SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Platform Penyebaran Informasi Ketenagakerjaan, Hukum, Peraturan serta Layanan Pengaduan PMI Taiwan

Hati-hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Pejabat maupun Institusi BNP2TKI, Agar Selalu Waspada!

Cari Info Cepat !

03 February 2019

Peternakan sapi perah akan coba rekrut pekerja migran, paling cepat Juli 2019

   
Sumber : seinsights.asia
Pekerja sektor peternakan sapi perah sangat kurang, meskipun telah membuka lowongan dengan gaji NT$ 30-40 ribu. Untuk mengatasi masalah ini, Dewan Pertanian membuka kembali program perekrutan TKA peternakan sapi perah. Untuk tahap awal, akan mencoba program berskala 400 orang. Namun majikan sebelum mengajukan perizinan, hendaknya mencoba merekrut pekerja lokal dulu.
   Peternak mengakui sulitnya mencari pekerja. Peternak sapi perah menjelaskan pekerjaan di lahan kandang dimulai jam 6 pagi. Karena jumlah pekerja yang minim, maka waktu libur juga terpaksa harus dijadwalkan dulu. Tugas pekerjaan yang berat tidak memikat keinginan pekerja lokal untuk melamar. Kini Dewan Pertanian mengusung program TKA, hanya saja persyaratan harus merekrut empat pekerja lokal baru boleh merekrut satu TKA, dikhawatirkan menyulitkan proses permohonan izin.
   Kepala Asosiasi Holstein ROC Ouyang Shenzhu mengatakan, "Sempat terdengar persyaratan merekrut 3 pekerja lokal, baru bisa merekrut 1 pekerja asing. Ini adalah hal yang tidak mungkin terjadi. Alasannya bagaimana? Jika bisa merekrut 3 pekerja, saya cukup mempekerjakan orang Taiwan saja, mengapa harus mengajukan perekrutan TKA lagi?"

Peternak di Yunlin: Harap perbandingan pekerja diperlonggar

   Dewan Pertanian menjelaskan jika program perekrutan TKA paling cepat diberlakukan bulan Juli mendatang, yang mencakup wilayah Taichung, Changhwa, Nantou, Yunlin, Chiayi, Tainan, Kaohsiung dan Pingtung. Setiap kabupaten dan kota memiliki kuota 50 TKA, namun peternak di Yunlin mengharapkan pelonggaran jumlah perbandingan pekerja, atau sama sekali tidak dapat merekrut TKA, sehingga krisis pekerja tidak dapat teratasi.

Juga diberitakan di : Focus TW

Reactions:

BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer