SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Sumber Informasi Terpercaya untuk PMI di Taiwan.

Aplikasi Mobile SAVE PMI Taiwan

Jangan Ketinggalan Info Ketenagakerjaan, Silahkan Instal Aplikasi Save Mobile Taiwan di Google Playstore

KDEI Taipei Gencar Sosialisasi Perpanjangan PK di Taiwan dan BPJS

Kini di Taiwan sudah bisa mendaftar online PK dan BPJS TK

(Update) Cara Perpanjang PK dan Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan

Pengumuman terbaru terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

FB SAVE PMI Taiwan

Ayo Bergabung dalam Grup SAVE PMI TAIWAN - Media Berbagi Seputar Ketenagakerjaan di Taiwan

Akun Line SAVE PMI TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@savepmitaiwan

16 November 2018

Pemerintah Pulangkan Shinta Danuar ke Kampung Halaman


Hsinchu, Taiwan, BNP2TKI (16/11/18) – Pemerintah melalui perwakilan di KDEI Taipei menyiapkan pemulangan PMI sakit, Shinta Danuar ke Indonesia. Dalam tiga hari ini (14 s.d 16 November 2018), KDEI Taipei tengah menyiapkan rencana pemulangan Shinta Danuar. Pemerintah melalui Tim KDEI Taipei telah berkoordinasi intensif dengan pihak rumah sakit guna memastikan kondisi terbaru Shinta Danuar.

Menjelang Magrib (15/06/18), tim yang terdiri dari Wakil Kepala KDEI Taipei, Siswadi, Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Sri Indah Wijayanti, Perwakilan BNP2TKI di Taipei, Analis Bidang Ketenagakerjaan, Farid Maruf, dan Senior Asisten Bidang Ketenagakerjaan, Kadir, kembali melihat kondisi Shinta Danuar untuk memastikan kondisi terbaru apakah sudah memungkinkan untuk dipulangkan ke tanah air.

“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan rumah sakit untuk memastikan kondisi Shinta apakah sudah bisa dipulangkan, semua harus berdasarkan catatan dari dokter, mengingat perjalanan panjang dari Taipei ke Indonesia yang memerlukan waktu sekitar 5 jam perjalanan udara untuk tiba di Indonesia” ungkap Siswadi, Wakil Kepala KDEI Taipei.

Ditambahkan Siswadi bahwa dirinya ingin meluruskan informasi di luar bahwa pemerintah tidak sanggup untuk memulangkan Shinta Danuar, ini tidak benar, kita terus berupaya karena kepulangan Shinta ini sangat riskan dan tidak mungkin dipulangkan tanpa persetujuan dokter rumah sakit dan kita terus membantu Shinta mendapatkan hak-haknya di sini”, ujar Siswadi.

Kepala BNP2TKI yang ditanya via telepon, menyatakan bahwa pantauan terakhir, kondisi Shinta Danuar cukup stabil, dalam kondisi sadar, dapat berkomunikasi meskipun suaranya terdengar berbisik, namun dapat merespons dengan baik pertanyaan. Shinta berpesan agar selama pemulangan ke Indonesia dapat didampingi ibu kandungnya.

“Kepulangan Shinta Danuar ini memerlukan layanan ambulance udara atau EMS (Emergency Medical Services), nanti pihak EMS akan koordinasi dengan rumah sakit disini untuk memastikan kepulangan Shinta Danuar, jika sudah terkondisikan bisa segera dipulangkan”, ujar Nusron Wahid, berdasarkan informasi staf BNP2TKI di KDEI Taipei.

Sementara itu, Sri Indah Wijayanti, Kabidnaker KDEI Taipei, menyatakan bahwa selama ini pemerintah melalui KDEI Taipei, sudah mengupayakan asuransi  tenaga kerja sehingga yang bersangkutan mendapatkan santunan saat dirawat di rumah sakit. 

Berdasarkan penjelasan tim medis Heping Hospital Hsinchu, saat ini kondisi Shinta Danuar masih tetap sama tetapi dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan suhu badan dan telah dilakukan penanganan. Dalam beberapa hari ke depan agak membaik tidak mengalami demam, yang bersangkutan segera dipulangkan dengan bantuan EMS (Emergency Medical Services) atau ambulance udara. 

Menurut keterangan tim medis EMS (Emergency Medical Services), setelah PMI kembali stabil, tim medis membutuhkan waktu beberapa hari (perkiraan 3-5 hari) untuk menyiapkan segala dokumen terkait pemulangan yang bersangkutan termasuk koordinasi dengan pihak maskapai penerbangan. Selama perjalanan kembali ke Indonesia, Shinta Danuar akan didampingi oleh tim dokter dan perawat dari EMS, serta KDEI Taipei. 

KDEI Taipei juga terus berkoordinasi terkait rencana pemulangan Shinta Danuar dengan instansi terkait di Indonesia (Kemlu, Kemnaker, BNP2TKI) serta dengan Ibu Suriah, ibu kandungnya, yang akan tiba kembali di Taiwan pada hari Jum’at (16/11/18).

“Jumat ini ibunya mbak Shinta akan tiba di Taiwan menuju Heping Hospital. KDEI Taipei terus memberikan motivasi semangat kepada mbak Shinta Danuar, Shinta segera dipulangkan ke tanah air. Di Indonesia baik Kemlu, Kemnaker dan BNP2TKI sudah mempersiapkan segala kebutuhan untuk pemulangan ke kampung halamannya di Banyumas.” ungkap Nusron Wahid.

Sumber : BNP2TKI

Deputi Perlindungan : Dorong PMI Purna untuk Jadi Pengusaha


Deputi Perlindungan memberikan sambutan dalam workshop Pengembangan Kapasitas Usaha TKI Purna di LPP Garden Jogja
Yogyakarta, BNP2TKI (16/11) Deputi Perlindungan BNP2TKI Anjar Prihantoro meendorong  Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna untuk menjadi pengusaha dan  meningkatkan kesejahteraan dengan merintis usaha kecil  dari tempat asal atau daerahnya.

“Sepulang bekerja dari luar negeri para PMI bisa memulai atau merintis usaha, jangan konsumtif. Gunakanlah hasil dari bekerja untuk berwirausaha,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam workshop Pengembangan Kapasitas Usaha TKI Purna di LPP Garden Jogja, Kamis (15/11).

Ia mengatakan jika usaha sudah mulai berjalan, lakukanlah dengan sunguh-sungguh dan berkesinambungan. Lakukan juga inovasi untuk meningkatkan hasil produksi.

Workshop  digelar untuk meningkatkan kualitas produk agar muncul gairah dari PMI Purna untuk lebih maju lagi. Mereka yang terlibat adalah yang belum memiliki usaha agar menjadi wirausahawan. Sebagian besar lainnya yang memiliki usaha diminta untuk terus mengembangkan usahanya.

PMI Purna asal Daerah Istiwewa Yogyakarta (DIY) didorong untuk menjadi wirausahawan. Selain untuk membangun ekonomi di daerahnya sendiri, pengalaman selama menjadi PMI diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jogyakarta Suparjo mengatakan, sebelum PMI diberangkatkan mereka diberi imbauan agar memiliki niat untuk menjadi wirausahawan ketika pulang ke tanah air. Hal ini bisa memberikan inspirasi dan memotivasi para PMI yang masih bekerja di luar negeri untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Tapi itu tergantung dari masing-masing PMI. Yang jelas sudah kami arahkan ke sana. Harapannya, ketika pulang mereka tidak lagi kembali menjadi PMI tapi menjadi wirausahawan," katanya

BP3TKI Yogyakarta, lanjut Suparjo, menargetkan sebanyak-banyaknya PMI Purna untuk menjadi wirausahawan. "Ada usaha PMI Purna yang sudah ekspor. Ada juga yang sudah membangun mata rantai distribusi produknya, seperti di sini peternakan," ucap Suparjo.

Workshop peningkatan kualitas usaha PMI Purna dilakukan kepada 100 PMI purna yang memiliki usaha di DIY. Narasumber kegiatan tersebut dari Kementerian Koperasi dan UKM (Asdep Pengembangan Kewirausahaan), PT Telkom (Prog wico 2.0), PT Peksi (Peternakan Puyuh), dan digital marketing.

Sesuai BP3TKI Jogjayakrta,  jumlah PMI yang diberangkatkan sejak Januari hingga November 2018 sebanyak 7.839 orang. Dari jumlah tersebut hanya 774 orang yang berstatus penduduk DIY.

Total jumlah penduduk DIY yang pernah menjadi PMI selama tiga tahun terakhir sekitar 5.000 orang. "Saat ini masih ada sekitar 5.000 PMI yang kami kirimkan ke luar negeri. Ada sekitar 53 negara yang menjadi tujuan PMI," katanya.

Kepala Bidang Kerja Sama Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Anang Rahmat mengatakan, saat ini sedang disusun Rancangan Undang-undang Kewirausahaan Nasional untuk membangun ekosistem wirausaha di Indonesia. RUU tersebut diharapkan selesai dibuat pada 2019 mendatang.

Meskipun produk UKM sudah bagus, dia mengakui masih ada kelemahan yang masih dialami pelaku UKM. Yang paling banyak terjadi adalah masalah pencatatan keuangan. "Catatan laporan keuangan UKM masih lemah. Tahun ini kami menyediakan aplikasi standar akuntansi untuk UKM. Ini diharapkan menjadi solusi menutupi kelemahan itu," kata Anang.

Sumber : BNP2TKI

14 November 2018

Kepala BNP2TKI: Katakan TIDAK untuk Radikalisme dan Narkoba


Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, bahwa masalah PMI di Taiwan ada dua (2) kategori yakni masalah industrial yaitu gaji tidak dibayar, overcharging dan masalah non industrial meliputi kurir narkoba, radikalisme agama serta pergaulan bebas.
Chungli, BNP2TKI (13/11/2018) – Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyelenggarakan acara kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada hari Sabtu s.d Minggu (10 – 11 November 2018) dengan menghadirkan perwakilan seluruh organisasi dan komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. FGD kali ini mengambil tema Peningkatan Kapasitas Komunitas PMI di Taiwan bertempat di ruang meeting Masjid Longgang, Chungli, Taiwan.

Dalam sambutannya, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, bahwa masalah PMI di Taiwan ada dua (2) kategori yakni masalah industrial yaitu gaji tidak dibayar, overcharging dan masalah non industrial meliputi kurir narkoba, radikalisme agama serta pergaulan bebas. Permasalahan industrial dapat ditangani melalui saluran pengaduan KDEI Taipei, sedangkan masalah non industrial saat ini kita belum ada saluran khusus untuk mengatasinya.

Lebih lanjut, Kepala BNP2TKI menjelaskan secara singkat tentang pencegahan dan penanggulanan bahaya radikalisme. Serta diharapkan melalui FGD ini para peserta yang umumnya tokoh/pengurus organisasi dan komunitas PMI dapat menjadi mitra dalam menangkal atau mencegah isu-isu yang dapat merugikan PMI Taiwan.

“Ini supaya teman-teman, para ketua/pengurus organisasi mengetahui jika ada tamu dari kelompok tertentu yang menawarkan berbagai pemahaman supaya kita ada frame (paham) yang sesuai, mana yang cocok dan tidak cocok, kita ambil positifnya, negatifnya kita tinggal tapi jangan dimusuhi, tegas Nusron.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan PMI di Taiwan khususnya isu radikalisme dan narkoba di Taiwan serta secara umum dalam rangka meningkatkan pelindungan bagi PMI sehingga tetap terjaganya kerukunan, toleransi antar umat beragama sehingga terwujudnya persatuan dan kesatuan di kalangan PMI di Taiwan maka KDEI Taipei dan BNP2TKI memandang perlu untuk mengumpulkan seluruh organisasi PMI di Taiwan dalam wadah FGD tersebut. Ujar Nusron.

Kepala KDEI Taipei Didi Sumedi mengapresiasi dan meyampaikan bahwa acara kegiatan FGD yang menghadirkan seluruh perwakilan organisasi/komunitas ini hendaknya dapat dilakukan secara berkesinambungan sehingga dapat meminimalisir permasalahan PMI di Taiwan.

Turut hadir: Komisaris Jenderal Polisi Drs. Heru Winarko, S.H, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen. Pol. Ir. Hamli, M.E Direktur Pencegahan Radikalisme Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), M. Cholil Nafis (Sekretaris Komisi Dakwah MUI), Ahmad Nadlif (Wakil Sekretaris Lembaga BAHTSUL MASAIL PBNBU), Wisantoro Direktur Pelayanan Pengaduan BNP2TKI.

Sumber : BNP2TKI

10 November 2018

Tidak Benar, Pemerintah Tidak Peduli Terhadap Shinta Danuar



Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, Direktur Pelayanan Pengaduan BNP2TKI, Wisantoro, dan dari KDEI Taipei secara khusus mengunjungi Shinta Danuar di Heping Hospital Hsinchu (10/11/18).
Taipei, BNP2TKI (10/11/2018) – Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid menegaskan akan pulangkan PMI Shinta Danuar ke Tanah air, sementara KDEI Taipei,  secara rutin mengunjungi yang bersangkutan sebagai bentuk kepedulian, memantau kesehatan yang bersangkutan dan memastikan kebutuhannya terpenuhi sejak awal perawatan tahun 2015.
 
Masalah Shinta Danuar ramai karena ada pihak tertentu yang membawa  keluarga Shinta untuk menemui salah satu tim Capres yang kemudian seakan-akan pemerintah tidak mampu memulangkan. Tim Capres tersebut akan memulangkan karena pemerintah dianggap tidak mampu.
 
“Tidak betul  Pemerintah tidak mampu untuk memulangkan Shinta. Apalagi mengulur-ulur. Pemerintah sanggup untuk memulangkan, namun menunggu notifikasi dari rumah sakit. Selama ini tidak dapat ijin dari dokter yang merawat di rumah sakit, "tegasnya.
 
Pemerintah dalam hal ini di Taiwan direpresentasikan KDEI Taipei secara rutin mengunjungi yang bersangkutan juga secara berkala melaporkan kondisi dan perkembangan terbaru Shinta Danuar ke Instansi terkait di Indonesia.
 
Berdasarkan catatan KDEI Taipei, bahwa awal sakitnya Shinta Danuar yakni pada  tanggal 31 Desember 2014, menjelang sore hari yang bersangkutan tiba-tiba merasakan susah bernafas. Pihak majikan langsung melarikan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter disampaikan bahwa Shinta Danuar mengalami sakit yang diakibatkan oleh virus di sistem saraf tulang belakang. Sejak saat itu serangkaian tindakan medis telah dilakukan untuk mengupayakan kesembuhan Shinta.
 
Sebagai informasi bahwa yang bersangkutan masuk secara resmi ke Taiwan pada tanggal 13 Maret 2014 bekerja sebagai Penjaga Orang Sakit (Caregiver).
 
Pemerintah akan memulangkan Shinta Danuar ke Tanah Air segera mungkin agar dapat bertemu dengan keluarganya di Banyumas. Koordinasi sudah dilakukan dengan keluarga melalui ibu Shinta (Suriyah) dan BP3TKI Semarang, ujar Nusron Wahid dari Taipei, (10/11/2018).
 
Kepala BNP2TKI berangkat  ke Taipei untuk melakukan kunjungan kerja melihat kondisi PMI pada umumnya dan Shinta Danuar pada khususnya. Jumlah PMI di Taiwan mencapai 264.031 orang, yang bekerja sebagai Caregiver, ABK Nelayan, PLRT, Pekerja Panti Jompo/RS, Konstruksi dan Manufaktur. 
 
KDEI Taipei secara rutin mengunjungi yang bersangkutan juga secara berkala melaporkan kondisi dan perkembangan terbaru Shinta Danuar ke Instansi terkait di Indonesia.
 
Pemerintah telah berupaya maksimal dalam monitoring perawatan Shinta Danuar, demikian juga majikan, agensi serta pihak P3MI.
 
“KDEI Taipei rutin melakukan kunjungan untuk memantau kondisi Shinta, terakhir dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2018 untuk memastikan rencana kepulangannya”, ujar Bapak Siswadi selaku Wakil Kepala KDEI Taipei.
 
Berdasarkan pantauan, kondisi terakhir Shinta Danuar cukup stabil, yang bersangkutan saat itu dalam kondisi sadar, dapat berkomunikasi meskipun suaranya terdengar berbisik, namun secara umum dapat merespons dengan baik setiap pertanyaan. Berdasarkan penjelasan tim medis Heping Hospital Hsinchu.
 
Nusron Wahid menyampaikan, saat ini kondisi terakhir Shinta Danuar cukup stabil, dalam keadaan sadar, dapat berkomunikasi dan merespon dengan baik setiap pertanyaan meskipun terdengar berbisik. Namun sampai saat ini masih sangat tergantung dengan alat medis sehingga masih ada kekuatiran bila menempuh perjalanan jauh akan menimbulkan resiko tinggi.
 
“Jika kondisi sudah memungkinkan berdasarkan hasil pantauan medis dari rumah sakit, maka kami akan segera memulangkan ke Tanah air” ujar Nusron Wahid.
 
Jauh hari pemerintah sudah menaruh perhatian banyak kepada Shinta Danuar. Semua rencana pemulangan sudah dikoordinasikan jauh-jauh hari sebelumnya. Dokumen perjalanan kepulangan sudah disiapkan oleh KDEI Taipei.  
 
Sebelumnya selama dalam perawatan, kontrak beliau tidak diputuskan oleh majikan. Selama ini majikan dan agensi merasa tanggungjawab secara moral karena masih terikat kontrak.
 
Pada akhir maret 2018 lalu, pihak keluarga yang diwakili ibu dan anak Shinta Danuar menjenguk langsung ke rumah sakit.
 
Setelah 3 tahun kontrak selesai, pemerintah dalam hal ini KDEI Taipei membayar biaya premi asuransi bulanan serta memberikan bantuan rutin. ***(Humas/DH).

LINK VIDEO klik : https://www.youtube.com/embed/WnR0tr4x9IM

Sumber : BNP2TKI

08 November 2018

KDEI Taipei Lakukan Monitoring Penempatan PMI Dua Pabrik Kaohsiung


Taipei, BNP2TKI, Kamis (08/11) -- Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan melakukan monitoring penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kaohsiung  pada  Rabu 07-11-2018 yang dilakukan bersama dengan bagian konseling Tenaga Kerja Asing Biro Labor Affair Kaohsiung, dengan mengunjungi 2 pabrik di Kaohsiung. 
 
Analis Bidang Tenaga Kerja KDEI Taiwan, Farid Ma’ruf, menyampaikan monitoring yang dilaksanakan di pabrik First copper technologies co., ltd (pabrik tembaga) ada sekitar 50 PMI dari 300 orang pekerja  dan 70 PMI dari 350 orang  yang bekerja di pabrik Jade-yachts shipbuilding co., ltd (pabrik perakitan kapal).
 
Farid mengungkapkan, dari hasil monitoring yang dilakukan KDEI Taiwan, Pihak perusahaan menyatakan puas dengan kinerja PMI kita, dan juga Agency di kedua perusaaan tersebut sudah menjalankan kewajibannya dengan baik berdasarkan pengakuan para PMI.
 
PMI sudah mendapatkan hak dan fasilitas lainnya termasuk alat-alat K3 (Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di tempat mereka bekerja. Disampaikan juga mengenai aturan-aturan terkait tenaga kerja asing di taiwan, meliputi cuti, lembur, pembayaran pajak, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, serta perkelahian antar PMI. Ungkap Farid.
 
Farid juga mengatakan masih ada permasalahan yang dihadapi para PMI yaitu PMI tidak memiliki ijin untuk mengoperasikan forklift dan crane, padahal tuntutan pekerjaan perlu mengoperasikan 2 (dua) alat tersebut.
 
“PMI harus mengikuti ujian dari pemerintah Taiwan untuk mendapatkan ijin tersebut, tetapi masih terkendala bahasa. Padahal secara skill, PMI kita sudah memenuhi syarat. Pabrik juga sudah bersedia menanggung biaya ujian dan menjanjikan kenaikan gaji, jika PMI bisa mendapatkan ijin ini”, kata Farid.
 
Masalah utama yg dihadapi Terkait permasalahan  ini Balai Pelatihan (BLA) Kaohsiung menyarankan untuk dilakukan pembahasan bersama dengan Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL). 

Sumber : BNP2TKI

07 November 2018

PENGUMUMAN Batas Waktu Pembayaran Legalisasi Dokumen KDEI Taipei



Bagi kawan-kawan PMI yang mau urus Perpanjangan PK, mohon dibaca info ini




Sumber : KDEI Taipei

02 November 2018

Yuk! Gabung di Portal Baru BNP2TKI "Kabar PMI", wadah berbagai cerita dan kreativitas



Kini, hadir fitur baru di Website BNP2TKI, "Kabar PMI" dipersembahkan khusus bagi Anda PMI di Taiwan khususnya, sebagai wadah online untuk berbagi pengalaman, aspirasi, kreasi, dan inspirasi dengan PMI lainnya.

Terdapat 2 konten utama dalam portal ini yakni :

  1. Kabar dari Rantau
  2. Profil PMI Sukses
Cara bergabung sangat mudah, dengan tiga langkah sbb :
1. Buka Link tki-karya.bnp2tki.go.id atau bisa juga klik banner pada bagian kanan website www.bnp2tki.go.id (lihat anak panah di gambar ini) 




Cara lain lewat app Save PMI Taiwan :




2. Klik menu MASUK, lalu lakukan signup untuk pengguna baru atau login untuk pengguna yang sudah terdaftar.
Klik Masuk

Klik Signup untuk Daftar, jika sudah pernah daftar klik login
Jika baru pertama kali, klik Signup akan muncul ini, silahkan lengkapi, dan akhiri dengan register.
Jika berhasil akan muncul tulisan ini

Jika sudah berhasil daftar lanjut, mengisi username dan pasword, klik Login
Untuk aktivasi akun silahkan konfirmasi ke Admin sementara : WA Admin 


Pilih Menu Akses untuk Menulis

Untuk mulai menulis klik Form

Contoh pengisian tulisan, akhiri dengan simpan

3. Bagikan ceritamu dalam bentuk gambar, foto, video atau tulisan bersama PMI lainnya


Ditunggu kreativitasnya Guys !



BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer

Chat LINE (24 Jam)

加入好友