SARANA ADVOKASI & EDUKASI

Platform Penyebaran Informasi Ketenagakerjaan, Hukum, Peraturan serta Layanan Pengaduan PMI Taiwan

Aplikasi Mobile SAVE PMI Taiwan

Jangan Ketinggalan Info Ketenagakerjaan, Silahkan Instal Aplikasi Save Mobile Taiwan di Google Playstore

Mau Perpanjang PK Simak Alur dan Info Berikut ini

Sebagai PMI yang perpanjang kontrak baru di Taiwan, jangan lupa perpanjang PK sekaligus urus Asuransi BPJS Ketenagakerjaan untuk Pelindungan Anda !

(Update) Cara Perpanjang PK dan Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan

Pengumuman terbaru terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

Akun Line SAVE PMI TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@savepmitaiwan

Hati-hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Pejabat maupun Institusi BP2MI, Agar Selalu Waspada! ~ Waspada Virus Covid-19, patuhi protokol yg ditetapkan pemerintah

Cari Info Cepat !

01 June 2020

Infografis Protokol Kesehatan Tambahan untuk Penangan Pemulangan PMI disituasi PSBB







Sumber : FB BP2MI, diakses tanggal 2 Juni 2020

23 May 2020

Ucapan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441H Oleh Kepala KDEI Taipei



Rekan-Rekan PMI Taiwan,

Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1441 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin 🙏






Sumber : https://www.kdei-taipei.org/index.php/berita/item/1872-ucapan-selamat-idul-fitri-1-syawal-1441h-oleh-kepala-kdei-taipei

20 May 2020

Himbauan Penyelenggaraan Kegiatan Publik bagi WNI di Taiwan


Sumber : KDEI Taipei

18 May 2020

Bahas Pembebasan Biaya Penempatan PMI, Kepala BP2MI : Ajak Diskusi Tripartit Stakeholder Terkait

Bahas Pembebasan Biaya Penempatan PMI, Kepala BP2MI :  Ajak Diskusi Tripartit Stakeholder Terkait

Jakarta, BP2MI (18/5) – Sebagai bentuk nyata dari hadirnya negara dalam melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya adalah dengan memperjuangkan untuk tidak membebani PMI dengan biaya penempatan yang seringkali melebih batas.
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menyatakan, dalam pasal 30 UU nomor 18 tahun 2017disebutkan sudah sangat tepat bahwa PMI tidak dapat dibebani biaya penempatan.
“Kebijakan lebih lanjut mengenai hal ini akan dituangkan dalam Peraturan Kepala Badan dan peraturan ini yang sedang kita persiapkan. Pemikiran-pemikiran dari rekan-rekan stakeholder ini lah yang kami butuhkan. Untuk itu kami mengharapkan dukungan seluruh komponen agar kebijakan yang akan dikeluarkan dapat terlaksana dengan baik,” jelas Benny dalam Focus Group Discussion (FGD) Struktur Biaya Penempatan PMI ke Luar Negeri di kantor BP2MI, Jakarta, Senin (18/5).
Pembahasan struktur biaya penempatan melalui diskusi tripartit yang melibatkan pihak Asosiasi, NGO (Non-Government Organization/Lembaga Swadaya Masyarakat), P3MI (Perusahaan Penempatan PMI), dan Akademisi merupakan momentum untuk menunjukan keberpihakan bagi pelindungan kepada PMI dan keluarganya, sekaligus bagian dari pembenahan tata kelola penempatan PMI secara menyeluruh. Dalam FGD ini, seluruh stakeholder terkait diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan masukannya sebagai bahan bagi BP2MI dalam merumuskan kebijakan terkait struktur biaya penempatan bagi PMI ke luar negeri.
“Semangat UU nomor 18 tahun 2017 adalah semangat pelindungan yang menyeluruh. Oleh karena itu saya kembali menyatakan, bahwa BP2MI akan memberikan pelindungan dari ujung rambut sampai ujung kaki kepada Warga Negara VVIP (very very important person) yang kami sebut PMI,” ujarnya.
Adapun biaya penempatan meliputi tiket keberangkatan, tiket pulang, visa kerja, legalisasi Perjanjian Kerja, dan jasa perusahaan. “Biaya penempatan ini yang seharusnya dibebankan pada Pemberi Kerja (user), mengacu pada amanat UU nomor 18 tahun 2017 bahwa PMI tidak dapat dibebani biaya penempatan,” tegas Benny.*** (Humas/SD)
Sumber : BP2MI

13 May 2020

Informasi Pelatihan Online UKM Pariwisata

Sobat Purna PMI  Taiwan !

Berikut informasi pelatihan UKM Pariwisata

Peserta terbatas, buruan mendaftar ! di link di brosur

Sumber : Dit. Pemberdayaan BP2MI

Pelayanan Kepulangan PMI pada Masa Pandemi Covid-19


Hi #SobatMigran

Sesuai dengan Permenhub No PM 25 Tahun 2020 tentang Pembatasan Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 H dan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 No 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, terdapat pengecualian bagi Calon Pekerja Migran Indonesia dan Repatriasi Pekerja Migran Indonesia.
.
Untuk itu bagi #SobatMigran yang termasuk dalam kategori tersebut dan ingin kembali ke daerah asal terdapat berbagai syarat dokumen yang harus dipenuhi.
.
Mau tau dokumen apa saja yang harus #SobatMigran penuhi?
Yuk simak infografis berikut :


.
Jangan lupa untuk selalu mematuhi anjuran dari pemerintah ya #SobatMigran
.
Sayangi diri, sayangi keluarga, dan tetap di rumah saja.


Sumber : https://www.facebook.com/bp2mi.ri

Infografis Layanan Kepulangan PMI dari Luar Negeri


Hay #SobatMigran, selama Pembatasan Sosial Berskala Besar di masa pandemi Covid-19 ini, BP2MI tetap melakukan pelayanan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), baik penanganan dan pemulangan PMI-Bermasalah, PMI sakit, maupun PMI yang meninggal.
Pelayanan kepulangan ini sesuai dengan Peraturan Kepala BP2MI nomor 03 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Kepulangan PMI-Bermasalah sampai ke Daerah Asal.
Seperti apa prosedurnya, yuk #SobatMigran simak infografis di atas mengenai pelayanan BP2MI terhadap penanganan dan pemulangan PMI.




10 May 2020

Kepala BP2MI: Viralnya ABK, Momentum Perbaikan Tata Kelola

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani saat Press Conference bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Sabtu (9/5).

Jakarta, BP2MI (9/5) - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani  menyatakan pemerintah harus memastikan keselamatan para Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas kapal dan yang telah kembali. Serta memastikan pemenuhan hak-hak ABK yang masih hidup atau yang telah meninggal dunia, seperti gaji, asuransi dan santunan.  
"Dengan viralnya video pelarungan ABK oleh Kapal Tiongkok kelaut, menjadi momentum perbaikan tata kelola pekerja migran ABK. Selama ini  memang belum ada  ketegasan dalam pengaturan pembagian kewenangan tata kelola penempatan dan pelindungan ABK Perikanan, serta pihak-pihak yang berhak untuk melakukan penempatan", ujar Benny di Jakarta, Sabtu (9/5).
Benny menambahkan, BP2MI telah melakukan beberapa langkah-langkah yaitu, BP2MI telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki proses penempatan ABK yang bekerja di kapal berbendera Tiongkok tersebut. BP2MI juga menindaklanjuti  dengan melayangkan surat ke Mabes Polri untuk mendukung proses penyelidikan kasus-kasus pengaduan ABK telah diterima oleh BP2MI.
BP2MI juga mendorong percepatan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Penempatan dan Pelindungan ABK Pelaut Niaga dan Perikanan, sebagai instrumen hukum turunan UU 18 Tahun 2017.  BP2MI juga  siap menerima mandat untuk mengelola penempatan PMI secara keseluruhan termasuk ABK sebagai mandat UU 18 Tahun 2017.
"Yang terpenting adalah  BP2MI mengharapkan untuk segera diakhiri ego sektoral dalam penanganan ABK dalam proses penempatan maupun pelindungannya,"jelasnya
Pengaduan terkait ABK  selama tahun 2018 - 6 Mei 2020 sebanyak 389 pengaduan. Lima jenis pengaduan terbesar ialah gaji yang tidak dibayar (164 kasus), meninggal dunia di negara tujuan (47 kasus), kecelakaan (46 kasus), ingin dipulangkan (23 kasus), dan penahanan paspor atau dokumen lainnya oleh P3MI/manning agency (18 kasus).
Sementara itu, pengaduan ABK terbanyak dibuat oleh para ABK Indonesia dengan negara penempatan Taiwan (120 kasus), Korea Selatan (42 kasus), Peru (30 kasus), Tiongkok (23 kasus), dan Afrika Selatan (16 kasus).
Dari total 389 kasus yang masuk ke BP2MI, sebanyak 213 kasus telah selesai ditangani (54,8%) dan 176 kasus masih dalam proses penyelesaian. Kendala yang dihadapi untuk kasus ABK ini ialah belum adanya aturan turunan yang mengatur perlindungan secara khusus bagi PMI ABK. Di samping itu, data ABK  sering tidak terdaftar di BP2MI, khususnya ABK yang memiliki risiko permasalahan yang tinggi. 
Benny menjelaskan,  saat ini harus segera dilakukan yaitu penegasan kewenangan, tugas dan fungsi antar institusi yang menangani tata kelola penempatan dan pelindungan ABK Perikanan yang implementatif. Membangun database terpadu terintegrasi antar institusi terkait (Kemenhub, Kemnaker, KKP, Kemlu, BP2MI), serta membentuk tim investigasi (internal BP2MI) dan sinergi koordinasi antar K/L untuk penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran HAM, tindak pidana bidang ketenagakerjaan dan  Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Serta melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap 3 manning agency terhadap pelaku fisik, pengurus perusahaan, dan perusahaan, serta pemilik manfaat (beneficial owner) dengan dasar hukum yang digunakan pasal 87 UU 18/2017 tentang Pelindungan PMI dan pasal 13 UU 21/2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Tidak hanya itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga akan melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap kepatuhan P3MI, serta penjatuhan sanksi (rujukan: UU 18/2017 pasal 19 (1) pasal 25 (3), pasal 27 (2), pasal 62) dalam hal manning agency Surat Izin Usaha Perekrutan dan Penempatan Awak Kapal  (SIUPPAK). Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan perlu segera melaksanakan evaluasi kepatuhan dan jika ditemukan pelanggaran, perlu dijatuhkan hukuman berupa pencabutan SIUPPAK (rujukan: pasal 33 (2) Permenhub 84/2013 tentang Penempatan dan Perekrutan Awak Kapal).
Kementerian Luar Negeri sesuai kewenangannya telah  mengirim nota diplomatik kepada Pemerintah Tiongkok yang bersifat mendesak Pemerintah Tiongkok bekerja sama dengan Pemerintah RI dengan penegakan hukum yang maksimal kepada Dalian Ocean Fishing dan Ship Owner dari Kapal Long Xin 629, Long Xin 605, Long Xin 606, Tyan Yu 8 terkait pemenuhan hak-hak ABK.
Selain itu juga, merekomendasikan agar Kementerian KKP melaporkan kepada Regional Fisheries Management Organization (RFMO) mengenai dugaan penangkapan spesies hiu yang dilakukan beberapa kapal. Khusus Long Xin 630 terdaftar di Inter-American Tropical Tuna Commission agar memasukan kapal-kapal tersebut ke dalam IUU Vessel List.
Dikutip dari website BP2MI

06 May 2020

Telah Dibuka Shelter WNIO Program Amnesty di Taoyuan dan Amnesty

Meneruskan Informasi dari FB PWNI Pensosbud KDEI Taipei (diakses pukul 21.55 WIB, 6 Mei 2020), sebagai berikut :
Teman-teman WNI, khususnya PMI swasta di Taiwan. KDEI Taipei menyediakan Shelter gratis dan konsumsi bagi PMI yg menyerahkan diri ke Imigrasi. Lokasi shelter di Taoyuan dan Kaohsiung.
Tolong sebarkan informasi mengenai Shelter ini kepada teman-teman yang lainnya agar fasilitas yang KDEl Taipei sediakan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Shelter Taoyuan: 桃園蘆竹區龍安街二段981號 atau Long'an Road No. 981 Section 2, Luzhu District, Taoyuan.
Shelter Kaohsiung: 高雄市鹽埕區必信街80號 atau Pixin Road No. 80, Yancheng District, Kaohsiung City.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Hotline kami di nomor: 090 1132 000.

Wassalam.

UPT BP2MI Lampung Fasilitasi Pemulangan Dua Pekerja Migran dari Taiwan

UPT BP2MI Lampung Fasilitasi Pemulangan Dua Pekerja Migran

Bandar Lampung, BP2MI (1/5) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia  (BP2MI) Lampung menerima dua  orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lampung yang tiba di Asrama Haji Provinsi Lampung, Jumat, (1/5/2020). Sebelumnya, PMI tersebut tiba di Bandara Soekarno-Hatta Rabu, (29/04/2020) dan dilanjutkan perjalanan via darat sehari setelahnya.
Kepulangan PMI asal Lampung ini langsung diterima oleh Kepala UPT BP2MI Lampung, Ahmad Salabi dan perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung untuk dilakukan pengarahan menjalani rapid test bersama 1 orang PMI asal Bengkulu. "Ketiga PMI ini pulang ke Indonesia karena telah menyelesaikan kontrak kerjanya selama 2-3 tahun," ungkap Ahmad Salabi.
Dari hasil pendataan petugas, diketahui PMI tersebut masing-masing atas nama Novianti (31 tahun) asal Desa Marga Mulya Dusun IV Bumi Agung lampung Timur yang bekerja di Hongkong sebagai Penata Laksama Rumah Tangga (PLRT) sejak tahun 2018, kemudian Ikwan Khudori (24 Tahun) asal Desa Sapto Mulyo Dusun III Kota Gajah Lampung Tengah yang bekerja di Taiwan sebagai Operator sejak tahun 2017, dan Joni Son Iskandar asal Desa Talang Randai Bengkulu Selatan Propinsi Bengkulu, bekerja di Taiwan sebagai operator sejak tahun 2017.
Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan UPT BP2MI Lampung yang juga  anggota tim gugus tugas penanganan Covid 19 Lampung, Waydinsyah  menyatakan bahwa sampai dengan Jumat (1/5/2020), jumlah PMI yg telah difasilitasi oleh BP2MI lampung sebanyak 84 orang baik PMI prosedural maupun PMI nonprosedural. "Kita terus mengawal kepulangan Pekerja Migran secara ketat guna benar-benar memastikan bahwa mereka sampai dengan selamat dan sehat sampai ke daerah asalnya," tuturnya.
Pelaksanaan rapid test difasilitasi oleh petugas medis dari Dinas Kesehatan setempat dengan pengambilan sampel darah PMI untuk dilakukan screening/penyaringan awal. Hasil rapid tes tersebut menyatakan bahwa ketiga PMI tersebut negatif dan langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk dilakukan karantina secara mandiri. Serah terima PMI tersebut disertai dengan pemberian masker dan multi vitamin secara gratis oleh UPT BP2MI Lampung. Sedangkan 1 orang PMI asal Bengkulu dipulangkan ke daerah asal dengan menggunakan travel. ** (Humas/UPT BP2MI Lampung/Muh.Meidi)
Sumber : BP2MI

Sejak Januari-Mei 2020, UPT BP2MI Lampung Telah Fasilitasi Kepulangan 100 PMI


Bandar Lampung, BP2MI (6/5) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Lampung sepanjang periode Januari sampai dengan Mei 2020 telah memfasilitasi sebanyak seratus orang Pekerja Migran Indonesia (PMI), baik yang bekerja secara prosedural maupun unprosedural. UPT BP2MI Lampung terus berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Dinas Tenaga Kerja Dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung terkait penanganan kepulangan PMI dari Luar Negeri.
UPT BP2MI Lampung juga melakukan sosialisasi kepada PMI untuk bekerja ke luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan aktif mendaftarkan kepesertaan diri pada Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, agar resiko seperti kecelakaan Kerja, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan resiko ketenagakerjaan lainnya dapat terlindungi melalui jaminan sosial ketenagakerjaan, yaitu BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala UPT BP2MI Lampung, Ahmad Salabi mengungkapkan bahwa UPT BP2MI telah memfasilitasi kepulangan tujuh orang PMI, yang kepulangannya melalui Bandara Soekarno-Hatta dan tiba di Lampung melalui perjalanan via darat pada Selasa, (5/5/2020) pukul 13.00 WIB.
Setibanya dikantor UPT BP2MI Lampung, dilanjutkan dengan pemberian masker dan menerapkan Protokol Penanganan Covid 19. Hadir dalam pemberian masker Kepala Seksi Perlindungan BP2MI Lampung, Waydinsyah dan Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Eko Heru Misgianto.
Dari hasil pendataan petugas, diketahui ketujuh PMI tersebut terdiri dari 4 orang asal Kabupaten Lampung Timur, 1 orang asal Kab. Lampung Tengah, 1 orang asal Kabupaten Pringsewu dan 1 orang asal Kabupaten Tulang Bawang Barat. Ketujuh PMI tersebut kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan kontrak kerjanya selama 2 Tahun di Hongkong dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Salabi menambahkan, sehari sebelumnya UPT BP2MI Lampung juga memfasilitasi kepulangan PMI sebanyak 8 orang di Asrama Haji Provinsi Lampung.
"Dari hasil pendataan, diketahui bahwa 6 orang PMI asal lampung bekerja di Taiwan, Hongkong, dan Qatar pulang ke Indonesia karena telah menyelesaikan kontraknya selama 2 tahun. Serta 2 orang PMI asal Palembang bekerja di Negara Maladewa Kepulauan Maldives bekerja sebagai Chef di Resort Niyama Prive Island yang dipulangkan dikarenakan perusahaan menutup sementara resort tersebut," terangnya.
Lebih lanjut Salabi mengatakan setelah dilakukan pendataan, PMI tersebut langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga dan harus menjalani karantina secara mandiri selama waktu 14 hari. 
Salabi menyatakan bahwa gelombang kepulangan PMI dimasa pandemi Covid-19 ini terus meningkat. "Kami terus berupaya untuk memfasilitasi kepulangan PMI ini dengan sebaik-baiknya. Jika ada pilihan bagi PMI kita untuk bertahan di negara penempatan akan lebih baik. Namun jika pulang ke Indonesia menjadi pilihan terakhir, maka kami siap memfasilitasi dan melakukan pengawalan agar PMI kita sampai ke daerah asal dengan selamat dan sehat," tutup Salabi *** (Humas/UPTBP2MI Lampung/Muh.Meidi)
Sumber : BP2MI

04 May 2020

Informasi Pelatihan Online Gratis untuk PMI

Sobat PMI  Taiwan !

Telah dilaunching pelatihan daring (online) dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Kelas dibuka utk umum🙏
Barangkali teman-teman PMI, khususnya yang purna Taiwan dan dan keluarga bisa memanfaatkan kesempatan ini..

Peserta terbatas, buruan mendaftar !

Persyaratannya hanya mendaftar link terlampir dan mengikuti alur yang diberikan sebagaimana dalam brosur digital berikut ini :




Sumber : Dit. Pemberdayaan BP2MI

01 May 2020

Kepala BP2MI : Wujud Pelindungan PMI, Tempat Transit Harus Layak


Tangerang, BP2MI (1/5) Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional (May Day) menjemput kepulangan PMI yang datang dari Brunei Darussalam sejumlah 98 orang dan dari Aljazair sejumlah 189 orang.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BP2MI juga mengunjungi PMI yang ada di tempat transit (shelter) BP2MI di Tangerang. Benny langsung berdialog dengan PMI yang kebetulan sedang menunggu keberangkatan ke daerah asal. Benny menegaskan shelter harus layak untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk tempat istirahat sementara, karena hal itu wujud nyata pelindungan bagi PMI.
"Dari tren gelombang  pemulangan PMI pada masa Covid-19 ini, BP2MI memiliki shelter yang terbatas. Untuk itu, shelter untuk PMI harus layak. Kita sudah meminta ke Kementerian Sosial agar  bisa memakai RPTC (Rumah  Pelindungan Trauma Center) untuk menampung PMI sementara sebelum pulang daerah asalnya," tegasnya. "Saya juga sudah bertemu Meneg BUMN dibantu sediakan moda transportasi darat, seperti bus Damri untuk dipakai mengantar pemulangan PMI dari setiap debarkasi sampai daerah tujuan PMI," tambahnya saat meninjau langsung shelter UPT BP2MI di Tangerang, Jumat , 1/5/2020.
Sambil berbincang langsung dengan para PMI di shelter,  Benny mengatakan bahwa  PMI adalah pejuang,  pahlawan devisa bagi negara karena telah bertaruh di luar negeri. Maka tidak layak bila ada yang melakukan tindakan kehinaan untuk PMI.
Sebelumnya, Kepala BP2MI juga meninjau langsung kedatangan sebanyak 615 pekerja migran yang pulang dari Aljazair dan Brunei di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten. Pekerja migran ini pulang karena masa kontraknya sudah berakhir dan juga karena dampak dari pandemi Covid-19.
Ia menyatakan selama pandemi Covid-19,  gelombang kepulangan pekerja migran akan terus terjadi. Jika  bicara  kekhawatiran bisa dipastikan, tapi di luar  kekhawatirkan ini juga menjadi persoalan serius yang harus dihadapi dan dicarikan solusi yang tepat.
BP2MI sudah memfasilitasi  kepulangan sekitar 123 ribu PMI, baik yang pulang lewat jalur mandiri maupun melalui pendataan online. BP2MI sudah menyesuaikan dengan standar dari World Health Organization (WHO) terkait protokol kesehatan dan kepulangan PMI. 
"Ini sudah menjadi kewenangan dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan), seluruh PMI dilakukan rapid test, setelah itu mereka masuk pos imigrasi dan terakhir masuk pos BP2MI untuk dilakukan pendataan," ujarnya.
Menurut Benny, saat pandemi Covid-19 Malaysia menempati angka tertinggi dalam pemulangan PMI seiring diterapkannya kebijakan lockdown  di negara tersebut. Sebagian PMI ada yang sudah pulang tapi ada juga yang masih bertahan karena lokasinya  jauh dari ibu kota. "Saat ini, yang sangat mendesak adalah kebutuhan logistik untuk mereka. Ini kewenangan perwakilan. Namun, kita tetap koordinasi dengan perwakilan  agar tetap bisa memenuhi kebutuhan logistik mereka," jelasnya.
Kepala BP2MI juga langsung berbincang dengan PMI yang pulang dari Hong Kong. Kepada PMI, Benny menyarankan untuk mendaftar Kartu Pra Kerja ketika sudah tiba di kampung halaman. Dalam program kartu prakerja terdapat pembiayaan,  pelatihan serta program  kewirausahan. Silakan mendaftar secara gratis atau silakan hubungi UPT BP2MI di daerah bila mengalami kesulitan.** (Humas/MH/Aff/Nando)
Sumber : BP2MI

29 April 2020

Buku Panduan Pencegahan Covid-19 – My Health, My Responsibility (Indonesian)



Buku panduan pencegahan covid-19 di Taiwan berbahasa Indonesia telah dirilis oleh https://health99.hpa.gov.tw


Baca lebih lengkap disini


KETENTUAN MEMBELI MASKER VERSI 3.0 Versi ke-6

Disadur dari website WDA, info ketentua membeli masker, sebagai berikut :


Sumber : https://fw.wda.gov.tw

BP2MI Layani Kepulangan PMI, Kemenhub Sediakan Angkutan bagi PMI ke Daerah Asal

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani bersama jajaran saat mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Menteri melalui video conference, pada Rabu (29/4).

Jakarta, BP2MI (29/4) – Dalam pelayanan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di masa pandemi Covid-19 ini, BP2MI menemui beberapa hambatan seperti adanya keterbatasan ketersediaan shelter dimana shelter BP2MI di Tangerang hanya dapat menampung 25 orang, dan adanya pembatasan moda transportasi domestik (darat, laut dan udara) tetapi penerbangan internasional untuk repatriasi WNI termasuk PMI tetap dibuka.
"Selain itu, ada keterbatasan transportasi menuju ke daerah asal PMI yang mengakibatkan sindikasi travel dengan ancaman keselamatan PMI. Karena berdasarkan Perka Nomor 03 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Kepulangan PMI-Bermasalah ke daerah asal, pada prinsipnya BP2MI memfasilitasi kepulangan PMI dalam kategori bermasalah seperti meninggal, sakit, dan bermasalah lainnya, dengan jenis kepulangan mandiri, dijemput keluarga, dan difasilitasi oleh BP2MI," jelas Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Pergerakan WNI yang Tiba Kembali ke Tanah Air, yang dilaksanakan melalui video conference, pada Rabu (29/4). 
Rapat ini dipimpin oleh Menteri Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Menteri Kesehatan yang diwakili oleh Juru Bicara Kemenkes, Kepala Staf Umum TNI, perwakilan Mabes Polri, dan Kepala BP2MI.
Menanggapi hal itu, Menteri Perhubungan Budi Karya menjelaskan bahwa mulai Senin (4/5) Kementerian Perhubungan akan memfasilitasi penyediaan angkutan udara, laut, dan darat untuk WNI yang kembali ke tanah air, serta menyarankan untuk memfokuskan kepulangan di 3 (tiga) bandara, yaitu Bandara Kualanamu, Bandara Kertajati, dan Bandara Ngurah Rai selama masa pandemi Covid-19. Karena Jakarta merupakan episentrum virus Corona, maka tidak disarankan kepulangannya melalui Bandara Soekarno Hatta. Terlebih lagi daerah asal PMI lebih dekat melalui Bandara Kertajati. Tetapi jika kepulangan PMI ada yang melalui Soekarno Hatta, Kementerian Perhubungan juga menyediakan alat transportasi dengan kereta dan bis ke beberapa daerah asal, yaitu Semarang, Jogjakarta dan Surabaya. Serta untuk jalur laut difokuskan di pelabuhan Batam.
Benny menyampaikan, BP2MI telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Kementerian Sosial melalui surat, untuk meminta bantuan pemanfaatan RPTC (Rumah Perlindungan Trauma Center-Center) untuk penampungan sementara bagi PMI yang kembali ke tanah air.  Serta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI untuk menginformasikan kedatangan PMI lebih awal sebelum tiba di Indonesia sehingga petugas BP2MI bisa menyiapkan pelayanan secara prima dan memberikan surat jalan kepada PMI agar dapat melanjutkan perjalanan ke daerah asal. BP2MI juga telah berkoordinasi dengan BNPB selaku Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 terkait bantuan koordinasi dalam rangka fasilitasi kepulangan PMI.*** (Humas/SD)
Sumber : BP2MI

16 April 2020

Benny Rhamdani, Tancap Gas Perangi Sindikasi PMI Nonprosedural


Serah Terima Jabatan sebagai Kepala BP2MI kepada Benny Rhamdani dari Plt Kepala BP2MI, Tatang Budie Utama Razak

Jakarta, BP2MI (16/4) – Usai dilantik Presiden RI Joko Widodo menjadi Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani melakukan serah terima jabatan sebagai Kepala BP2MI dari Plt. Kepala BP2MI, Tatang Budie Utama Razak, di Jakarta, Kamis (16/4/2020).
“Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin men-declare, menyatakan perang terhadap sindikasi pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural, mereka adalah musuh negara dan kita wajib melindungi hak dan martabat PMI, karena sejatinya kita adalah pelayan mereka,” dinyatakan Kepala BP2MI yang juga mantan aktivis 98 ini. 
Memperbaiki tata kelola penempatan PMI menjadi kunci untuk mengikis PMI nonprosedural secara signifikan, sehingga selain melindungi PMI, negara juga akan diuntungkan dari peningkatan devisa yang dihasilkan. “Kita akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, Kementerian Tenaga Kerja, Ditjen Imigrasi Kementerian hukum dan HAM, perwakilan RI di negara-negara penempatan untuk mengatasi persoalan tersebut,” ditambahkannya.   
Sebagai Badan baru mengganti BNP2TKI, posisi BP2MI sangat strategis sebagai pelaksana kebijakan pelindungan PMI dan keluarganya. Apalagi di tengah pandemi Covid 19, BP2MI harus membuktikan berada di garda terdepan dengan kebijakan yang tepat dan tindakan yang cepat, mengantisipasi kepulangan PMI, maupun yang masih bertahan di negara-negara tujuan penempatan. “Seperti Malaysia contohnya, perkiraan saya ribuan PMI kita yang undocumented dan bekerja harian, dan tidak tertangani, bahkan kelaparan dan butuh bantuan segera, kita akan segera upayakan untuk mengatasi masalah tersebut, sesegera mungkin dengan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga serta kedutaan kita di Malaysia,” ujarnya.   
Kepala BP2MI ini juga menekankan bahwa protokol penanganan kepulangan PMI yang komprehensif, multisektor dan sinergi lintas Kementerian/Lembaga sangat dibutuhkan. Sinergi kelembagaan, menjalin kerjasama, dan koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Luar Negeri serta pemerintah daerah di semua jenjang hingga ke pemerintah desa, akan segera dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi  serta mengantisipasi dampak Covid 19, bagi PMI dan keluarganya.
 
“Sejak kemarin saya dilantik dan serah terima hari ini saya akan tancap gas bekerja tanpa berlama-lama dan tidak mengenal fase jeda. Mari lari bersama dalam bekerja, karena jika memilih jalan kaki dalam bekerja pasti akan tertinggal kereta. Karena itu saya memilih cara berlari dalam bekerja,” pungkasnya.
Pelantikan Benny berdasarkan Keputusan Presiden No 72/TPA tahun 2020 tentang pengangkatan pejabat pimpinan tinggi utama di lingkungan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia  (BP2MI) tertanggal 13 April 2020. Benny merupakan pimpinan pertama BP2MI setelah adanya perubahan kelembagaan dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), sejak dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019 pada akhir 2019. 
Di tengah pandemi Covid-19 ini, proses serah terima jabatan tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, dengan menjaga jarak sekitar 1 meter dan tanpa adanya jabatan tangan untuk pemberian ucapan selamat. Seluruh undangan yang hadir juga diharuskan menggunakan masker selama proses tersebut.*** (Humas BP2MI)
Sumber : BP2MI

Buku Panduan Hal2 yang Harus Diketahui TKA di Taiwan

Sobat PMI Taiwan !

Buku panduan dari WDA tentang Hal-hal yang harus diketahui PMI telah dirilis.
Untuk menambah pengetahuan sobat-sobat tidak rugi jika membaca buku ini yang terbit dalam format E-book.


Silahkan baca langsung di website resminya di sini

Semoga bermanfaat !

15 April 2020

Selamat Datang Kepala BP2MI



Hi #SobatMigran, hari ini (15/4) Bapak Benny Rhamdani telah resmi dilantik oleh Presiden RI menjadi Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Istana Negara, Jakarta.

Baca beritanya di sini

Selamat datang di keluarga besar BP2MI, pak. Mari sama-sama kita tingkatkan PMI Profesional, kurangi penempatan PMI secara nonprosedural serta menyejahterakan kehidupan PMI dengan memberikan pelindungan bagi PMI sebelum, selama dan sesudah bekerja.

#BP2MI

Disadur dari info Biro Hukum dan Humas BP2MI

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dilantik hari ini

Presiden Joko Widodo melantik Kepala BP2MI, Benny Rhamdani di Istana Negara, Jakarta (15/4/2020)

Jakarta, BP2MI (15/4) - Presiden Joko Widodo melantik Benny Rhamdani sebagai Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 15/4/2020. Benny Rhamdani yang akrab disapa Brani ini adalah mantan Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Utara Periode 2014-2019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara selama dua periode.
Pelantikan Benny  berdasarkan Keppres No 72/TPA tahun 2020 tentang pengangkatan pejabat pimpinan tinggi utama di lingkungan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) tertanggal 13 April 2020. Benny menyampaikan, jabatan ini adalah tugas Merah-Putih yang harus ia diemban. Hal pertama yang penting untuk dilakukan saat ini adalah penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di tengah kondisi pandemi virus corona di dunia.
"Yang paling penting sekarang adalah soal kepulangan para  PMI dari negara-negara penempatan yang mengalami peningkatan karena kondisi virus corona. Diperkirakan gelombang arus kepulangan ini juga akan meningkat menjelang Ramadhan. Perlu diingat, para PMI adalah Very Important Person (VIP) Negara, yaitu sebagai pahlawan visa negara, jadi kita ingin memastikan mereka aman saat di perbatasan, bahkan hingga tiba di kampung halamannya," jelas Benny setelah pelantikan.
Ia menegaskan, BP2MI akan bersinergi bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta kementerian/Lembaga lainnya untuk memastikan setiap PMI yang kembali ke tanah air, dapat tiba dengan aman dan mendapat bantuan-bantuan yang diperlukan. Pelantikan  menerapkan protokol pencegahan Covid-19.  Setelah dilantik, Benny Rhamdani akan melakukan serah terima jabatan di kantor BP2MI, Kamis, 16/4/2020.* (Humas/MIT/cie)

08 April 2020

BP2MI Siap Koordinasi dengan Kemnaker Terkait KUR Pekerja Migran Indonesia

BP2MI Siap Koordinasi dengan Kemnaker Terkait KUR Pekerja Migran Indonesia

Jakarta, BP2MI (8/4) – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) siap mendukung Pemerintah dalam hal kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi debitur yang terdampak Covid-19. BP2MI akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI terkait  KUR yang diperuntukkan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI). 
Demikian disampaikan Plt Kepala BP2MI Tatang Budie Utama Razak dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perubahan Kebijakan KUR untuk menindaklanjuti arahan keputusan Presiden terkait relaksasi kebijakan KUR bagi debitur yang terdampak Covid-19, di Jakarta, Rabu 8/4/2020. 
Dalam rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, ini membahas mengenai usulan perubahan ketentuan KUR bagi debitur KUR terdampak Covid-19. “Pemerintah menyiapkan kebijakan untuk menanggung pembayaran bunga KUR sebesar 6% sampai akhir tahun 2020. Kemudian juga perpanjangan jangka waktu bagi penerima KUR terkait kondisi Covid-19, dan penambahan limit plafon bagi yang terdampak Covid-19, serta dalam rangka good governance perlu disusun kriteria bagi debitur KUR yang dapat memperoleh kebijakan KUR terdampak Covid-19,” ungkap Airlangga.
Tatang menyampaikan,  bahwa realisasi KUR bagi PMI sepanjang tahun 2020 hingga saat ini sebesar Rp 175 Milyar dari plafon KUR sebesar RP 1,4 Trilyun. “Seperti yang telah disampaikan oleh Ibu Menaker sebelumnya, ada kebijakan mengingat situasi sekarang ini dihentikannya proses penempatan PMI. Dapat kami laporkan bahwa tahun 2019, plafon KUR untuk Calon PMI sebesar Rp 1,7 Trilyun, dengan realisasinya Rp 873 Milyar. Artinya hanya terserap 50%. Terlebih lagi pada situasi sekarang ini ketika dihentikan penempatan PMI, mungkin hal ini bisa menjadi pertimbangan agar plafon ini bisa dialihkan kepada hal yang lain,” tuturnya.
Tatang mengatakan,  BP2MI juga akan melakukan koordinasi dan melaporkan kepada Menaker mengenai beberapa langkah yang perlu diambil berkaitan dengan kendala-kendala di lapangan dengan pelaksanaan KUR bagi Calon PMI. “Selanjutnya akan kami laporkan pula kepada Menaker terkait PMI Purna yang sudah berhasil menjadi pengusaha-pengusaha di berbagai daerah,” tutupnya. ** (Humas/MIT/MH)

07 April 2020

Program penyerahan diri bagi PMI Overstay / Kaburan

Sobat PMI Taiwan !

Khususnya bagi PMI yang swasta atau yg overstay dapat mengikuti program penyerahan diri ini, sebelum habis masa waktunya ! 

Ayo Simak !




Sumber : https://www.immigration.gov.tw

26 March 2020

Siaran Pers BP2MI: PMI Di Taiwan Positif Covid-19, BP2MI Segera Mengambil Langkah


Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Tengah, laki-laki, 40 tahun, positif terinfeksi Covid-19 pada saat diperiksa di Bandara Taoyuan, Taiwan tanggal 22 Maret 2020. PMI tersebut berangkat dari Jakarta setelah mengikuti rangkaian proses penempatan sesuai ketentuan yang berlaku. Hingga saat ini, jumlah PMI yang terinfeksi Covid-19 di Taiwan menjadi 3 orang.
Pada tanggal 19 Maret 2020, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI Jakarta menyelenggarakan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) terakhir pasca dikeluarkannya Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 151 Tahun 2020 tanggal 18 Maret 2020. PMI tersebut mengikuti OPP bersama 4 orang PMI lainnya yang diberangkatkan oleh PT. PSD.
Sebelum mengikuti OPP, seluruh PMI diperiksa dengan thermal gun oleh petugas UPT BP2MI Jakarta dan suhu tubuh PMI tersebut terpantau dibawah 37,5 derajat celcius. Dari ciri fisik pun tidak menunjukkan gejala yang mencurigakan, seperti batuk dan flu.
Saat ini, ia sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit di daerah Taoyuan dan mendapatkan penanganan sesuai standar pemerintah Taiwan.
Informasi tersebut diperoleh dari perwakilan BP2MI di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei dengan telah koordinasi dengan otoritas setempat, serta UPT BP2MI Jakarta selaku penyelenggara OPP.
Plt. Kepala BP2MI, Tatang Budie Utama Razak, segera mengambil langkah untuk memastikan pencegahan lebih lanjut, terutama terhadap pihak-pihak yang bersentuhan dengan PMI tersebut, antara lain instruktur OPP, petugas UPT BP2MI Jakarta, dan PMI  yang mengikuti OPP di waktu yang sama. Di samping itu, BP2MI juga akan berkoordinasi dengan Pemda setempat dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
“BP2MI akan segera menindaklanjuti peristiwa tersebut dan melakukan berbagai hal antisipasi untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Tatang di Jakarta (25/03/2020).
Langkah antisipasi yang telah dilakukan, antara lain menginventarisasi seluruh instruktur dan petugas yang melaksanakan OPP pada tanggal 19 Maret 2020 untuk diberikan penjelasan dan dihimbau melakukan pemeriksaan jika menunjukan sakit batuk, sesak nafas, flu, dan demam. Selain itu, BP2MI akan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruang pelayanan secara rutin guna mencegah penyebaran virus.
Dalam hal kebijakan, BP2MI telah mengeluarkan Surat Edaran Kepala BP2MI Nomor  04 Tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020 tentang Penghentian Sementara Layanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Untuk itu, seluruh proses penempatan PMI dihentikan sementara terhitung mulai 26 Maret 2020 sampai dengan adanya kebijakan baru dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Adapun rilis dari Central Epidemic Command Center (CECC) per tanggal 24 Maret 2020 menyebutkan jumlah kasus Covid-19 yang diperiksa di Taiwan sebanyak 26.660 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24.044 kasus dinyatakan negatif dan 216 kasus positif Covid-19. Sebanyak 29 kasus telah pulih dan 2 kasus meninggal dunia.
Di antara jumlah tersebut, terdapat 3 WNI/PMI yang telah dinyatakan positif Covid-19. KDEI Taipei akan terus berkoordinasi dengan otoritas Taiwan untuk memonitor perkembangan kondisi mereka.

Sukmo Yuwono, S.H., M.H.
Kepala Biro Hukum dan Humas BP2MI
Telp: 021-7994031
FB: @bp2mi.ri | Twitter: @bp2mi_ri | IG: @bp2mi_ri
Sumber : BP2MI


24 March 2020

SURAT EDARAN Pelayanan Perpanjang PK Tanpa Pulang

Penghentian Sementara Seluruh Proses Penempatan PMI Sebagai Bentuk Pelindungan Negara


Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menghentikan sementara seluruh proses penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara efektif mulai berlaku tanggal 26 Maret 2020. Penghentian sementara tersebut sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 151 Tahun 2020 yang dituangkan dalam Surat Edaran Kepala BP2MI Nomor  04 Tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020.
Dengan adanya kebijakan penghentian proses penempatan PMI tersebut, diminta kepada seluruh pihak yang terkait khususnya Calon PMI dan Pelaksana Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dapat memahami dan mematuhi sepenuhnya atas keputusan tersebut, karena hal ini semata-mata untuk melindungi PMI itu sendiri.
Wabah virus corona yang dikenal COVID-19 telah menyerang di lebih 150 negara dengan jumlah kematian yang cukup tinggi dan penyebarannya sangat cepat serta meluas, termasuk seorang PMI yang baru saja tiba di Taiwan dinyatakan secara positif terinfeksi COVID-19.
“Dengan demikian langkah penghentian sementara proses penempatan ini sangatlah tepat sebagai bentuk pelindungan negara kepada Calon PMI,” tutur Plt Kepala BP2MI, Tatang Budie Utama Razak, di Jakarta, 24/03/2020.
Kendati demikian, BP2MI tetap melaksanakan pelayanan pelindungan secara online dan akan diproses sebagaimana mestinya. BP2MI juga tetap melaksanakan pelayanan kepulangan PMI menghadapi masalah yang menjadi tugas dan fungsi sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam melaksanakan pelayanan kepulangan PMI dimaksud, pegawai BP2MI menerapkan asas-asas pencegahan penyebaran COVID-19 sesuai standar yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

Sukmo Yuwono, S.H., M.H.
Kepala Biro Hukum dan Humas BP2MI
Telp: 021-7994031
FB: @bp2mi.ri | Twitter: @bp2mi_ri | IG: @bp2mi_ri

Sumber : BP2MI

BERITA ONLINE (RSS)

Rangkuman Berita Online Populer