SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Platform Penyebaran Informasi Ketenagakerjaan, Hukum, Peraturan serta Layanan Pengaduan PMI Taiwan

Aplikasi Mobile SAVE PMI Taiwan

Jangan Ketinggalan Info Ketenagakerjaan, Silahkan Instal Aplikasi Save Mobile Taiwan di Google Playstore

KDEI Taipei Gencar Sosialisasi Perpanjangan PK di Taiwan dan BPJS

Kini di Taiwan sudah bisa mendaftar online PK dan BPJS TK

(Update) Cara Perpanjang PK dan Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan

Pengumuman terbaru terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

FB SAVE PMI Taiwan

Ayo Bergabung dalam Grup SAVE PMI TAIWAN - Media Berbagi Seputar Ketenagakerjaan di Taiwan

Akun Line SAVE PMI TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@savepmitaiwan

Cari Info Cepat !

28 April 2019

PMI Taiwan Diajarkan Menjadi Wirausaha Ekspor dan Pengusaha



Kaohsiung, (28/04/19) – Lanjutan kegiatan Exit Program di Kaohisung dihadiri oleh semua peserta (Kelas Pertama, dan Kedua), dengan target 70 orang.

Sesi kali ini sangat penting seputar tata cara ekspor yang langsung dipandu oleh pengusaha/Praktisi Ekspor, Bapak Nursyamsu Mahyuddin bekerja sama Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan RI.
Tema utama yang diusung adalah Merintis Wirausaha Ekspor. Di awal pembahasan disampaikan tentang resiko terbesar yakni gagal. Intinya bahwa jangan berhenti terus berusaha terus memperbaiki diri, memperbaiki sikap mental, bekerja lebih sungguh-sungguh, lebih serius dan lebih keras. Sebagai pengusaha harus mempunyai kemampuan baik hardskill (marketing, produksi dan manajemen) serta softskill (mengambil keputusan, analisis, prediksi).
Pemateri juga menyampaikan pengertian dan teori tentang ekspor, tata cara pengiriman, serta pengurusan dokumen ekspor. Dicontohkannya beberapa mantan PMI yang kini sudah sukses menjadi eksportir (Farid Fahmi).
Pemateri juga memotivasi para peserta dengan tips bagaimana memulai untuk menjadi wirausahawan ekspor diantara adalah meluruskan niat, menjauhkan rasa takut, gensi dan malu, mengikuti cara berfikir dan cara hidup pengusaha sukses.
Tidak lupa juga disampaikan tip 10 langkah memulai bisnis ekspor.
Dilanjutkan pada siang harinya tentang manajemen usaha disampaikan oleh instruktur dari pihak sekolah. Dalam kesempatan ini disampaikan seputar tata cara mengelola usaha ala Taiwan, yakni perencanaan bisnis kuliner, cara tepat dan menguntungkan.
Perencanaan diterangkan dari dasar yakni mulai dari situasi ekonomi, demografi, perubahan SDM, kepuasaan pelayanan, teknologi dan kreaktifitas baru, serta media online.
Pemateri menyampaikan antara lain prospek bisnis kuliner pada bidang pariwisata, perhotelan/pariwisata, fasilitasi rekreasi, restorant. Semuanya itu perlu manajemen pengelolaan yang baik.
Perlunya inovasi dalam usaha meliputi inovasi produk/layanan, skill, tim baru maupun inovasi prosedur. Dijelaskan juga tentang bisnis waralaba, serta memahami tujuan bisnis.
Langkah terpenting lainnya adalah tentang strategi dalam marketing dan promosi, hendaknya dapat dilakukan sesuai dengan trend kekinian antara lain penggunaan internet maupun app.
Selain itu dalam memulai usaha diperlukan tekad yang kuat serta perlunya perencanaan usaha yang matang, perlu menyusun business plan (perencanaan usaha) menyangkut perhitungan prospek bisnis, survey, kapan waktu tepat untuk memulai, calon pelanggan, mengetahui kompetitor, strategi marketing (penggunaan media online/offline, teknis menggaet pelanggan serta teknik-teknik lainnya.
Pelaksanaan pelatihan dalam Exit Program ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian khusus PMI, sehingga dapat berwirausaha atau mengisi kesempatan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia. Banyak manfaat dengan program ini antara lain membangkitkan semangat dan menumbuhkan mental berwirausaha, menambah jaringan dan relasi, bergabung dengan komunitas di Indonesia serta fasilitasi Pemberdayaan Terintegrasi sebagaimana yang digalakan oleh BNP2TKI.
Perjuangan para PMI dalam mengikuti pelatihan bukanlah hal yang mudah. Demi mendapat ilmu bekal kemandirian di Indonesia ini, beberapa diantaranya mesti berangkat dari pagi hari dari Taipei dan Tainan menuju Kaohsiung.
Acara penutupan pelatihan dihadiri oleh Wakil Kepala KDEI Taipei Bapak Teddy Surachmat serta didampingi oleh Bapak Farid Ma’ruf dan Kadir selaku Perwakilan BNP2TKI pada KDEI Taipei, GWO, Instruktur, Pihak Sekolah serta rekan-rekan PMI yang ada di Taiwan.
Wakil Kepala KDEI Taipei dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran PMI dalam kegiatan pelatihan kewirausahaan ini guna untuk mendapatkan ilmu yang lebih dibandingkan apa yang telah didapatkan saat ini. Pihaknya mengapresiasi antusias para PMI dalam bekerja dan ada keinginan dan kemauan untuk maju. Diharapkan ilmu yang didapat dari pelatihan akan bermanfaat bagi para peserta untuk dikembangkan di Indonesia. Dianalogikan bahwa saat ini membawa benih sehingga dapat ditanam dan kelak menjadi buah yang dapat dipetik di Indonesia kelak.
Di akhir sambutannya beliau mengucapkan terima kasih kepada guru-guru instruktur yang telah telah memberikan ilmu dan membagi waktu bersama-sama PMI sehingga dapat menyebarkan ilmu yang bermanfaat bagi masa depan PMI yang ada di Kaohsiung.
Dokumentasi Lainnya : 















27 April 2019

Sosialisasi Ketenagakerjaan pada PMI Pintung

Pintung, (27/04/19) — KDEI Taipei kerap melakukan sosialisasi ketenagakerjaan pada PMI yang bekerja di Taiwan. Kegiatan rutin ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman maupun penyegaran terhadap konten informasi terbaru seputar ketenagakerjaan.
Analis Bidang Tenaga Kerja, Farid Ma’ruf dan Kadir hadir kali ini dalam sosialisasi ketenagakerjaan bersama PMI Pintung yang diselenggarakan oleh salah satu organisasi PMI, FORSIMASPIT (Forum Silaturahmi Masyarakat Pintung) dibawah pimpinan Idi Rasidi. Hadir pula perwakilan dari Masjid Annur Donggang.
Pertemuan berlangsung santai dan padat konten ketenagakerjaan, serta informatif tersebut digelat di Baitul Jannah, salah satu mushola PMI di Pintung.
Dalam kesempatan ini disampaikan materi utama antara lain permasalahan yang sering dihadapi oleh PMI, tips dalam penyelesaian masalah, tool pengaduan dan informasi melalui platform familiar, yaitu SAVE PMI Taiwan.
SAVE (singkatan dari Sarana Advokasi dan Edukasi) PMI Taiwan hadir dalam mode android yang langsung diunduh oleh para peserta kegiatan. Beberapa keunggulan platform tersebut adalah adanya mesin penjawab serta gudangnya info terkait PMI.
Turut dihimbau juga agar mewaspadai berbagai modus penipuan yang kerap terjadi. Cara mudah mendeteksi adalah adanya nomor-nomor baru dan asing yang menawarkan jasa atau indikasi meminta uang jasa maupub mengatasnamakan pejabat maupub kantor pemerintah. PMI dihimbau agar waspada.
Kehadiran KDEI Taipei dalam acara sosialisasi maupun kegiatan seperti ini sangat dinantikan oleh masyarakat khususnya PMI. Seluruh pertanyaan dapat dijawab serta masukan dari peserta akan diupayakan tindaklanjutnya.

6 PMI di Kaohsiung Mendapatkan Predikat PMI Teladan

Kaoshiung (27/04/19) — Pemerintah Kota Kaohsiung kembali menggelar pemilihan Pekerja Migran Asing tahun ini. Acara dibuka langsung oleh Walikota Kaohsiung
Dalam kegiatan ini, 6 PMI berhasil terpilih menjadi PMI teladan.
Semoga menginspirasi PMI lainnya untuk tetap bekerja dengan baik, apalagi sampai berprestasi di Bumi Rantau Formosa.
Selamat ya !
Dokumentasi :




22 April 2019

Pelatihan Keterampilan PMI (Exit Program) di Kaohsiung Kick Off !



Kaohsiung (21/04/19) – KDEI Taipei kembali menggelar Pelatihan Keterampilan PMI bekerja sama dengan GWO Taiwan. Kali ini dilaksanakan untuk pertama kalinya di Kaohsiung, Taiwan bagian selatan.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali para PMI khususnya yang menjelang purna sebagai bekal untuk dapat melanjutkan usaha setelah pulang di Indonesia. Acara perdana Kelas A dihadiri oleh 30 PMI yang berasal dari wilayah Kaohsiung dan sekitarnya.

Sekitar pukul 09.00 para PMI sudah memenuhi salah satu ruangan khusus Pelatihan Tata Boga di Kuochi Senior Vocational High School, No.84, Sanduo 2nd Rd., Lingya Dist., Kaohsiung), 國際商工高級中等學校 (802高雄市苓雅區三多二路84).

Kegiatan pelatihan sebelumnya hanya dipusatkan di Taipei, namun mengingat tingginya permintaan PMI khususnya di daerah selatan akhirnya pada tahun 2019 dicoba dilakukan di Kaohsiung.

Pelaksanaan Kegiatan Exit Program ini berlangsung terdiri dari dua Kelas (Kelas A dan Kelas B) yang dilaksanakan dalam dua sesi pertemuan. Pertemuan pertama diisi yakni Baking Class (Pembuatan Kue) dan Taiwanese Beverage (Pembuatan Minuman Khas Taiwan).

Hadir dalam pertemuan perdana Kelas A, Kadir selaku Analis Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei turut memberikan motivasi dan semangat kepada para peserta.
“Harapannya adalah para PMI dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya guna memberikan pengetahuan dasar untuk mulai memikirkan usaha yang dapat dikembangkan setelah kembali ke tanah air. Tantangan dalam melaksanakan exit program ini adalah meyakinkan para PMI terhadap konten pelatihan yang dilaksanakan”, ujarnya dalam keterangannya.

KDEI Taipei juga mengapresiasi antusias para PMI peserta dalam menghadiri Exit Program tersebut. Diantaranya ada yang jauh-jauh datang dari Taipei untuk bisa mengikuti acara dimaksud.

Salah satu peserta pelatihan, Ahmad Royani menyampaikan bahwa dengan adanya pelatihan ini menambah ilmu baru yang bisa di kembangkan nanti di Indonesia, serta dirinya berharap semoga bisa menjadi pengusaha sukses.
“Sudah bertahun tahun di Taiwan, susah banget cari kesempatan seperti ini”, ujar Neni, peserta lainnya.

Secara umum para peserta terlihat antusias dan dapat menyerap materi pelatihan yang disampaikan. Pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 28 April 2019 di tempat yang sama dengan materi tentang Pelatihan Dasar Tata Cara Ekspor dan Diskusi tentang Manajemen Usaha.

Dokumentasi Lainnya :











Juga diberitakan di :

20 April 2019

Memutuskan kontrak lebih awal, apakah dikenakan denda ?

Sobat PMI Taiwan !

Denda karena memutuskan kontrak bisa saja terjadi karena kontrak dijalani untuk tiga tahun. Sobat masih ingat kan sudah tanda tangan dan berkomitmen untuk bekerja selama tiga tahun. Cara lebih baiknya kalau memang ingin memutuskan sepihak bicarakan dan rundingkan baik-baik dengan majikannya ! Satu sisi memang jika memutuskan di tengah jalan ada yang dirugikan. Makanya carilah jalan tengah yang terbaik yang menguntung kedua belah pihak. Bijaksanalah dalam menyikapi hal tersebut.

Jika memang alasannya kuat untuk memutuskan kontrak sampaikan dengan jelas dan jujur agar majikan Anda bisa memahami Anda.

Jadi kesimpulannya : 1. Harus terlebih dahulu melihat surat kontrak kerja yang ditanda tangani apakah ada menyebutkan hal ini, jika ada perselisihan maka dapat melalui telepon ke 1955 untuk dilakukan pengaduan. 2. Berdasarkan Undang-undang Tenaga Kerja dan Undang-undang Layanan Ketenagakerjaan yang berlaku, Majikan tidak diperbolehkan untuk menahan gaji TKI sebagai denda atau biaya ganti rugi.

Baca juga info lain  : http://www.savepmi-taiwan.org/2017/09/apa-sanksi-memutuskan-kontrak-sebelum.html

Pindah agensi, apakah memungkinan ?

Sumber : Google images

Sobat PMI di Taiwan,

Mencoba menjawab pertanyaan dari rekan-rekan tentang pindah agensi !

Selama anda bekerja di Taiwan diikat dengan beberapa ketentuan, salah satunya adalah Anda mempunyai perjanjian dengan agensi, apakah sudah pernah baca contoh perjanjian dengan agensi, jika belum baca ini dulu : http://www.savepmi-taiwan.org/2018/10/menelusuri-template-perjanjian-antara.html

Pahami dulu ! Nah bagaimana jika memutuskan untuk pindah agensi (tentunya bisa saja) jika sepakat untuk pindah dengan agensinya yang sekarang. Salah satu pihak yang harus sepakat juga adalah majikan Anda, karena majikan anda punya kontrak juga dengan agensi.

Selama anda membayar agensi bulanan, bagaimana dengan kinerja agensi apakah telah menjalankan kewajibannya ? sesuai dengan perjanjian yang disepakati bersama ? atau jangan-jangan tidak dapat merespon ketika anda memerlukan bantuan. Anda dapat pertimbangkan itu sebagai suatu alasan. Tentunya anda sendiri dan majikan yang mengetahui kinerja agensi Anda.

Solusinya adalah agensi, majikan dan PMI harus duduk bersama rundingkan untuk memutuskan pindah atau tidak (jadi tidak bisa sepihak ya).

Semoga menjawab !

Bila Akong/Ama yang dirawat atau majikan meninggal dunia, apa yang harus dilakukan PMI ?

Sumber : Google

Sobat PMI Taiwan !
Bila pasien atau majikan anda meninggal dunia, maka merupakan salah satu syarat untuk pindah majikan, silahkan hubungi agensi Anda atau bisa juga langsung ke 1955 atau konseling, Anda akan dibantu untuk proses pindah majikan di Taiwan, anda akan dibantu dicarikan majikan baru, sementara anda akan ditampung dulu di penampungan agensi atau shelter Disnaker setempat.
Terima kasih semoga lancar dan cepat dapat majikan baru.

Pastikan tidak dimintai biaya di luar ketentuan selama pergantian majikan. Bila Ada Indikasi pungutan di luar ketentuan laporkan ke 1955 tunjukan bukti. Karena itu bertentangan dengan peraturan Taiwan, baca disini

Baca juga : https://www.savepmi-taiwan.org/2017/02/proses-ganti-majikan-di-taiwan.html

18 April 2019

Setelah Kaohsiung, Layanan Mobile Service KDEI Taipei juga akan diadakan di Hualien (05 Mei 2019)

Info Sosialisasi dan Mobile Service KDEI Taipei yang dilaksanakan di Hualien
tanggal 05 Mei 2019

Ayo rekan-rekan PMI yang berada di daerah Kaoshiung dan sekitarnya, manfaatkan layanan tersebut, jangan lewatkan Sosialisasi dan Mobile Service KDEI Taipei

Layanan Publik yang akan dilaksanakan :
- Pelayanan Keimigrasian (Paspor / SPLP),
- Pelayanan Kekonsuleran (legalisasi dokumen WNI, surat kuasa, dll),

- Pelayanan Ketenagakerjaan (pendaftaran perpanjangan kontrak tanpa pulang, cek status BPJS Ketenagakerjaan,, informasi dan pengaduan PMI, App SAVE PMI Taiwan, dll). 

Simak ilustrasi berikut ini :


Terima kasih semoga bermanfaat !

KDEI Taipei akan Gelar Mobile Service di Kaohsiung, Layanan apa saja ?

Info Sosialisasi dan Mobile Service KDEI Taipei yang dilaksanakan di Kaohsiung
tanggal 28 April 2019

Ayo rekan-rekan PMI yang berada di daerah Kaoshiung dan sekitarnya, manfaatkan layanan tersebut, jangan lewatkan Sosialisasi dan Mobile Service KDEI Taipei

Layanan Publik yang akan dilaksanakan :
- Pelayanan Keimigrasian (Paspor / SPLP),
- Pelayanan Kekonsuleran (legalisasi dokumen WNI, surat kuasa, dll),

- Pelayanan Ketenagakerjaan (pendaftaran perpanjangan kontrak tanpa pulang, cek status BPJS Ketenagakerjaan,, informasi dan pengaduan PMI, App SAVE PMI Taiwan, dll). 

Simak ilustrasi berikut ini :



Semoga bermanfaat, terima kasih !

13 April 2019

Ancang-ancang Perpanjangan Kontrak Bayar Apa saja ?



Sobat PMI Taiwan, bagi yang mau perpanjang kontrak biaya apa saya yang disiapkan ?

Coba Simak Tabel perkiraan biaya berikut ini :
No.
Komponen
Biaya
Pihak Yang Menanggung
Keterangan
PMI
Majikan
1.
Pengurusan dokumen perpanjangan kontrak di MOL Taiwan
NT$ 200 – 300
V
V

2.
Perpanjang ARC
NT$ 1.000/tahun atau NT$ 3.000/3 tahun (jika paspornya aktif lebih dari 3 tahun)
V
-

3.
Asuransi BPJS Ketenagakerjaan
Rp. 486.000 (premi untuk 3 tahun kontrak atau Rp. 13.500 per bulan) serta biaya administrasi bank (tiap bank bisa berbeda)
V
-

4.
Asuransi Lokal Taiwan
Premi bervariasi tergantung kantor asuransi
-
V
Pasal 30, Permenaker No. 22 Tahun 2014.
5.
Legalisasi Dokumen (Endors) pada KDEI Taipei
NT$ 850
-
V
6.
Medical Checkup
NT$ 2.000
V


7.
ASKES (bulan pertama)
NT$ 325
V


8.
ASTEK (bulan pertama)
NT$ 462
V

Khusus Formal
*)Tabel simulasi saja, dapat berubah sewaktu-waktu tergantung peraturan terkait di Taiwan dan Indonesia.

Catatan :
1.       Merujuk pada Peraturan Ketenagakerjaan Taiwan khususnya Pasal 52, Employment Service Act (Amandemen 03 November 2016) sebagaimana diperjelas dalam Release Press Workforce Development Agency, Ministry of Labor Taiwan tanggal 26 April 2017 tentang ketentuan bahwa agensi tidak diperkenankan memungut biaya tambahan di luar biaya pelayanan (agency service) kepada TKA yang melakukan perpanjang kontrak tanpa pulang.
2.     Bagi PMI yang dikenakan pembebanan biaya tambahan di luar ketentuan tersebut diharapkan dapat melaporkan ke Pusat Layanan WDA: 02-89956000Saluran Pengaduan 1955 maupun ke KDEI Taipei melalui telepon: 02-8752-6170 ext 639, 618, atau melalui email:ieto@ms8.hinet.net dengan melampirkan bukti pembayaran serta bukti pendukung lainnya.

Diolah dari :

11 April 2019

Pengumuman Pelatihan Exit Program KDEI Taipei di Kaohsiung !

PENGUMUMAN Pendaftaran Exit Program
Bagi rekan-rekan PMI Taiwan yang sudah mendaftar Exit Program, dapat memperlihatkan pengumuman ini agar diizinkan dan dimudahkan dalam mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh KDEI Taipei bekerja sama dengan GWO Taiwan.

Sumber : KDEI Taipei

08 April 2019

Mengambil Hikmah Isra’ Mi’raj, PMI Dihimbau untuk Bersatu, Tolong Menolong dan Saling Mengingatkan untuk Kebaikan


Hualien, (07/04/19) -- KDEI Taipei turut berpartisipasi dalam Peringatan Bulan Rajab Bersama PMI di Hualien pada tanggal 6 s.d 7 April 2019 yang berlangsung dengan berlangsung sukses. Acara ini diselenggarakan oleh Masjid Al-falah Hualien dan Majelis Taklim Nurul Iman Hualien (MTNIH) serta didukung oleh organisasi dari kalangan PMI Taiwan lainnya.
KDEI Taipei hadir dalam acara ini yaitu analis Bidang Ketenagakerjaan yaitu Farid Ma’ruf dan Kadir.
Jamaah yang hadir sebagian besar adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang merupakan hasil kerjasama antara Masjid Al-falah Hualien dan Majelis Taklim Nurul Iman Hualien (MTNIH) serta didukung oleh organisasi dari kalangan PMI Taiwan lainnya, komunitas mahasiswa dan pihak terkait lainnya. 
Dalam sambutannya, Analis Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei menyampaikan pesan-pesan penting khususnya bagi PMI antara lain menyampaikan apresiasi dan berbahagia pada kesempatan ini dapat berkumpul dalam peringatan bulan rajab yang dirangkaikan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Turut mendoakan kehadiran masjid di Hualien diharapkan dapat membawa berkah, serta kehadiran KDEI Taipei di acara tersebut dapat bermanfaat dan dapat diambil hikmah dari pesan yang disampaikan.
Selanjutnya disampaikan informasi Sosialisasi dan Mobile Service KDEI yang direncanakan akan diselenggarakan di masjid Al-Falah Hualien pada tanggal 05 Mei 2019. Diharapkan WNI/PMI dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk layanan kekonsuleran, keimigrasian, perlindungan WNI dan penerangan sosial budaya maupun layanan ketenagakerjaan (pengaduan dan informasi PMI).
Memetik hikmah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW agar senantiasa melaksanakan ibadah sholat. Ditekankan juga bahwa sesama WNI/PMI di luar negeri ini ini pada dasarnya bersaudara, hendaknya selalu bersatu dan tolong menolong dalam kebaikan. Dihimbau juga kiranya agar saling mengingatkan kepada saudara/teman bila melanggar aturan sehingga tetap dalam kondisi yangg lurus.
“Berdasarkan pengalaman selama kurang lebih dua tahun ini bahwa banyak sekali PMI di Taiwan yang kurang diingatkan oleh rekannya. Yang sering terjadi saat ini penggunaan minuman keras, narkoba serta pergaulan bebas. Kewajiban kita sesama untuk saling mengingatkan”, tegas Farid.
Dilanjutkan dengan tausiah dari Ustadz Perwakilan WNI dan PMI. Turut disampaikan  tausiah mengajak untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan dan sholawat bersama yang diikuti jamaah dengan penuh hikmat. Mengambil hikmah Isra’ Mi’raj mengajak jamaah agar senantiasi mendirikan sholat dengan baik
Diujung tausiah para Ustadz turut mendoakan PMI yang bekerja di Taiwan agar kehadiran PMI di Taiwan dapat bermanfaat, diberikan rezeki yang mengantarkan PMI menuju kesuksesan, serta motivasi penting lainnya.

01 April 2019

Tegal Menghasilkan 40 PMI Sukses Melalui Pelatihan Kewirausahaan


BNP2TKI, Tegal (28/03) - - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bersama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM), pada hari Rabu (27/03/2019) melaksanakan kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Keluarga / Pasca Pekerja Migran Indonesia (PMI) bertempat di Riez Palace Hotel, Kabupaten Tegal, Jl. Gajah Mada No. 75, Tegal - Jawa Tengah. 
 
Pelatihan Kewirausahaan tersebut diikuti oleh sebanyak 40 orang, salah satu peserta Suhartono (38th) merupakan mantan PMI Taiwan yang bekerja pada sektor Pelaut Perikanan pada tahun 2008 - 2010 sangat antusias dengan diselenggarakannya kegiatan Pelatihan Kewirausahaan, karena mendapatkan edukasi dan pengetahuan tentang Kewirausahaan, ungkap Suhartono. 
 
Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Kewirausahaan, Kemenkop dan UKM Budi Mustopo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan Sinergi antara Kemenkop dan UKM dengan BNP2TKI serta menjalankan amanat dari Keppres No. 72 Tahun 2018, menjelaskan bahwa Kemenkop dan UKM sebagai leading sektor untuk mensosialisasikan kegiatan UKM dan Pilot Project. 
 
Deputi Perlindungan Anjar Prihantoro menyampaikan khusus alasan bersinergi dengan Kemenkop dan UKM tujuannya karena ingin mensejahterahkan kehidupan PMI terutama bagi keluarga PMI. 
 
BNP2TKI pada tahun 2015 - 2019 telah melatih sekitar 25.000 orang dan sebanyak 10.000 orang telah sukses menjadi pengusaha itu artinya jika setiap pengusaha atau mantan PMI mempekerjakan minimal 4 orang maka telah terserap tenaga kerja sebanyak 40.000 orang, sebaliknya jika PMI tersebut mempunyai 2 orang anak maka dikalikan lagi 4 jadi total seluruhnya 160.000 orang, tegas Anjar. 
 
Selain itu, Anjar menjelaskan bahwa Wirausaha dapat diartikan sebagai "seseorang yang berani melakukan usaha dan bisa memanfaatkan usaha dari luar untuk dikelola sendiri", selain multiplayer effect sangat bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. 
 
"Bappeda menyampaikan era kedepan adalah era pengembangan sumber daya manusia (SDM) sehingga nantinya akan menghasilkan SDM yang berkompeten", ujar Anjar. 
 
Turut Hadir: Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kab. Tegal Suspriyatin, Kabid Lembaga Kewirausahaan Kemenkop dan UKM Anang Rachman, Kasubdit Fasilitasi dan Rehabilitasi TKI Purna BNP2TKI Yeni Agus Winoto, Kasi Kerjasama Antar Lembaga Non Keuangan BNP2TKI Yunita Puspitasari.

Sumber : BNP2TKI

BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer

LINE Penjawab Pertanyaan

加入好友