SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Platform Penyebaran Informasi Ketenagakerjaan, Hukum, Peraturan serta Layanan Pengaduan PMI Taiwan

Aplikasi Mobile SAVE PMI Taiwan

Jangan Ketinggalan Info Ketenagakerjaan, Silahkan Instal Aplikasi Save Mobile Taiwan di Google Playstore

KDEI Taipei Gencar Sosialisasi Perpanjangan PK di Taiwan dan BPJS

Kini di Taiwan sudah bisa mendaftar online PK dan BPJS TK

(Update) Cara Perpanjang PK dan Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan

Pengumuman terbaru terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

FB SAVE PMI Taiwan

Ayo Bergabung dalam Grup SAVE PMI TAIWAN - Media Berbagi Seputar Ketenagakerjaan di Taiwan

Akun Line SAVE PMI TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@savepmitaiwan

Hati-hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Pejabat maupun Institusi BNP2TKI, Agar Selalu Waspada!

Cari Info Cepat !

14 November 2019

Sukseskan SP2T, BP3TKI Bandung Fasilitasi Interview dengan Taiwan


Bandung, BNP2TKI (14/11) - - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melalui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bandung melaksanakan wawancara langsung dengan Pengguna Taiwan, dengan skema penempatan mandiri ke Taiwan yaitu Special Program placement to Taiwan (SP2T).
Program SP2T sendiri memiliki keunggulan dibanding dengan program Private to private dimana harapan dari program SP2T adalah mewujudkan zero cost penempatan ke Taiwan, menghilangkan praktek jual beli job dan fee agency ke Taiwan, memudahkan ddan mempercepat proses penempatan, mengurangi biaya penempatan bagi CPMI, serta mewujudkan proses penempatan yang transparan dan melindungi PMI.
Program penempatan SP2T mulai dilaksanakan pada tahun 2019 ini dan telah proses penempatan sebanyak 2 kali, dan pada gelombang ke dua ini proses interview tidak lagi dilaksanakan di Jakarta melainkan dilaksanakan di BP3TKI sesuai domisili pelamar. Peminat program SP2T kali ini sejumlah 90 orang, namun setelah dilakukan seleksi administrasi, jumlah peserta yang dipanggil berkurang menjadi 15 orang.  Dari 15 peserta yang lolos seleksi administrasi akan dipanggil untuk melakukan tes interview dengan Direct Hiring Selection Center(DHSC) Taiwan dan KDEI Taiwan melalui skype di BP3TKI pada tanggal 14 November 2019. Adapun BP3TKI yang memfasilitasi pelaksanaan interview program SP2T kali ini adalah BP3TKI Manado, BP3TKI Padang, BP3TKI Serang, BP3TKI Yogyakarta, BP3TKI Semarang, LP3TKI Surabaya, BP3TKI Lampung, dan BP3TKI Bandung.
BP3TKI Bandung sendiri mendapat kuota yang paling banyak, yaitu sejumlah 6 orang peserta asal Jawa Barat. Ketika nama-nama peserta yang lolos seleksi administrasi diumumkan oleh DHSC, BP3TKI Bandung langsung menghubungi seluruh peserta dan menginformasikan apa saja persyaratan yang dibutuhkan. Namun sayangnya, dari 6 peserta yang lolos seleksi administrasi, yang bisa datang untuk mengikuti tahapan interview hanya dua orang peserta yang berasal dari Majalengka dan Karawang. Kedua peserta ini mengetahui program SP2T ini melalui media sosial (Facebook) dan info dari teman kerja. Berdasarkan informasi tersebut, mereka ikut program SP2T dengan cara mengirim berkas melalui email ke BP3TKI Jakarta dan mendaftarkan diri di situs www.jobsinfo.bnp2tki.go.id.
Selama proses interview, CPMI ditanya berbagai hal terkait dengan pengalaman kerja, keahlian kerja, kemampuan menggunakan bahasa mandarin, serta tes buta warna. Proses interview di BP3TKI Bandung dilaksanakan sekitar pukul 09.30 WIB dan hasilnya langsung keluar sekitar pukul 11.30 WIB. Untuk hasil proses interview, dinyatakan pelamar asal majalengka atas nama Ikbal Nurrohman berhasil lolos seleksi interview dan diterima bekerja di PT Shinkong Textile co. Ltd mulai bulan maret 2020 nanti.
Ikbal Nurrohman mengaku bersyukur dan mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada BP3TKI Bandung dan BNP2TKI karena bisa bekerja kembali di Taiwan. Sebelumnya, pria kelahiran tahun 1992 ini pernah bekerja di salah satu perusahaan plastik di Negara Taiwan pada tahun 2015 hingga 2018. Sebenarnya dia masih berminat untuk bekerja ke luar negeri, namun tingginya biaya penempatan ke Negara Taiwan membuatnya berpikir ulang hingga akhirnya dia mendengar informasi penempatan ke Taiwan melalui program SP2T ini.
Untuk kedepannya peserta yang lolos tahapan interview SP2T harus memenuhi pemberkasan dokumen seperti passport, medical check-up, SKCK, proses penandatanganan kontrak Kerja dan pengurusan Visa.
Kepala Seksi Penyiapan Penempatan BP3TKI Bandung Fredy A. Situmorang menyatakan BP3TKI bandung menyambut positif program SP2T ini sebagai salah satu solusi dan implementasi zero cost sesuai dengan amanat Undang-Undang no. 18 tahun 2017. Harapan kami melalui skema SP2T ini dapat membawa breakthrough atau tembusan dalam rangka meningkatkan jumlah penempatan Pekerja Migran Indonesia asal Provinsi Jawa Barat” ** (Humas / BP3TKI Bandung / Charly).
Sumber : BNP2TKI

Catatan : 
Informasi lebih lanjut untuk dari BP3TKI dapat menghubungi nomor Yudi Prasetyo: 0812-10313659
Untuk pertanyaan dari PMI terkait info ini dapat menghubungi ke nomor helpdesk Jobsinfo: (021) 29244847

SUBAKRI SOSOK PMI PURNA SUKSES SERTA PENGGIAT KKBM JEMBER


Jember, BNP2TKI (14/11) - - Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Banyuwangi pada hari selasa (12/11/2019) mewawancarai seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna sukses yang merupakan seorang pengusaha dan penggerak koperasi yang anggotanya adalah para mantan PMI, juga sebagai Ketua Community Organizer Komunitas Keluarga Buruh Migran Indonesia (KKBM) Jember bahkan juga sebagai paralegal bagi PMI.
Subakri, seorang mantan PMI yang pernah bekerja selama lima tahun sejak tahun 1995 di Kuala Lumpur – Malaysia pada sektor Construction atau bangunan dan juga pernah bekerja di Hotel selama dua tahun kemudian pulang pada tahun 2000.
Bersama istri, kemudian membuka toko sembako untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Setelah berkembang selama beberapa tahun, saya sedikit demi sedikit menabung mengumpulkan uang untuk merintis koperasi PMI Purna pada tahun 2012 yang hingga saat ini angotanya sudah mencapai sekitar 200 orang dan alhamdulilah kami sekarang bisa membuka Kedai Seafood Cak Sukri dengan omset perbulannya sekitar 40 – 50 Juta, kenang Subakri.
Kegiatan yang sudah biasa saya lakukan dengan KKBM Jember yaitu menerima keluhan atau curhatan para PMI ketika ada masalah dan kalau memang perlu penanganan khusus saya laporkan ke BNP2TKI, kadang mendampingi pemulangan PMI bermasalah di sekitar Kecamatan Ambulu Jembersaya juga berusaha untuk selalu mengingatkan masyarakat supaya berangkat ke luar negeri sesuai prosedur selain itu juga melakukan pendampingankepada kelompok-kelompok usaha para PMI Purna, ungkap Subakri.                                     
Selain itu, Subakri juga berharap kedepannya dari pihak terkait terutama BNP2TKI untuk lebih memperhatikan para peserta pemberdayaan. Jadi setelah kegiatan pemberdayaan selesai, kelompok usaha yang telah dibentuk harap tetap diperhatikan, jadi kelompok yangsudah jalan dilakukan evaluasi dan dibantu, kalau memang perlu dikasih modal usaha, alat produksi ataupun akses ke perizinan dan juga pemasaran.
Para PMI ini kan pahlawan Devisa, jadi perlu perhatian lebih dari pemerintah agar para PMI Purna yang serius ingin berwiraswasta dapat dibantu dan didukung, tutup Subakri. **(Humas / P4TKI Banyuwangi / RIK)
Sumber : BNP2TKI

13 November 2019

POS LAYANAN INFORMASI DAN PENGADUAN PMI KINI HADIR DI HUALIEN, TAIWAN


Hualien, BNP2TKI (14/11) - - Minggu, 11 November 2019 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, KDEI Taipei bersama BNP2TKI melakukan peresmian Pos Layanan Informasi dan Pengaduan PMI di Hualien. Pos layanan ini didirikan untuk memanfaatkan dan memperkaya fungsi dari ruang pertemuan di Masjid Al Falah. Dengan hadirnya pos layanan informasi dan pengaduan PMI diharapkan semakin banyak PMI yang datang ke Masjid untuk berkumpul bersama dalam rangka menjalin silahturahmi dan meningkatkan keimanan, ketaqwaan serta pemahaman terhadap peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Taiwan.
Sebelum acara Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan kegiatan sosialisasi peraturan ketenagakerjaan. Pada saat menyampaikan sambutan, Hasan Abdullah (Kepala Biro Keuangan dan Umum) selaku ketua delegasi BNP2TKI menyampaikan bahwa sesuai amanat UU No. 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia akan dibentuk Badan baru menggantikan BNP2TKI. Cakupan layanan Badan baru akan semakin luas, tidak saja pada PMI namun juga keluarga yang ditinggalkan di Indonesia. Pada akhir sambutannya, Hasan Abdullah menitipkan pesan “Manfaatkan waktu llibur untuk meningkatkan kemampuan melalui kegiatan-kegiatan positif yang ada di pos pelayanan informasi Masjid Al Falah Hualien”.
Sementara Farid Maruf menyampaikan himbauan kepada PMI agar tidak tergiur dan tertipu atas informasi mendapatkan bantuan atau menjadi pemenang undian dengan nominal yang besar melalui media sosial. Disampaikan pula bahwa KDEI Taipei maupun institusi pemerintah lainnya seperti BNP2TKI tidak pernah menawarkan dan memfasilitasi PMI untuk pindah job dari sektor informal ke sektor formal atau mencarikan majikan baru dengan meminta sejumlah uang karena layanan konsultasi dan pengaduan yang dilakukan KDEI Taipei tidak memungut biaya (Gratis).
Selanjutnya Farid Ma’ruf juga mengklarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial bahwa masa kerja PMI dapat mencapai 23 tahun tidak benar adanya karena sampai saat ini KDEI Taipei belum mendapat informasi resmi dari pemerintah Taiwan terkait perubahan masa kerja.
Sutris yang dilantik menjadi Satuan Tugas (Satgas) PMI di Hualien menyampaikan bahwa siap menjadi jembatan penghubung antara KDEI Taipei dengan PMI sehingga jarak bukan menjadi penghalang bagi PMI untuk mendapatkan informasi atau melakukan pengaduan kepada KDEI Taipei. “Silahkan datang ke Masjid Al Falah atau menghubungi saya secara langsung apabila ada rekan-rekan PMI yang ingin berkonsultasi atau melakukan pengaduan. Insha Allah saya siap membantu dan segera berkoordinasi dengan KDEI Taipei untuk meminta arahan dalam menindaklanjuti permasalahan rekan-rekan sekalian”.
Pos layanan informasi dan pengaduan PMI di Hualien merupakan pos ketiga yang dirintis KDEI Taipei bekerja sama dengan PCINU maupun Satgas PMI 2019 melengkapi Pos layanan di sekretariat PCINU Taiwan di Taipei dan sekretariat FOSPI di Donggang. ** (Humas / KDEI Taiwan / MAY / FARID)
Sumber : BNP2TKI

12 November 2019

Batas Waktu Pembayaran Layanan Legalisasi Dokumen untuk periode 2019

Sobat PMI Taiwan !

Bagi yang ingin melakukan perpanjang kontrak tanpa pulang sebaiknya perhatikan pengumuman berikut ini bahwa legalisasi dokumen tahun anggaran 2019 hanya sampai tanggal 13 Desember 2019.


Karena salah satu tahapan yang dilewati oleh PMI yang perpanjang kontrak adalah melakukan pembayaran legalisasi dokumen PK pada bank yang ditunjuk oleh KDEI Taipei (saat ini Bank Changwa).

Nah mulai kapan bisa lagi legalisasi untuk tahun 2020 ? Simak terus pengumuman langsung dari KDEI Taipei atau melalui website ini.



11 November 2019

Sinergitas BNP2TKI dan Kemenaker dalam Pemberdayaan Purna PMI di Yogyakarta

Kegiatan Launching Sinergisitas Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program tenaga kerja mandiri

Yogyakarta, BNP2TKI (08/11/2019) – BNP2TKI melalui BP3TKI Yogyakarta bersama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI menyelenggarakan kegiatan Launching Sinergitas Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program tenaga kerja mandiri, bertempat di Desa Nglanggeran Gunung Kidul, Yogyakarta, pada Kamis (07/11/2019).
Kementerian Ketenagakerjaan yang diwakili oleh Plt Dirjen Binapenta & Perluasan Pasar, Drs. Aris Wahyudi, M.si, dan BNP2TKI yang diwakili oleh Deputi Perlindungan, DR. Anjar Prihantoro BW,. MA, secara simbolis memberikan bantuan kepada peserta Bimbingan Teknis, sekaligus sebagai tanda dimulainya kegiatan pelatihan pemberdayaan PMI purna.
Kepala BP3TKI Yogyakarta, Suparjo SH, menyampaikan bahwa pelatihan akan dilaksanakan dalam 2 (dua) bentuk yaitu Pelatihan digital printing di Desa Nglanggeran Gunung Kidul dengan jumlah peserta 20 orang dan Pelatihan pengolahan emping rendah purin di Desa Canden Jetis Bantul dengan jumlah peserta 20 orang.
Dalam kesempatan tersebut Deputi Perlindungan, DR. Anjar Prihantoro BW,. MA, menyampaikan harapannya kepada para PMI yang telah kembali ke kampung halamannya dari bekerja di luar negeri agar dapat membangun desanya dengan berwirausaha.
 “Sinergitas pemberdayaan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sehingga akan tercapai kesejahteraan yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mampu mengurangi pengangguran,” ujar Anjar.
Plt. Dirjen Binapenta & Perluasan Kerja, Drs. Aris Wahyudi, M.Si., memberikan semangat kepada para peserta pelatihan dan mengingatkan kepada para Kepala Disnaker daerah, terkait UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, terutama pasal 258 yang menyebutkan bahwa pemerintah daerah harus melaksanakan pembangunan untuk peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas publik dan daya saing daerah.
“Seperti apa yang diamanatkan didalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tersebut, masing-masing pemerintah daerah harus memiliki inisiatif kreatifitas sesuai komoditi yang dimiliki daerah tersebut,” jelas Aris.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Nglanggeran yang telah berinisiaatif menciptakan kegiatan-kegiatan yang dapat membuat warganya tidak lagi berkeinginan bekerja diluar negeri karena sudah mendapatkan hasil yang layak di daerahnya sendiri. Serta mendorong Desa Nglanggeran untuk lebih giat lagi, mengingat Desa Nglanggeran adalah desa wisata sehingga harus mampu meninggalkan kesan atau kenang-kenangan bagi para pengunjung yang datang.
“Sinergitas itu ujungnya saling menguatkan yang dapat membuat perubahan kemajuan yang lebih baik dan dapat memberikan manfaat maslahat secara berkesinambungan bagi kita semua,” ucapnya.
Hadir pada acara tersebut yaitu Direktur Pemberdayaan BNP2TKI A. Gatot Hermawan, Kepala Disnaker Gunungkidul, Kepala Disnaker Bantul, dan Kepala Desa Nglanggeran Gunung Kidul.*** (Humas/BP3TKI Yogyakarta)
Sumber : BNP2TKI

07 November 2019

BNP2TKI Akan Berubah Menjadi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Plt Kepala BNP2TKI Rapat Dengar Pendapat Dengan Komisi IX DPR RI

Jakarta, BNP2TKI (05/11/2019) – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan berganti  nama menjadi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.  Demikian disampaikan  Plt Kepala BNP2TKI, Tatang Budie Utama Razak saat  Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, pada Senin (04/11/2019).
Rapat ini merupakan rapat perdana BNP2TKI dengan anggota Komisi IX DPR RI yang baru saja dilantik pada tanggal 1 Oktober 2019 lalu, dan dilakukan bersama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Dewan Jaminan Sosial Nasional.
Tatang menyampaikan, BNP2TKI dalam waktu dekat akan berganti menjadi Badan baru yaitu Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Perubahan nama ini disesuaikan dengan adanya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang menggantikan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.
“Dalam UU tersebut, nama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diubah menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Selain disesuaikan dengan ILO Migrant Workers Convention, kata TKI juga seakan-akan cerita duka yang melekat pada kasus-kasus yang menimpa TKI,” ujar Tatang.
Disamping itu, instansi yang terlibat sesuai dengan UU nomor 18 tahun 2017 ini tidak hanya pemerintah pusat saja, tetapi pemerintah daerah  juga diberikan peran dan tanggungjawab yang penting dalam pelindungan PMI.  Sehingga dapat memberikan pelindungan kepada PMI sejak dari awal proses penempatan hingga PMI pulang ke tanah air.
“Cakupan layanan oleh BP2MI nantinya tidak hanya bagi calon PMI dan PMI saja, tetapi juga sampai kepada keluarganya,” papar Tatang yang didampingi para Eselon I yaitu Deputi Penempatan Teguh Hendro Cahyono, Deputi Perlindungan Anjar Prihantoro dan Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi, Elia Rosalina, serta jajaran Eselon II di lingkungan BNP2TKI.
Tatang juga menambahkan, BP2MI nanti akan lebih banyak lagi mencari peluang kerja di luar negeri sehingga dapat menempatkan PMI yang terampil dan profesional, agar dapat menurunkan jumlah penempatan PMI yang memiliki kategori low level dan berisiko tinggi, seperti asisten rumah tangga.
Hal ini dilakukan sesuai dengan Visi Misi Presiden Joko Widodo pada tahun 2019-2024 yang relevan dengan BP2MI yaitu, pertama, Peningkatan kualitas manusia Indonesia. Kedua, Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga. Ketiga, Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya. Keempat, Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka Negara Kesatuan.
Sumber : BNP2TKI

ISO 9001:2015 Bentuk Pengakuan Kualitas Pelayanan Pengaduan di BNP2TKI


Jakarta, BNP2TKI (06/11) – Sejak 2016 Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) telah memiliki Sertifikasi ISO 9001:2015 dalam hal pelayanan pengaduan permasalahan Pekerja Migran Indonesia (PMI)  di Crisis Center BNP2TKI.
“BNP2TKI berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan pelayanan kepada calon PMI, PMI dan keluarganya melalui manajemen mutu, hal ini sebagai bentuk penerapan sistem manajemen mutu yang memenuhi Quality Management Systems-Requirements,” ujar Direktur Pelayanan Pengaduan BNP2TKI,  R Wisantoro di Jakarta, Rabu  6/11/2019.
Wisantoro mengungkapkan setelah 3 tahun Sertifikasi ISO 9001:2015 dikeluarkan,  BNP2TKI telah melakukan sertifikasi kembali ditahun ke-4, dan telah dilakukan audit eksternal dari Sucofindo, Selasa, (5/11/2019) dan telah dinyatakan memenuhi persyaratan pelayanan publik.
Ia menyebutkan, tim audit telah menerbitkan observasi sebagai saran atau potensi ketidaksesuaian. Selanjutnya tim audit akan menerbitkan rekomendasi kepada technical reviewer untuk keputusan penerbitan sertifikat.
“Sertifikasi ISO 9001:2015 ini merupakan salah satu bentuk pengakuan kualitas pelayanan pengaduan di BNP2TKI yang menunjukan bahwasanya Pemerintah hadir dalam segala bentuk keseriusan penanganan permasalahan PMI,” tegasnya.
Wisantoro menambahkan, ini merupakan salah satu upaya dari BNP2TKI  untuk membangun sistem manajemen mutu terutama pada layanan pengaduan  permasalahan CPMI/PMI.  Baik  dalam proses pra-penempatan, selama bekerja di negara penempatan, maupun pada saat pulang ke daerah asal masing-masing (purna penempatan). Serta penanganan pengaduan (complaint handling) CPMI/PMI secara cepat, empati, dan ramah.
Sesuai data  pelayanan pengaduan di crisis center BNP2TKI dari tahun 2017 – Oktober 2019, terdapat sebanyak 12.508 kasus pengaduan yang masuk ke crisis center BNP2TKI. Pada tahun 2017 terdapat sejumlah 4.455 kasus yang selesai diproses, dan 17 kasus yang belum selasai. Sedangkan di tahun 2018 terdapat sejumlah 3.167 kasus yang telah selesai, sedangkan 506 kasus masih dalam proses penyelesaian.  Sementara, di tahun 2019 terdapat 2.726 kasus yang selesai diproses, dan  1.637 sisa kasus yang masih diproses.
Dari sekian banyak kasus-kasus yang masuk ke pelayanan pengaduan Crisis Center BNP2TKI diantaranya Overstay, Sakit, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebelum masa perjanjian kerja berakhir, gaji tidak dibayar, PMI ingin dipulangkan, meniggal dunia, Putus Kontak, Penipuan peluang kerja dan Pekerjaan tidak sesuai Perjanjian Kerja (PK).
Sumber : BNP2TKI

Gaji pokok PMI Sektor Formal Naik Lagi Menjadi NT$ 23.800 Per Bulan



Dilansir dari https://news.immigration.gov.tw, bahwasanya menurut Departemen Tenaga Kerja, pada saat 1 Januari 2020, gaji pokok telah disesuaikan dari NT $ 23.100 menjadi 23.800, yang telah diumumkan setelah Kementerian Tenaga Kerja melaporkan kepada Eksekutif Yuan untuk persetujuan.

Kementerian Tenaga Kerja lebih lanjut menyatakan bahwa undang-undang upah dasar bertujuan untuk melindungi kehidupan dasar pekerja dan mempertahankan daya beli mereka yang diperlukan. Upah adalah pertimbangan untuk penyediaan tenaga kerja, dan jumlahnya dinegosiasikan oleh pemberi kerja dan karyawan, tetapi tidak lebih rendah dari gaji pokok. Setiap lembaga yang tidak memenuhi jumlah upah yang disesuaikan yang telah dibuka sebelumnya akan menaikkan upah pada saat itu. Gaji bulanan tidak boleh kurang dari 23.800. Saat menghitung upah lembur untuk pekerja, jumlah kenaikan juga harus digunakan sebagai dasar perhitungan.
Kementerian Tenaga Kerja juga mengingatkan bahwa sejalan dengan penyesuaian gaji bulanan dasar gaji, "Skala Gaji Tertanggung Asuransi Tenaga Kerja" dan "Skala Penilaian Bulan Pensiun Pensiun Tenaga Kerja" telah diamandemen, dan semua lembaga diharuskan untuk mempersiapkan pekerjaan penyesuaian terlebih dahulu.
Kementerian Tenaga Kerja telah menyerukan tanggung jawab pemerintah untuk menjaga kehidupan dasar para pekerja.Ini juga merupakan tujuan legislatif dari upah dasar. Tenaga kerja adalah aset perusahaan yang penting. Pengusaha berkomitmen untuk meningkatkan kondisi tenaga kerja dan tenaga kerja. Tenaga kerja memberikan kembali kerja, dan tenaga kerja dan sumber daya bekerja bersama untuk menciptakan situasi yang saling menguntungkan.

28 October 2019

PELUANG KERJA TERBARU TAIWAN MELALUI PENEMPATAN DIRECT HIRING SPECIAL PLACEMENT PROGRAM TO TAIWAN (SP2T)

Sebagaimana diumumkan di Website BNP2TKI terkait lowongan kerja terbaru Program SP2T Taiwan sebagai berikut :
PELUANG KERJA TERBARU TAIWAN MELALUI PENEMPATAN DIRECT HIRING SPECIAL PLACEMENT PROGRAM TO TAIWAN ( SP2T )

Penempatan Pekerja Migran Indonesia melalui Skema Special Placement Program to Taiwan ( SP2T ) adalah merupakan terobosan baru dalam penempatan Pekerja Migran ke Indonesia (PMI) melalui Direct Hiring Service Centre (DHSC) Taiwan. DHSC merupakan Badan Pelayanan milik Pemerintah di bawah koordinasi Ministry of Labour Taiwan. Program ini bertujuan untuk mengurangi biaya penempatan yang membebani PMI secara signifikan karena tidak ada biaya fee agency. Selain itu keuntungan dari program SP2T adalah mewujudkan proses penempatan yang transparan dan melindungi Pekerja Migran Indonesia, serta memudahkan / menyederhanakan dan mempercepat proses penempatan.



Informasi Lowongan Kerja Taiwan melalui Special Placement Program to Taiwan (SP2T) dapat dilihat melalui link berikut: http://jobsinfo.bnp2tki.go.id/hotnews/23
 Informasi lebih lanjut untuk dari BP3TKI dapat menghubungi nomor Yudi Prasetyo:
0812-10313659
 Untuk pertanyaan dari PMI terkait info ini dapat menghubungi ke nomor helpdesk Jobsinfo: (021) 29244847

27 October 2019

Berkah Budidaya Jamur Tiram Bagi PMI


Ponorogo, BNP2TKI (28/10) - - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bersama dengan Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) melaksanakan Kegiatan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna dan Keluarganya angkatan III tahun anggaran 2019 dilaksanakan di Aula Kantor Desa Lembah Kec. Babadan Kab. Ponorogo mulai tanggal 22 s.d 27 Oktober 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang terdiri dari PMI purna maupun keluarga PMI.
Kasubdit Fasilitasi dan Rehabilitasi PMI Purna Suwedi, mengatakan materi tentang Program Pemberdayaan Terintegrasi BNP2TKI. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sebagai sarana pelatihan dan pendampingan kewirausahaan mandiri bagi PMI Purna dan keluarganya. Kegiatan ini berbasis budidaya jamur, dimana produknya adalah budidaya jamur tiram. 
Peserta kegiatan pemberdayaan dengan antusias mengikuti praktek/magang budidaya Jamur Tiram di UD. Berkah Putra Ragil yang dikelola oleh M. Ulin Nuha. Pada awalnya, materi dilakukan dengan penjelasan materi dan tanya jawab. Selanjutnya, Peserta praktek langsung cara membuat baglog, mulai dari mencampur komposisi baglog, mengisikan ke dalam plastik, memadatkan, menutup plastik, mengoven, sampai dengan memasukkan inokulum dan sterilisasi.
M. Ulin Nuha dari UD. Berkah Putra Ragil menyampaikan materi mengenai tempat lokasi budidaya jamur (kumbung) yang ideal, sekaligus sesi tanya jawab mengenai proses budidaya jamur maupun kumbung.
Peserta sangat aktif dan antusias selama mengikuti kegiatan ini, karena prospek budidaya jamur tiram di Ponorogo sangat bagus, dimana seluruh petani jamur baru bisa menyuplai kebutuhan jamur sebanyak 60% di Ponorogo, sedangkan sisanya jamur didatangkan dari daerah sekitar ponorogo seperti Trenggalek dan Pacitan.
Kegiatan pemberdayaan terintegrasi bagi PMI Purna dan keluarganya ditutup oleh Kepala Desa Lembah dan diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan Kelompok PMI Purna. ** (Humas / LP3TKI Surabaya / EKO)
Sumber : BNP2TKI

Nomor Telepon Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei


No. Telepon Bidang Naker KDEI Taipei untuk layanan Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

•Purwanti Uta Djara => +886975578727
•Farid Ma’ruf => +886979249982
•May  => +886966148669 (pengganti  Saudara Kadir)
•Paul => +886985109202
•Elisabeth => +886966536082
•Herwai => +886982690962
•Yosef => +886975577604
•Untung => +886910906142
•Kelvin => +886970984414

Atau sekarang bisa juga menyampaikan langsung melalui App Save PMI Taiwan. 
Cara download baca disini


Baca juga : 
Bila mengalami masalah di Taiwan, harus kemana ? disini

Produk PMI Purna Dapatkan Pesanan Ekspor RP 3 Milyar di Ajang TEI 2019

Direktur Pemberdayaan BNP2TKI A. Gatot Hermawan bersama Kepala BP3TKI Jakarta Mucharom dan PMI Purna Nurchaeti

Jakarta, BNP2TKI (24/10) Produk Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna binaan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menunjukkan keberhasilannya dengan mencatat penjualan mencapai Rp  3 Milliar di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2019. Perhelatan akbar yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI pada 16-20 Oktober 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten.
"Sebanyak 10 mitra binaan yang telah mengikuti pelatihan Pemberdayaan terintegrasi bagi PMI Purna dan keluarganya yang dilakukan oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) seluruh Indonesia terpilih untuk mewakili dan menampilkan beberapa produk terbaik di hadapan para pembeli besar potensial dari berbagai negara," ungkap Direktur Pemberdayaan BNP2TKI A Gatot Hermawan beberapa waktu lalu.
Gatot menjelaskan, bahwa keikutsertaan dalam pameran perdagangan internasional yang dimaksudkan untuk mendorong produk para Purna PMI binaan BNP2TKI dapat menembus pasar ekspor ke mancanegara ini sekaligus memberi fasilitasi kepada produk yang telah mampu meningkatkan daya saingnya.  “Selain melakukan penjualan sektor retail, binaan kami juga menjaring pembeli besar melalui kegiatan business matching yang  mempertemukan antara PMI purna dan calon pembeli,” tambah Gatot
PMI purna binaan yang berhasil memperoleh pesanan ekspor total nilai Rp 3 Miliar yaitu Nurchaeti dengan produk kripik buah ke negara Singapore dan Dian kripik tempe ke negara China. Selain itu, Arya accessories dengan pernak-pernik hand made yang terbuat dari batu-batuan cantik mendapatkan undangan untuk mengikuti fashion week jewelry di Jerman akhir Oktober ini.
Selain produk diatas, produk lain binaan BP3TKI dan BNP2TKI cukup banyak diminati dengan variasi produk yang ditampilkan antara lain aneka buah segar, seperti mangga, jambu, kripik dan camilan bahan organik, dompet dan peci dari bahan tapis
Pencapaian nilai transaksi perdagangan yang sedemikian fantastis untuk ukuran home industry diperoleh dari proses pendampingan binaan yang terpilih.
"Produk binaan yang kami hadirkan di Trade Expo Indonesia 2019 ini merupakan hasil dari pilihan dengan prioritas barang-barang yang mampu untuk diekspor dan belum pernah mengikuti pameran nasional. Selama pameran, binaan mendapatkan pendampingan dari bp3tki dan BNP2TKI," tambah Gatot
Nurchaeti, purna Pekerja Migran Indonesia asal Jakarta eks negara  Singapore dan malaysia yang pulang tahun 2013 dan bergabung di BP3TKI Jakarta sejak tahun 2105. Saat ini produknya sudah meneken kontrak dengan pembeli besar dari Singapura, setelah sebelumnya produk Nurchaeti telah beredar di negara Brunei Darussalam, Qatar, Belanda, german, Belgium dan malaysia.
"Saya sangat berterimakasih kepada BNP2TKI dan BP3TKI Jakarta khususnya yang telah memberikan fasilitasi dan pendampingan terhadap kemajuan usaha saya, sehingga produk n&n bisa dikenal oleh banyak kalangan. Disamping juga membuka jalan saya untuk bisa mendapatkan akses peningkatan kapasitas usaha dari kementerian dan instansi lain"
Kepala BP3TKI Jakarta, Mucharom Ashadi menyampaikan, apresiasi nya bahwa dengan berhasilnya PMI purna dengan meneken kontrak 3 millyard. “Kami sangat bangga dan berharap peluang bisa diberikan juga kepada PMI purna yang lain. BP3TKI-BNP2TKI dalam hal ini pemerintah selaku pembina, bisa menjadikan ini sebagai cambuk untuk dapat lebih memfasilitasi dan mempromosikan lagi produk binaan lagi pada setiap ajang pameran baik nasional maupun internasional" pungkas Mucharom.(Humas/Tha)

21 October 2019

Kegiatan Pemberdayaan di Kabupaten Jember Membawa Optimisme Bagi PMI Purna dan Keluarga


Jember, BNP2TKI - - Kabupaten Jember mendapatkan giliran disambangi oleh BNP2TKI dalam kegiatan Pemberdayaan untuk para PMI Purna dan Keluarganya. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari yaitu dari tanggal 20 – 25 Oktober 2019bertempat di aula Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Kegiatan ini hadiri oleh para pemangku kebijakan yaitu Deputi Perlindungan Dr. Anjar Prihantoro Budi Winarso, S.E., M.A., Direktur Pemberdayaan Agustinus Gatot Hermawan, S.H., M.H., Kepala LP3TKI Surabaya Ma’rub, S.E., M.Si., Koordinator P4TKI Banyuwangi Muhammad Iqbal, S.H., Kasi Penempatan Kerja Disnaker Kabupaten Jember Sugeng Heri Mulyono, PJ. Kepala Desa Karanganyar Suwandi S. Sos., M.Si. serta mitra lokal dan binaan BNP2TKI para Co.  KKBM Jember turut hadir dalam kegiatan ini.
Kegiatan diikuti sebanyak 25 orang peserta yang merupakan PMI Purna dan Keluarganya, dengan negara tujuan yang bervariasi serta sebagian dari peserta telah memiliki usaha.Kegiatan dibuka oleh Deputi Perlindungan sembari menyampaikan pesan kepada peserta bahwa PMI Purna memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan kapasitas dirinya.
 “Melalui kegiatan ini saya berharap hasil yang telah didapatkan di luar negeri akan memberikan dampak yang besar bagi kesejahteraan PMI dan keluarganya. Para PMI Purna dapat meningkatkan kesejahteraannya dengan cara berwirausaha sehingga selain dapat mensejahterakan dirinya sendiri, mereka juga mampu mensejahterakan anggota keluarga serta masyarakat dilingkungannya. Ucap Anjar.
Sementara itu Kepala LP3TKI Surabaya dalam sambutannya bahwa kegiatan ini tidak pernah terjadwal sebelumnya, namun karena adanya revisi anggaran yang telah dilakukan oleh LP3TKI Surabaya maka kegiatan Pemberdayaan di Jember ini dapat terlaksana bersama 2 lokasi lainnya yaitu Sumenep dan Ponorogo.
Selain diberikan pengetahuan mengenai literasi keuangan dan kewirausahaan, PMI Purna juga akan diberikan pelatihan membuat batik dengan menggandeng pelaku usaha batik di Jember. Pemateri dan trainer yang terlibat tidak hanya berasal dari Internal BNP2TKI namun juga mengundang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jember untuk menjadi pemateri. ** (Humas/LP3TKI Surabaya/MI)
Sumber : BNP2TKI

BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer