SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Platform Penyebaran Informasi Ketenagakerjaan, Hukum, Peraturan serta Layanan Pengaduan PMI Taiwan

Aplikasi Mobile SAVE PMI Taiwan

Jangan Ketinggalan Info Ketenagakerjaan, Silahkan Instal Aplikasi Save Mobile Taiwan di Google Playstore

KDEI Taipei Gencar Sosialisasi Perpanjangan PK di Taiwan dan BPJS

Kini di Taiwan sudah bisa mendaftar online PK dan BPJS TK

(Update) Cara Perpanjang PK dan Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan

Pengumuman terbaru terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

FB SAVE PMI Taiwan

Ayo Bergabung dalam Grup SAVE PMI TAIWAN - Media Berbagi Seputar Ketenagakerjaan di Taiwan

Akun Line SAVE PMI TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@savepmitaiwan

Cari Info Cepat !

13 July 2019

Majikan Bayar Apa Saja untuk Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing !

Sobat PMI Taiwan !

Untuk mempekerjakan PMI di Taiwan, majikan bayar apa saja ?




Sekedar info nih sobat-sobat, bukan hanya PMI yang bayar kewajiban selama bekerja di Taiwan (misalnya agensi fee), tetapi majikan juga bayar. Apa saja ayo simak :

  1. Gaji PMI
  2. Asuransi Kesehatan, majikan membayarkan asuransi kesehatan sebesar 60 %, sedang PMI hanya bayar 30 % saja, baca Perhitungan ASKES. Artinya selain PMI yang bayar  PMI juga bayar.
  3. Asuransi Tenaga Kerja (Khusus Sektor Formal), majikan membayarkan asuransi tenaga kerja sebesar 70 %, sedang PMI hanya bayar 20 % saja, baca Perhitungan ASTEK
  4. Biaya bulanan (dikenal dengan anting fee)
  5. Placement fee, dll
Apa pengaruhnya ke PMI ?
  • Bila PMI mengajukan pindah majikan, biasanya majikan akan keberatan karena para majikan tentunya membayar mahal untuk mempekerjakan Anda, tolong dipertimbangkan juga. Coba posisikan Anda sebagai majikan atau bos ? Untuk itu maka kadang pindah majikan itu tidak mudah di Taiwan. Tapi jika majikan melakukan pelanggaran ketenagakerjaan artinya sah-saja untuk pindah majikan, baca juga Ketentuan Pindah Majikan
Demikian sobat untuk sekedar pemahaman saja, semangat bekerja !



Video Panduan Dasar Belajar Bahasa Mandarin, PMI Baru Wajib Nonton ya !

Sobat PMI Taiwan !

Berikut ini video Panduan Belajar Bahasa Mandarin untuk PMI yang dirilis dari Youtube MOL
Yang PMI baru atau akan ke Taiwan wajib nonton ya ?



Selamat Menonton terima kasih

12 July 2019

Terobosan Baru Penempatan PMI Sektor Formal ke Taiwan Melalui Direct Hiring

Foto bersama usai acara pemberian visa bagi kedua PMI (yang memegang sertifikat)

Jakarta, BNP2TKI (11/7)__Taipei Economic & Trade Office in Indonesia (TETO) bersama BNP2TKI melaksanakan pemberian visa pertama untuk PMI melalui proses direct hiring (perekrutan langsung) di kantor TETO, Gedung Artha Graha lt.17, jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019). Acara ini dibuka oleh perwakilan TETO untuk Indonesia, Peter Lan.
Dalam sambutannya, Peter Lan menyatakan, keberhasilan program ini menjadi bersejarah untuk program penempatan PMI antara IETO dan TETO melalui perekrutan langsung (direct hiring). Hal ini juga menurutnya sangat penting bagi Indonesia dan Taiwan.
“Program  ini mempererat hubungan Indonesia dan Taiwan melalui TETO dan IETO,  diharapkan kedepannya  program ini bisa berjalan lebih bagus lagi. Kedua Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang lulus ini tidak perlu cemas dan takut selama bekerja di Taiwan. Disana juga pasti gampang menemukan toko di sudut-sudut kota Taiwan bahwa PMI mempunyai interaksi  yang  bagus”, ujar Peter Lan.
Akan diupayakan ke depannya,  PMI bisa lebih banyak lagi yang melalui  direct hiring juga proses pada sektor-sektor lainnya, tidak hanya bidang manufaktur melainkan merambah pada bidang kerja lain, karena melalui proses ini lebih hemat biaya. Hingga saat ini kurang lebih 710 ribu pekerja asing dan jumlah PMI merupakan yang paling banyak sekitar 270 ribu orang.
Direktur PHK-TKLN BNP2TKI, Seriulina Tarigan mengatakan program ini sangat bagus dan diharapkan semakin banyak lagi yang direkrut kedepannya.
“Kami (BNP2TKI) sangat bangga dan apresiasi kepada TETO Indonesia dalam penyerahan visa dan sangat mengapresiasi program ini yaitu special placement  program Taiwan. Kita inisiasi sejak awal tahun masih mencari model dan bisnis proses yang tepat. Kita terus kembangkan  sehingga ke depannya akan lebih bagus lagi”, imbuh Seriulina.
Seriulina melanjutkan bahwa, dalam hal kerjasama direct  hiring mempunyai manfaat yang lebih besar dalam menghindari jual beli job dan lainnya. Ini satu terobosan pemerintah Indonesia karena ini zero cost  karena PMI hanya membayar medical check up saja dan yang lainnya di biayanya oleh user.
“Sampai sekarang, PMI melalui direct hiring sudah mencapai 1.500 orang. Kedepan diharapkan bisa memenuhi job yang tersedia di Taiwan. Ini masih dalam tahap pilot project dan tentunya kita akan semakin serius dan sukses dalam program ini”, lanjut Seriulina.
Proses ini merupakan komitmen pemerintah dalam penempatan PMI dan program ini akan  dapat membantu PMI. Kerjasama akan terus  kita finalisasi kepada stakeholder terkait dan juga kepada pihak Negara-negara penempatan lainnya.
Kedua PMI yang berangkat ke Taiwan ini yaitu Muhamad Ghani Pratama Khusein dan  Anggie Monica akan bekerja di bidang manufaktur yaitu industri sektor tekstil. Keduanya terlihat sangat bangga dan senang bisa lolos untuk bekerja ke Taiwan melalui proses direct hiring.
Turut hadir dalam acara ini, Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemberangkatan (P2P), Kedeputian Penempatan, Ahnas; Direktur PH1-KTKLN BNP2TKI, Seriulina Tarigan; Kepala BP3TKI Jakarta, Mucharom serta beberapa pegawai BNP2TKI dan BP3TKI Jakarta; Perwakilan TETO, Peter Lan dan beberapa staf TETO. **(Humas/Lily/MH)
Sumber : BNP2TKI
Juga diberitakan di :


09 July 2019

Pekerja Migran Diharapkan Berhati-hati, Jangan Mudah Terbujuk dan Tertipu

Ilustrasi google
Ada beberapa operator komunikasi yang tidak bermoral yang berusaha meyakinkan para pekerja migran untuk memberikan identitas pribadi mereka ketika mereka baru saja pindah ke Taiwan. Alasannya adalah untuk menerapkan nomor ponsel baru, tetapi terkadang digunakan untuk jaringan penipuan atau pinjaman. Kantor Polisi Tainan Cabang Keenam mengundang seorang pekerja migran Indonesia, "Keong Rachun" dan polisi bagian luar untuk menjadi protagonis dari komik empat-bingkai, yang dikemas dalam bahasa Mandarin, Inggris, dan bahasa Indonesia, mengingatkan para pekerja migran agar tidak tertipu.
Kantor Polisi Tainan Cabang Keenam mengundang selebgram, pekerja migran Indonesia "Keong Rachun" untuk bekerja sama dalam 3 bahasa, Mandarin, Inggris, dan Indonesia, menyarankan para pekerja migran untuk tidak memberikan paspor pribadi mereka, atau memberikan informasi izin tinggal kepada orang-orang yang tidak mereka ketahui, untuk menghindari masalah.
Kelompok pencegahan dan kontrol Kota Tainan berkunjung ke Kawasan Industri Anping, ke Superiority Steel Co., Ltd dan Yongchun Nursing Home, mengingatkan para pekerja migran, sebelum meninggalkan Taiwan, agar tidak memberikan kartu sim telepon dan menjual rekening bank kepada orang lain, karena hal itu ilegal.
Setelah kegiatan promosi, ada undian berhadiah, jika mampu memberikan jawaban yang benar terkait dengan layanan “165” anti penipuan, para peserta yang berhasil menjawab mendapatkan “tas belanja anti-fraud”. Para pekerja migran Indonesia berkata, “sangat bagus!” mengatakan bahwa para polisi Tainan itu sangat baik.
Untuk menghilangkan belenggu kejahatan dan menjaga ketertiban keuangan Taiwan, mereka memanggil pekerja migran dan teman-teman asing untuk tidak mudah tergoda oleh iming-iming "gratis" atau "hadiah", dan memberikan dokumen pribadi mereka kepada pihak ketiga yang tidak dikenal.

Tingkatkan Pemberdayaan PMI, KDEI Taipei Gelar Edukasi Keuangan Bersama OJK dan Bank BNI



Taipei, KDEI (07/071/19) –Ratusan PMI peserta tampak antusias dalam menghadiri Kegiatan Edukasi Keuangan Dalam Rangka Pemberdayaan PMI. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama KDEI Taipei, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank BNI, Kemnaker dan BNP2TKI.
Sekitar kurang lebih 300 ratus peserta yang datang dari berbagai penjuru Taiwanmulai memadati salah satu meeting room di lantai 5, Gedung Taipei Main Station sekitar pukul 09.00.
Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, membangkitkan semangat para PMI dalam menghadiri acara yang penting guna persiapan untuk masa depan setelah purna kelak.
Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi dalam sambutannya turut memotivasi para PMI dan menyampaikan pesan penting bagi PMI yakni jangan salah kalau mau berinvestasi, berusaha dan membuka lapangan pekerjaan Indonesia, menaati aturan di Taiwan, bekerja dengan baik, kembali bersatu. Melalui acara ini diharapkan agar ilmu yang telah didapat dapat disebarkan serta memanfaatkan momen ini untuk menggali ilmu yang disampaikan narasumber.
Materi edukasi keuangan disampaikan langsung oleh narasumber dari Delegasi Indonesia yang berasal dari OJK, dan Bank BNI. Narasumber terus memotivasi dan membangkitkan semangat para peserta untuk berani memulai berwirausaha serta mempunyai pemahaman yang kuat tentang pengelolaan keuangan, waspada investasi dan lain sebagainya.
Para peserta antusias mendengarkan materi apalagi dalam kesempatan ini turut dihadirkan seorang mantan PMI Taiwan, Lulu yang kini telah menjadi pengusaha sukses.
“Dulu saya sebagai peserta diacara yang diadakan oleh OJK dan BNI serta KDEI Taipei seperti ini, alhamdulillah saya sudah jadi pengusaha seperti sekarang, kuncinya adalah menata diri, jadi diri sendiri, dan berani untuk berubah”, tegasnya dalam memotivasi para PMI peserta.
Purwanti Uta Djara, Kabidnaker KDEI Taipei berpesan bahwa materi pemberdayaan, jejaring di Indonesia baik BNP2TKI dan Kemnaker sudah banyak hampir disetiap kab/kota, diharapkan PMI dapat datang langsung ke alamat disnaker, BP3TKI/LP3TKI, P4TKI atau LTSA.
Lebih lajut Farid Ma’ruf, Analis Bidang Tenaga Kerja menambahkan bahwa  banyak sekali lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah yang memperhatikan PMI, salah satunya adalah OJK dan Bank BNI yang datang dari Indonesia.
“Manfaatkan ilmunya, mudah-mudahan lahir pengusaha-pengusaha baru dari Taiwan, ujarnya.
Dalam kesempatan ini disosialisasikan pengisian survey online tentang Pola Remintasi Pekerja Migran Indonesia, kerjasama dengan Bank Indonesia. Survei ini bertujuan untuk memperoleh data / informasi terkini mengenai pola remitansi PMI dalam rangka penyusunan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), mengetahui proses pengiriman remitansi oleh PMI dan menjadi dasar penyusunan kebijakan dalam rangka pengembangan infrastruktur pola pengiriman uang (remitansi) oleh PMI sehingga lebih mudah.
KDEI Taipei secara rutin menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan guna mempersiapkan atau membekali PMI yang akan menjalani masa purna dengan pelatihan keterampilan, pemahaman manajemen usaha, manajemen keuangan dan pengetahuan lainnya. Berbagai pelatihan kewirausahaan yang telah diselenggarakan antara lain pelatihan pembuatan kue khas Taiwan, knotting, Chen Chu Nai Cha,e-commerce (jualan online), bercocok tanam organik, tour guide, mie halal, ayam goreng khas Taiwan dan Korea, dan lain sebagainya.
Sumber : BNP2TKI
Juga diberitakan di KDEI Taipei

Dokumentasi Lainnya : 




Kepala KDEI Taipei memotivasi PMI peserta edukasi keuangan

PMI antusias dalam mengikuti edukasi keuangan 





03 July 2019

Even Perdana Kejurnas Silat di Taipei Berakhir, PSHT Juara Umum


TAIPEI, BNP2TKI (3/7/2019) – Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berhasil menjadi juara umum dalam Kejuaraan Nasional Pencak Silat yang digelar di Taipei, Taiwan, Minggu (30/06). Posisi kedua dipegang oleh Pagar Nusa, disusul Tapak Suci pada posisi ketiga. Kejuaraan diikuti oleh sekitar seratus atlet pencak silat yang sebagian besar adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Delegasi silat dari Jepang, Korea, dan RRT tampak hadir dalam event ini.
Kejuaraan Nasional Pencak Silat dibuka pukul 10.00 di Taipei Gymnasium, Taipei. Seratusan atlet silat dari Perguruan Pencak Silat PSHT, Tapak Suci, dan Pagar Nusa, dan Kera Sakti berlaga menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ada dua kategori yang diperlombakan dalam kejurnas ini, yaitu Kategori Seni dan Kategori Tanding. Untuk Kategori Seni Putra dan Putri, masing-masing unjuk kebolehan di Tunggal Baku, Regu Baku, dan Seni Ganda. Sementara, pada Kategori Tanding Putra dan Putri, masing-masing berlaga di Kelas A (45-50kg), Kelas B (50-55kg), Kelas C (55-60kg), Kelas D (60-65kg), Kelas E (65-70kg), Kelas F (70-75kg), dan Kelas G (75-80kg).
Perguruan Pencak Silat PSHT berhasil menjadi juara umum dan berhak atas piala bergilir persembahan KDEI Taipei. “Saya ucapkan selamat, kiranya prestasi ini tidak membuat cepat puas diri. Tetapi dapat memacu prestasi yang lebih tinggi lagi,” ujar Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi, usai penyerahan piala.
Menurut Kepala KDEI, sebagaimana tujuan awal diadakannya Kejurnas Pencak Silat ini, pencak silat sebagai cabang olah raga diharapkan bisa mengangkat para anggotanya untuk berlaga dalam ajang kompetisi yang lebih profesional. “Kami berharap kegiatan ini bisa sebagai promosi menuju Pencak Silat Goes To Olimpic,” tuturnya.
Analis Tenaga Kerja KDEI Taipei, Farid Ma’ruf di sela-sela memantau para atlet berlaga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan pekerja migran Indonesia. “Ini adalah kegiatan positif untuk para PMI,” tegasnya.




Kejuaraan Nasional Pencak Silat dihelat oleh KDEI Taipei dan Global Worker’s Organisation (GWO) dan didukung penuh oleh Pemerintah Kota Taipei. “Ini bukti dan keseriusan kami mendukung perkembangan pencak silat sebagai salah satu budaya Indonesia di kota kami,” tutur Walikota Taipei Ko Wen Je sebelumnya saat pembukaan Kejuaraan Nasional Pencak Silat (9/06/2019)(KDEI Taipei)
Disadur dari : BNP2TKI

30 June 2019

Biar Aman Kerja di Taiwan Perhatikan Hal Berikut !




1.    Akibat mengkonsumsi atau menyalahgunakan miras yang dapat mengganggu orang lain atau mengganggu kepentingan umum itu jelas ada konsekuensi hukumnya, begini ketentuannya.
  • Ditempat umum mabok bikin onar, ribut atau memaki-maki, tidak mau berhenti setelah diberi tahu, berisik atau bikin onar di malam hari maka akan didenda max NT. 6000
  • Bila terjadi kekerasan atau berhantam atau memanggil sekelompok orang bikin onar, maka akan diberikan sanksi 3 hari tahanan atau denda max. 18.000
  • Bila melukai orang maka akan dikenakan sanksi maksimum 3 tahun penjara dan denda max. 1000
  • Bila mengendarai kendaraan dan kedapatan polisi dapat dikenakan sanksi sesuai dengan kadar kekentalan alkohol yang dikonsumsi, mulai 15.000 – 200.000, SIM disita dan ada ancaman pengurungan atau penjara bila sampai menghilangkan nyawa orang lain
2.    Hindari dan pertimbangkan sebaiknya hindari jangan terpengaruh iming-iming untuk menjadi PMI Kaburan karena sangat beresiko. Ancaman hukumnya adalah penahan, denda, deportasi dan blacklist  dari Taiwan. Jika sudah kaburan maka semua haknya sebagai TKA di Taiwan akan hilang dan rentan akan eksploitasi, dimanfaatkan sebagai kurir narkoba, masuk dalam prostitusi dan umumnya pekerjaannya yang melanggar hukum dan HAM lainnya. Rentan akan kekerasan (verbal/fisik), intimidasi, dan pemerasan, Bila terjadi musibah (kecelakaan, sakit, meninggal), tidak dicover lagi oleh Asuransi di Taiwan. Selain itu rentan mengalami penyakit berbahaya (kanker/tumor/stroke/HIV) karena bekerja tidak sesuai dengan peraturan/ketentuan. Intinya bahwa PMI Kaburan umumnya bernasib kurang baik, antara lain terlantar, kerja paksa, dan lain sebagainya.
3.    Hindari melakukan pengambilan gambar, video, siaran langsung bersama pasien atau di dalam rumah / pabrik, karena pengguna/majikan bisa saja keberatan. Jika melakukan penuntutan maka bisa saja karena Taiwan menganut dan menjunjung tinggi hukum privasi sebagai mana yang diatur dalam Privacy Act.
4.    Hindari bekerja sambilan, dalam peraturan ketenagakerjaan hanya dibolehkan bekera pada satu majikan sesuai dengan kontrak, bila hal itu terjadi dapat dikenakan sanksi denda bahkan deportasi. Demikian juga bila melakukan pekerjaan sampingan yang mendapatkan keuntungan tanpa diketahui atau tanpa mendapat izin dari majikan, misalnya melakukan aktivitas dagang online.
5.    Jangan memberikan data-data pribadi Anda ke orang lain yang tidak dikenal. Pastikan merahasiakan data pribadi misalnya paspor, ARC, NHI Card, dan jangan meminjamkan dokumen tersebut untuk menghindari penyalahgunaan. Misalnya ARC digunakan untuk peminjaman uang di rentenir.
6.    Jangan memberikan Kartu SIM Card (Kartu Telepon) ke Orang Lain. Kartu perdana pra-bayar yang tidak ingin digunakan lagi, jangan diberikan kepada orang lain, hindari penyalahgunaan oleh komplotan penipu sebagai alat penipuan. Bila disalahgunakan maka yang dikejar adalah Anda sebagai pemilik kartu tersebut, dan harus menjelaskan panjang lebar ke otoritas setempat.
7.    Jangan menyakiti hewan. Mengacu pada Animal Protection Law yang menetapkan bahwa siapa pun tidak diperbolehkan melakukan penganiayaan, penyiksaan dan melukai atau menyakiti hewan. Bagi yang terbukti sesuai putusan pengadilan, pelaku dapat dikenakan sanksi pencabutan izin kerja, denda, penjara maupun deportasi.
8.    Hindari penipuan dengan berbagai modus antara lain mengatasnamakan pejabat, lembaga, instansi, undian, arisan online, tawaran job, pindah kerja, dan lain-lain.
9.    Jangan membawa semua produk daging ke Taiwan. Hal ini dilarang semenjak adanya indikasi penyebaran wabah flu Babi.
10. Jangan menelantarkan pasien yang dijaga, hukumannya tergolong berat apalagi jika yang dirawat atau yang dijaga mengalami kejadian kritis atau meninggal dunia akibat kelalaian.





29 June 2019

Internalisasi Pegawai BNP2TKI dalam Rangka Revitalisasi Badan Baru

Dedi Noor Cahyanto bersama Sekretaris Utama dan Para Pejabat BNP2TKI dalam kegiatan Revitalisasi Badan Baru di Auditorium BNP2TKI, Kamis, (27/06/19)
Dedi Noor Cahyanto: “Saatnya seluruh pegawai masuk dan terlibat”
Jakarta, BNP2TKI (28/06/19) -- Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) selenggarakan kegiatan internalisasi kepada para pejabat eselon I, II, III dan IV dalam rangka mempersiapkan diri bertranformasi menjadi Badan baru sesuai amanat UU No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Kegiatan bertajuk “Revitalisasi Badan Baru dalam Mengemban Amanat UU No. 18 Tahun 2017” dilaksanakan pada Kamis, 27 Juni 2019, bertempat di Auditorium BNP2TKI, dihadiri sebanyak 186 orang. Bertujuan menyamakan persepsi dan internalisasi filosofi badan baru guna menumbuhkan semangat dan optimisme demi pelindungan CPMI, PMI dan keluarganya.
Staf Khusus Kepala BNP2TKI, Dedi Noor Cahyanto menyampaikan filosofi Badan baru yang harus dimengerti oleh semua pejabat di lingkungan BNP2TKI yaitu :
  1. Costumer-minded service
Keselamatan, kesejahteraan dan harkat martabat CPMI, PMI dan keluarganya berada di tangan Badan.
  1. Badan besar karena empati
Besarnya Badan bukan ditentukan dari besarnya wewenang, anggaran dan jumlah eselon I yang dimiliki, namun dari empati serta kepedulian kepada CPMI, PMI dan keluarganya serta kolega K/ L/ Pemerintah Daerah dan stakeholder lain yang punya visi serupa.
  1. End to end service
UU No. 18 Tahun 2017 mengamanatkan Badan sebagai penanggung jawab pelaksanaan kebijakan kepada CPMI, PMI dan keluarga. Meskipun pada akhirnya tugas operasional teknis dibagi-bagi tetapi Badan wajib mewujudkan outcome termasuk membina dan mengisi kekurangan pihak-pihak terkait.
  1. Layanan prima berbasis sistem informasi
Akan hadir Badan yang bekerja dengan basis sistem informasi demi layanan CPMI, PMI dan keluarganya yang prima.
  1. Arogansi menutup inovasi
Musuh utama Badan dalam menjalankan amanat UU adalah arogansi mampu melakukan semuanya sendiri dan menutup mata terhadap pentingnya inovasi.
  1. Konsolidasi dan integrasi
Sebesar-besarnya manfaat kehadiran Badan terletak pada konsolidasi program lintas pihak dan integrasi proses bisnis yang efisien.
  1. Leadership dan manajemen
Leadership dan manajemen organisasi serta SDM merupakan kunci keberhasilan terbangunnya Badan baru.
  1. Tinggalkan yang lama dan berubah
Pola pikir, cara bekerja dan tools lama banyak yang sudah tidak lagi relevan, tinggalkan dan segera berubah sesuai tuntutan Badan baru.
  1. Sesuaikan diri dengan Badan baru
Sesuaikan diri dengan hadirnya Badan baru dengan berubah, belajar, bekerja keras dan bekerja sama atau MINGGIR karena menghalangi jalannya tugas Badan baru.
  1. Pencapaian target = eksistensi diri
Keberadaan Anda ditentukan oleh pencapaian target kinerja secara spesifik bukan dari hal yang lain!
  1. Manfaatkan kesempatan dari Negara
Kali ini Negara masih memberi kesempatan untuk menunjukkan pentingnya Badan baru. Manfaatkan!!
Dalam orasinya Dedi juga menyampaikan beberapa karakter utama yang harus dimiliki dan dipersiapkan oleh pejabat/ pegawai dalam bekerja di lingkungan Badan baru yakni integritas, inovatif, bekerja sama dan gotong royong, melayani, kepemimpinan, outcome oriented, empati, dan membangun jejaring. Karakter utama tersebut kemudian harus diterjemahkan ke dalam do’s dan don’ts yang harus dilaksanakan dan diinternalisasi oleh pegawai/ pejabat dalam bekerja di lingkungan Badan baru demi mewujudkan pelayanan pelindungan secara nyata terhadap CPMI, PMI dan keluarganya sehingga tidak hanya menjadi simbol, tulisan atau ungkapan semata.
Pada akhir orasinya, Dedi menanyakan kepada audience apakah hal tersebut mampu diwujudkan. Dengan mempertimbangkan capaian nyata kinerja BNP2TKI tahun 2015 s.d. 2019 dimana sebelumnya mungkin tidak terbayangkan bahwa BNP2TKI mampu :
  1. Melakukan transformasi proses bisnis layanan penempatan PMI melalui sistem informasi;
  2. Menciptakan efisiensi waktu dan biaya layanan melalui inovasi LTSA;
  3. Melakukan terobosan dalam layanan pengaduan;
  4. Menekan hingga seminimal mungkin pembiayaan bagi CPMI, PMI dan keluarganya;
  5. Membangun pemberdayaan yang terintegrasi lintas K/ L;
  6. Meningkatkan kualitas pendapatan PMI secara bertahap namun pasti; dan
  7. Menciptakan kinerja governance yang bersih dan berkualitas.
“Jelas bahwa itu merupakan modalitas besar Badan baru untuk menumbuhkan keyakinan dalam menyongsong revitalisasi dan membuktikan kepada Negara yang telah memberikan kesempatan untuk menunjukkan bahwa dengan Badan baru kita MAMPU!! dan biarkan engkau dan seluruh putra putri bangsa ini dapat memberi arti dari usaha kita ini,” pungkas Dedi Noor Cahyanto.
Sumber : BNP2TKI

BNP2TKI dan Bank Indonesia Bersinergi dalam Program Survei Remitansi Pekerja Migran Indonesia


Jakarta, 25/06/2019 Direktorat Pemberdayaan – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Bank Indonesia (BI) menyepakati kerja sama program Survei Remitansi Pekerja Migran Indonesia (SPMI) melalui metode in-depth survey.
SPMI yang dilakukan oleh BNP2TKI dan Bank Indonesia bertujuan untuk memperoleh data statistik yang lengkap, dapat dipercaya, akurat, tepat waktu, dan mudah diakses mengenai pola remitansi PMI dalam rangka penyusunan Neraca Pembayaran Indonesia.
Program SPMI 2019 telah dilaksanakan di 9 wilayah yaitu Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Lampung, Bali dan Kalimantan Utara dengan total target responden sebanyak 2.500 responden yang terdiri dari Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang sedang mengikuti pelatihan, PMI yang sedang bekerja dan keluarga PMI. 
Secara teknis, Pengumpulan data pada SPMI dilakukan oleh PT. RAD Utama Riset didampingi oleh BNP2TKI dan BI dengan metode secara terpusat dilakukan di UPT BP3TKI/LP3TKI/P4TKI serta door to door di daerah kantong PMI. Data statistik yang dihasilkan akan digunakan untuk mendukung perumusan dan pengambilan keputusan dalam kebijakan makroekonomi khususnya bidang moneter. Selain itu menjadi bahan kebijakan dalam menyempurnakan infrastruktur remitansi agar lebih mudah murah dan cepat.
Direktur Pemberdayaan, A Gatot Hermawan menyampaikan dalam kegiatannya bahwa “Kerjasama ini dilakukan sebagai masukan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan PMI dan remitansinya. Selain sebagai informasi tentang jenis penggunaan moda/alat dari perhitungan jumlah PMI yang berada di negara penempatan, gaji PMI dan uang yang dikirim oleh PMI ke keluarganya di Indonesia,” tambah Gatot.
Beberapa manfaat yang diperoleh dari kesepakatan Bank Indonesia dan BNP2TKI ini yaitu memperoleh data/informasi terkini mengenai pola remitansi PMI dan untuk memperbaiki estimasi angka nasional terkait inflow workers remittance serta memperoleh gambaran dari dampak aliran remitansi terhadap kegiatan agen remitansi seperti bank, kantor pos, money gram, western Union. Diharapkan para PMI kedepan akan menggunakan jasa/lembaga keuangan formal agar uang yg dikirim lebih aman dan tercatat dalam neraca pembayaran Indonesia.
Bagi Para PMI termasuk PMI purna yang ingin berpartisipasi dalam Survey secara online dapat mengisi pertanyaan singkat pada link berikut :
Disadur dari : BNP2TKI

22 June 2019

Prosedur Pengajuan Legalisir Akte Kematian ke Teto Untuk Klaim Asuransi di Taiwan

Source : agcanada.com

Pekerja Migran di Taiwan khususnya sektor formal apabila ada salah satu keluarganya meninggal dunia dapat mengajukan klaim asuransi ke kantor Asuransi Tenaga Kerja (Astek) di Taiwan.

Sebelum melakukan proses pengajuan klaim di kantor Astek Taiwan, kita harus menyiapkan persyaratan serta berkas lainnya yang sudah dilegalisir atau mendapat pengesahan dari perwakilan Taiwan, Taipei Economic and Trade Office ( TETO) di Indonesia.

Adapun dokumen yang diperlukan untuk dilegalisir ke kantor TETO sebagai berikut:

1. Kutipan Akte Kematian (asli).
2. Kartu Keluarga (asli).
3. Foto copy Akte Kelahiran pemohon.
4. Foto copy paspor pemohon.
5. Foto copy ARC pemohon.
6. Foto makam yang bertuliskan nama almarhum/almarhumah.
7. Biaya Administrasi. 

Sebelum semua berkas diserahkan ke TETO, terlebih dahulu harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Mandarin oleh penerjemah tersumpah dan notaris yang telah diakui oleh Taiwan.

Selain diterjemahkan ke Bahasa Mandarin, semua berkas juga harus mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Berikut prosedur dan lamanya waktu yang diperlukan untuk pengurusan setiap berkas sebagaimana disebutkan di atas sebelum dibawa ke TETO:

1. Penerjemahan berkas. 
Proses ini dilakukan di kantor Notaris penerjemah mandarin.
Waktu yang dibutuhkan sekitar seminggu, termasuk legalisir atau pengesahan dari kantor tersebut.

2. Legalisir di kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
Proses pengesahan atau legalisir membutuhkan waktu sekitar seminggu.

3. Pengesahan berkas ke Imigrasi.
Semua berkas dibawa ke kantor Imigrasi untuk mengajukan pengesahan atau perizinan. Waktu yang dibutuhkan sehari hingga dua hari.

4. Legalisir ke TETO.
Setelah proses nomor 1, 2, dan 3 sudah selesai, semua berkas diserahkan ke TETO untuk dilegalisir. Prosesnya juga membutuhkan waktu satu mingguan. 

5. Pengiriman berkas ke Taiwan. 
Semua berkas yang sudah di legalisir TETO kemudian dikirim ke alamat pemohon atau pihak yang diberi kuasa di Taiwan.

6. Pengajuan klaim ke kantor Astek Taiwan.

Selain menyiapkan semua berkas yang sudah dilegalisir oleh TETO, untuk mengajukan klaim ke kantor Astek Taiwan harus dilengkapi persyaratan lainnya seperti : 

- Foto copy ARC pemohon.
- Foto copy paspor pemohon (paspor yang berlaku dan paspor lama bagi yang baru pemperpanjang paspor)
- Incang pemohon
- Foto copy buku rekening pemohon (rekening bank Taiwan) 
- mengisi formulir pengajuan klaim yang disediakan oleh kantor Astek Taiwan.

Dalam waktu 3 - 4 minggu, apabila semua berkas tidak ada kesalahan, uang asuransi sudah bisa cair dan masuk ke rekening pemohon.

Disadur dari Info Bu Hani TW (23 Juni 2019)


BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer

Mesin Penjawab Pertanyaan

加入好友