SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Platform Penyebaran Informasi Ketenagakerjaan, Hukum, Peraturan serta Layanan Pengaduan PMI Taiwan

Aplikasi Mobile SAVE PMI Taiwan

Jangan Ketinggalan Info Ketenagakerjaan, Silahkan Instal Aplikasi Save Mobile Taiwan di Google Playstore

KDEI Taipei Gencar Sosialisasi Perpanjangan PK di Taiwan dan BPJS

Kini di Taiwan sudah bisa mendaftar online PK dan BPJS TK

(Update) Cara Perpanjang PK dan Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan

Pengumuman terbaru terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

FB SAVE PMI Taiwan

Ayo Bergabung dalam Grup SAVE PMI TAIWAN - Media Berbagi Seputar Ketenagakerjaan di Taiwan

Akun Line SAVE PMI TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@savepmitaiwan

Cari Info Cepat !

29 July 2018

BP3TKI JAKARTA GANDENG GO UKM DALAM PEMBERDAYAAN PMI PURNA


Foto Bersama Usai Pelatihan
Bogor, BP3TKI Jakarta(28/07)-Kegiatan Peningkatan Pemberdayaan PMI Purna dan Keluarganya yang dilaksanakan BP3TKI Jakarta di Bumi Katulampa Convention Resort memasuki hari kelima dan berfokus pada pelatihan di bidang kuliner. Menggandeng GO UKM, sebuah wadah wirausaha berkelanjutan, BP3TKI Jakarta siap mencetak wirausahawan kuliner baru.
 
Melihat minat PMI Purna ketika identifikasi peserta serta latar belakang peserta yanga sebagian besar adalah chef rasanya tidak salah jika BP3TKI Jakarta memberikan pelatihan di bidang makanan dengan melibatkan GO UKM. Terhitung sejak Kamis (27/07) hingga Jumat (28/07), 25 orang PMI Purna akan dilatih membuat frozen food yang terdiri dari risoles smoke beef, kroket kentang, risoles rolgut dan siomay ayam  mulai dari proses pengolahan bahan mentah hingga ke teknik pengemasan. Tak sampai disitu, GO UKM juga memberikan pelatihan black forest kukus, rainbow cake kukus, sosis solo dan kue lumpur.
 
Kepala BP3TKI Jakarta, Mucharom Ashadi mengapresiasi bentuk kerjasama ini. Menurutnya, kerjasama dengan GO UKM ini tidak hanya sampai di pelatihan ini namun ada tindaklanjut setelahnya.  
“Saya mengapresuasi bentuk kerjasama dengan GO UKM, karena pelatihan tidak hanya sampai disini saja, tindaklanjut sesudahnya bahkan sudah terencana misalnya keduapuluhlima PMI Purna ini nantinya tanggal 1-2 Agustus 2018 akan berkumpul kembali di Kantor GO UKM di Jalan Gunung Sahari 11 No.76 A, Sawah Besar, Jakarta Pusat untuk mendapatkan pelatihan “Digital Bussiness” sebagai salah satu usaha memperluas jaringan pemasaran produk usaha PMI Purna ke depan”jelasnya.
 
Managing Director GO UKM, Adang NM Iskandar  menjelaskan bahwa GO UKM siap memberikan pelatihan sampai tindak lanjut pelatihannya.
“GO UKM pasti akan turut memberikan pelatihan lanjutan, contohnya saja kami memberikan reward bagi dua peserta terbaik untuk bisa ikut pelatihan makanan selain apa yang dilatih dua hari ini, yaitu pelatihan  pembuatan bakso. Jadi kami memberi akses yang luas bagi PMI Purna ini. Nanti kami juga akan memberian pelatihan “Digital Bussiness”, jelasnya.
 
Niken Herwidyati, instruktur dari GO UKM mengungkapkan peserta kegiatan aktif dari awal sampai akhir dan pelatihan semacam ini sangat mendukung pembentukan usaha baru.
“Saya senang peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini, rata-rata peserta pintar mungkin karena latar belakang mereka di bidang makanan ya, mereka semua saling melengkapi dan tukar menukar ilmu sehingga dapat menjadi  bekal mereka berwirausaha” paparnya.
 
Rosmaini, peserta asal Jakarta Utara yang dulu bekerja di Malaysia dan pulang tahun 2014 ini sangat berterimakasih bisa berkesempatan mengikuti kegiatan ini, baginya ini adalah salah satu titik awal dalam membuka usaha dan perluasan jaringan.
“Saya pribadi dan teman-teman pastinya sangat berterimakasih, ini merupakan kesempatan kami dalam mengumpulkan bekal membuka usaha dan memperluas jaringan. Karena BP3TKI Jakarta, kami punya saudara baru yang bisa jadi tempat bertukar informasi soal usaha”, ujarnya. 

Sumber : BNP2TKI

24 July 2018

KDEI Taipei Kembali Selenggarakan Exit Program “Pelatihan Halal Beef Noodle Taiwan”

Dokumentasi Acara Penyerahan Sertifikat kepada PMI Peserta Pelatihan


Taipei, (24/07/18) – KDEI Taipei baru-baru ini sukses menggelar salah satu Kegiatan Exit Program 2018 dengan tema “Pelatihan Halal Beef Noodle Taiwan”. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka membekali PMI dengan keterampilan yang berguna dan untuk memanfaatkan serta mengisi hari libur dengan kegiatan yang positif, serta untuk menumbuhkan semangat dan mental wirausaha agar bisa tumbuh wirausaha-wirausaha baru yang akan berkontribusi dalam menggerakan perekonomian keluarga, masyarakat dan bangsa.  Kegiatan ini menyasar PMI yang berminat dan menjelang berakhir masa kerja di Taiwan.
Manfaat lain dengan mengikuti exit program ini antara lain adalah menambah jaringan dan relasi, bisa bergabung dengan komunitas di Indonesia serta fasilitasi Pemberdayaan Terintegrasi sesuai dengan minat dan potensi.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kainan Vocational High School selama 5 (lima) sesi pertemuan yang dilaksanakan mulai pada tanggal 29 April sampai dengan 13 Mei 2018.
Pelatihan Halal Beef Noodle Taiwan diikuti 18 peserta dengan materi seputar pengenalan mie khas Taiwan, metode cara pengolahan, bahan serta teknik penyajian maupun marketing produk. Juga dikenalkan tentang business plan yakni bagaimana strategi memulai usaha, riset sederhana, pemilihan usaha yang sesuai dengan minat dan peluang pasar serta bagaimana memasarkan produk/skill, serta teknik pemasaran.
Selama pelatihan didampingi oleh instruktur dan praktisi profesional yakni Mr. Ke Jun-nian, merupakan chef ahli di Taiwan khususnya dalam bidang reseo Niu Rou Mien (Mi Daging Sapi) sekaligus sebagai pelopor acara “Festival Niu Rou Mien Taiwan”, serta dibantu oleh instruktur dari Kainan Vocational High School Taipei.
Semua peserta pelatihan tersebut mendapatkan sertifikat pelatihan yang ditandatangani oleh Kepala KDEI Taipei, Pimpinan Global Workers Organization (GWO) Kepala Sekolah Kainan Vocational School.
Diharapkan setelah pulang ke Indonesia PMI dapat menghubungi KDEI Taipei, Kemnaker atau BNPTKI untuk keikutsertaan dalam program pemberdayaan di Indonesia. Nanti selanjutnya dapat difasilitasi mulai dari pendampingan untuk memulai usaha bahkan maupun akses ke permodalan dan pemasaran.

Juga diberitakan di :


18 July 2018

Gunakan LINE untuk Cek Keberhasilan Bayar BPJS Ketenagakerjaan dan Download PK


Sobat PMI Taiwan !

Bagi yang sudah bayar BPJS Ketenagakerjaan, maka selanjutnya adalah memastikan apakah pembayaran tadi sudah berhasil atau belum.

Nah bagaiman jika menggunakan LINE, untuk mengeceknya ?
Jawabannya adalah BISA,

Caranya adalah dengan menggunakan fitur QR Code di penambahan teman di LINE

Ikuti tutorial gambar berikut :

Sentuh ikon menambah teman


Pilih QR Code




Arahkan ke QR Code yang didapatkan waktu daftar online,
jika gambar sudah ada di HP anda tinggal pilih <Select from device>



Klik Lingkaran kuning di atas untuk dapat download kontrak kerja.

Pilihh Open




Contoh PK yang didownload dari LINE, tinggal share ke email trus diprint, kemudian tanda tangan.


Terima kasih semoga bermanfaat.





Pelatihan Kewirausahaan PMI di Taiwan


Taipei, (15/07/18) –   Bentuk tindaklanjut atas Nota Kesepahaman Bersama antara KDEI Taipei dan Bank BNI yang ditandatanganin pada bulan Oktober tahun 2017 lalu tentang Layanan Jasa Perbankan bagi PMI di Taiwan adalah dengan diadakannya Capacity Building, kegiatan Capacity Building dengan tema kewirausahaan  lingkupnya antara lain peningkatan dan pengembangan kemampuan dan keterampilan PMI di Taiwan melalui pelatihan usaha, pengembangan jaringan serta akses pembiayaan atau modal usaha bahkan pendampingan di bidang usaha, pengembangan kreativitas dan pembinaan lainnya kepada PMI di Taiwan. Sebagai pembicara pada kegiatan ini adalah Ambar Pertiwiningrum, M.Si, Ph.D dari UGM Yogyakarta, acara ini juga di hadiri oleh Ahmad Musthofa Perwakilan Bank BNI Pusat , Perwakilan mediaserta para PMI sebagai Peserta Pelatihan.
Pada kegiatan ini juga diperkenalkan program pemerintah yakni pemberdayaan terintegrasi dan desmigratif. Program pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian maupun pengetahuan tambahan bagi PMI dalam pengelolaan keuangan, sehingga mulai sekarang sudah mulai memikirkan uang yang telah dikumpulkan baiknya bagaimana untuk dikelola, agar tidak cepat habis karena konsumtif tetapi dapat dikembangkan sehingga ada nilai tambah dan menghasilkan.
Tak lupa dalam sambutannya Kepala KDEI Taipei menyampaikan agar rekan-rekan selama bekerja di Taiwan, hendaknya menghindari aktivitas jualan baik secara offline maupun online di Taiwan. Hal tersebut bertentangan dengan Perjanjian Kontrak atau Peraturan Ketenagakerjaan di Taiwan. Tentunya ada sanksi dan resiko bila ditemukan dan terbukti melakukan aktivitas pekerjaan di luar kontrak. Kami harapkan tetap bekerja sesuai dengan PK yang telah disepakati.
Sekali lagi disampaikan bahwa KDEI Taipei sangat mengapresiasi kegiatan ini sehingga dapat memberi nilai positif dan nilai tambah kepada seluruh PMI.  Dan semoga kerjasama dengan Bank BNI dalam menghadirkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi PMI dapat terus berkelanjutan.
Sumber : KDEI Taipei
Juga diberitakan di : https://www.cnbcindonesia.com

Jangan Berikan Kartu SIM CARD Anda ke orang lain !

Sobat PMI Taiwan !

Kartu perdana pra-bayar yang tidak ingin digunakan lagi, jangan diberikan kepada orang lain, hindari penyalahgunaan oleh komplotan penipu sebagai alat penipuan.

Bila disalahgunakan maka yang dikejar adalah Anda sebagai pemilik kartu tersebut, dan harus menjelaskan panjang lebar ke otoritas setempat !

Waspada sebelum terjadi !


Download : disini

Sumber : WDA

Semoga menjadi pengingat !

12 July 2018

Ingin Berwirausaha Kelak? Ayo Hadiri Pelatihan "Capacity Building" !



Seputar Kewirausahaan :
  • Pengetahuan cara memulai usaha
  • Panduan berwirausaha
  • Pemberdayaan terintegrasi / desmigratif

Segera daftarkan diri Anda, klik gambar berikut ini !

Terima kasih semoga bermanfaat !


10 July 2018

Perhitungan Lembur untuk PMI sektor domestik (PLRT dan Penjaga Orang Sakit


Source : google image

PMI sektor domestik (PLRT dan Penjaga Orang Sakit berhak mendapatkan libur 1 (satu) hari dalam 7 (tujuh) hari. Apabila pekerja bekerja di hari libur, maka majikan wajib membayarkan gaji lembur.

Simak potongan kontrak kerja pasal 4.3 berikut ini :


Contoh perhitungan :
Gaji NT$ 17,000, gaji lembur di hari libur (1 kali dalam seminggu) sebesar NT$ ÷ 30 hari = NT$ 566,7

Ilustrasi bila dalam sebulan ada 4 kali hari minggu :


Rumusnya berarti = 4 x 566,7 = NT$ 2,267

Ilustrasi bila dalam sebulan ada 5 kali hari minggu :


Rumusnya berarti = 5 x 566,7 = NT$ 2.834

Jika lembur anda tidak dipenuhi, dan sudah menjalankan kewajibannya, maka hak lembur Anda bisa ditanyakan ke majikan atau lewat agensi Anda, simak Slip Gajinya dengan cermat.

Demikian semoga bermanfaat !






Doa Berkaitan dengan Angin, Hujan dan Halilintar

Sobat PMI Taiwan !

Taiwan sering sekali dilanda Taipun yang membawa angin kencang, maupun hujan deras. Otoritas setempat sudah mengantisipasi dengan berbagai upaya baik himbauan melalui media lokal TV, maupun pemberitaan online.

Dimohon juga kepada PMI Taiwan hendaknya tetap wasdapa, siaga dan mengantisipasi.
Semoga tetap dalam lindungan Allah SWT. Amin

Khusus bagi yang Muslim dapat membaca doa berikut ini :




Sumber : Buku Doa dan Wirid | halaman 275

09 July 2018

Berapa bulan waktu untuk mengurus perpanjangan kontrak kerja ?


Batas kontrak kerja TKA pada 2 s/d 4 bulan sebelum berakhirnya masa kerja, berdasarkan kesepakatan TKA dengan majikan diputuskan apakah mau memperbarui kontrak kerja atau pindah ke majikan lain. Bila ada kesepakatan untuk memperbarui kontrak kerja dan majikan mempunyai izin perekrutan ayng dikeluarkan Kementerian Tenaga Kerja yang masih efektif, majikan dapat mengajukan permohonan dan setelah mendapat izin dari Kementerian Tenaga Kerja, TKA bisa menetap dan bekerja di Taiwan. 

Lihat Ilustrasi berikut ini :


Sumber Leaflet WDA,

Info Lengkap : Leaflet

08 July 2018

Tingkatkan Perlindungan WNI/PMI Di Taiwan, KDEI Taipei Resmikan Shelter Baru di Kaohsiung


Kaohsiung, KDEI (08/07/18) -- KDEI Taipei terus melakukan berbagai inovasi dan terobosan dalam peningkatan pelayanan publik khususnya dalam pelindungan WNI/PMI di Taiwan. Salah satunya adalah pembukaan shelter baru di wilayah Kaohsiung, kota terbesar kedua di Taiwan dengan jumlah PMI sebanyak 22.291 orang (Update Mei 2018, Data MOL Taiwan), dengan rincian sektor formal 6.463, sektor informal 15,828.
Pembukaan shelter baru di Kaohsiung dilaksanakan hari Minggu, tanggal 8 Juli 2018, diresmikan oleh Sekjen Kementerian Perdagangan RI, Bapak Karyanto Suprih, didampingi Kepala KDEI Taipei, Bapak Robert J Bintaryo beserta jajarannya. Turut hadir perwakilan stakeholder terkait antara lain dari Perwakilan Bureau of Labor Affairs Kaohsiung, National Immigration Agency Kaohsiung, Kepolisian Chianzhen District, tokoh masyarakat/warga setempat serta WNI/PMI di sekitar Kaohsiung.
Dalam sambutannya Kepala KDEI Taipei menyampaikan gambaran umum tentang peran existing Shelter KDEI Taipei dalam pelindungan WNI/PMI di Taiwan. Saat ini KDEI Taipei telah memiliki tiga shelter yang berada di Taoyuan, Chungli dan Taichung. 
Peranan Shelter KDEI Taipei sangat membantu dalam proses penanganan permasalahan WNI/PMI di Taiwan. Berbagai permasalahan khusus yang diselesaikan antara lain penanganan permasalahan human trafficking, kekerasan seksual, penganiayaan, pendampingan kasus hukum serta permasalahan lainnya.
“Dengan pembukaan shelter baru ini diharapkan menjadi rumah pelindungan baru yang dapat menjangkau wilayah selatan Taiwan dan sekitarnya. Selain sebagai pusat pelayanan pelindungan, Shelter juga dapat berperan sebagai center untuk kegiatan pemberdayaan WNI/PMI di Taiwan, tempat sosialisasi, pelatihan maupun kegiatan positif lainnya. Eksistensi shelter baru ini kami harapkan nantinya akan memudahkan koordinasi dan sinergitas KDEI Taipei dengan instansi/mitra kerja terkait bidang ketenagakerjaan di Kaohsiung misalnya dengan Pemkot Kaohsiung, BLA Kaohsiung, NIA, Kepolisian, serta pihak lainnya”, ujar Kepala KDEI Taipei dalam mengakhiri sambutannya.
Sekjen Kemendag RI mengapresiasi pemerintah Kaohsiung serta berbagai pihak yang telah mendukung dalam pendirian shelter baru ini, guna untuk melindungi kepentingan Indonesia maupun Taiwan.
Turut berpesan kepada WNI/PMI yang hadir agar tetap menjaga ketertiban, mematuhi peraturan dan tata tertib setempat, menyesuaikan diri dengan peraturan setempat serta jangan melanggar hukum.
“Silahkan berkonsultasi dan datang disini bila ada masalah, tempat ini khusus untuk memberikan perlindungan kepada WNI/PMI”, tegasnya sesaat sebelum meresmikan Shelter KDEI Kaohsiung.
Acara pemotongan tumpeng menandai diresmikannya Shelter KDEI di Kaohsiung, yang diakhiri dengan syukuran serta pembacaan doa bersama.
Shelter keempat KDEI Taipei tersebut memiliki daya tampung maksimal 18 orang, diketuai oleh Andy Immanuel, Staf Bidang Ketenagakerjaan. Lokasinya tergolong strategis di pusat kota Kaoshiung.
Sumber : KDEI Taipei

06 July 2018

Berapa Lama Pulang Cuti Setelah Perpanjang Kontrak

TKA yang berdasarkan UU Standar Ketenagakerjaan, sesuai ketentuan bahwa yang bekerja dengan majikan atau pengusaha yang sama dalam jangka waktu tertentu, wajib diberikan cuti khusus :

  1. Di atas 6 bulan dan di bawah 1 tahun = 3 hari
  2. Di atas 1 tahun dan di bawah 2 tahun = 7 hari
  3. Di atas 2 tahun dan di bawah 3 tahun = 10 hari
  4. Di atas 3 tahun dan di bawah 5 tahun = 14 hari
  5. Di atas 5 tahun dan di bawah 10 tahun = 15 hari
  6. Di atas 10 tahun, setiap bertambah 1 tahun di tambah 1 hari cuti, dengan penambahan maksimal 30 hari

Sumber : Halaman Leaflet Amandemen Employment Service Act dari WDA, MOL Taiwan

Pelatihan Tour Guide PMI Taiwan, Persiapan Karir Di Bidang Pariwisata Kelak


BNP2TKI, Taichung, (01/07/18) – Kegiatan Pemberdayaan PMI kerap dilakukan oleh PMI baik yang diselenggarakan oleh KDEI Taipei (Exit Program) maupun inisiasi para PMI maupun organisasi/komunitas PMI Taiwan. Kegiatan pemberdayaan dilakukan dalam bentuk pelatihan keterampilan maupun upgrading skills yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan yang kelak bermanfaat bagi PMI dalam mendukung pekerjaan di Taiwan maupun setelah kembali ke tanah air kelak.

Pelatihan Traveling Guide (Pemandu Wisata) bagi PMI yang diselenggarakan oleh Forum Diaspora Sumatera Utara Taiwan ini bekerja sama dengan Formosa Maker School, sebuah lembaga inkubator bisnis di Taiwan dan Ikatan Pekerja Indonesia Taiwan (IPIT). Tujuan utama penyelenggaraan pelatihan ini adalah untuk membantu PMI mempersiapkan kehidupan yang baru setelah mereka kembali ke Indonesia kelak dengan bekal skill baru.

Kelas pelatihan ini diselenggarakan sebanyak 10 kali pertemuan. Pada pertemuan kedua 01/07/18), KDEI Taipei diundang untuk memberikan materi seputar pengetahuan PMI untuk Pemberdayaan Terintegrasi. Hadir dalam kesempatan ini Farid Ma’ruf selaku Analis Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei menyampaikan materi dengan tema Program Pemberdayaan Bagi PMI dan Rencana Strategis Pariwisata Indonesia.
Dalam paparannya, Farid memperkenalkan Pemberdayaan PMI dan keluarganya yang dilakukan untuk mewujudkan PMI EMAS yakni : (E) = Ekonomi PMI dan keluarganya meningkat, (M) = Mandiri tanpa perlu bekerja ke luar negeri, (A) = Aman dalam bekerja dan aman dalam berusaha, (S) = Sejahtera bersama keluarga.

Lebih lanjut, Farid juga menyampaikan program pemberdayaan terintegrasi bagi PMI dan keluarganya yang sudah dilakukan saat ini di Indonesia antara lain pada bidang ketahanan pangan (pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan), ekonomi kreatif (kerajinan tangan, usaha kreatif dari limbah), jasa (bengkel, supir, salon) serta yang sesuai dengan tema pelatihan pada saat ini yakni bidang pariwisata (kuliner, travelling guidespa therapist dan lain-lain). Selain mengembangkan usaha sendiri PMI juga diharapkan nantinya bisa menjadi tenaga kerja produktif di dalam negeri pada bidang produksi maupun jasa. Peran dari pemerintah nantinya adalah pada pendampingan untuk fasilitasi pelatihan, pendampingan maupun fasilitasi pembiayaan melalui perbankan, lembaga kredit mikro).

Sesuai dengan konteks pelatihan terkait dengan Travelling Guide, Farid menjelaskan empat tahapan yang mesti diketahui oleh PMI yakni pertama harus menentukan minat dari sekarang pada Bidang Travelling Guide, kedua adalah mencari pengetahuan keterampilan, informasi, teman, jaringan (melalui pelatihan), ketiga adalah mulai berwirausaha, serta step keempat adalah Promosi.

Turut memotivasi PMI peserta agar semangat untuk menggeluti bidang yang akan dikembangkan nanti setelah kembali ke Indonesia. Khususnya bidang pariwisata, banyak potensi serta sektor tersebut prosespeknya sangat baik ke depan. Apalagi Indonesia terkenal dengan pesona wisata yang terkenal di luar negeri. Hal ini terbukti dengan banyaknya penghargaan terkait Pariwisata yang diraih oleh Indonesia.

Sejalan dengan promosi wisata Indonesia dengan pengembangan destinasi wisata 10 Bali Baru diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara dan tentunya menciptakan lapangan kerja termasuk Travelling Guide. PMI juga diharapkan dapat mengembangkan atau dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk memulai usaha di bidang Travelling Guide.

Farid juga menyampaikan strategi promosi yang dapat dilakukan antara lain mengikuti bazaar/pameran di dalam negeri, mengikuti bazaar/pameran di luar negeri, serta memanfaatkan social media : Facebook, instagram, Path dan lain-lain. Turut memotivasi dengan mencontohkan beberapa PMI purna yang sudah sukses di tanah air mulai dari bisnis skala kecil sampai skala besar yang sudah go internasional.
KKBM (Komunitas Keluarga Buruh Migran) turut diperkenalkan yakni sebagai komunitas dari, oleh, dan untuk masyarakat setempat lingkungan desa, beberapa desa atau kecamatan sumber TKI. Komunitas ini merupakan suatu kesatuan sosial yang memiliki kesamaan yaitu pernah, sedang, atau akan bekerja di luar negeri sebagai TKI. Beranggotakan TKI, keluarga, paralegal TKI, tokoh masyarakat, penggiat isu migran.

KKBM digerakan oleh orang yang bekerja pada tingkat komunitas/kelompok maupun Community organizer (CO) KKBM merupakan bagian dari komunitas yang mengorganizir anggota lainnya agar dengan sadar mau bergerak melakukan usaha bersama menyelesaikan permasalahan terkait penempatan dan perlindungan TKI yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.

“Guna mendukung kesuksesan usahanya pada saat pulang kelak, diharapkan PMI Purna yang berwirausaha dapat menjadi bagian dari KKBM. Saat ini KKBM tersebar pada 7 Provinsi, 17 Kabupaten/Kota, 19 Kecamatan, 19 Desa. Silahkan hubungan kantor BNP2TKI atau BP3TKI terdekat untuk informasi selanjutnya”, ujarnya dalam mengakhiri sambutannya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kadir selaku Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja yang turut memberikan motivasi serta menyampaikan informasi ketenagakerjaan kepada para PMI yang hadir dalam acara tersebut.
Penyelenggara juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan meminta dukungan dari KDEI Taipei dalam kelancarakan penyelenggaraan pelatihan ini dalam bentuk fasilitasi dalam penyebarluasan informasi pelatihan maupun mendatangkan narasumber dan praktisi bidang pariwisata dalam pertemuan selanjutnya.

Sumber : BNP2TKI

BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer

LINE Penjawab Pertanyaan

加入好友