SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Platform Penyebaran Informasi Ketenagakerjaan, Hukum, Peraturan serta Layanan Pengaduan PMI Taiwan

Aplikasi Mobile SAVE PMI Taiwan

Jangan Ketinggalan Info Ketenagakerjaan, Silahkan Instal Aplikasi Save Mobile Taiwan di Google Playstore

KDEI Taipei Gencar Sosialisasi Perpanjangan PK di Taiwan dan BPJS

Kini di Taiwan sudah bisa mendaftar online PK dan BPJS TK

(Update) Cara Perpanjang PK dan Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan

Pengumuman terbaru terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

FB SAVE PMI Taiwan

Ayo Bergabung dalam Grup SAVE PMI TAIWAN - Media Berbagi Seputar Ketenagakerjaan di Taiwan

Akun Line SAVE PMI TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@savepmitaiwan

Cari Info Cepat !

13 July 2019

Majikan Bayar Apa Saja untuk Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing !

Sobat PMI Taiwan !

Untuk mempekerjakan PMI di Taiwan, majikan bayar apa saja ?




Sekedar info nih sobat-sobat, bukan hanya PMI yang bayar kewajiban selama bekerja di Taiwan (misalnya agensi fee), tetapi majikan juga bayar. Apa saja ayo simak :

  1. Gaji PMI
  2. Asuransi Kesehatan, majikan membayarkan asuransi kesehatan sebesar 60 %, sedang PMI hanya bayar 30 % saja, baca Perhitungan ASKES. Artinya selain PMI yang bayar  PMI juga bayar.
  3. Asuransi Tenaga Kerja (Khusus Sektor Formal), majikan membayarkan asuransi tenaga kerja sebesar 70 %, sedang PMI hanya bayar 20 % saja, baca Perhitungan ASTEK
  4. Biaya bulanan (dikenal dengan anting fee)
  5. Placement fee, dll
Apa pengaruhnya ke PMI ?
  • Bila PMI mengajukan pindah majikan, biasanya majikan akan keberatan karena para majikan tentunya membayar mahal untuk mempekerjakan Anda, tolong dipertimbangkan juga. Coba posisikan Anda sebagai majikan atau bos ? Untuk itu maka kadang pindah majikan itu tidak mudah di Taiwan. Tapi jika majikan melakukan pelanggaran ketenagakerjaan artinya sah-saja untuk pindah majikan, baca juga Ketentuan Pindah Majikan
Demikian sobat untuk sekedar pemahaman saja, semangat bekerja !



Video Panduan Dasar Belajar Bahasa Mandarin, PMI Baru Wajib Nonton ya !

Sobat PMI Taiwan !

Berikut ini video Panduan Belajar Bahasa Mandarin untuk PMI yang dirilis dari Youtube MOL
Yang PMI baru atau akan ke Taiwan wajib nonton ya ?



Selamat Menonton terima kasih

12 July 2019

Terobosan Baru Penempatan PMI Sektor Formal ke Taiwan Melalui Direct Hiring

Foto bersama usai acara pemberian visa bagi kedua PMI (yang memegang sertifikat)

Jakarta, BNP2TKI (11/7)__Taipei Economic & Trade Office in Indonesia (TETO) bersama BNP2TKI melaksanakan pemberian visa pertama untuk PMI melalui proses direct hiring (perekrutan langsung) di kantor TETO, Gedung Artha Graha lt.17, jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019). Acara ini dibuka oleh perwakilan TETO untuk Indonesia, Peter Lan.
Dalam sambutannya, Peter Lan menyatakan, keberhasilan program ini menjadi bersejarah untuk program penempatan PMI antara IETO dan TETO melalui perekrutan langsung (direct hiring). Hal ini juga menurutnya sangat penting bagi Indonesia dan Taiwan.
“Program  ini mempererat hubungan Indonesia dan Taiwan melalui TETO dan IETO,  diharapkan kedepannya  program ini bisa berjalan lebih bagus lagi. Kedua Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang lulus ini tidak perlu cemas dan takut selama bekerja di Taiwan. Disana juga pasti gampang menemukan toko di sudut-sudut kota Taiwan bahwa PMI mempunyai interaksi  yang  bagus”, ujar Peter Lan.
Akan diupayakan ke depannya,  PMI bisa lebih banyak lagi yang melalui  direct hiring juga proses pada sektor-sektor lainnya, tidak hanya bidang manufaktur melainkan merambah pada bidang kerja lain, karena melalui proses ini lebih hemat biaya. Hingga saat ini kurang lebih 710 ribu pekerja asing dan jumlah PMI merupakan yang paling banyak sekitar 270 ribu orang.
Direktur PHK-TKLN BNP2TKI, Seriulina Tarigan mengatakan program ini sangat bagus dan diharapkan semakin banyak lagi yang direkrut kedepannya.
“Kami (BNP2TKI) sangat bangga dan apresiasi kepada TETO Indonesia dalam penyerahan visa dan sangat mengapresiasi program ini yaitu special placement  program Taiwan. Kita inisiasi sejak awal tahun masih mencari model dan bisnis proses yang tepat. Kita terus kembangkan  sehingga ke depannya akan lebih bagus lagi”, imbuh Seriulina.
Seriulina melanjutkan bahwa, dalam hal kerjasama direct  hiring mempunyai manfaat yang lebih besar dalam menghindari jual beli job dan lainnya. Ini satu terobosan pemerintah Indonesia karena ini zero cost  karena PMI hanya membayar medical check up saja dan yang lainnya di biayanya oleh user.
“Sampai sekarang, PMI melalui direct hiring sudah mencapai 1.500 orang. Kedepan diharapkan bisa memenuhi job yang tersedia di Taiwan. Ini masih dalam tahap pilot project dan tentunya kita akan semakin serius dan sukses dalam program ini”, lanjut Seriulina.
Proses ini merupakan komitmen pemerintah dalam penempatan PMI dan program ini akan  dapat membantu PMI. Kerjasama akan terus  kita finalisasi kepada stakeholder terkait dan juga kepada pihak Negara-negara penempatan lainnya.
Kedua PMI yang berangkat ke Taiwan ini yaitu Muhamad Ghani Pratama Khusein dan  Anggie Monica akan bekerja di bidang manufaktur yaitu industri sektor tekstil. Keduanya terlihat sangat bangga dan senang bisa lolos untuk bekerja ke Taiwan melalui proses direct hiring.
Turut hadir dalam acara ini, Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemberangkatan (P2P), Kedeputian Penempatan, Ahnas; Direktur PH1-KTKLN BNP2TKI, Seriulina Tarigan; Kepala BP3TKI Jakarta, Mucharom serta beberapa pegawai BNP2TKI dan BP3TKI Jakarta; Perwakilan TETO, Peter Lan dan beberapa staf TETO. **(Humas/Lily/MH)
Sumber : BNP2TKI
Juga diberitakan di :


09 July 2019

Pekerja Migran Diharapkan Berhati-hati, Jangan Mudah Terbujuk dan Tertipu

Ilustrasi google
Ada beberapa operator komunikasi yang tidak bermoral yang berusaha meyakinkan para pekerja migran untuk memberikan identitas pribadi mereka ketika mereka baru saja pindah ke Taiwan. Alasannya adalah untuk menerapkan nomor ponsel baru, tetapi terkadang digunakan untuk jaringan penipuan atau pinjaman. Kantor Polisi Tainan Cabang Keenam mengundang seorang pekerja migran Indonesia, "Keong Rachun" dan polisi bagian luar untuk menjadi protagonis dari komik empat-bingkai, yang dikemas dalam bahasa Mandarin, Inggris, dan bahasa Indonesia, mengingatkan para pekerja migran agar tidak tertipu.
Kantor Polisi Tainan Cabang Keenam mengundang selebgram, pekerja migran Indonesia "Keong Rachun" untuk bekerja sama dalam 3 bahasa, Mandarin, Inggris, dan Indonesia, menyarankan para pekerja migran untuk tidak memberikan paspor pribadi mereka, atau memberikan informasi izin tinggal kepada orang-orang yang tidak mereka ketahui, untuk menghindari masalah.
Kelompok pencegahan dan kontrol Kota Tainan berkunjung ke Kawasan Industri Anping, ke Superiority Steel Co., Ltd dan Yongchun Nursing Home, mengingatkan para pekerja migran, sebelum meninggalkan Taiwan, agar tidak memberikan kartu sim telepon dan menjual rekening bank kepada orang lain, karena hal itu ilegal.
Setelah kegiatan promosi, ada undian berhadiah, jika mampu memberikan jawaban yang benar terkait dengan layanan “165” anti penipuan, para peserta yang berhasil menjawab mendapatkan “tas belanja anti-fraud”. Para pekerja migran Indonesia berkata, “sangat bagus!” mengatakan bahwa para polisi Tainan itu sangat baik.
Untuk menghilangkan belenggu kejahatan dan menjaga ketertiban keuangan Taiwan, mereka memanggil pekerja migran dan teman-teman asing untuk tidak mudah tergoda oleh iming-iming "gratis" atau "hadiah", dan memberikan dokumen pribadi mereka kepada pihak ketiga yang tidak dikenal.

Tingkatkan Pemberdayaan PMI, KDEI Taipei Gelar Edukasi Keuangan Bersama OJK dan Bank BNI



Taipei, KDEI (07/071/19) –Ratusan PMI peserta tampak antusias dalam menghadiri Kegiatan Edukasi Keuangan Dalam Rangka Pemberdayaan PMI. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama KDEI Taipei, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank BNI, Kemnaker dan BNP2TKI.
Sekitar kurang lebih 300 ratus peserta yang datang dari berbagai penjuru Taiwanmulai memadati salah satu meeting room di lantai 5, Gedung Taipei Main Station sekitar pukul 09.00.
Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, membangkitkan semangat para PMI dalam menghadiri acara yang penting guna persiapan untuk masa depan setelah purna kelak.
Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi dalam sambutannya turut memotivasi para PMI dan menyampaikan pesan penting bagi PMI yakni jangan salah kalau mau berinvestasi, berusaha dan membuka lapangan pekerjaan Indonesia, menaati aturan di Taiwan, bekerja dengan baik, kembali bersatu. Melalui acara ini diharapkan agar ilmu yang telah didapat dapat disebarkan serta memanfaatkan momen ini untuk menggali ilmu yang disampaikan narasumber.
Materi edukasi keuangan disampaikan langsung oleh narasumber dari Delegasi Indonesia yang berasal dari OJK, dan Bank BNI. Narasumber terus memotivasi dan membangkitkan semangat para peserta untuk berani memulai berwirausaha serta mempunyai pemahaman yang kuat tentang pengelolaan keuangan, waspada investasi dan lain sebagainya.
Para peserta antusias mendengarkan materi apalagi dalam kesempatan ini turut dihadirkan seorang mantan PMI Taiwan, Lulu yang kini telah menjadi pengusaha sukses.
“Dulu saya sebagai peserta diacara yang diadakan oleh OJK dan BNI serta KDEI Taipei seperti ini, alhamdulillah saya sudah jadi pengusaha seperti sekarang, kuncinya adalah menata diri, jadi diri sendiri, dan berani untuk berubah”, tegasnya dalam memotivasi para PMI peserta.
Purwanti Uta Djara, Kabidnaker KDEI Taipei berpesan bahwa materi pemberdayaan, jejaring di Indonesia baik BNP2TKI dan Kemnaker sudah banyak hampir disetiap kab/kota, diharapkan PMI dapat datang langsung ke alamat disnaker, BP3TKI/LP3TKI, P4TKI atau LTSA.
Lebih lajut Farid Ma’ruf, Analis Bidang Tenaga Kerja menambahkan bahwa  banyak sekali lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah yang memperhatikan PMI, salah satunya adalah OJK dan Bank BNI yang datang dari Indonesia.
“Manfaatkan ilmunya, mudah-mudahan lahir pengusaha-pengusaha baru dari Taiwan, ujarnya.
Dalam kesempatan ini disosialisasikan pengisian survey online tentang Pola Remintasi Pekerja Migran Indonesia, kerjasama dengan Bank Indonesia. Survei ini bertujuan untuk memperoleh data / informasi terkini mengenai pola remitansi PMI dalam rangka penyusunan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), mengetahui proses pengiriman remitansi oleh PMI dan menjadi dasar penyusunan kebijakan dalam rangka pengembangan infrastruktur pola pengiriman uang (remitansi) oleh PMI sehingga lebih mudah.
KDEI Taipei secara rutin menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan guna mempersiapkan atau membekali PMI yang akan menjalani masa purna dengan pelatihan keterampilan, pemahaman manajemen usaha, manajemen keuangan dan pengetahuan lainnya. Berbagai pelatihan kewirausahaan yang telah diselenggarakan antara lain pelatihan pembuatan kue khas Taiwan, knotting, Chen Chu Nai Cha,e-commerce (jualan online), bercocok tanam organik, tour guide, mie halal, ayam goreng khas Taiwan dan Korea, dan lain sebagainya.
Sumber : BNP2TKI
Juga diberitakan di KDEI Taipei

Dokumentasi Lainnya : 




Kepala KDEI Taipei memotivasi PMI peserta edukasi keuangan

PMI antusias dalam mengikuti edukasi keuangan 





03 July 2019

Even Perdana Kejurnas Silat di Taipei Berakhir, PSHT Juara Umum


TAIPEI, BNP2TKI (3/7/2019) – Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berhasil menjadi juara umum dalam Kejuaraan Nasional Pencak Silat yang digelar di Taipei, Taiwan, Minggu (30/06). Posisi kedua dipegang oleh Pagar Nusa, disusul Tapak Suci pada posisi ketiga. Kejuaraan diikuti oleh sekitar seratus atlet pencak silat yang sebagian besar adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Delegasi silat dari Jepang, Korea, dan RRT tampak hadir dalam event ini.
Kejuaraan Nasional Pencak Silat dibuka pukul 10.00 di Taipei Gymnasium, Taipei. Seratusan atlet silat dari Perguruan Pencak Silat PSHT, Tapak Suci, dan Pagar Nusa, dan Kera Sakti berlaga menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ada dua kategori yang diperlombakan dalam kejurnas ini, yaitu Kategori Seni dan Kategori Tanding. Untuk Kategori Seni Putra dan Putri, masing-masing unjuk kebolehan di Tunggal Baku, Regu Baku, dan Seni Ganda. Sementara, pada Kategori Tanding Putra dan Putri, masing-masing berlaga di Kelas A (45-50kg), Kelas B (50-55kg), Kelas C (55-60kg), Kelas D (60-65kg), Kelas E (65-70kg), Kelas F (70-75kg), dan Kelas G (75-80kg).
Perguruan Pencak Silat PSHT berhasil menjadi juara umum dan berhak atas piala bergilir persembahan KDEI Taipei. “Saya ucapkan selamat, kiranya prestasi ini tidak membuat cepat puas diri. Tetapi dapat memacu prestasi yang lebih tinggi lagi,” ujar Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi, usai penyerahan piala.
Menurut Kepala KDEI, sebagaimana tujuan awal diadakannya Kejurnas Pencak Silat ini, pencak silat sebagai cabang olah raga diharapkan bisa mengangkat para anggotanya untuk berlaga dalam ajang kompetisi yang lebih profesional. “Kami berharap kegiatan ini bisa sebagai promosi menuju Pencak Silat Goes To Olimpic,” tuturnya.
Analis Tenaga Kerja KDEI Taipei, Farid Ma’ruf di sela-sela memantau para atlet berlaga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan pekerja migran Indonesia. “Ini adalah kegiatan positif untuk para PMI,” tegasnya.




Kejuaraan Nasional Pencak Silat dihelat oleh KDEI Taipei dan Global Worker’s Organisation (GWO) dan didukung penuh oleh Pemerintah Kota Taipei. “Ini bukti dan keseriusan kami mendukung perkembangan pencak silat sebagai salah satu budaya Indonesia di kota kami,” tutur Walikota Taipei Ko Wen Je sebelumnya saat pembukaan Kejuaraan Nasional Pencak Silat (9/06/2019)(KDEI Taipei)
Disadur dari : BNP2TKI

BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer

Mesin Penjawab Pertanyaan

加入好友