SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Platform Penyebaran Informasi Ketenagakerjaan, Hukum, Peraturan serta Layanan Pengaduan PMI Taiwan

Cari Info Cepat !

29 June 2019

Internalisasi Pegawai BNP2TKI dalam Rangka Revitalisasi Badan Baru

Dedi Noor Cahyanto bersama Sekretaris Utama dan Para Pejabat BNP2TKI dalam kegiatan Revitalisasi Badan Baru di Auditorium BNP2TKI, Kamis, (27/06/19)
Dedi Noor Cahyanto: “Saatnya seluruh pegawai masuk dan terlibat”
Jakarta, BNP2TKI (28/06/19) -- Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) selenggarakan kegiatan internalisasi kepada para pejabat eselon I, II, III dan IV dalam rangka mempersiapkan diri bertranformasi menjadi Badan baru sesuai amanat UU No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Kegiatan bertajuk “Revitalisasi Badan Baru dalam Mengemban Amanat UU No. 18 Tahun 2017” dilaksanakan pada Kamis, 27 Juni 2019, bertempat di Auditorium BNP2TKI, dihadiri sebanyak 186 orang. Bertujuan menyamakan persepsi dan internalisasi filosofi badan baru guna menumbuhkan semangat dan optimisme demi pelindungan CPMI, PMI dan keluarganya.
Staf Khusus Kepala BNP2TKI, Dedi Noor Cahyanto menyampaikan filosofi Badan baru yang harus dimengerti oleh semua pejabat di lingkungan BNP2TKI yaitu :
  1. Costumer-minded service
Keselamatan, kesejahteraan dan harkat martabat CPMI, PMI dan keluarganya berada di tangan Badan.
  1. Badan besar karena empati
Besarnya Badan bukan ditentukan dari besarnya wewenang, anggaran dan jumlah eselon I yang dimiliki, namun dari empati serta kepedulian kepada CPMI, PMI dan keluarganya serta kolega K/ L/ Pemerintah Daerah dan stakeholder lain yang punya visi serupa.
  1. End to end service
UU No. 18 Tahun 2017 mengamanatkan Badan sebagai penanggung jawab pelaksanaan kebijakan kepada CPMI, PMI dan keluarga. Meskipun pada akhirnya tugas operasional teknis dibagi-bagi tetapi Badan wajib mewujudkan outcome termasuk membina dan mengisi kekurangan pihak-pihak terkait.
  1. Layanan prima berbasis sistem informasi
Akan hadir Badan yang bekerja dengan basis sistem informasi demi layanan CPMI, PMI dan keluarganya yang prima.
  1. Arogansi menutup inovasi
Musuh utama Badan dalam menjalankan amanat UU adalah arogansi mampu melakukan semuanya sendiri dan menutup mata terhadap pentingnya inovasi.
  1. Konsolidasi dan integrasi
Sebesar-besarnya manfaat kehadiran Badan terletak pada konsolidasi program lintas pihak dan integrasi proses bisnis yang efisien.
  1. Leadership dan manajemen
Leadership dan manajemen organisasi serta SDM merupakan kunci keberhasilan terbangunnya Badan baru.
  1. Tinggalkan yang lama dan berubah
Pola pikir, cara bekerja dan tools lama banyak yang sudah tidak lagi relevan, tinggalkan dan segera berubah sesuai tuntutan Badan baru.
  1. Sesuaikan diri dengan Badan baru
Sesuaikan diri dengan hadirnya Badan baru dengan berubah, belajar, bekerja keras dan bekerja sama atau MINGGIR karena menghalangi jalannya tugas Badan baru.
  1. Pencapaian target = eksistensi diri
Keberadaan Anda ditentukan oleh pencapaian target kinerja secara spesifik bukan dari hal yang lain!
  1. Manfaatkan kesempatan dari Negara
Kali ini Negara masih memberi kesempatan untuk menunjukkan pentingnya Badan baru. Manfaatkan!!
Dalam orasinya Dedi juga menyampaikan beberapa karakter utama yang harus dimiliki dan dipersiapkan oleh pejabat/ pegawai dalam bekerja di lingkungan Badan baru yakni integritas, inovatif, bekerja sama dan gotong royong, melayani, kepemimpinan, outcome oriented, empati, dan membangun jejaring. Karakter utama tersebut kemudian harus diterjemahkan ke dalam do’s dan don’ts yang harus dilaksanakan dan diinternalisasi oleh pegawai/ pejabat dalam bekerja di lingkungan Badan baru demi mewujudkan pelayanan pelindungan secara nyata terhadap CPMI, PMI dan keluarganya sehingga tidak hanya menjadi simbol, tulisan atau ungkapan semata.
Pada akhir orasinya, Dedi menanyakan kepada audience apakah hal tersebut mampu diwujudkan. Dengan mempertimbangkan capaian nyata kinerja BNP2TKI tahun 2015 s.d. 2019 dimana sebelumnya mungkin tidak terbayangkan bahwa BNP2TKI mampu :
  1. Melakukan transformasi proses bisnis layanan penempatan PMI melalui sistem informasi;
  2. Menciptakan efisiensi waktu dan biaya layanan melalui inovasi LTSA;
  3. Melakukan terobosan dalam layanan pengaduan;
  4. Menekan hingga seminimal mungkin pembiayaan bagi CPMI, PMI dan keluarganya;
  5. Membangun pemberdayaan yang terintegrasi lintas K/ L;
  6. Meningkatkan kualitas pendapatan PMI secara bertahap namun pasti; dan
  7. Menciptakan kinerja governance yang bersih dan berkualitas.
“Jelas bahwa itu merupakan modalitas besar Badan baru untuk menumbuhkan keyakinan dalam menyongsong revitalisasi dan membuktikan kepada Negara yang telah memberikan kesempatan untuk menunjukkan bahwa dengan Badan baru kita MAMPU!! dan biarkan engkau dan seluruh putra putri bangsa ini dapat memberi arti dari usaha kita ini,” pungkas Dedi Noor Cahyanto.
Sumber : BNP2TKI

Reactions:

BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer