiri sambutannya diharapan ribuan PMI yang hadir.

Turut hadir dalam rangkaian acara perayaan dimaksud, Bapak Farid Ma’ruf selaku Analis Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei.

Sumber : KDEI Taipei

Konser Fildan Rahayu Bersama Pekerja Migran Indonesia di Taiwan



Taichung - Taiwan, (17/06/18) – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H berlangsung di beberapa kota di Taiwan. Salah satunya di Taichung, sebagai salah kota terbesar ketiga yang banyak dihuni oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dalam rangka menjalin silaturahim, persaudaraan, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tanah rantau “Bumi Formosa”, PMI yang tergabung dalam (Komunitas On Air Muslim Indonesia di Taiwan) serta MLF (Miana La Fildan) Taiwan, menggagas acara perayaan Idul Fitri, dengan menghadirkan bintang tamu, Fildan Rahayu, penyanyi dangdut popular, finalis D'Academy Indosiar Musim Ke-4 serta D'Academy Asia (Musim 3) asal Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Fildan tiba di Taiwan, hari Jum’at malam tanggal 15 Juni 2018, dijemput oleh penyelenggara, serta para PMI yang selalu mendukung Fildan tergabung dalam Komunitas “Miana La Fildan Taiwan”, yang diketuai oleh salah satu PMI, Sri Utari.

“Kehadiran Fildan untuk pertama kalinya di Taiwan untuk perform di Taichung, Taiwan bagian tengah guna perayaan Idul Fitri bersama dengan Pekerja Migran Indonesia”, ujar Kadir, Staf Bidang Tenaga Kerja.

Hari Minggu pagi (19 Juni 2018) sekitar pukul 09.00, dengan cuaca yang belum begitu stabil, sesekali gerimis bahkan hujan, para PMI serta fans dari berbagai penjuru Taiwan mulai berdatangan memadati tempat pelaksanaan acara yang terletak di pusat kota yakni Taman Taichung.

Acara ini juga dihadiri oleh Perwakilan Indonesia di Taiwan dalam hal ini Wakil Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei), Bapak Siswadi. Beliau turut menyampaikan selamat hari raya Idul Fitri 1439 H serta himbauan seputar pelayanan dan informasi pelindungan terhadap WNI serta PMI di Taiwan.

Perayaan Idul Fitri ala PMI di Taiwan ini dirangkai dengan istighozah, sholawat, serta tabligh akbar guna memberikan pencerahan serta siraman rohani kepada para PMI yang hadir.

Acara hiburan perayaan Idul Fitri berlangsung meriah dengan penampilan Fildan. Perform music yang dilantunkan oleh Fildan berhasil membakar semangat penonton dengan lagu-lagu andalan seperti Tum Hi Ho, Sajadah Cinta, Sonia, Muskurane, Gerua  serta lagu lainnya yang diikuti serempak oleh penonton. Fildan tampil maksimal dalam unjuk skill main gitar serta membawakan beberapa lagu dengan suara merdu dan khasnya di depan ribuan PMI Taiwan. Sesekali Fildan menyapa dan memberikan semangat kepada para pahlawan devisa tersebut.

Acara berlangsung dengan tertib menjelang sore hari pukul 17.00 waktu Taiwan.
Menurut Data BNP2TKI (Mei 2018), Taiwan saat ini menjadi wilayah tujuan penempatan PMI yang terbesar kedua setelah Malaysia, serta menurut Data Ministry of Labor Taiwan (update April 2018) saat ini PMI di Taiwan berjumlah sebanyak 260,594 orang atau kurang lebih 39 persen dari total Pekerja Migran Asing di Taiwan. Melalui acara perayaan Idul Fitri diharapkan PMI dapat terhibur, terjalin silaturahmi dan persaudaraan diantara sesama PMI serta memberikan semangat dan motivasi dalam bekerja.

Dokumentasi Lain :

Suasana Penjemputan Fildan di Bandara International Taoyuan, Taiwan (15/06/18)








Video selama perform :
https://www.facebook.com/julia.kendarry

Juga diberitakan di :

 

BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer

Chat LINE (24 Jam)

加入好友